Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 310 (Namanya sama)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 253


...•...


...•...


"Eee makasih ya! Kalian udah tolongin gue dan bantuin gue buat ambil harta nyokap gue ini, sekali lagi makasih!" ucap Lyota.


"Sama-sama, tapi serius kan lu gapapa?" tanya Tania masih khawatir.


"Iya, gue gapapa kok. Oh ya, kenalin nama gue Lyota!" ucap Lyota mengenalkan diri sembari mengulurkan tangan ke arah Tania.


"Salam kenal Lyota, gue Tania!" ucap Tania.


Mereka berdua pun bersalaman disana dan saling menatap satu sama lain sambil tersenyum.


"Tania?" ujar Lyota terkejut.


Ya Lyota memang cukup kaget lantaran nama dari gadis preman yang menolongnya adalah Tania, ia pun teringat pada sosok Tania kecil yang akan menjadi calon anaknya nanti. Lyota tak menyangka jika ia bisa bertemu lagi dengan sosok gadis bernama Tania selain anaknya Reno, ia juga senang lantaran gadis itu mau menolong ia dari preman tadi.


Sementara Tania sendiri juga terkejut karena melihat Lyota terkejut ketika ia menyebutkan namanya, ia tak mengerti apa yang membuat Lyota terkejut karena memangnya apa yang salah dengan nama Tania? Ya Tania hanya bisa menebak-nebak sembari menoleh ke arah Revan seakan meminta jawaban darinya, sampai pada akhirnya Tania pun bertanya langsung pada Lyota untuk menjawab rasa penasarannya.


"Lu kenapa ya? Ada yang salah sama nama gue?" tanya Tania menatap wajah Lyota dengan ekspresi terheran-heran.

__ADS_1


"Eh eee enggak kok, gak ada yang salah! Gue tadi cuma kaget aja karena nama lu itu sama kayak nama calon anak gue, dia juga namanya Tania! Makanya gue agak sedikit kaget gitu, hehe!" jawab Lyota.


"Ohh, calon anak? Maksudnya?" tanya Lyota tak mengerti dengan perkataan Lyota itu.


"Iya, gue sebentar lagi mau nikah sama seorang laki-laki. Kebetulan dia duda anak satu, nah nama anaknya ini tuh Tania juga sama kayak lu! Makanya gue langsung kaget gitu tadi pas denger nama lu, gak nyangka aja hehe!" jelas Lyota.


"Lu mau nikah? Wah selamat ya! Lain kali jangan nekat kayak gitu lagi, masa lu sendirian mau ngelawan preman yang banyak banget tadi?!" ucap Tania mengingatkan Lyota.


"Iya, tadi gue cuma gak terima aja barang milik calon mertua gue dicuri! Untung aja ada lu yang nolongin gue tadi, jadi gue bisa ambil balik barang ini tanpa terluka parah! Makasih banyak ya Tania, kalo gak ada lu gak tau lagi deh gue bakal kayak gimana!" ucap Lyota tersenyum.


"Sama-sama," ucap Tania singkat.


Sebenarnya Tania cukup terkejut karena apa yang diceritakan Lyota tadi membuatnya ambigu, ya Tania jadi teringat pada sosok Reno yang memang memiliki seorang putri bernama sama seperti namanya yakni Tania. Ia pun berpikir apa mungkin kalau Lyota akan menikah dengan Reno alias mantan kekasihnya dan juga cinta pertamanya itu, jika iya tentu saja Tania sedikit sakit hati bercampur senang juga karena Reno sudah bisa moveon darinya.


"Sama Tania doang nih makasih nya, sama gue enggak gitu? Kan gue tadi nolongin lu juga loh, kalo gak ada gue gak mungkin tuh preman pada lari kabur dari sini gitu aja!" ucap Revan.


"Ahaha, iya maaf! Makasih juga ya, eee...??" Lyota kebingungan lantaran ia belum mengetahui siapa nama pria di samping Tania itu.


"Revan!" ucap Revan mengenalkan diri.


