Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 239 (Mencari Tania kecil)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 182


(Mencari Tania kecil)


...•...


...•...


"Reno, itu dia orang yang tadi bawa Tania! Gue yakin pasti dia juga tau kemana orang-orang tadi pergi bawa Tania, kita coba tanya aja!" ucap Lyota menunjuk ke seorang pria yang tengah jalan terpincang di depannya.


"Oke!"


Sontak Reno melipir sejenak menghentikan mobilnya untuk menemui pria tersebut, ia dan juga Lyota pun turun dari mobil lalu menghampiri pria itu dengan tatapan tajam, tampak pria itu ketakutan dan hendak pergi kabur dari mereka karena ia tau siapa Reno.


Akan tetapi, dengan cepat Reno berhasil mencegah pria tersebut agar tidak kabur dan kini mencengkeram tangan pria itu. Lyota yang ada di samping Reno juga berusaha membantunya untuk menemukan jawaban tentang Tania kecil.


"Heh, cepat kamu katakan ke saya, dimana putri saya!" bentak Reno.


"Sa-saya tidak tau..." jawabnya gugup.


"Jangan bohong lu! Gue lihat sendiri tadi lu bawa anak kecil, terus lu kasihin ke empat orang yang pake mobil! Abis itu lu dipukulin deh sama mereka, udah jawab aja yang jujur!" ucap Lyota.


"Cepat jawab!!!" bentak Reno kembali.


"Iya iya... saya akan jawab, tapi tolong setelah ini kalian bebaskan saya! Karena saya masih ingin hidup bebas, saya gak mau di penjara!" ucapnya.


"Ya oke, sekarang katakan dimana putri saya!" ucap Reno menatap wajah pria itu.


"Saya sudah menyerahkan putri anda ke anak buah tuan Gunawan, beliau adalah bos besar yang bekerja dalam sindikat penjualan anak-anak kecil ke negara-negara luar." jawab pria itu.

__ADS_1


"Kurang ajar! Sekarang kemana mereka bawa putri saya, ha?" ujar Reno emosi.


"Ke markas mereka, semua anak yang diculik dikumpulkan lebih dulu disana. Sebelum nantinya mereka akan diterbangkan, untuk lokasi markasnya yang saya tau terletak di jalan bundaran emas. Tapi, saya juga kurang tau spesifik tempatnya!" ucapnya.


"Oke, saya akan cari mereka kesana! Sekarang kamu harus menyerahkan diri ke kantor polisi, supaya gak ada lagi anak-anak kecil yang kamu culik!" ujar Reno.


"Tolong jangan! Saya masih mau hidup bebas, tolong lepaskan saya!" pintanya.


"Enak aja lu! Abis nyulik anak orang gak mau dibawa ke kantor polisi, makanya jangan jadi orang jahat kalo gak mau ditangkap!" ujar Lyota.


Akhirnya mereka berdua membawa pria itu ke tempat pos satpam terdekat dan menyerahkannya untuk dibawa ke kantor polisi, Reno juga menjelaskan siapa pria tersebut kepada satpam yang ada disana.


Baru setelahnya, Reno dan Lyota kembali bergerak mencari keberadaan Tania kecil yang dibawa oleh rombongan penculik anak itu. Mereka sangat khawatir dengan kondisi Tania dan cemas jika mereka tak berhasil menemukannya.


"Duh Tania, papa gak akan pernah maafin diri papa sendiri kalau papa gak berhasil bebasin kamu, papa benar-benar menyesal!" ujar Reno panik.


Sangking paniknya, Reno sampai menancap gas cukup kencang di sekitar seratus kilometer perjam. Untunglah Lyota juga suka balapan sehingga ia tak masalah jika Reno melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ya walau tentunya Lyota juga was-was takut kalau Reno akan menabrak.


"Reno, lu tenang ya! Gue yakin kok Tania pasti baik-baik aja, kita harus doakan yang terbaik buat keselamatan dia!" ucap Lyota menenangkan Reno.


"Sama-sama, gue kan juga udah anggap Tania seperti adik gue sendiri. Lagian gue juga gak bisa ngeliat anak-anak diculik kayak gini!" ucap Lyota.


