Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 262 (Harus pede)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 205


(Harus pede)


...•...


...•...


Tak hanya Revan dan Tania yang tampak romantis di pagi hari ini, bahkan Reno serta Lyota pun juga tidak kalah romantisnya dengan mereka karena saat ini mereka tengah bersama mengantar Tania kecil ke sekolah dan saling bergandengan tangan.


Ya Reno memang sengaja menjemput Lyota di rumahnya bersama dengan Tania kecil, agar gadis itu bisa mengantar putrinya ke sekolah bersama dengannya, lalu setelahnya Reno pun akan mengajak Lyota untuk pergi berdua menikmati hari-hari yang indah bersama sembari melakukan pendekatan dengan gadis yang telah memikat hatinya itu.


Lyota pun menurunkan tubuh Tania dari gendongannya sesudah mereka sampai di sekolah.


"Nah Tania sayang, sekarang kamu udah sampe nih di sekolah. Berarti udahan dulu ya kakak gendong kamunya, nanti pulang sekolah baru deh kak Lyota bakal gendong kamu sepuasnya!" ucap Lyota.


"Oke kak, aku seneng banget deh bisa digendong sama kakak!" ucap Tania kecil tersenyum.


Reno yang menyaksikan itu semakin tidak sabar menantikan jawaban dari Lyota tentang lamarannya kemarin malam, ia sudah sangat yakin kalau Lyota memang pantas menjadi pengganti Rosa bagi Tania dan juga dirinya. Apalagi Tania kecil juga sudah sangat nyaman bersama Lyota, begitupun sebaliknya.


"Yaudah, Tania pamit gih sama papa!" ucap Lyota.


"Oh iya, aku sampe lupa. Sebentar ya kak, aku mau pamit dulu sama papa aku!" ucap Tania kecil.


"Iya sayang, kasian tuh papa kamu dicuekin!" ucap Lyota sambil mencubit gemas pipi Tania.


Tania pun pergi menghampiri papanya.


"Papa, aku masuk ke dalam sekolah dulu ya? Soalnya sebentar lagi kelasnya mau dimulai, jadi aku harus cepet-cepet masuk sekarang!" ucap Tania kecil pamit pada papanya sembari mencium tangan sang papa seperti biasanya.


"Iya, anak papa yang cantik! Kamu belajar yang pintar ya disana! Ingat loh, jangan nakal dan harus nurut sama guru-guru kamu!" ucap Reno.


"Siap, papaku yang ganteng!" ujar Tania.

__ADS_1


"Ahaha, pinter banget sih kamu!" ucap Reno tertawa sembari mencubit hidung Tania kecil karena merasa gemas dengan ekspresi wajah putrinya itu.


Setelahnya, Tania kecil pun kembali kepada Lyota lalu juga berpamitan dengan gadis itu.


"Kak Lyota! Aku juga mau pamit sama kakak, kan tadi aku belum sempat cium tangan kak Lyota!" ucap Tania kecil menghampiri Lyota lalu menyodorkan tangannya ke hadapan gadis itu.


Sontak Lyota tersenyum lalu kembali memeluk Tania kecil dan mencium kedua pipinya.


"Iya sayang, Tania yang rajin ya sekolahnya!" ucap Lyota sembari mengusap puncak kepala Tania lalu membiarkan Tania mencium punggung tangannya.


"Oke, kak!" ucap Tania singkat.


Setelah berpamitan pada Reno serta Lyota, kini Tania kecil pun berjalan ke dalam sekolah dan tak lupa juga melambaikan tangan ke arah mereka berdua.


Barulah kini Reno mendekati Lyota setelah putrinya tak terlihat lagi disana, Reno dengan sigap menggenggam dua tangan gadis itu lalu menariknya ke dalam dekapannya.


"Sayang, kita jalan-jalan yuk! Ya minimal ngopi di cafe berdua lah, mau kan?" ucap Reno.


"Eee gue..." Lyota tampak bingung.


"Aku tau, kamu pasti mau bilang kalo kamu itu harus dagang kan?" tebak Reno.


