Preman Cantik

Preman Cantik
Episode 50 (Kenapa Tania?)


__ADS_3

...HELO!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."PREMAN CANTIK"...


...~~~...


PREMAN CANTIK EPS. 50


...•...


"Iya benar lebih baik gue pergi aja dari sini, lagian buat apa juga gue pamitan ke Reno? Toh Reno bukan siapa-siapa gue dan gak mungkin juga dia peduli kalo gue mau pergi ke Finland sama kak Arsen, oke Tania lo harus pergi dari sini sekarang juga sebelum Reno sadar kalo lo ada disini..!!" gumam Tania mengoceh pada dirinya sendiri.


Tania berbalik badan hendak keluar lagi dari rumah Reno setelah dia merasa sakit hati karena melihat Reno bersama wanita lain.


Disaat bersamaan, rupanya Reno melihat Tania berdiri di depan pintu rumahnya.. Sontak ia langsung menyebut nama Tania yang membuat Rosa terkejut kemudian ikut menoleh ke arah Reno melirik.


"Tania?" ucap Reno pelan sambil terus menatap ke arah Tania yang hendak pergi dari sana.


"Siapa Tania Ren?" tanya Rosa tak mengerti maksud Reno itu, namun akhirnya ia tahu kalau Reno melihat seorang wanita yang baru saja pergi keluar.


"Itu kan cewek yang waktu itu ketemuan sama Reno, jadi nama dia Tania? Mau ngapain sih dia pake kesini segala, ganggu momen gue sama Reno aja??!!" gumam Rosa merasa kesal.


Reno pun beranjak dari duduknya bahkan melepaskan tangan Rosa yang menempel di bahunya, ya dia terlihat sangat ingin keluar mengejar Tania.


"Ren, kamu mau kemana sih? Kamu masih sakit loh jangan kebanyakan bergerak dulu!" ujar Rosa coba menahan Reno agar tak pergi.


"Gak bisa Ros, aku harus kejar Tania! Pasti dia salah paham karena lihat kita berduaan tadi, tolong jangan tahan aku Rosa! Aku harus jelasin semuanya ke Tania sekarang juga!" ucap Reno yang kemudian menghentakkan tangan Rosa agar tak lagi menahannya.


Ya Reno pun berjalan terpincang-pincang sambil meneriaki nama Tania, dia benar-benar berusaha keras untuk bisa mengejar Tania.


Sementara itu, Rosa akhirnya mengejar Reno dan membantunya untuk menahan Tania agar tidak pergi dari sana.


Tania yang sadar bahwa Reno mengejarnya malah semakin mempercepat langkahnya untuk pergi dari rumah itu, ia melewati 2 pengawalnya begitu saja dan sontak mereka pun mengikuti kemana perginya Tania.


"Gue gak boleh ketemu Reno, berat rasanya bagi gue kalau harus bicara sama dia disaat seperti ini.. Maaf Ren, gue emang bukan sahabat yang baik!" gumam Tania yang kini matanya mulai berkaca-kaca.


Reno terus berusaha mengejar Tania dibantu oleh Rosa yang menuntunnya..


"Tania.. Tania tunggu..!!!" teriak Reno sambil memegangi rahangnya karena ia memaksa untuk berteriak padahal lukanya belum sembuh benar.


Sementara itu, Baim & Bowo merasa heran mengapa Tania malah pergi padahal tadi dia bilang ingin bertemu dengan Reno.


Akhirnya Tania telah keluar dari pintu gerbang, ya Baim terpaksa membukakannya karena takut dengan tatapan seram 2 pengawal Tania.

__ADS_1


Reno masih terus berusaha mengejar Tania, sampai-sampai ia terjatuh karena tidak kuat lagi menahan sakit yang ia alami.


Tania melihat jelas kejadian itu dari dalam mobilnya, ya dia memang masih belum menutup pintu mobilnya itu.


Tampak juga Tania merasa kasihan pada sahabatnya itu, namun lagi-lagi dia memilih tak peduli dan akhirnya menutup pintu mobilnya.


"Jalan pak!" ucap Tania dengan mulut bergetar.


Sesuai perintah, sang supir pun menjalankan mobilnya dan segera meninggalkan tempat itu.


Air mata Tania pecah saat itu juga, dia masih terus menoleh kebelakang dengan tangan yang menutupi mulutnya.


"Maafin gue Reno, seharusnya gue gak datang kesini tadi!" gumam Tania sambil menangis.


Sementara itu, Reno masih saja berusaha bangkit untuk mengejar Tania yang sudah pergi.. Namun, tentu Rosa menahannya karena tak mau Reno tambah tersakiti.


"Ros lepasin gua Ros! Gua harus kejar Tania, lu jangan halangin gua..!!" ujar Reno berusaha memberontak dari genggaman Rosa.


"Gak Ren! Udah cukup ya kamu berbuat bodoh kayak gini! Kamu gak lihat apa? Tania udah pergi sama mobilnya, tadi kamu juga lihat sendiri kan Tania gak peduli pas kamu jatuh.. Dia malah cuma ngeliatin kamu dari dalam mobil, buat apa coba kamu kejar dia sementara dia udah gak peduli sama kamu?" ujar Rosa yang coba menenangkan Reno.


Akhirnya Reno menangis disana karena dia benar-benar mencintai Tania sejak pertama kali bertemu dengannya.


"Kenapa Tania? Kenapa lu malah pergi dan menghindar dari gue? Apa tujuan lu kesini kalau lu langsung pergi gitu aja??" gumam Reno.


