Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 226 (Ajarin masak)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 169


(Ajarin masak)


...•...


...•...


"Jadi lu lagi cari Rania, adik lu itu?" tanya Rizky pada Tania penasaran.


Tania mengangguk memberi jawaban iya kepada Rizky yang bertanya barusan, ya mereka saat ini tengah berbincang bersama di depan pagar rumah Cakra. Revan juga sudah bisa menahan emosinya dan berteman dengan Rizky yang memang cukup asik itu, ia tak mau ada keributan disana.


"Emangnya dia kemana lagi?" tanya Rizky.


"Tadi kita mau jemput Rania di sekolahnya, tapi telat karena ada urusan dulu yang harus kita urus! Eh pas nyampe sana ternyata Rania udah dibawa duluan sama mamanya, alias Velove anaknya Cakra!" jawab Tania menjelaskan pada Rizky.


"Iya, terus Tania arahin gue kesini buat cari Rania! Katanya ini rumah keluarga kandungnya Rania, tapi pas nyampe sini ternyata rumahnya malah udah disegel begini!" sahut Revan.


"Ohh, iya soalnya Cakra tuh lagi diperiksa di kantor polisi sekarang! Dia terbukti bersalah dalam kasus penggelapan dana cukup besar, makanya rumah ini juga disegel karena pasti dibelinya dari hasil dana itu!" ucap Rizky.


"Apa? Jadi sekarang Cakra di penjara?" ujar Tania terkejut bukan main mendengarnya.


"Ya begitu deh, kelanjutannya gue belum tau kayak gimana! Tapi yang pasti, Rania gak mungkin ada di dalam sana apalagi sama Cakra!" jawab Rizky.


"Kalo gitu berarti Velove bawa Rania kemana, ya?" tanya Tania panik dan cemas pada adiknya.

__ADS_1


"Kamu tenang, sayang! Kita akan cari sama-sama Rania sampe ketemu, kamu gausah khawatir atau cemas sama Rania ya! Aku yakin dia baik-baik aja sama mamanya, gak mungkin Velove tega nyakitin putri kandungnya sendiri!" ucap Revan.


"Iya aku tau, tapi masalahnya aku belum siap kalau harus pisah dari Rania! Aku itu udah anggap Rania kayak adik aku sendiri, makanya aku gak bisa jauh-jauh dari dia!" ucap Tania.


"Sabar ya, kita cari mereka ke tempat lain! Udah dong kamu jangan panik kayak gini, Rania pasti bisa ketemu dan balik lagi ke rumah kamu terus tinggal bareng kamu lagi disana!" ucap Revan merangkul dan menenangkan gadisnya di hadapan Rizky.


"Yaudah, kalo gitu ayo kita cari sekarang aja Rania nya! Aku gak bisa pisah dari dia terlalu lama, aku perlu tau dimana dia dan lagi apa dia sekarang!" ujar Tania menarik-narik tangan Revan.


"Iya iya, ayo kita langsung cari Rania lagi ya! Kamu tenang dulu, jangan panik!" bujuk Revan.


Revan langsung membawa Tania ke dalam mobilnya dan menutup pintu dari luar, ia menghampiri Rizky sejenak untuk pamit sebelum akhirnya kembali ke mobil duduk di kursi kemudi berdampingan dengan Tania calon istrinya.


Sementara Rizky tampak tersenyum memandangi mobil Revan yang perlahan menjauh meninggalkan dirinya disana, senyum palsu di wajahnya seketika hilang bersamaan dengan mobil Revan yang juga sudah menghilang dari sana.


"Huft, rasanya sakit ngeliat orang yang gue sayangi dekat dengan pria lain! Tapi apa boleh buat, emang ini yang terbaik untuk Tania!" batin Rizky.


Rizky pun masuk ke dalam rumah Cakra, ia membuka gerbang menggunakan kunci gembok yang ia bawa lalu tak lupa ia mengunci kembali pagar tersebut agar tak ada yang bisa masuk, rupanya Rizky masih ingin menggeledah rumah besar itu.


