Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 166 (Mencari)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 110


(Mencari)


...•...


...•...


Tania meminjam sepasang anting serta kalung emas milik Rania yang merupakan peninggalan mamanya, ia akan meminta Riko dan seluruh pengawalnya untuk menyelidiki ini semua serta menemukan siapa pemilik anting dan kalung emas ini. Ia sungguh kasihan melihat Rania adiknya yang terus saja menangis dan ingin bertemu dengan sang mama, maka dari itu ia akan berusaha sekeras mungkin untuk mencari dimana keberadaan mama Rania.


Tania keluar rumah menemui Riko di dekat gerbang rumahnya sambil membawa kotak berisi anting dan kalung emas itu, ia sangat ingin segera dapat menemukan ibu kandung Rania dan membawanya kesini agar Rania tidak lagi bersedih seperti sebelumnya. Tania mengerti sekali memang apa yang dirasakan adiknya saat ini, itu karena dulu ia juga seperti Rania yakni merindukan keluarga kandungnya termasuk mama dan papanya.


"Pak Riko..." ucap Tania menyapa Riko begitu ia sampai di dekat gerbang, matanya menyipit karena pancaran sinar matahari tepat mengenai wajahnya.


"Iya non, kenapa? Apa non Tania mau pergi lagi?" tanya Riko langsung bangkit dari duduknya.


"Gak kok, pak! Aku mau minta tolong sama pak Riko buat selidiki sesuatu, ini tentang ibu kandung Rania adik aku!" ucap Tania sambil merogoh kantong jaketnya mengambil kotak berisi emas tadi.


"Nah ini barang peninggalan milik ibu kandung Rania, aku mau dengan semua ini pak Riko bisa temuin siapa pemiliknya dan siapa ibu kandung adik aku!" sambungnya sambil memberikan kotak itu pada Riko.


"Tapi non, akan sangat sulit untuk melacak dan menemukan siapa pemilik barang ini apalagi cukup banyak orang di luaran sana yang memiliki anting serta emas seperti ini!" ucap Riko.


"Ayolah, pak! Ini semua demi kebahagiaan Rania adik aku yang malang, dia rindu sekali dengan ibu kandungnya! Aku yakin pak Riko pasti bisa temuin siapa pemiliknya dan bawa dia kesini temuin Rania, aku janji deh akan bayar berapapun sesuai kemauan pak Riko asalkan pemiliknya berhasil ditemukan!" ucap Tania memohon pada Riko.


"Umm, baiklah non saya akan berusaha untuk menemukan siapa pemilik emas ini! Tapi, saya tidak janji kalau semuanya bakal berjalan lancar!" ucap Riko.

__ADS_1


"Ya, aku—"


"Tania!"


Tiba-tiba seseorang memanggil namanya dari belakang membuat Tania belum sempat menyelesaikan ucapannya, ia pun menoleh dan mendapati papanya ada disana tengah berjalan menuju ke dekatnya.


"Tania, apa yang sedang kamu rencanakan itu?" tanya William penasaran.


Tania terdiam menunduk, ia bingung apakah harus mengatakan semuanya pada sang papa atau ia tetap sembunyikan ini agar tak membuat papanya ikut kebingungan.


"Kenapa diam? Ayo jawab!" bentak William.


"Umm, ini loh pah...." ucap Tania menggantung.


"Ini apa?"


"Eee...."


"Iya maaf, pah! A-aku cuma mau cari tahu siapa ibu kandung Rania sebenarnya, soalnya aku kasihan ngeliat Rania terus-terusan nangis pengen ketemu sama mamanya!" jelas Tania.


"Ohh, kenapa kamu gak bilang sama papa aja? Papa bisa bantu kamu buat cari siapa ibu kandung Rania, memangnya kamu lupa papa ini siapa?" ujar William.


"Maaf pah, aku cuma gak mau ngerepotin papa!" ucap Tania.


"Yasudah, sekarang papa akan bantu kamu! Semakin banyak orang yang mencari, maka semakin besar juga peluang kita buat berhasil temuin ibu kandung Rania dan bawa dia kesini temuin anaknya!" ucap William tegas.


