Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 398 (Berenang bareng)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 341


(Berenang bareng)


...•...


...•...


Velove dan Arsen membawa Rania pergi jalan-jalan sebagai bukti kalau mereka adalah orang tua yang baik bagi Rania, karena sebentar lagi Arsen juga akan menjadi papa dari gadis kecil itu.


Rania pun tampak senang bisa jalan bersama mama dan calon papanya itu, terbukti sepanjang perjalanan ia selalu tersenyum renyah dan berwajah ceria seperti tidak ada beban, gak kayak kalian yang jadi beban mulu gak pernah mau hidup bahagia.


"Rania sayang, nanti kalau papa Arsen udah resmi jadi papa kamu. Kamu panggil papa William dengan sebutan kakek, ya? Soalnya kan papa William itu papanya papa Arsen," ucap Arsen.


"Ohh, iya pah aku ngerti kok!" ucap Rania.


"Nah benar itu! Jadi, papa kamu itu cuma papa Arsen sayang!" ucap Velove.


Cupp!


Arsen justru mengecup pipi Velove dengan cepat disaat wanita itu sedang berbicara dengan Rania, tentu saja Velove pun terkejut dan langsung menatap tajam ke arah Arsen.


"Kak Arsen, kok tiba-tiba cium aku begitu sih?! Ada Rania tau, gak boleh!" tegur Velove.


"Kenapa sih sayang? Rania juga gak masalah, ya kan?" ujar Arsen nyengir.


"Iya mah, aku gapapa kok!" ucap Rania.


"Ish, ya tetap aja gak baik kak Arsen! Lagian kenapa sih kak Arsen demen banget cium-cium aku?" ujar Velove kesal.


Arsen tersenyum kemudian mencengkeram rahang Velove dan menatapnya dari dekat.


"Kak, mau ngapain sih?" tanya Velove ketakutan.

__ADS_1


"Aku mau jelasin ke kamu, alasan aku sering cium kamu. Yang pertama, itu karena aku sayang sama kamu Velove! Terus yang kedua, wajah kamu itu emang cocok banget buat dicium terus!" jawab Arsen sambil membelai rambut gadisnya.


Velove hanya bisa tertegun saat ditatap seperti itu oleh kekasihnya, sedangkan Rania tampak senyum-senyum sendiri melihat mamanya dan calon papanya mesra seperti itu.


"Sekarang kamu udah tahu kan, apa alasan aku sering cium kamu?" ucap Arsen.


"Iya, yaudah lepasin aku dong! Gak enak tau dilihatin terus sama Rania tuh, nanti dia bisa mikir yang enggak-enggak!" ujar Velove.


"Iya sayang," ucap Arsen tersenyum.


Arsen pun melepas tangannya dari rahang Velove, lalu beralih menatap Rania dan mengusap puncak kepala gadis kecil itu dengan lembut.


"Rania cantik, kamu kalau sudah besar jangan kayak mama kamu ini ya!" ujar Arsen.


"Loh, emang kenapa pah?" tanya Rania heran.


"Iya sayang, abisnya mama kamu ini terlalu malu jadi orang! Masa dicium pacarnya sendiri malah marah-marah kayak gitu, kan harusnya dia senang ya sayang?" ujar Arsen.


"Ohh gitu ya, pah?" ujar Rania.


Velove pun langsung mencubit pinggang Arsen karena kesal dengan kelakuan kekasihnya itu.


"Ish, kamu apa-apaan sih kak?" tegur Velove.


"Yang benar apanya? Itu gak benar tau, kak!" ujar Velove kesal.


"Hahaha, benar lah! Udah, kamu itu nurut aja sama aku! Jangan malu-malu lagi kalau sama aku, toh bentar lagi kita bakal jadi suami-istri! Aku bisa apain kamu sesuka hati aku nanti, dan kamu gak boleh nolak sayang!" ucap Arsen.


"Ya, tapi kan itu masih lama. Sekarang mah kita belum sah jadi suami-istri, jadi wajar kalau aku nolak dong kak!" ucap Velove.