...•••...


Rania mengambil sebuah parfum yang ada di atas meja dekat cermin, lalu menyemprotkan parfum itu ke tubuhnya sembari menikmati aroma dari parfum tersebut yang tercium harum di hidung, ia juga memasang jepit rambut di kepalanya.


Setelah semuanya siap dan ia tampak cantik serta wangi, Rania pun bergegas keluar dari kamarnya lalu turun ke bawah menemui sang mama sembari tersenyum ceria, ia tidak sabar hendak mencicipi masakan mamanya dan makan bersama sang mama di rumah tersebut.


"Mama!" ucap Rania.


Saat melihat mamanya muncul, Rania langsung berteriak memanggil sang mama kemudian sedikit mempercepat langkahnya menuruni tangga untuk menghampiri Velove di bawah sana, ia sangat sumringah saat ini bahkan terus tersenyum.


Hugg...


"Sayang, pelan-pelan dong kalo turun tangga jangan lari begitu!" ucap Velove mengingatkan.


"Hehe, maaf mah! Abis aku gak sabar pengen meluk mama kayak gini, soalnya aku kan dari kecil belum pernah ngerasain pelukan sama mama! Makanya sekarang aku seneng banget bisa peluk mama, makasih ya mah!" ucap Rania.

__ADS_1


"Iya cantik, kamu gak perlu makasih dong! Mama juga seneng banget bisa meluk anak mama yang lucu ini, yuk kita langsung ke meja makan!" ucap Velove sembari mencubit gemas pipi Rania.


"Hayuk, mah!"


Rania pun menggandeng tangan mamanya sambil mendongak tersenyum renyah menatap wajah Velove, mereka mulai melangkah maju menuju meja makan untuk segera menikmati hidangan makan siang yang sudah tersedia disana.


Sesampainya di meja makan, Rania cukup tercengang begitu melihat banyaknya makanan mewah yang terlihat enak dan nikmat di atas meja itu, ia pun semakin tidak sabar untuk segera memakannya bersama dengan sang mama.


"Nah Rania, kamu duduk sini ya!" ucap Velove menarik kursi untuk putrinya.


"Iya mah,"


Rania tersenyum lebar menatap wajah mamanya sebelum akhirnya ia duduk di atas kursi yang tadi ditarik oleh mamanya, ia memandangi setiap makanan yang tersedia di meja sembari menelan saliva dan membasahi bibirnya.


"Wah ini mama yang masak semuanya?" tanya Rania sambil menatap mamanya.


"Ya gitu deh sayang, kan mama udah bilang hari ini mama mau masakin makanan spesial untuk putri mama yang tercinta ini! Karena mama belum tau makanan kesukaan kamu itu apa, yaudah deh mama masak aja semuanya!" ucap Velove tersenyum.


"Wah mama hebat deh! Nanti kapan-kapan ajarin aku masak juga ya, mah?" ucap Rania.


"Iya sayang, pasti kok! Mama juga seneng banget kalo bisa ajarin kamu masak, pasti bakalan seru deh kalau kita masaknya bareng-bareng berdua di dapur!" ucap Velove sembari mencolek hidung Rania.


"Iya mah, aku jadi gak sabar deh!" ucap Rania.


"Tahan dulu, sayang! Sekarang kita abisin dulu semua makanan yang ada disini, kan Rania pasti udah laper nih abis pulang sekolah!" ucap Velove.


"Bener banget mah, aku udah laper lagi nih!" ucap Rania tersenyum renyah.


"Yaudah, biar mama ambilin ya? Rania mau makan yang mana dulu nih??" tanya Velove sembari mengambil piring kosong di meja.


"Itu mah!"


Velove tampak gembira bisa mendapatkan momen berdua dengan putrinya yang ia damba-dambakan selama ini, begitupun dengan Rania yang juga terlihat ceria saat makan siang bersama mamanya disana dan terus tersenyum selama makan.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2