Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 356 (Wanita untuk Arsen)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 299


(Wanita untuk Arsen)


...•...


...•...


Arsen saat ini tengah murung dan duduk seorang diri di taman samping rumahnya, Arsen baru kepikiran kalau memang benar yang dikatakan sang papa tentang dirinya itu. Ya hingga kini Arsen belum bisa mendapatkan jodoh atau seorang wanita yang akan ia ajak berumah tangga, padahal usianya tak lagi muda dan hendak dilangkahi oleh Tania adiknya itu.


Arsen pun amat sangat bingung pada dirinya sendiri, padahal menurutnya ia tidak jelek-jelek banget dan bahkan usahanya ada dimana-mana, uangnya juga melimpah tidak habis-habis. Namun, entah mengapa ia masih belum juga bisa menemukan calon istri yang cocok untuknya, saat ia hendak mendekati Velove sayang sekali gadis itu malah sudah dilamar.


"Aaarrgghh!! Perasaan hidup saya menderita banget, padahal saya ini orang kaya! Apa coba yang kurang dari saya? Ganteng udah maksimal, harta juga gak perlu ditanya lagi! Tapi, kenapa gak ada cewek yang mau deket sama saya? Apa karena saya aja yang cuek dan gak mau ngeliat sekitar?" gumam Arsen.


Disaat pria itu tengah menggerutu sendiri, Tania tak sengaja melihat kelakuan Arsen dari jarak yang tidak terlalu jauh, ya Tania pun penasaran sedang apa kakaknya itu duduk disana sendiri. Akhirnya Tania memilih untuk mendekati Arsen karena ia tak tega juga melihat kakaknya seperti itu, apalagi Arsen juga seperti seseorang yang tengah dilanda masalah.


"Kak Arsen!" ucap Tania menyapa kakaknya pelan sembari menepuk pundak Arsen.


"Eh Tania, ada apa?" tanya Arsen heran.


"Aku boleh ikut duduk disini gak sama kakak? Tadi soalnya aku lihat kak Arsen kayak lagi punya masalah, terus kak Arsen juga sedih begitu! Aku gak tega, makanya aku kesini deh!" jawab Tania.


"Boleh kok, kebetulan banget emang kamu kesini! Ada sesuatu yang mau aku ceritain ke kamu, Tania!" ucap Arsen menggeser posisi duduknya.

__ADS_1


Tania pun duduk di samping kakaknya itu, ia lalu menatap wajah Arsen sembari menyingkirkan rambut bagian depannya, Tania sudah sangat penasaran dan ingin tahu apa kiranya yang hendak disampaikan oleh Arsen padanya kali ini, maka dari itu ia tampak fokus menatap Arsen tak mau kelewatan kalimat sedikitpun.


"Cerita apa tuh, kak? Aku jadi penasaran deh, udah kak Arsen cerita aja sama aku!" ucap Tania.


"Jadi gini Tania, tadi papa tuh bilang sama saya. Katanya saya ini udah tua, tapi saya masih belum bisa dapet jodoh! Malahan saya mau dilangkahi sama kamu, terus papa juga minta sama saya buat mulai cari calon istri!" jelas Arsen.


"Ohh, ya bagus itu kak! Emang bener yang dibilang sama papa, kak Arsen itu harus nikah loh! Kak Arsen kan juga udah mapan, pasti anak istri kakak nanti bisa terpenuhi lah kebutuhannya!" ucap Tania.


"Iya sih Tania, tapi masalahnya gak ada yang mau sama saya! Saya juga gak tahu kenapa, apa mungkin karena tampang saya yang jelek? Menurut kamu gimana Tania, kenapa saya masih belum dapat jodoh bahkan pacar pun gak ada?" ujar Arsen.


"Hah? Kakak tuh jelek darimana sih? Mungkin kak Arsen aja kali yang pilih-pilih!" ucap Tania.


"Pilih-pilih gimana? Orang yang deketin aja gak ada, gimana mau pilih-pilih coba?" tanya Arsen dengan wajah cemberut.


"Eee gini deh, kak Arsen sukanya sama tipe cewek yang kayak gimana? Siapa tahu gitu kan aku bisa bantu cariin, atau mungkin aku punya kenalan yang mungkin cocok sama kriteria kakak gitu!" ucap Tania coba membantu kakaknya itu.


