Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 191 (Lebih ceria)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 135


(Lebih ceria)


...•...


...•...


Reno masih memikirkan perkataan mendiang istrinya tadi yang sangat mengganggu pikirannya, ya ia tak mengerti mengapa Rosa memintanya untuk segera menemui Tania sebelum terlambat. Namun, yang lebih membingungkan adalah bagaimana caranya membuat Tania sang wanita yang dicintainya itu mau menjadi pengganti Rosa dalam hidupnya serta menikah dengannya.


Pria itu pun berjalan lesu menuju mobilnya yang terparkir tepat di depan gerbang sekolah putrinya, ia mengusap wajah dengan kasar sembari sedikit menjambak rambutnya dan meletakkan telapak tangan di depan mulut berpikir cara untuk mendekati Tania dan mencari keberadaan gadis itu saat ini.


Pucuk dicinta ulam pun tiba, itulah yang sepertinya menghampiri Reno karena ketika ia menoleh ke arah kanan disana nampak sosok gadis yang tengah dicarinya saat ini yaitu Tania dan seketika Reno pun tampak sumringah tersenyum ceria dengan wajah cerah memandang tubuh gadis tersebut dari sana.


"Tania? Lagi apa dia di sekolah dasar itu? Apa emang ini petunjuk dari Rosa, makanya dia nyuruh gue temuin Tania sekarang?" gumam Reno.


Reno memejamkan mata sembari mengusap hidung dengan menghembuskan nafas kasarnya, perlahan ia pun melangkahkan kakinya maju mendekat ke arah Tania yang tengah berada tak jauh darinya di depan sana bersama Lydia temannya.


Reno berharap-harap cemas sambil terus memejamkan matanya, ia tak ingin Tania malah pergi darinya seperti sebelumnya saat mereka bertemu di sebuah cafe dan melaksanakan meeting bersama membahas kontrak kerjasama perusahaan mereka.


"Semoga kali ini kamu mau bicara sama saya, Tania! Hidup saya tidak akan bisa tenang kalau kamu belum mau menerima saya, Tania!" gumam Reno.


Akhirnya pria itu telah sampai di dekat Tania tepatnya di belakang tubuh gadis yang tengah berbicara itu, ia tampak ragu untuk menyapa Tania karena khawatir akan membuat gadis itu risih dan malah pergi meninggalkannya lagi seperti sebelumnya saat di cafe.


"Tania...."

__ADS_1


Satu kata berhasil lolos dari mulut Reno memanggil nama gadis cantik tersebut yang tepat berada di depannya saat ini, sontak Tania langsung menoleh begitu namanya disebut oleh seseorang bersuara berat yang terasa tak asing di telinganya.


Seketika mata Tania terbuka lebar menatap heran sosok pria yang kini ada di hadapannya, ia sampai menggunakan telapak tangannya untuk menutupi mulutnya yang terbuka akibat kaget saat melihat ada Reno di belakangnya kini.


"Re-Reno...??" ucap Tania gugup.


Reno pun tersenyum saat namanya disebut oleh Tania, baginya itu saja sudah sangat membuatnya bahagia karena jarang-jarang sekarang Tania menyebut namanya secara langsung seperti ini apalagi suara gadis itu cukup menggemaskan.


"Lu ngapain disini?" tanya Tania mencoba bersikap tenang dan tidak terpengaruh perasaannya.


Reno terkejut bukan main mendengar suara Tania yang berubah 180 derajat dari sebelumnya saat gadis itu memanggil namanya, ya saat ini suara Tania malah seperti dulu ketika mereka bertemu untuk pertama kalinya dan Tania masih jadi copet.


"Kamu udah berubah lagi? Gak konsisten banget sih, harusnya bertahan dong jadi pribadi yang lebih baik! Bukannya malah balik kayak gini lagi..." ujar Reno.


"Gausah basa-basi kayak gitu! Gue gak akan terpengaruh sama ucapan lu, mending langsung aja lu kasih tau mau apa dateng kesini!" ujar Tania.


