
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 242
(Gak setuju)
...•...
...•...
Reno dan Lyota kini telah sampai di rumah untuk menemui Anggi, ya gadis itu ingin menunjukkan pada Anggi kalau ia bukan wanita lemah atau apalah itu seperti yang dikatakan oleh Anggi. Lyota juga ingin membuat Anggi tau kalau ia adalah wanita yang pas dan pantas untuk Reno, itulah sebabnya ia datang ke rumah tersebut bersama calon suaminya itu.
Reno membukakan pintu mobilnya untuk Lyota dan membantu gadis itu turun, Reno menuntun Lyota berjalan menuju ke depan rumahnya dan masuk kesana bersama-sama. Reno juga sangat berharap kalau mamanya bisa menerima Lyota yang akan menjadi istrinya itu, karena Reno memang sudah merasa sreg dan cocok dengan Lyota dan ingin segera menikah dengan gadis itu secepat mungkin.
"Ren, kok aku jadi agak ragu ya sekarang? Aku takut mama kamu malah semakin marah sama aku," ucap Lyota yang mendadak deg-degan.
"Gapapa, gausah ragu! Kamu harus bisa tenang dan santai kalau sama mama, semua omongan yang keluar dari mulut mama itu jangan kamu masukin ke hati!" ucap Reno memberi saran.
"Iya Ren, aku cuma takut aja kalau restu mama kamu malah semakin sulit buat aku dapetin." ucap Lyota.
"Gausah takut! Aku bakal selalu temenin kamu, sekarang kita sama-sama berjuang demi pernikahan kita yang akan segera dilangsungkan itu! Aku yakin kamu pasti bisa bikin mama terkesan, dan mama juga pasti akan segera memberi restunya buat pernikahan kita ini! Kamu tenangin diri dulu ya cantik, baru deh kita masuk ke dalam!" ucap Reno.
__ADS_1
"Iya, aku udah agak tenang kok. Tapi, kamu beneran kan bakal bantuin aku ngomong sama mama kamu di dalam nanti?" tanya Lyota gugup.
"Hahaha, iya sayang. Kamu gak perlu panik dan cemas kalau soal itu! Aku bakal bantuin kamu apapun yang kamu lakuin di dalam nanti, sekarang kalo emang kamu udah tenang ya ayo kita masuk ke dalam buat temuin mama!" ucap Reno.
Lyota mengangguk pelan dengan sedikit gugup dan masih cemas, ia belum bisa tenang sepenuhnya saat ini karena bayangan akan reaksi mama Reno ketika melihatnya sudah mulai berkeliaran di kepalanya. Lyota pun takut jika nantinya Anggi akan semakin marah padanya bukan justru mau menerimanya menjadi menantu di keluarganya, namun ia akan tetap berusaha demi pernikahan ia dengan Reno.
Reno sendiri juga sangat senang dan bangga pada Lyota alias calon istrinya itu, ia puas karena Lyota mau berusaha untuk meluluhkan hati mamanya yang belum merestui pernikahan mereka. Reno juga berharap agar mamanya mau dan bisa menerima Lyota menjadi menantunya nanti, tentu agar ia bisa segera menikahi Lyota karena ia memang sudah sangat ingin menikah dengan gadis tersebut.
"Cantik, kamu jangan gugup terus dong!" ucap Reno menghibur gadisnya.
"Iya, enggak kok." jawab Lyota.
Setelahnya, Reno pun menggandeng tangan Lyota dan membawanya berjalan ke arah rumahnya sambil senyum-senyum dan sesekali juga mencolek pipi Lyota yang masih terlihat gugup itu.
Disaat mereka hendak melangkah ke teras rumah Reno, tiba-tiba saja pintu sudah terbuka dari dalam dan Anggi serta Darma keluar dari sana menemui Reno dan juga Lyota di depan sana.
"Loh mama, papa? Pada mau kemana ini?" tanya Reno penasaran saat melihat orangtuanya sudah berpakaian rapih.
"Ish papa!" bentak Anggi kesal.
"Ahaha, yah kalo gitu gagal dong rencana aku." ucap Reno tampak kecewa.
"Rencana apa yang gagal?" tanya Anggi heran.
"Ini loh mah, Lyota kan mau ngobrol sama mama sama papa. Tadinya supaya mama dan papa juga bisa lebih kenal dan akrab sama Lyota, eh tapi mama sama papa malah pada mau kondangan." jelas Reno.
"Hah? Untung aja temen mama ada yang ngadain kondangan ya, pah. Jadi mama gak harus bicara sama si cewek gak jelas ini!" ujar Anggi.
__ADS_1
"Mah, jangan begitu!" tegur Darma.
"Apa sih, pah? Emang bener kok dia gak jelas, kan kita juga gak tau Reno nemu ini cewek dimana! Lihat aja sendiri tuh penampilannya, udah kayak cewek kampung yang gak ngerti ngerawat tubuhnya sendiri!" cibir Anggi.
"Mah, mama gak boleh gitu sama Lyota! Dia itu kan calon istrinya Reno, mama harusnya jangan bicara seperti itu dong!" ujar Darma.
"Biarin aja pah! Biar dia sadar, kalau dia itu gak pantas buat Reno anak kita! Orang kayak dia tuh pantasnya ya sama cowok yang kampungan juga, bukan sama Reno! Kelasnya beda jauh, masa anak pengusaha kaya raya nikahnya sama cewek anak kampung begini!" ucap Anggi.
"Mama cukup! Mama gak boleh rendahin Lyota kayak gitu, semuanya yang mama bilang tuh gak bener karena Lyota bukan anak kampung! Pokoknya aku bakal tetep nikah sama Lyota, walau mama masih gak mau juga kasih restu!" tegas Reno.
"Reno! Kamu jangan lancang ya! Mama sampai kapanpun gak akan pernah maafin kamu, kalau kamu tetap nekat buat nikah sama dia! Mama juga gak mau terima dia buat tinggal di rumah ini, kamu camkan itu Reno!" ucap Anggi terlihat sangat emosi dan menunjuk ke arah Lyota.
Lyota pun tampak ketakutan dan terus menunduk karena tak berani menatap wajah Anggi.
"Mah, mama ini sebenarnya kenapa sih? Emang mama gak mau gitu lihat aku dan Tania bahagia? Mama kan lihat sendiri, Tania itu udah akrab dan seneng banget mau punya mama baru yaitu Lyota. Coba mama bayangin betapa hancurnya perasaan Tania ketika tau mama gak kasih restu ke aku buat nikah sama Lyota, dia pasti bakal sedih lagi mah!" ucap Reno.
Anggi terdiam tak mampu bicara kembali.
"Yang dibilang Reno itu benar, mah. Kita kan juga udah ngeliat kalau Tania tuh bahagia banget bisa dapat mama baru, apalagi Tania ini kan susah sekali akrab sama orang lain dan baru sama Lyota dia bisa sampai seakrab itu!" ucap Darma.
"Ah udah lah! Mama gak mau lagi bahas soal ini, pokoknya keputusan mama tetap sama dan mama gak akan merubah keputusan itu! Mama pergi dulu, assalamualaikum..." ucap Anggi tegas.
Anggi langsung pergi begitu saja dari sana.
"Mah, mama tunggu mah!" teriak Darma.
Anggi tak mendengar dan terus berjalan menjauh dari rumahnya itu.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...