"Umm, ya minimal yang kayak kamu lah! Gak harus cantik, eh cantik juga bagus sih!" ucap Arsen.


"Ish, kakak ini gimana sih? Kalo yang kayak aku, ya udah pasti cantik lah! Aku ini kan cantik kak, emang kakak gak lihat apa?" ucap Tania.


"Hahaha, bercanda doang kak! Jadi, kakak mau yang cantik atau biasa-biasa aja nih?" ucap Tania sambil tertawa kecil.


"Cantik boleh, gak juga gapapa!" jawab Arsen.


"Ohh, terus apa lagi?" tanya Tania.


"Pokoknya dia itu tulus sayang sama kakak, bukan karena pengen harta kakak aja. Kalau kamu udah bisa temuin cewek begitu, langsung aja bawa ke rumah suruh dia temuin kakak!" ucap Arsen.


"Umm, kayaknya susah sih kak! Tapi, demi kakakku yang tersayang aku bakal cariin deh! Kakak tenang ya, aku juga gak mau kak Arsen jadi perjaka tua kalau kelamaan jomblo begini! Padahal kakak udah kerja keras loh," ucap Tania tersenyum.


"Ya gak akan jadi perjaka tua juga, paling sebentar lagi saya bisa nikah! Oh ya, saya ini sebenarnya udah sreg sama satu cewek loh!" ucap Arsen.

__ADS_1


"Hah? Serius kak? Siapa tuh ceweknya?" tanya Tania sedikit terkejut dan penasaran.


"Iya sayang, saya tertarik sama dia. Tapi, ternyata dia malah udah dilamar lelaki lain. Pupus deh harapan saya buat dapetin dia, emang begini amat nasib jomblo abadi kayak saya!" ucap Arsen.


"Siapa sih kak yang kakak maksud?" tanya Tania.


Arsen menoleh ke arah Tania sambil tersenyum, ia mengusap puncak kepala gadis itu seperti seorang pria dewasa yang tengah mengusap-usap putrinya.


"Orang itu Velove, saya tertarik sama dia! Karena dia itu menang segalanya dari gadis-gadis lain, tampang oke, body gak perlu ditanya lagi! Sayang banget dia malah udah dilamar cowok lain!" jawab Arsen.


"Hah??" ujar Tania terkejut bukan main mendengar jawaban dari kakaknya.


Ya Tania sama sekali tak menyangka kalau Arsen ternyata menyimpan rasa pada Velove, karena selama ini pria itu tidak pernah mengatakan apa-apa padanya tentang itu. Tania pun terbelalak dengan mulut terbuka sedikit, ia merasa kasihan pada Arsen karena Velove sudah terlanjur menerima lamaran dari Rizky sebelum ini.


"Kakak serius suka sama Velove? Sejak kapan kak?" tanya Tania tak percaya.


"Iya cantik, saya tertarik sama dia! Lagian siapa juga cowok yang gak suka sama wanita seperti Velove? Dia itu hampir sempurna loh sayang, mirip lah sama kamu ini!" jawab Arsen santai.


"Duh, sayang banget dia udah keburu dilamar sama cowok lain! Maaf banget ya kak, sebenarnya aku juga yang udah minta Velove buat terima lamaran itu! Karena awalnya aku gak tau kalau kakak suka sama Velove, jadi aku suruh dia terima lamaran Rizky deh!" ucap Tania merasa bersalah.


Arsen tersenyum kemudian mengelus wajah cantik Tania dengan lembut.


"Gapapa sayang, bukan salah kamu kok! Mungkin Velove emang bukan jodoh kakak, biarkan dia bahagia sama lelaki pilihannya!" ucap Arsen.


"Iya kak, nanti aku cariin lagi deh!" ucap Tania.


Tania dan Arsen saling bertatapan sambil tersenyum disana, lalu gadis itu tampak memeluk Arsen dari samping karena ia merasa kasihan pada pria itu yang selalu gagal dalam urusan cinta.


Sementara dari arah lain, Velove tak sengaja mendengar pembicaraan diantara Tania dan Arsen itu, ia pun menganga tak percaya jika selama ini Arsen menyukai dirinya.


"Kak Arsen suka sama aku?" batinnya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2