Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 201 (Menemui Revan)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 144


(Menemui Revan)


...•...


...•...


Tania sudah rapih dan wangi kini keluar dari kamarnya menuju ke bawah untuk menemui papanya, mungkin ia hendak berpamitan kepada William sang papa karena terlihat dari stylenya yang sudah cocok sekali untuk bepergian keluar rumah.


Terlihat William tengah duduk memegang handphone di sofa dan tampak sangat serius sampai tidak sadar kalau Tania ada di sampingnya, gadis itu pun tersenyum memandangi papanya dari sana dan merasa tidak enak jika mengganggu sang papa yang sedang serius menatap layar hp itu.


Akhirnya Tania yang bingung memilih menunggu papanya menoleh sendiri karena ia tak mau membuat papanya terganggu, walau sebenarnya ia sedang buru-buru untuk pergi keluar karena sudah ditunggu oleh pria yang mengajaknya bertemu yakni Revan yang merupakan pria pilihan papanya.


"Uhuk, uhuk..."


William terbatuk-batuk hingga ia terpaksa beralih dari layar ponselnya untuk mengambil segelas air putih yang ada di meja, ia cukup kaget melihat putrinya berdiri disana menatapnya sambil tersenyum dan heran juga mengapa Tania hanya berdiri saja tanpa menegurnya atau berbicara padanya.


"Tania? Kamu ngapain disitu?" tanya William sembari meminum air di dalam gelasnya.


"Ehehe, aku mau pamit sama papa tadinya! Tapi, aku lihat papa lagi serius banget ngeliat hp! Makanya aku milih diam dan tunggu papa selesai, soalnya aku takut ganggu papa!" jawab Tania sambil tersenyum.


"Ohh, ya ampun sayang! Gapapa kali kamu langsung bicara aja, gausah takut gitu!" ucap William.


Tania pun tersenyum kembali sembari garuk-garuk kepala dan sedikit menunduk, sedangkan papanya menghabiskan air di dalam gelas lalu meletakkan kembali gelas itu di atas maju sebelum menatap ke arah Tania untuk mendengarkan ucapan putrinya itu.


"Yaudah, sekarang kamu ngomong dong!" ucap William menatap wajah putrinya.


"Iya pah, aku mau izin keluar...." ucap Tania.

__ADS_1


"Keluar kemana? Sama siapa?" tanya William.


"Ketemu Revan, pah! Dia barusan chat aku ajak ketemuan di cafe gitu, boleh kan pah?" ucap Tania menjelaskan pada papanya.


"Ohh, cie yang udah mulai dekat!" goda William.


"Apa sih, papa? Aku kan jadi malu..." ujar Tania.


"Hahaha, gak perlu malu sayang! Justru papa seneng kalau kamu dan Revan bisa dekat terus jadian, tapi kenapa dia gak jemput langsung kamu disini aja?" ucap William sembari tertawa kecil.


"Dia katanya masih ada satu pasien, makanya minta aku berangkat sendiri ke cafe terus ketemuan disana!" jawab Tania.


"Ohh, yasudah kalo gitu kamu perginya diantar Riko ya? Papa gak mau sesuatu terjadi lagi sama kamu, soalnya kamu kan putri satu-satunya papa! Jadi papa harus bisa jagain kamu, demi mama juga!" ucap William tersenyum.


"Iya, pah! Makasih ya udah diizinin, aku langsung berangkat sekarang ya pah?" ucap Tania merunduk kemudian mencium tangan papanya.


"Iya, hati-hati...!!"


Setelahnya, Tania pun bergerak keluar rumah untuk menemui Riko dan memintanya menemani ia pergi ke cafe sesuai permintaan sang papa padanya agar ia bisa lebih aman dalam perjalanan dan kejadian seperti dulu tak lagi terulang.


"Pak Riko!" ucap Tania berteriak memanggil pengawalnya yang sedang berjaga di dekat gerbang.


"Iya non, ada apa?" tanya Riko penasaran.


"Tolong anterin aku, ya? Aku ada janji sama Revan di sailor cafe, kamu bisa kan?" ucap Tania berharap.


"Oh, iya bisa non! Itu kan sudah tugas saya untuk menemani dan memastikan keselamatan non Tania selaku majikan saya, masa iya saya gak bisa anterin non Tania sih!" ucap Riko tersenyum gembira.


"Bagus deh, kalo gitu kita berangkat sekarang pak!" ucap Tania.


"Siap, non!" ucap Riko.


Tania pun menunggu disana sembari Riko mengambil mobil dari garasi, ya memang Tania memberitahu Riko cukup mendadak sehingga semuanya belum disiapkan termasuk mobil serta kedua pengawal Tania yang lainnya.



__ADS_1


Tak lama kemudian, Riko kembali bersama mobil yang akan mengantarkan Tania menuju cafe untuk menemui Revan disana.


Howard yang juga ada disana bergerak membukakan pintu mobil untuk nona nya supaya bisa masuk lebih leluasa, Tania pun tersenyum sebagai tanda terimakasih karena perlakuan pengawalnya yang cukup baik dan perhatian.


Saat di dalam mobil, Tania tampak heran lantaran Riko sendiri yang menyetir tanpa memakai jasa Jono sang supir yang memang sudah dibayar oleh William untuk mengantar Tania atau siapapun di rumah itu.


"Loh, pak Riko nyetir sendiri?" tanya Tania heran.


"Eee... iya non, biar lebih gampang aja! Soalnya supir yang ada di dalam pada belum siap, takutnya kelamaan kalau harus nunggu mereka!" jawab Riko.


"Ohh, yaudah jalan pak!" ucap Tania.


"Baik, non!"


Riko langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang diikuti oleh satu mobil lagi di belakangnya yang tak lain adalah Howard serta Hendi, tentu mereka tidak ingin membiarkan Tania alias nona mereka kenapa-napa.


Tliingg...


Sebuah pesan masuk ke ponsel milik Tania saat dalam perjalanan menuju cafe, ia pun segera membukanya dan cukup syok saat mengetahui pesan itu adalah dari Reno yang ingin mengajaknya ketemuan juga di taman biasa mereka bertemu.


"Duh, Reno ngajak ketemu? Gue harus gimana ya, sekarang?" gumam Tania kebingungan sambil menggigit jari.


Akhirnya Tania memilih untuk tidak membalas pesan dari Reno karena ia tak mau dianggap memberi harapan palsu pada pria itu, ya Tania hendak memantapkan keputusannya untuk memilih Revan dan melupakan Reno walau ia belum berani mengatakan itu pada mereka.


"Non, ada apa? Kok kelihatannya kayak lagi bingung gitu?" tanya Riko penasaran saat melihat nona nya kebingungan melalui spion.


"Hah? Gapapa kok, pak! Udah kamu fokus nyetir aja, saya gak ada apa-apa kok!" jawab Tania.


"Baik, non! Maaf kalau saya lancang, tadi saya hanya ingin memastikan non Tania baik-baik aja dan gak lagi bingung..." ucap Riko.


"Iya, pak!"


Akhirnya Riko memilih diam karena tak mau membuat Tania merasa terusik, sedangkan Tania sendiri masih tampak gusar sembari menatap keluar jendela berupaya meminta saran pada alam sekitar untuk dirinya yang akan memilih calon suaminya.


Tak butuh waktu lama bagi mereka sampai di sailor cafe, bahkan hanya sekitar 15 menit saja mobil yang dikendarai Riko itu sudah berhasil sampai di pelataran cafe tersebut dan Tania pun segera turun dari mobilnya lalu memberi kabar pada Revan.


"Semoga ini keputusan tepat buatku!" batinnya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2