Reno kembali tersenyum sembari mengusap wajah mulus Lyota dengan jarinya, yang tentunya membuat gadis itu salah tingkah dan wajahnya mulai memerah akibat tindakan Reno, namun kali ini ia tak memasalahkan itu agar Reno bisa tenang juga.


...•••...


Disisi lain, Revan mengajak Tania pergi untuk menikmati hari-harinya setelah mengantar Rania pulang ke rumah William. Tania merasa lebih tenang dan senang karena Rania sudah aman di rumah bersama papanya, sehingga ia bisa pergi bersama Revan calon suaminya itu.


Mereka kini masih berada di dalam mobil memikirkan hendak kemana mereka saat ini, sesekali Revan menoleh menatap gadisnya di samping dan tersenyum sembari mengelus tangan mulus Tania yang ada di kursi mobilnya.


"Kita mau kemana sayang?" tanya Revan.


"Kok kamu nanya aku sih? Kan tadi kamu yang mau ajak aku jalan, gimana sih?" ujar Tania.


"Hahaha, aku bingung sayang." ucap Revan.


"Yaudah terserah kamu aja, kamu mau kemanapun aku pasti bakal mau kok. Kan yang penting jalannya sama kamu, bukan yang lain!" ucap Tania.

__ADS_1


"Aduh aduh, bisa aja nih calon istri." ujar Revan.


Tania tersenyum memandang wajah Revan dari samping dan terus menggenggam tangan pria tersebut, mereka pun saling bertatapan saat ini dengan kondisi tangan yang menyatu dan bibir saling memancar senyum.


Tiiinnnn... Ciitttt....


Tak disangka tak diduga, sebuah mobil dari arah berlawanan melaju sangat kencang dan hampir saja bertabrakan dengan mobil Revan jika Revan tidak dengan cepat menghindar, mereka pun selamat dari kecelakaan yang akan menimpanya.


"Sayang, kamu gapapa kan?" tanya Revan.


"Iya, aku baik kok. Kamu juga gak kenapa-napa kan? Tadi tuh hampir banget loh, gila sih itu mobilnya kenceng banget!" ujar Tania.


"Aku juga baik, syukurlah Tuhan masih kasih kesempatan buat kita selamat!" ucap Revan.


Tania masih sempat melihat mobil yang tadi melaju kencang dari kaca spion, entah mengapa ia merasa tak asing dengan bentuk mobil serta plat nomor mobil tersebut, ya Tania sepertinya pernah melihat mobil itu sebelumnya.


"Kamu kenapa?" tanya Revan penasaran.


"Gak kok, aku heran aja sama mobil itu. Bisa-bisanya dia lanjut pergi gitu aja tanpa periksa kondisi kita, padahal kan dia yang salah!" ujar Tania.


"Sabar, lagian kan kita juga gak kenapa-napa." ucap Revan mengusap puncak kepala Tania.


"Ya iya sih, tapi seenggaknya dia berhenti gitu terus samperin kita disini. Jangan main pergi seenaknya gitu aja! Aku bisa loh laporin ke papa supaya orang di mobil itu dihukum!" ujar Tania.


"Hey, udah lah. Lagian tadi salah aku juga kok, kan aku gak fokus nyetirnya!" ucap Revan.


"Ish kamu mah! Yaudah kita lanjut aja jalan! Kemana kek gitu, aku lagi bete banget nih!" ujar Tania cemberut merasa jengkel.


"Iya sayang, tapi jangan cemberut gitu dong! Aku lebih suka lihat kamu senyum, ya walau lebih imut yang sekarang sih!" ucap Revan.


"Jalan aja dulu! Nanti kalo udah di jalan, baru deh aku senyum buat kamu...." ucap Tania.


Revan pun segera melajukan kembali mobilnya setelah Tania mengatakan itu, ia ingin melihat kembali senyum di wajah Tania sembari menyetir mobil dengan perlahan, ya kali ini ia akan lebih hati-hati supaya kejadian tadi tak terulang.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2