"Baik, pah!"


Akhirnya Tania terpaksa menerima bantuan dari papanya demi sang adik, ya mereka semua pun mulai mencari tahu siapa ibu kandung Rania bermodalkan barang-barang yang dimilikinya.


...•••...


Disisi lain, Jordi tengah menikmati indahnya senja di sore hari dengan secangkir kopi serta selinting ganja di tangan ku isap perlahan-lahan. Ya enggak lah maksudnya kopi ditambah gorengan, Jordi duduk di halaman rumahnya sambil sebat-sebat asoy dan wajahnya tampak murung seperti sedih memikirkan nasib Rania yang saat ini tinggal bersama Tania.

__ADS_1


Tentu Jordi merasa rindu pada gadis kecil itu, ia ingat saat pertama kali menemukan Rania yang masih bayi terdampar begitu saja di pinggiran sungai Cisadane tempat ia juga menemukan Tania dulu. Jordi yang tengah dilanda kerinduan, mendadak ingin pergi ke sungai itu lagi untuk mengenang masa-masa dulu yang baginya menyenangkan.


Jordi pun bangkit dari duduknya dan membawa cangkir kopi yang tinggal tersisa ampasnya saja ke dalam rumah, ia kembali keluar lalu mengunci pintu kemudian berjalan pergi menuju sungai Cisadane yang letaknya memang tak jauh dari rumahnya itu.


Saat dalam perjalanan, ia bertemu dengan Fajar yang baru habis kembali dari warung membeli jajanan untuk anak-anak alias para copet cilik di markas.


"Eh bang, mau kemana?" ujar Fajar menyapa bosnya agar terlihat lebih akrab.


"Gue mau ke sungai, lu jaga anak-anak yang bener! Jangan sampe mereka kelaparan apalagi sakit gara-gara gak dikasih makan, ingat mereka juga manusia sama seperti kita!" ucap Jordi.


"Siap, bang! Btw lu mau ngapain ke sungai, bang?" ujar Fajar penasaran.


"Bukan urusan lu!" ucap Jordi singkat lalu jalan melewati Fajar begitu saja dengan menghisap rokok di mulutnya.


Fajar merasa penasaran sekaligus cemas karena Jordi tak biasanya pergi ke sungai kalau tidak sedang memiliki masalah atau tengah bersedih, namun ia mencoba berpikir positif agar tidak terjadi sesuatu pada Jordi dan bosnya itu bisa kembali lagi ke markas dengan kondisi sehat.


Sementara Jordi kini telah sampai di dekat sungai, aliran deras sungai Cisadane mulai dapat ia dengar melalui telinganya yang memang sudah hafal sekali dengan suara tersebut. Jordi tersenyum sembari membuang rokoknya ke jalan lalu menginjaknya, ia lanjut berjalan menuju sungai itu dengan senyum yang masih terukir di wajahnya.


Sesampainya di sungai tersebut, Jordi merasa terheran-heran lantaran disana cukup ramai orang berjaket hitam serta tubuh besar tengah menyusuri aliran sungai tersebut seperti mencari sesuatu disana. Jordi pun penasaran dan langsung saja menghampiri salah satu dari mereka untuk bertanya, ya barangkali ia bisa membantu jika memang dibutuhkan.


"Permisi, ini ada apa ya? Kalian semua sedang mencari apa di sungai ini?" tanya Jordi.


"Lu siapa? Gausah ikut campur urusan orang lain!" ujar orang itu malah marah-marah.


"Bukannya begitu, saya ini hafal daerah sungai ini! Jadi siapa tahu saya bisa bantu kalau memang kalian perlu bantuan, kan tidak ada salahnya!" ucap Jordi masih merasa penasaran.


Orang itu hanya diam lalu membuang muka seperti tak mau menggubris perkataan Jordi, tentu Jordi merasa jengkel karena orang itu sungguh sombong padahal ia hanya ingin membantu.


"Mau ngapain Jordi disana?"


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2