
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 125
(Kekalahan Savana)
...•...
...•...
DOR!
Tampak seorang pria dengan jaket kulit warna hitam berdiri memegang pistol di tangannya, ia mengacungkan itu ke arah Savana setelah sebelumnya ia mengarahkan tembakan ke langit.
Sontak para gangster itu langsung meminggir tak mau terkena tembakan yang berbahaya, sedangkan Savana tampak ketar-ketir ketakutan melihatnya.
"Lepaskan, nona Tania...!!"
Teriakan seseorang itu membuat Savana makin gemetar ketakutan, apalagi pistol di tangannya masih saja terarah ke tubuh Savana yang berada di dekat Tania. Akibatnya, Savana pun menyingkir agar tidak terkena tembakan dari pria itu.
Tania yang melihat kedatangan pria itu kini tersenyum karena pertolongan sudah datang untuknya, ia tak perlu lagi merasakan ketakutan apalagi cemas akan kematian yang dikatakan Savana beberapa waktu lalu.
"Bagus, menyingkir dan pergilah! Jangan pernah lagi kalian berani menyentuh non Tania, atau kalian akan tahu akibatnya...!!" teriak pria itu.
"Hey, dasar pecundang! Turunkan senjata mu dan hadapi kami kalau berani!" ucap Savana menantang.
"Untuk apa? Menghadapi kalian hanya mengotori tanganku, karena kalian tidak ada apa-apanya dibandingkan diriku!" ucap pria itu santai.
"Kurang ajar! Beraninya kau meremehkan kami!" teriak Savana terpancing emosinya.
Tania akhirnya bisa bangkit sembari memegangi lehernya serta lengan yang terasa nyeri, gadis itu menatap Savana dari tempatnya berdiri sambil menyunggingkan senyum seperti bahagia melihat ketakutan yang dirasakan Savana saat ini.
"Hahaha, kamu ketakutan Savana?" ujar Tania meledek gadis musuhnya itu.
"Sudah aku bilang, kamu itu gadis lemah yang gak bisa apa-apa! Berani sekali kamu bermain-main denganku, terbukti kan sekarang begitu pengawal ku datang kalian semua langsung ciut!" sambungnya.
"Heh, dasar tidak tahu diri! Kaulah yang lemah, bukan aku!" ujar Savana makin emosi.
__ADS_1
Tania tak lagi menjawab, ia hanya tersenyum tipis lalu berjalan mendekati pria yang datang menolongnya. Ya pria itu tentunya adalah Riko alias pengawal pribadinya yang datang untuk menolong Tania sesuai permintaan Jono sang supir.
"Pak, ayo kita pergi dari sini!" ucap Tania.
"Tapi non, mereka harus diberi pelajaran agar kapok! Kalau kita langsung pergi begitu saja, mereka pasti masih akan mengincar non Tania!" ucap Riko.
"Gapapa, pak! Aku yakin setelah kejadian ini, gadis lemah itu pasti tidak akan berani macam-macam lagi denganku! Karena dia bisa saja mati tertembak jika masih berani bermain denganku, bukan begitu Savana?" ucap Tania tersenyum ke arah Savana.
"Kurang ajar! Aku sama sekali tidak menyangka kalau pengawal Tania memiliki pistol, siapa sebenarnya gadis itu sekarang?" gumam Savana di dalam hati.
Akhirnya Riko menurunkan pistolnya setelah Tania aman berada di dekatnya, mereka pun berniat pergi dari sana meninggalkan tempat menyeramkan itu dan juga Savana serta para gangster suruhannya.
Namun, gadis licik itu memberi isyarat pada seorang pria gangster yang ada di sampingnya untuk maju menyerang Tania secara diam-diam. Perintah itu dimengerti dan diangguki oleh para gangster, ya mereka langsung maju hendak menyerang Tania serta Riko dari belakang.
DOR....
Insting seorang Riko tidak perlu diragukan lagi, sebelum mereka sempat menyerangnya dan juga Tania, Riko berhasil menembak salah seorang dari mereka lebih dulu dan tepat mengenai kakinya hingga orang tersebut pincang-pincang.
"Sungguh licik kalian ini, sudah diberi kesempatan untuk hidup malah ingin mencari mati!" ucap Riko.