Lyota mengangguk tanda iya.


Lyota hanya bisa diam pasrah karena tubuhnya tak mampu bergerak sedikitpun.


Reno pun membawa Lyota ke dalam mobil dengan menggendong tubuh gadis itu ala bridal style.




"Ish, lu apa-apaan sih? Gue bisa jalan sendiri tau, gausah pake lu gendong segala kayak gitu! Emangnya gue anak kecil apa?" ujar Lyota kesal karena tiba-tiba Reno menggendongnya.


Reno tak menggubrisnya, ia hanya fokus memakaikan sabuk pengaman pada tubuh Lyota.


"Kamu diem aja! Saya kan ngelakuin itu karena saya sayang sama kamu, saya pengen tunjukin ke kamu seberapa besar rasa sayang saya ke kamu!" ucap Reno sambil tersenyum.


"Ngaruhnya dimana coba? Lu gendong gue sama rasa sayang lu ke gue? Perasaan gak ada pengaruhnya deh, orang di dunia ini tuh banyak yang gendong gendong tapi gak saling sayang atau suka! Aneh banget sih pemikiran om-om!" ucap Lyota.


"Hey, sembarangan aja deh kamu kalo ngomong! Saya ini bukan om-om, kamu panggil saya a'a kek gitu atau sayang!" ucap Reno.

__ADS_1


"Hah? Ogah banget gue nyebut sayang ke lu! Lagian kan lu emang udah om-om, masih aja gak mau disebut om-om! Inget Reno, lu kan udah berumur dan punya anak satu!" ucap Lyota.


"Ahaha, saya masih muda tau!" ujar Reno.


"Iyain aja deh...." ucap Lyota pasrah.


Reno pun mulai menancap gas dan melajukan mobilnya menuju tempat romantis yang ingin ia datangi bersama Lyota.


"Ren, lu mau bawa gue kemana?" tanya Lyota.


Reno melirik sekilas ke arah Lyota, kemudian tersenyum tanpa menjawab apapun.


"Heh! Ditanya malah senyum, jawab!" ujar Lyota.


"Ahaha, galak banget sih sayangnya aku yang satu ini! Inget Lyota, kamu kan umurnya jauh di bawah saya. Jadi harusnya kamu gak boleh loh kayak gitu sama saya, gak sopan tau! Kan kamu sendiri yang mengakui kalau saya ini sudah berumur, gimana sih?" ucap Reno tersenyum.


Kali ini justru Lyota yang terdiam.


"Kamu kenapa? Kok sekarang malah diem? Tadi marah-marah karena saya diem, giliran saya bicara eh sekarang malah kamu yang diem begitu!" ucap Reno.


Lyota pun menatap wajah Reno.


"Iya, gue minta maaf ya! Bener sih apa yang lu bilang, harusnya gue kan sopan sama lu." ucap Lyota.


Reno tersenyum kemudian mencolek pipi gadisnya.


"Gak perlu minta maaf! Yang penting sekarang kamu harus belajar buat bicara pakai aku-kamu kalau sama saya, karena saya maunya calon istri saya yang satu ini itu ramah dan gak bicara seenak hatinya! Kamu bisa kan, sayangku?" ucap Reno.


"Hah? Gue kan belum jawab lamaran dari lu semalam, gimana bisa lu sebut gue sebagai calon istri lu?" ujar Lyota kaget.


"Ya emang sih belum, tapi entah kenapa saya yakin kalau kamu pasti akan jawab iya dan kita bakal menikah gak lama lagi. Setelah itu, kamu resmi deh jadi istri saya!" ucap Reno tersenyum.


"Dih, pede banget lu!" ujar Lyota.


"Ya harus dong! Buat dapetin wanita secantik kamu, itu saya harus banyak-banyak pede supaya gak takut kalah saing sama lelaki lain!" ucap Reno.


"Haish, ya terserah lu aja!" ucap Lyota.


Setelahnya, Reno pun lebih banyak fokus menyetir dibanding bicara dengan gadisnya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2