Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 248 (Kenalan sama keluargamu)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 191


(Kenalan sama keluarga)


...•...


...•...


Reno membantu Lyota mendorong gerobak jualannya untuk dibawa pulang ke rumah karena hari sudah masuk siang dan dagangannya juga sudah habis dibeli oleh orang-orang di sekitar sana.


Lyota terpaksa membiarkan Reno untuk membantunya walau ia sangat merasa tidak enak selalu saja merepotkan pria itu, namun Reno terus saja memaksa ingin membantunya dan membuat Lyota tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


"Reno, lu serius gapapa?" tanya Lyota.


"Iya gapapa, cuma dorong gerobak beginian mah kecil! Lagian saya juga mau ketemu sama ibu kamu dan adik kamu, sekalian silaturahmi!" jawab Reno.


"Eee tapi gue gak enak deh sama lu, kan selama ini lu udah sering banget bantu gue!" ujar Lyota.


"Hey, Lyota! Kamu gausah ngerasa gak enak gitu sama saya! Kan saya ini calon suami kamu, jadi udah tugas saya untuk membantu kamu!" ucap Reno.


"Hah?" Lyota terkejut.


"Iya kan? Ini aku ke rumah kamu sekalian juga mau minta izin ke ibu kamu buat lamar kamu, jadinya kan lebih enak kalo udah dapet izin dari ibu kamu!" ucap Reno tersenyum.


"Lu gila ya? Jangan bikin ibu gue tambah sakit deh!" ujar Lyota kesal.


"Hahaha, loh kok gitu sih? Justru ibu kamu pasti seneng banget pas tau kamu mau dilamar sama laki-laki seperti saya, bisa jadi ibu kamu bisa langsung sembuh pas dengernya!" ucap Reno.


"Aamiin, yaudah terserah lu aja!" ucap Lyota pasrah.


Reno pun senyum-senyum puas sembari mencolek pipi gadis di sampingnya itu, rasa capek karena mendorong gerobak seketika hilang karena Lyota telah mengizinkan ia untuk menemui ibunya.


Sementara Lyota terpaksa mengiyakan saja kemauan Reno agar tak ada lagi perdebatan diantara mereka, walau sebenarnya ia tidak mau atau belum siap jika Reno berbicara seperti itu pada ibunya.


Lyota yang tidak enakan, mencoba untuk membantu Reno mendorong gerobak miliknya. Namun, pria itu dengan cepat mencegahnya dan menghalangi niat baiknya itu karena tidak ingin Lyota kecapekan.


"Kamu mau ngapain sih?" tanya Reno kesal.


"Gue mau bantu lu, gue gak enak lah kalo lu dorong gerobak gue sendirian!" ucap Lyota.


"Udah gausah, saya bisa sendiri kok! Kamu cukup nyantai aja jalan kaki dan senyum buat saya!" ucap Reno melirik ke arah Lyota lalu mengedipkan matanya menggoda gadis itu.

__ADS_1


"Yakin? Emang lu gak capek apa?" tanya Lyota.


"Gak kok, cuma segini mah gak seberapa. Asal kamu mau senyuman saya aja," jawab Reno tersenyum.


"Haish, gombal terus!" cibir Lyota.


Reno hanya tersenyum sembari mengusap puncak kepala gadisnya dan mencubit pipi Lyota dengan gemas.


"Kalo capek, bilang! Rumah gue masih jauh loh dari sini, pasti lu bakal kecapekan." ucap Lyota.


"Tenang aja! Saya biarpun jarang olahraga, tapi badan saya ini sehat! Jadi kamu gausah khawatir, cuma segini mah saya kuat kok!" ucap Reno.


"Yakin? Jalannya masih sekitar satu kilo lagi loh, gue aja suka capek sendiri terus sering istirahat tiap kali mah pulang!" ucap Lyota.


"Ya itu kan kamu, kalau saya mah beda." ujar Reno.


"Iyain, tar giliran capek minta pijitin sama mama! Gayanya doang kuat, nyatanya mah lembek!" cibir Lyota meledek pria di sampingnya.


"Ah bisa aja kamu!"


Reno menarik rambut Lyota dengan perlahan membuat gadis itu cemberut kesal dan mencubit lengan Reno.




