Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 282 (Gausah canggung)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 225


(Gausah canggung)


...•...


...•...


Reno hendak mengantar Lyota pulang ke rumahnya setelah bertemu dengan kedua orangtuanya di rumah tadi, Reno tampak tidak enak pada Lyota karena sikap dan perkataan mamanya tadi yang benar-benar diluar dugaannya. Reno pun terus saja menatap ke arah Lyota, ia tau betul kalau pasti Lyota juga merasa kesal dan marah pada mamanya.


Lyota sendiri memang benar tengah merasakan hal tersebut, ya karena ia merasa kalau Anggi alias mama Reno itu sudah keterlaluan menghina dirinya. Tentu Lyota masih memiliki harga diri, ya walau ia terlahir di keluarga sederhana yang jauh berbeda jika dibandingkan dengan keluarga Reno yang sangat kaya raya itu.


"Sayang, aku minta maaf ya atas omongan dan perbuatan mamaku tadi ke kamu! Aku juga gak tau, kenapa mama kayak gitu? Tolong ya, kamu jangan masukin ke hati omongan mama itu!" ucap Reno.


"Iya, aku cuma agak sedih aja. Tapi, aku janji bakal berusaha buat yakinin mama kamu kalau aku pasti bisa tunjukin ke mama kamu, tenang aja!" ucap Lyota sambil tersenyum manis.


"Bagus, itu baru semangat yang bagus! Aku jadi ngerasa bersalah, harusnya mama itu gak kayak tadi sama kamu. Tapi aku seneng, karena kamu ternyata emang wanita yang kuat dan aku gak salah pilih kamu!" ucap Reno.


"Kamu tenang aja! Aku bakal buktiin ke mama kamu, kalau aku tuh pantas jadi istri kamu! Termasuk juga buat jadi mamanya Tania," ucap Lyota.


"Nah itu dia, aku suka nih model cewek yang semangatnya kayak gini! Aku berdoa deh supaya mama bisa terima kamu buat jadi menantunya, terus kita bakal nikah dan jadi suami-istri deh!" ucap Reno.


"Hahaha, iya doain ya!" ucap Lyota.


"Oh ya, abis ini kita langsung bawa ibu kamu ke rumah sakit kan buat periksa?" tanya Reno.

__ADS_1


"Eee emang gak ngerepotin kamu? Aku gak mau aja kalau nantinya mama kamu mikirnya aku nikah sama kamu itu cuma karena harta, padahal mah aku sama sekali gak mikirin soal itu." ucap Lyota.


"Gak kok, kan pake uangku sendiri bukan uang mama. Udah ya, kamu gausah khawatir! Nanti kan uang aku juga uang kamu, jadi kamu gak perlu mikir begitu lagi!" ucap Reno.


"Iya deh, terserah kamu aja!" ucap Lyota.


"Yaudah, langsung jalan sekarang nih?" tanya Reno.


"Ya terserah kamu! Kalau kamu masih mau terus diem di halaman rumah kamu kayak gini, gapapa. Kan ini mobil kamu, terus juga kamu yang nyetir bukan aku." jawab Lyota tersenyum.


Reno mendekat ke arah gadisnya, lalu meraih tangan Lyota itu dan menggenggamnya erat. Reno juga mengusap puncak kepala Lyota dan mendaratkan kecupan pada pipinya, sedangkan gadis itu hanya tersenyum dan memandangi wajah Reno tanpa melakukan pergerakan apapun.


"Daritadi kayaknya kamu ngomong terserah mulu, lama-lama aku marah loh!" ucap Reno.


"Ya kan emang terserah kamu, kalau terserah aku gak bener dong jadinya." ucap Lyota.


"Haish, okelah iyain aja. Aku gak mungkin bisa menang kalau debat sama cewek, apalagi ceweknya itu yang aku sukai!" ujar Reno.


"Hehe..." Lyota hanya nyengir.


...•••...


