
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 228
(Antar ibu ke rumah sakit)
...•...
...•...
Reva tersentuh mendengar jawaban dari Reno, ia kini tau kalau Reno memang tulus mencintai adiknya dan ia tak perlu khawatir lagi jika Lyota ditinggal begitu saja oleh Reno, karena pastinya Reno tidak akan melakukan itu kepada Lyota.
"Kamu emang pria yang baik! Beruntung banget Lyota bisa ketemu sama kamu, semoga semuanya lancar ya!" ucap Reva tersenyum.
"Aamiin! Makasih kak! Oh ya, kak Reva sendiri udah punya pacar apa belum nih?" ujar Reno.
Reva terlihat malu-malu menjawab pertanyaan dari Reno, ya karena ia masih jomblo.
"Aku belum punya sekarang, tapi sih udah banyak yang ngantri minta jadi pacar aku. Ya cuma aku belum mau pacaran aja, masih mau fokus kuliah dan nantinya cari kerja buat bikin bangga ibu sama kasih pengobatan terbaik ke ibu!" jawab Reva.
"Ohh, bagus itu!" ucap Reno tersenyum singkat.
Tak lama kemudian, Lyota pun muncul dari dalam rumahnya bersama sang ibu yang juga berada dalam papahan dirinya keluar rumah itu menemui Reno juga Reva disana. Lyota tampak heran melihat calon suaminya itu tampak akrab dengan Reva, ia bingung ada pembahasan apa diantara keduanya sampai mereka terlihat sangat gembira dan saling tertawa.
Melihat tatapan sang adik yang tak suka, Reva pun memilih mengatupkan bibirnya dan tidak lagi berbicara karena tak mau membuat Lyota merasa cemburu padanya dan mengira kalau ia ada main dengan Reno, padahal tadi ia dan Reno hanya sekedar mengobrol kecil-kecilan sembari menunggu kedatangan Lyota dan juga ibu Julia.
__ADS_1
"Ren, kita langsung aja yuk!" ucap Lyota menatap ke arah Reno dengan nada agak sinis.
"Eh iya sayang, yuk! Ibu Julia, kita ke rumah sakit dulu ya?" ucap Reno.
"Iya nak, terimakasih udah mau bantu ibu!" ucap Julia dengan suara lemas.
"Kak, aku berangkat ya?" ucap Lyota pamit kepada kakaknya dan menatap agak tak suka.
"Iya, hati-hati!" ucap Reva tersenyum sembari mencium tangan ibunya.
Setelahnya, Lyota pun memapah tubuh ibunya dibantu oleh Reno menuju mobilnya yang terparkir tepat di depan pagar. Mereka bertiga tampak dekat dan saling tersenyum satu sama lain, terlebih Lyota yang juga ingin membuat calon suaminya itu terpesona padanya dan tidak beralih ke lain hati.
Sementara Reva hanya senyum-senyum saja sambil menggelengkan kepala melihat tingkah adiknya yang cemburuan itu, padahal ia tak ada niatan sama sekali untuk mendekati Reno apalagi merebut Reno dari adiknya. Namun, ia mewajarkan itu karena tau kalau Lyota sangat mencintai calon suaminya itu.
Kini Lyota telah membawa masuk ibunya ke dalam mobil bagian belakang dan duduk disana menemani ibunya itu selama perjalanan, walau sebenarnya ia ingin duduk di depan bersama calon suaminya dan menebar pesona agar mencegah Reno untuk tidak tertarik dengan kakaknya alias Reva.
Reno pun juga sebenarnya tak suka karena Lyota justru duduk di belakang bukan di depan bersamanya, ya namun ia tetap memaklumi karena Lyota pasti ingin menemani ibunya disana. Akhirnya Reno terpaksa melajukan mobilnya menuju rumah sakit dengan tanpa Lyota di sampingnya.
"Lyota, kenapa kamu gak duduk di depan sama calon suami kamu?" tanya Julia.
"Iya sayang, makasih ya nak kamu udah perhatian sama ibu dan mau bawa ibu ke rumah sakit!" ujar Julia tersenyum.