"Sama-sama,"


"Eee yaudah ya Tania, gue kayaknya harus pergi sekarang deh! Soalnya pasti calon mertua gue udah nungguin disana, sekali lagi makasih ya atas pertolongan kalian!" ucap Lyota.


"Iya, hati-hati ya lu!" ucap Tania tersenyum.


"Bener tuh, jangan sampe dicuri lagi nanti barangnya! Harus hati-hati dan tetap waspada!" sahut Revan.


"Iya Revan, yaudah ya permisi!" ucap Lyota.


Setelahnya, Lyota pun bergegas pergi dengan langkah tergesa-gesa untuk dapat kembali menemui Anggi serta Reno di tempat semula. Ya Lyota sudah tidak sabar ingin melihat seperti apa reaksi dari Anggi begitu ia memberikan barang-barang milik Anggi kembali setelah berhasil ia ambil dari para preman tadi dengan bantuan Tania dan Revan.

__ADS_1


Sementara Revan kini mendekati Tania masih sambil memandangi punggung Lyota, ia menyipitkan mata seraya berpikir dan mengingat-ingat kalau ia pernah bertemu dengan sosok gadis itu. Ya akhirnya Revan pun berhasil mengingatnya, dengan segera ia langsung memberitahukan itu kepada calon istrinya disana dengan cara membisikkannya.


"Sayang, kamu inget gak sih? Cewek tadi kan pernah kita temuin juga, tepatnya di pasar malam waktu itu dan dia lagi jalan berdua sama Reno mantan kamu!" ucap Revan berbisik di telinga Tania.


Sontak Tania terkejut dan reflek menoleh ke arah Revan dengan mulut terbuka, ia baru ingat kali ini kalau memang benar Lyota adalah pasangan Reno dan pantas saja tadi Lyota menyebut nama calon anaknya adalah Tania juga sama seperti dirinya.




Lyota yang tengah tergesa-gesa berjalan kembali menuju tempat sebelumnya ia berada, dibuat kaget dan takut lantaran ada seseorang yang menarik lengannya dari belakang. Ya Lyota pun reflek berteriak dan hendak memukul orang yang menariknya itu, akan tetapi ia mengurungkan niat itu karena ternyata orang itu adalah Reno.


"Reno?" ucap Lyota menganga terkejut ketika melihat calon suaminya ada disana.


"Iya sayang, ini aku loh! Tega kamu, masa mau mukul calon suami kamu sendiri sih?! Apa kamu gak kasihan sama muka tampan aku?" ucap Reno.


"Haish, ya maaf! Abisnya kamu ngagetin aku sih, kan jadinya aku reflek mau mukul kamu!" ucap Lyota.


"Iya gapapa cantik, sebenarnya dipukul sama gadis cantik kayak kamu aku sih gak masalah ya! Asalkan jangan kencang-kencang aja, tapi lembut supaya aku gak ngerasa kesakitan!" ujar Reno sambil nyengir.


"Yeh itu mah namanya bukan mukul, tapi nyayang!" ucap Lyota dengan wajah juteknya.


"Hahaha, ya boleh tuh!" ujar Reno.


"Udah ah! Ini aku berhasil dapetin barang milik mama kamu lagi, semuanya masih utuh dan gak ada yang diambil sama preman tadi!" ucap Lyota.


"Lyota, kamu ini kenapa sih nekat banget? Kalau tadi kamu kenapa-kenapa gimana sayang? Aku kan khawatir banget sama kamu, lain kali jangan begitu lagi ya sayang!" ucap Reno tegas.


"Iya Ren, maaf! Abisnya aku tuh gak tega aja lihat mama sedih karena hartanya diambil, plus aku juga mau buktiin ke mama kalau aku layak jadi menantu di keluarga kamu!" ucap Lyota manyun.


Reno tersenyum senang, ia mendekati gadis itu sambil menarik dagu Lyota dan tentu saja selanjutnya ia pun melumatt bibir mungil Lyota.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2