Disisi lain, Tania tampak canggung saat berada di meja makan bersama calon mertuanya disana dan juga Revan selaku calon suaminya. Tania pun hanya bisa memakan makanan sedikit, ya karena ia belum bisa mengendalikan rasa canggungnya saat ini ketika berhadapan langsung dengan mereka.


Revan pun tersenyum saja memandangi wajah gadisnya yang tampak malu-malu itu untuk makan, ingin sekali rasanya ia mencubit pipi Tania saat ini yang tambah menggemaskan. Apalagi Tania tingkah Tania juga membuatnya gemas dan tidak sabar untuk menikahi gadis tersebut.


"Tania sayang, kamu kok makannya dikit banget sih? Gak enak ya masakan mama?" tanya Eva.


"Eh enggak kok, tan. Ini enak banget makanannya!" jawab Tania terkejut dan sedikit gugup.


Lagi-lagi Revan terkekeh kecil sembari menutupi mulutnya melihat ekspresi kaget dari gadisnya, ia semakin tidak tahan lagi ingin mencubit pipi Tania yang semakin membuatnya tergoda. Sedangkan Tania tampak tersenyum tipis, lalu menundukkan kepalanya karena merasa malu.


"Kamu kok masih panggil tan aja sih, sayang? Ayo dong, dibiasakan panggil mama! Sebentar lagi kan kamu juga bakal jadi anak mama," ucap Eva.

__ADS_1


"Iya Tania, panggil kami papa sama mama! Supaya lebih terbiasa gitu," sahut John sambil tersenyum.


"Eee iya pah, mah." ucap Tania masih saja gugup karena rasa canggungnya, ia coba menunduk kembali dan menghela nafas agar bisa lebih tenang dan tidak canggung lagi.


"Hahaha, papa sama mama mohon maklum ya! Tania emang suka begini anaknya, apalagi kalau belum terlalu kenal dan akrab sama orang yang dia temuin. Tapi, pasti nantinya Tania juga bisa kok akrab sama mama dan papa!" ujar Revan.


"Iya Van, mama juga tau kok. Wajarlah Tania malu begini, justru mama senang sama sikap perempuan yang seperti itu!" ucap Eva tersenyum.


"Benar itu, perempuan memang seharusnya bersikap seperti Tania ini. Punya rasa canggung dan malu, bukannya malu-maluin!" timpal John sembari memakan daging dengan garpu nya.


"Ciee yang dipuji sama mama papaku..." goda Revan.


Tania pun semakin canggung dengan godaan dari Revan, ia menjadi salah tingkah dan terus saja menunduk dengan kaki yang gemetar.


"Revan ngeselin banget sih! Gak tau apa aku lagi canggung kayak gini? Malah digodain begitu, kan aku jadi tambah malu sekarang! Ish, apalagi mama sama papa Revan juga senyum-senyum terus." batinnya.


"Tania, udah gausah malu-malu! Makan aja yang banyak kalau emang enak!" ujar John.


"Iya Tania, atau kamu mau mama suapin? Biar kita makin akrab seperti mama dan anak," sahut Eva.


"Eee gausah, mah! Aku bisa kok makan sendiri, ini juga aku bakal makan banyak." jawab Tania.


"Yaudah, tapi jangan malu-malu terus dong! Anggap aja kita ini orang tua kandung kamu, jadi kamu gak perlu ngerasa canggung gitu!" ujar Eva.


"Eee iya mah...." ucap Tania.


"Daritadi kamu iya iya aja, tapi masih tetep malu-malu begitu sama mama dan papa! Mama jadi gemes deh sama kamu, pasti kamu jarang ya berbaur sama orang lain?" ujar Eva.


"Eee iya gitu deh, mah. Aku cuma sering ngobrol sama orang-orang yang udah aku kenal aja, jarang banget aku ketemu orang lain yang belum terlalu aku kenal gitu." ucap Tania.


"Oalah pantes..."


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2