Reno tidak tahan ingin tertawa saat ini juga melihat ekspresi wajah Tania serta suara gadis itu yang kembali seperti awal, ya inilah yang ia rindukan dari sosok Tania yang pernah mencuri hatinya dahulu saat ia menemui gadis itu di jalan tengah dikejar-kejar masyarakat sekitar.


...•••...


"Pagi pah, mah!" ucap Revan menyapa mama papanya itu dengan senyuman sembari menarik kursi dan duduk di hadapan mereka.


"Pagi juga, Revan!" ucap John & Eva berbarengan.


"Wah wah wah, anak papa semangat banget kayaknya! Udah gitu kelihatan lebih ceria dari sebelumnya, ada apa sih Revan?" ujar John.


"Ah masa sih, pah? Perasaan aku biasa aja deh, mungkin cuma perasaan papa aja!" ucap Revan.


"Hahaha, ini sih udah ketebak pah penyebabnya apa!" ujar Eva ikut meledek putranya.


"Apa tuh, mah?"


"Ya udah pasti gara-gara semalam ketemu sama Tania di rumahnya..."

__ADS_1


"Hahaha, bener itu!"


Baru kali ini Revan diledek oleh kedua orangtuanya sendiri bahkan sampai jadi bahan tertawaan mereka di meja makan, ya tapi mau gimanapun juga perkataan mereka memang benar karena Revan jadi lebih bersemangat karena tahu akan dijodohkan oleh Tania wanita yang mulai mencuri hatinya itu.


"Udah lah pah, mah! Aku kan kesini mau sarapan bareng sama papa mama, bukannya dijadiin bahan bully-an kayak gini..." ucap Revan.


"Hahaha, siapa juga yang bully kamu? Mama sama papa malah ikut seneng ngeliat kamu kayak gini, tapi bener kan ini gara-gara Tania?" ucap Eva.


"Eee... ya gitu deh mah, udah lah jangan bahas soal itu mulu! Aku lama-lama malu loh mah, biarlah itu kita bahas nanti lagi!" ujar Revan.


"Walah walah, buat apa kamu malu?" tanya John.


"Ya malu aja, pah! Lagian kan sekarang waktunya kita sarapan dulu bukan ngobrol apalagi bahas Tania, makanya aku minta mama papa jangan ngomongin itu lagi sekarang!" ucap Revan.


"Hahaha, yaudah iya selamat makan!" ucap Eva.


Revan tersenyum tipis kemudian mengambil piring kosong dan mengisinya dengan nasi serta lauk-pauk disana, ya biarpun keluarga mereka kaya tetapi mereka sudah terbiasa sarapan harus pake nasi dan kalo gak pake nasi artinya belum makan.


"Oh ya, Van! Papa dengar kamu ada satu pasien baru cewek, ya?" tanya John.


"Iya bener, pah! Emangnya kenapa, pah?" ucap Revan menatap heran ke arah papanya itu.


"Gapapa, papa cuma mau mastiin aja kalau berita itu benar! Soalnya papa dikasih tau sama asisten papa, terus katanya cewek itu mengidap trauma berat... apa benar begitu, Van?" ucap John.


"Ohh, iya benar pah!"


"Memangnya dia mengalami kejadian apa, kok sampai trauma berat kayak gitu??"


"Dia Shakira, dulu merupakan anak orang paling kaya di Bogor sebelum kedatangan papa sama om William! Dari yang aku tahu sih, Shakira ini satu-satunya korban selamat dalam kejadian pesawat jatuh di sebuah bukit! Di kecelakaan itu juga dia harus kehilangan seluruh keluarganya, makanya sampai sekarang dia masih trauma pah!"


"Duh, kasihan sekali dia..."


Suasana mendadak sunyi setelah Revan menceritakan kejadian yang dialami pasiennya pada papa dan mamanya, ya mereka tampak bersimpati pada sang pasien bernama Shakira itu.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2