"Gak wajar lah! Yang wajar itu kamu mau cium aku duluan, paham?" ucap Arsen.


Velove geleng-geleng kepala, lalu menarik tangan Rania dan membawa putrinya itu pergi dari sana meninggalkan Arsen.


"Yuk sayang kita jalan duluan!" ucap Velove.


"Hey, mau kemana sih?" teriak Arsen bertanya.


Namun, Velove tak menggubrisnya dan tetap jalan begitu saja hingga membuat Arsen sedikit geram.


...•••...

__ADS_1


Disisi lain, Tania dan Revan juga tengah asyik berduaan di dekat kolam renang rumah gadis itu. Mereka terus saling bertatapan sambil perlahan menyunggingkan senyum manis di wajah mereka masing-masing.


Revan meraih dua tangan gadis itu, lalu menggenggamnya dengan erat. Tania menunduk menahan rasa malu yang ia rasakan saat ini, namun Revan dengan cepat menarik dagu gadis itu dan mengecup bibirnya sekilas.


Cupp!


"Jangan nunduk gitu lah! Aku kan lagi enak mandang muka kamu yang cantik itu, aku kesel lah kalo kamu nunduk sayang!" ucap Revan tersenyum.


"Iya, maaf! Abisnya aku malu dilihatin begitu sama kamu, makanya kamu agak jauhan dong dari aku supaya aku gak malu! Kan kamu tahu sendiri, aku ini orangnya pemalu!" ucap Tania pelan.


Revan justru tersenyum dan mengecup dua punggung tangan gadis itu.


"Gak perlu malu begitu kalo sama aku mah! Lagian aku ini kan calon suami kamu, gak lama lagi juga kita bakal menikah sayang. Aku gak sabar banget, pengen bisa satu ranjang sama kamu sayangku! Pasti bakalan wah banget!" ucap Revan.


"Ish, dari dulu yang kamu pikirin itu terus! Gak ada yang lain apa? Orang mah pernikahan tuh mikirin soal masa depan atau apa kek, lah ini yang dipikirin hubungan badan mulu!" cibir Tania kesal.


"Hahaha, kan berhubungan suami-istri itu dapat pahala loh sayang! Kamu harusnya seneng punya suami kayak aku, bukan malah kesel begitu! Yaudah, sekarang gimana kalo kita berenang bareng disini? Mumpung lagi panas nih, enaknya berenang berdua!" ucap Revan.


"Hah? Boleh sih, tapi kamu jangan modus ya! Bilangnya mau berenang, eh taunya malah mau ngeliatin yang lain!" ujar Tania.


"Ya ampun, jangan negatif gitu lah sama pacar sendiri sayang!" ucap Revan.


"Iya, yaudah aku mau ambil pakaian renang aku dulu di dalam. Kamu tunggu disini aja sampe aku balik, mau berenang duluan juga gapapa gak masalah kok!" ucap Tania.


"Oke! Jangan lama-lama!" ujar Revan.


Tania mengangguk, Revan melepas genggaman tangannya dari Tania dan membiarkan gadis itu pergi ke dalam rumahnya mengambil baju renang.


Setelah Tania pergi, Revan pun mulai membuka bajunya dan bersiap berenang disana. Ia sudah tidak sabar ingin menceburkan diri ke dalam kolam renang itu, apalagi saat ini hawanya cukup terik.


Byuurr...


Revan langsung turun ke kolam dan menikmati segarnya air disana, ia amat senang bahkan terus terkekeh sendiri sambil sesekali menyelam untuk menambah kesegaran.


Tak lama kemudian, Tania sudah kembali dengan pakaian renangnya. Gadis itu terkejut sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah Revan yang seperti anak kecil tidak pernah berenang di kolam renang seperti itu.


"Revan, kamu tuh kayak belum pernah berenang aja deh! Norak banget tau!" cibir Tania.


"Ah berisik kamu! Udah sini turun!" ujar Revan.


Revan pun menarik tangan Tania dan membawanya ke dalam kolam, seketika gadis itu tercebur lalu mereka pun menikmati segarnya kolam disana.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2