"Ini rumah gue, beda jauh kan sama rumah lu? Masih yakin mau nikahin gue?" ucap Lyota.


Reno justru tersenyum kemudian menghampiri Lyota dan memegang pundak gadis itu.


"Cinta itu gak memandang seberapa besar rumah seseorang, tapi perasaannya. Buat apa rumah besar dan mewah kalau hatinya aja gak baik?" ucap Reno.


"Emang lu tau hati gue kayak gimana?" tanya Lyota.


"Belum terlalu, tapi dari cara kamu memperlakukan Tania itu sudah cukup membuat saya yakin kalau kamu gadis yang baik-baik!" jawab Reno sembari mengusap puncak kepala Lyota.


Lyota tersipu dan memalingkan wajahnya ke arah lain sembari senyum-senyum.


"Kalo mau senyum jangan buang muka dong! Saya kan juga pengen lihat senyuman manis kamu, soalnya bikin saya bahagia terus!" ucap Reno.


"Gak jelas!" ujar Tania.


Reno pun merangkul pundak Lyota sambil mengusap wajah gadis itu dengan lembut, ia tersenyum lalu menarik dagu Lyota hingga ia bisa menatap wajah gadis itu dengan jelas dan dekat.


"Kamu cantik, saya suka banget!" ucap Reno.


"Hah? Lu bisa berhenti gombal gak? Malu sama umur lu, udah tua juga!" ujar Lyota.


"Hahaha, saya masih muda!" ucap Reno tertawa.

__ADS_1


Tiba-tiba saja seorang wanita keluar dari dalam rumah itu menghampiri Lyota di depan sana dengan wajah penasaran saat melihat sosok pria disana.


"Lyota!"


Sontak Lyota langsung menoleh dan reflek menjauh dari Reno kemudian merasa gugup, Reno yang tak mengerti hanya geleng-geleng kebingungan.


Wanita yang baru muncul itu berjalan mendekati Lyota dengan gaya lenggak-lenggok seperti model, ia berhenti di dekat pagar sembari menatap Lyota dan Reno secara bergantian.


"Siapa dia?" tanya wanita itu pada Lyota.


"Eee...." Lyota gugup menoleh ke arah Reno.


"Saya Reno, kekasih Lyota." jawab Reno memotong ucapan Lyota sembari mendekap tubuh gadis itu dari samping dan tersenyum.


"Hah?" Lyota menganga terkejut.


"Ohh, jadi lu pacar adek gue?" tanya wanita yang ternyata kakak dari Lyota.


"Anda kakaknya Lyota? Ya, saya benar kekasih Lyota yang sebentar lagi akan melamarnya." ucap Reno.


"Gue Reva, kakaknya Lyota." ucap wanita itu mengenalkan diri sembari menjulurkan tangannya.


"Salam kenal, kakak ipar." ucap Reno tersenyum lalu bersalaman dengan Reva.


Lyota hanya bisa menggelengkan kepala sembari mengerutkan pangkal hidungnya melihat kelakuan Reno serta perkataan pria tersebut, ia sangat malu dan khawatir jika kakaknya akan percaya begitu saja dengan apa yang dikatakan Reno barusan.


"Yaudah, masuk dulu gih! Ngobrolnya lanjutin di dalam aja biar lebih enak!" ucap Reva.


"Ya, boleh. Kebetulan saya juga mau silaturahmi kenalan sama calon mertua, ada kan di dalam?" ucap Reno.


"Oh ada kok, ibu juga lagi di luar." ucap Reva.


"Kok di luar kak? Emang ibu udah mendingan?" tanya Lyota penasaran.


"Katanya ibu bosen di kamar terus," jawab Reva.


"Ohh, yaudah bantu gue bawa gerobaknya ke dalam dong kak!" ucap Lyota.


"Eh udah, jangan! Biar saya aja!" ucap Reno.


"Nah iya tuh, pacar lu baik banget. Gue mau ke kampus, ya? Jagain ibu!" ucap Reva.


"Iya kak,"


Reva alias kakak Lyota pergi meninggalkan mereka sembari mengoleskan lip tint pada bibirnya, sedangkan Lyota melebarkan pintu pagar agar Reno bisa lebih mudah memasukkan gerobak tersebut.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2