Lalu, Rosa pun meminta bantuan Baim & Bowo untuk membawa Reno kembali ke dalam rumah.


...•••...


"Aduh, maaf maaf saya gak sengaja mas!" ujar seorang perempuan yang terjatuh karena bertabrakan dengan Joshua.


"Iya gapapa bukan salah kamu kok," ucap Joshua kemudian membantu perempuan itu berdiri kembali.


"Makasih mas, sekali lagi saya minta maaf karena jalan gak lihat-lihat tadi sampe bikin hp mas jatuh!" ucap perempuan itu sambil menundukkan kepalanya.


"Ah udah santai aja, handphone saya juga gapapa kok ini.. Oh ya kamu ada yang luka gak? Atau lecet gitu??" ujar Joshua menanyakan kondisi perempuan itu karena tadi dia terjatuh setelah menabrak dirinya.


"Saya baik-baik aja kok mas, eee yasudah saya izin permisi mau ke toilet.." ucap perempuan itu.


"Oh ya silahkan silahkan!" ucap Joshua memberi jalan pada perempuan itu untuk lewat.


Ya perempuan itu langsung berjalan melewati Joshua dan masuk ke dalam toilet wanita, Joshua masih terus memandangi perempuan itu padahal sudah tak terlihat lagi wujudnya kini.


Tampaknya Joshua langsung tertarik pada si perempuan yang tadi menabraknya itu, bahkan ia sampai tersenyum serta membayangkan kembali wajah manis perempuan tadi.


"Cewek Kalimantan ternyata gak kalah cantik ya sama cewek Bogor, malahan yang ini lebih menarik daripada Rianti apalagi Safira.." gumam Joshua lalu kembali ke mejanya menemui Rianti.

__ADS_1


"Eh sayang maaf ya lama, soalnya ini perut aku gak bisa diajak kompromi..!!" ujar Joshua sambil duduk di samping Rianti.


"Iya gapapa Jos, yaudah langsung abisin aja makanan kamu terus kita pulang deh!" ujar Rianti.


"Yeh bayar dulu dong masa langsung pulang gitu aja, emang kamu mau dikejar-kejar sama massa?" ledek Joshua pada Rianti.


"Hahaha iya iya maksudnya dibayar dulu abis itu baru kita pulang Joshua.." ucap Rianti tertawa kecil.


"Yaudah tapi aku cuma anterin kamu aja ya, soalnya aku harus cari kerja nih biar bisa ngehidupin kamu selama disini!" ucap Joshua.


"Iya makasih ya Jos," ucap Rianti tersenyum ke arah Joshua.


Mereka pun menghabiskan makanan masing-masing kemudian barulah Joshua membayar semuanya menggunakan uang dari si orang misterius itu.


...•••...


Tania kembali ke rumah, kebetulan juga Arsen telah kembali dari menemui Ezra temannya.. ya jadilah mereka papasan di rumah itu.


"Loh Tania kok kamu udah balik aja? Emang kamu udahan pamit sama temen-temen kamunya?" tanya Arsen dengan wajah penuh keheranan.


"Iya kak udah kok, buat apa juga lama-lama kan nanti yang ada aku ditinggal lagi sama kamu.." jawab Tania sambil tersenyum berusaha menutupi kesedihannya di hadapan Arsen.


Namun tampaknya Arsen tau kalau adiknya itu sedang tidak baik-baik saja, ya dia pun mendekati Tania kemudian menggenggam kedua bahu Tania.


"Ada apa Tania? Apa ada orang yang sudah menyakiti kamu? Bilang sama saya biar saya kasih pelajaran orang itu, saya tidak suka melihat ada orang lain yang bikin kamu menangis!" ucap Arsen.


"Gak ada kok kak, aku baik-baik aja gak kenapa-napa juga! Udah yuk kak mending kita langsung jalan aja ke bandara waktunya juga tinggal beberapa jam lagi!" ucap Tania berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Jawab jujur Tania! Kamu gak bisa bohongin saya, karena saya bisa membedakan mana yang benar dan mana yang sebuah kebohongan! Nah saya juga tahu kalau sekarang kamu lagi sedih, ayo jawab siapa yang udah bikin kamu sedih begini!" ujar Arsen menekankan Tania untuk menjawab.


Tania tetap tidak mau berkata jujur, ia terus saja mengelak dan mengatakan kalau ia tidak sedang bersedih.


Akhirnya Arsen terpaksa bertanya pada 2 pengawal Tania yang memang daritadi pergi bersama Tania.


"Hei kalian berdua, pasti kalian tau kan apa yang menyebabkan adik saya sedih seperti ini? Ayo beritahu saya siapa yang sudah membuatnya begini??!!" ujar Arsen dengan tegas.


"Iya tuan, non Tania tadi pergi begitu saja dari rumah temannya sambil menangis.. Mungkin karena temannya itu non Tania jadi sedih tuan," jawab Howard.


"Ohh jadi begitu, ayo Tania kita kembali ke tempat temen kamu itu! Saya akan buat dia menyesal karena sudah bikin kamu sedih begini!" ucap Arsen yang langsung menarik tangan adiknya itu.


Tania berusaha menahan Arsen untuk tidak pergi ke tempat Reno, namun usahanya sia-sia karena Arsen tak pernah mau mengubah keinginannya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


...#SalamdariBinjai🙏...


__ADS_2