"Sepertinya mereka memang menginginkan kematian, pak! Kalau begitu lebih baik sekarang kamu habisi saja mereka dengan senjata mu, arahkan tepat ke kepala mereka!" ucap Tania.
"Baik, non!"
Riko langsung bersiap mengarahkan pistolnya ke arah para gangster tersebut, sedangkan Savana mencoba untuk kabur supaya tidak terkena imbas dari tembakan itu.
Suara teriakan itu membuat Riko tidak jadi menembak para gangster disana, ya rupanya William alias papa Tania juga datang kesana menyusul Riko yang ingin menyelamatkan Tania.
"Jangan lakukan itu, Riko!" perintah William.
Melihat kedatangan William disana, entah mengapa para gangster itu mendadak langsung berlutut di tanah memohon ampun padanya dengan wajah memelas supaya mendapat ampunan dari William.
"Tapi pak, mereka ini—"
"Biar polisi saja yang mengurus mereka, kebetulan aku sudah memanggil polisi kesini!" potong William.
Tak lama kemudian, polisi-polisi yang disebut William akhirnya datang dan langsung menangkap seluruh gangster yang tengah berlutut disana dengan memborgol mereka.
"Tangkap mereka semua, pak! Mereka ini sudah meresahkan, bahkan hampir melukai putri saya!" ucap William.
"Baik, pak!" ucap polisi itu.
Setelah mereka semua dibawa oleh polisi, Tania hari menyadari kalau Savana tiba-tiba menghilang dan tidak ada disana padahal sebelumnya gadis itu masih berada di dekat pohon.
__ADS_1
"Loh, kemana cewek itu...??" ujar Tania heran.
"Kayaknya dia kabur, non!" ucap Riko.
"Cewek siapa yang kamu maksud, Tania?" tanya William penasaran.
"Itu loh pah, orang yang udah nyuruh mereka buat nyerang aku dan bawa aku kesini!" jawab Tania.
"Kalo begitu biar polisi cari dia bersama Riko, kamu ikut sama papa pulang ke rumah!" ucap William.
"Iya pah..." ucap Tania mengangguk.
Akhirnya Riko bersama para polisi menyusuri hutan itu untuk menemukan dimana Savana, sedangkan Tania ikut dengan papanya ke mobil untuk segera pulang ke rumah.
🌺
Rupanya kini Savana sudah hampir berada di luar hutan tersebut, ia berusaha keras untuk berjalan dengan menggunakan tongkat miliknya sambil terus menoleh ke belakang berharap tidak ada yang mengejarnya.
Akan tetapi, tiba-tiba tiga orang pria berhasil mencegahnya dari depan dan membuat gadis itu ketakutan karena nampaknya ketiga orang itu adalah suruhan Tania untuk menangkapnya.
"Mau kemana, kamu?" tanya salah seorang dari mereka.
"Si-siapa kalian...??" ujar Savana gugup gemetar.
Ya ketiga pria tersebut adalah Jono, Hendi & Howard yang datang bersama Riko tadi untuk menyelamatkan Tania.
"Jono, apa benar dia gadisnya?" tanya Hendi.
"Ya benar, tadi saya melihatnya masuk ke hutan!" jawab Jono.
"Hahaha, kalau begitu kita langsung tangkap saja gadis perusuh ini...." ujar Hendi menatap ke arah Savana dengan mata menyala.
Tanpa berlama-lama lagi, mereka bertiga pun mendekat ke Savana bersiap menangkap gadis itu untuk dibawa ke penjara bersama yang lainnya.
"Kurang ajar, kalian mundurlah...!!" teriak Savana.
"Hey, menyerah lah dan ikut dengan kami! Atau kami terpaksa menggunakan kekerasan!" ucap Hendi.
"Tidak, tidak! Aku gak mau ikut kalian, mundurlah!" ucap Savana makin ketakutan.
Gadis itu terus memundurkan langkahnya sampai ia pun terpeleset dan terjatuh ke bawah, akhirnya Hendi bersama Howard langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk menangkap Savana.
Savana berusaha meronta-ronta minta dilepaskan dan terus saja berontak, tetapi tenaganya kalah kuat dibanding kedua pria tersebut hingga akhirnya Savana pun diserahkan kepada polisi untuk diurus di kantor polisi nantinya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...