Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 318 (Paksaan Rizky)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 261


(Paksaan Rizky)


...•...


...•...


Mereka pun mulai memakan makanan yang mereka pesan itu secara bersamaan, sesekali Rania juga menoleh ke arah mamanya dan kemudian tersenyum lebar tanda kalau ia sangat bahagia malam ini karena dapat berduaan dengan mamanya.


"Velove!"


Wanita cantik yang tengah menikmati malam bersama putrinya itu mendadak terkejut, ya karena tiba-tiba muncul suara lelaki yang memanggil namanya dari arah belakang. Sontak Velove langsung menoleh ke asal suara dan bertambah kaget saat mengetahui yang muncul disana adalah Rizky alias pria yang selalu saja mengganggunya.


Baik Velove maupun Rania langsung berdiri dari kursi mereka dan menatap sosok lelaki itu, sedangkan Rizky sendiri hanya berdiam di tempatnya sambil tersenyum menatap Velove. Tampaknya Velove sungguh tak menyangka jika Rizky bisa hadir di tempat yang sama dengannya, sungguh ia sangat malas harus meladeni kehadiran Rizky disana.


"Rizky? Kamu ngapain ada disini coba?" tanya Velove terheran-heran dan terlihat malas sekali.


"Hehe, ya aku mau makan lah sayang! Kebetulan banget ya kita ketemu disini, apalagi ada adek Rania yang cantik juga!" ucap Rizky tersenyum.


"Hah? Apaan sih kamu, ngapain panggil sayang segala?!" bentak Velove kesal.

__ADS_1


"Ya gapapa atuh, panggilan sayang kan cuma tanda kalau aku dan kamu akrab! Lagian apa salahnya sih kalau aku panggil kamu sayang? Rania juga gak mempermasalahkan itu, iya kan cantik? Gapapa kan kalau om Rizky panggil mama kamu pake sebutan sayang?" ucap Rizky sembari mendekati Rania dan sedikit membungkuk menatap wajah Rania.


"Gak kok, om Rizky!" jawab Rania tersenyum renyah.


"Nah kan Velove, kata anak kamu aja gapapa kok! Terus kenapa kamu sendiri sewot sayang?" ujar Rizky menggoda Velove.


"Haish, udah sana jangan disini ah! Aku masih mau quality time sama Rania, kamu jangan ganggu kita deh! Sana cari aja meja lain yang masih kosong, aku gak mau diganggu sama kamu!" ujar Velove.


"Kok gitu? Kenapa aku gak gabung disini aja sama kamu sayang?" ujar Rizky sambil tersenyum.


"Bener tuh mah, biarin aja om Rizky ikut makan sama kita disini! Kan masih ada kursi kosong satu buat om Rizky disini, supaya lebih seru mah!" ucap Rania.


"Sayang! Kamu ngapain sih?" ucap Velove kaget.


"Gapapa dong mah, aku malah suka kalau om Rizky ikut makan sama kita disini!" ucap Rania.


"Tapi sayang—"


"Hah? Apaan sih? Jangan ikut-ikut bicara deh! Kamu tuh bukan siapa-siapa aku atau Rania, jadi kamu gak berhak makan disini sama kita! Dasar pengganggu, mending kamu cari tempat lain sana gih!" bentak Velove kesal dan emosi.


Rizky justru tersenyum kemudian mendekati Velove dan duduk di samping gadis itu, bahkan dengan berani Rizky mencolek pipi Velove sambil senyum-senyum dan membelai rambutnya. Hal itu membuat Velove sangat geram serta semakin kesal dengan tindakan Rizky, namun ia hanya bisa diam karena tak mungkin ia bertindak kasar di depan putrinya yang juga sedang memandang ke arahnya.


"Udah, kamu jangan marah-marah ya! Aku gak akan ganggu kamu kok, aku cuma mau makan bareng aja sama kamu dan Rania!" ucap Rizky tersenyum.