"Iya Bu, udah tugas aku. Tapi, sebenarnya berkat Reno juga aku bisa bawa ibu ke rumah sakit. Karena Reno mau bayarin semua biaya pengobatan ibu nanti di rumah sakit, kalau bukan karena Reno pasti aku gak bisa bawa ibu buat cek kesehatan!" ucap Lyota.
"Oh ya? Ya ampun, ibu jadi gak enak sama kamu nak Reno! Belum resmi jadi mertua aja, ibu udah ngerepotin kamu loh!" ucap Julia.
"Gapapa Bu, itung-itung saya mau tunjukin rasa sayang saya ke Lyota dan keluarganya." ucap Reno tersenyum melirik Julia melalui spion.
Mereka pun lanjut berbincang-bincang disana sembari menunggu sampai di rumah sakit.
•
__ADS_1
•
Sesampainya di rumah sakit, Reno dan Lyota langsung membawa ibu Julia untuk kontrol kesehatan disana. Lyota sang putri menemani ibunya di dalam ruangan itu untuk mengecek kesehatan dari sang ibu, ia sangat berharap kalau ibunya bisa cepat pulih dan tidak sakit lagi seperti saat ini.
Sementara Reno menunggu di depan ruangan sembari duduk dan mengutak-atik ponselnya, ia mengirim pesan pada salah satu guru di sekolah putrinya dan meminta pada guru itu untuk menjaga Tania kecil selagi ia di rumah sakit dan belum bisa menjemput Tania saat ini.
Setelahnya, Reno pun memasukkan kembali ponselnya di saku celana dan duduk tegak menaruh kedua tangan di atas paha sembari celingak-celinguk ke kanan dan kiri secara bergantian. Sampai pandangannya tertuju pada sosok wanita yang baru keluar dari sebuah ruangan bersama suaminya.
"Rianti...??" ucapnya pelan dengan mata melongok.
Reno langsung berdiri dan terus mengarahkan pandangan ke arah Rianti yang kini sedang bersama suaminya disana. Reno tampak sedih tiap kali melihat atau bertemu dengan Rianti, ya karena ia teringat pada dosanya dahulu yang sudah membuat Rianti sengsara dan bahkan menghamilinya.
"Apa saya samperin dia aja, ya? Rasanya saya belum lega kalau Rianti belum maafin saya," gumamnya.
Akhirnya Reno nekat untuk menghampiri Rianti disana, walaupun ia tahu jika ada Lionel alias suami dari Rianti itu yang ada disana bersamanya. Niat baik Reno membuat ia berani dan yakin untuk menemui Rianti secara langsung saat ini, karena ia butuh maaf dari Rianti untuk membuat hidupnya tenang.
Melihat kehadiran Reno di sampingnya, membuat Rianti terperangah lebar karena ia tak menyangka Reno bisa melakukan tindakan nekat dengan menemuinya disana saat ia tengah bersama sang suami saat ini, tentu Rianti tak mau jika Reno berkata hal-hal yang membuat suaminya marah nanti.
"Hey, Rianti!" sapa Reno sambil tersenyum dan mendekati wanita tersebut.
"Re... Reno?" ujar Rianti gugup terkejut.
Wajah Lionel langsung berubah tidak senang ketika melihat ada lelaki asing yang tak ia kenali itu menyapa istrinya sambil tersenyum, apalagi ia juga melihat Rianti tampak kenal dengan lelaki tersebut dan terlihat gugup seperti menyembunyikan sesuatu yang membuat ia menaruh curiga.
"Siapa kamu?" tanya Lionel sinis.
"Oh kenalkan, saya Reno. Saya mantan bos Rianti beberapa tahun lalu, saat dia masih bekerja di perusahaan saya." ucap Reno memperkenalkan diri pada Lionel sembari mengulurkan tangannya.
"Saya Lionel. Saya suami Rianti," ucap Lionel.
Mereka pun bersalaman disana sambil saling menatap dan tersenyum, ya walau senyum Lionel sangat-sangat tipis.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...