"Iya mama, jangan usir om Rizky lagi ya! Aku seneng kok bisa makan bareng sama om Rizky, lagian om Rizky kan orangnya baik! Waktu itu om Rizky juga pernah bebasin aku dari penculik," ujar Rania.


Akhirnya Velove mau tidak mau mengizinkan Rizky untuk ikut makan bersamanya disana.


...•••...

__ADS_1


Disisi lain, Lionel menghampiri istrinya di kamar yang masih menyendiri memikirkan kejadian tadi sore saat Athar menangis setelah Lionel mengatakan yang sebenarnya pada Athar. Pria itu merasa sangat bersalah dan menyesal telah mengatakan hal tersebut pada Athar, ia memang terbawa emosi tadi sehingga tak dapat mengontrol dirinya sendiri.


Lionel duduk di pinggir ranjang dan dengan perlahan memegang dua pundak istrinya, terlihat Rianti tengah menangis sembari memeluk bingkai foto anaknya yakni Athar disana. Lionel bermaksud meminta maaf pada Rianti karena telah membuat kekacauan di dalam rumah tangganya, ia sungguh tidak ingin hal ini terjadi pada mereka.


"Sayang, aku minta maaf ya! Gara-gara aku yang gak bisa kontrol emosi, semuanya jadi kayak gini! Jujur, aku juga gak mau ini terjadi sayang!" ucap Lionel sambil menautkan dagunya pada pundak Rianti.


Sontak Rianti agak terkejut dan menoleh ke arah wajah sang suami di sampingnya, ia juga menyeka air mata yang ada masih sambil sesenggukan menahan tangisnya. Rianti masih sangat kesal sebenarnya pada Lionel yang tidak bisa menjaga mulutnya tadi, namun gimanapun juga Lionel adalah suaminya dan ia tidak boleh terus marah padanya.


"Sayang, aku juga bakal minta maaf sama Athar dan bantu tenangin dia kok!" ucap Lionel pelan.


"Mas, kamu gak perlu lakuin itu! Kamu gak salah kok, kan Athar memang benar bukan anak kandung kamu! Justru aku harus makasih banget sama kamu, karena selama ini kamu mau mengakui Athar sebagai anak kamu!" ucap Rianti terisak.


"Jangan begitu Rianti! Aku jadi semakin ngerasa bersalah sama kamu dan Athar, harusnya aku gak begitu tadi cuma karena Athar rusakin dagangan ibu-ibu!" ucap Lionel.


"Gapapa mas, yaudah ya sekarang aku mau ke bawah dulu! Aku masih harus bujuk Athar supaya enggak terus marah dan sedih-sedih begitu, kamu tolong jangan dekati Athar dulu ya! Aku gak mau dia semakin sedih nantinya, setelah tahu kamu bukan ayah kandung dia!" ucap Rianti.


"Eh tunggu! Aku masih penasaran deh, kamu emang beneran gak tahu siapa ayah kandung Athar?" tanya Lionel menahan istrinya yang ingin pergi.


Sontak Rianti terdiam dengan jantung berdebar-debar setelah Lionel mengajukan pertanyaan seperti itu, ia bingung harus menjawab apa pada Lionel saat ini. Sebelumnya juga Rianti tidak memberitahu pada putranya kalau papa kandungnya adalah Reno, namun kali ini justru giliran Lionel yang bertanya seperti itu padanya.


"Sayang, kamu kenapa diem aja? Apa serius kamu emang beneran gak tahu?" tanya Lionel lagi.


"Mas, maksud kamu apa sih? Kamu pikir selama ini aku bohong gitu sama kamu soal cerita kehamilan aku?" ujar Rianti dengan sedikit emosi.


"Enggak kok sayang, aku gak ada mikir gitu! Maksud aku, emang kamu gak tahu apa-apa soal ciri-ciri orang yang merkosa kamu itu?" ucap Lionel.


Rianti hanya menggeleng tanpa mengeluarkan suara, ia masih ingin menyembunyikan semua itu dari suaminya saat ini.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2