
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 51
(Wanita mabuk)
...•...
...•...
Tepat pukul 12 tengah malam, Lionel baru pulang kembali ke rumahnya... ia mengendap-endap supaya tidak membangunkan para anggota keluarganya disana.
Lionel cukup terkejut melihat istri dan putranya tertidur di sofa, tentu saja ia semakin tidak enak dan merasa bersalah atas kelakuannya yang telah mengkhianati keluarganya sendiri.
Pria itu pun menghampiri istrinya di sofa lalu duduk disampingnya, matanya juga mengarah pada sang putranya yakni Athar yang terlelap di pelukan mamanya itu.
"Sayang, bangun sayang!" ucap Lionel mengelus lembut kepala istrinya mencoba membangunkan sang istri.
Tak lama kemudian, setelah merasakan sentuhan-sentuhan di wajahnya serta suara yang memanggilnya dirinya.
Rianti pun membuka matanya terbangun dari tidur pulasnya, ia cukup kaget melihat suaminya sudah ada disampingnya.
"Mas?" ucap Rianti dengan nada pelan lalu hendak duduk tegap, namun Athar bergerak membuat Rianti tak jadi bangkit karena takut putranya terbangun nanti.
"Kamu baru pulang mas?" tanya Rianti.
"Iya sayang, maaf ya gara-gara aku terlambat pulang kamu sama Athar jadi tidur disini!" jawab Lionel meminta maaf pada Rianti.
"Gapapa mas, pasti kamu capek ya? Biar aku pindahin Athar ke kamar abis itu aku siapin makan malam buat kamu ya, atau kamu mau mandi dulu pakai air hangat?" ucap Rianti.
"Iya boleh, kamu masakin aja air hangat buat aku mandi! Nanti Athar aku yang bawa ke kamar, oh ya aku sayang sama kamu!" ucap Lionel berdesis di telinga istrinya.
Cupp... Lionel mengecup lembut pipi istrinya disambut dengan senyuman dari Rianti, setelahnya Lionel langsung menggendong tubuh Athar dan membawanya ke kamar.
Sementara Rianti menuju dapur memasakkan air hangat untuk suaminya, ia masih menaruh curiga pada sang suami karena terlihat raut wajahnya yang seperti menutupi sesuatu.
__ADS_1
"Mas Lio kira-kira habis ngapain ya? Aku kok jadi curiga sama dia? Duh aku gak boleh punya pikiran buruk ke suami aku sendiri, ayolah Rianti berpikir positif!" gumamnya berdebat pada diri sendiri.
Setelah selesai menaruh Athar di kamarnya, Lionel langsung menghampiri istrinya ke dapur yang sedang memasak air untuknya.
Tanpa basa-basi, Lionel memeluk tubuh Rianti dari belakang lalu mencumbui tengkuk istrinya itu membuat Rianti bergidik dan mengeluarkan suara desahann pelan.
"Ahh, mas jangan dong!" ucap Rianti menolehkan wajahnya ke belakang.
"Aku kangen sama kamu sayang, maaf ya aku malam ini pulangnya terlalu larut! Jadi kita gak bisa makan bareng deh, aku nyesel banget sayang maafin ya!" ucap Lionel.
"Iya mas, aku juga belum makan malam kok! Jadi nanti abis kamu mandi, kita bisa makan berdua disini..." ucap Rianti tersenyum.
Lionel terus mengecup dan mencumbu leher jenjang Rianti, istrinya itu menikmati sambil memejamkan matanya serta mendesahh pelan.
•
•
Setelah selesai mandi dan berpakaian, Lionel menyusul istrinya ke meja makan untuk menikmati makan malam bersama.
"Mas, kamu emang ada apa sih di kantor? Kenapa kamu bisa sampai pulang selarut ini? Tadi Athar sama Christy terus merengek loh cari kamu, mereka jadi susah makan karena gak ada kamu disini..." ucap Rianti.
Rianti pun tersenyum menatap wajah Lionel, sebenarnya ia masih tak percaya dengan penjelasan Lionel... namun, ia tak mau membuat suasana yang dingin berubah menjadi ketegangan.
"Aku ambilin ya nasi buat kamu..." ucap Rianti kemudian mengambil piring kosong dan menuangkan nasi kesana serta lauknya.
"Makasih sayang," ucap Lionel tersenyum lalu mengecup kening istrinya lembut.
Mereka pun makan bersama disana sambil terus saling menatap dan tersenyum, tanpa disadari rupanya bi Susi menyaksikan momen itu dari dekat kamarnya.
Setelah selesai makan, Lionel mengajak Rianti naik ke kamar dengan cara menggendongnya ala bridal style.
"Mas, kamu apaan sih? Ngapain pake gendong aku segala coba? Aku kan bisa jalan sendiri ke kamarnya, kalo kayak gini justru aku takut kamu malah jatuh..." ucap Rianti.
"Gak akan kok sayang, tubuh kamu itu ringan! Aku kan suka sama leuk tubuh kamu, gak terlalu berat dan juga gak terlalu ringan jadi sedang-sedang aja alias pas..." ujar Lionel.
Rianti hanya terkekeh mendengarnya, sementara Lionel juga membalas senyuman Rianti lalu mempercepat langkahnya.
"Aku akan bikin kamu puas malam ini sayang, supaya kamu gak lagi ragu sama aku! Selain itu, aku juga ingin menebus kesalahanku pada kamu...." gumam Lionel memandangi wajah Rianti.
Saat di dalam kamar, Lionel langsung merebahkan tubuh istrinya di ranjang dan tanpa basa-basi membuka kaos yang ia kenakan.
__ADS_1
"Mas, kamu kayaknya bergairah banget? Aku kira kamu bakal capek banget loh abis kerja sampai larut malam..." ucap Rianti heran.
Lionel hanya tersenyum kemudian naik menindih tubuh istrinya, ia membungkam bibir Rianti dengan mulutnya lalu melumatt nya dengan sangat bergairah.
...•••...
Sementara itu, Joshua tengah berada di sebuah club malam tempat ia memang biasa datang untuk sekedar minum sambil menikmati musik.
Namun, tak jarang banyak gadis yang mendekatiku karena wajahnya itu memang lumayan tampan alias goodlooking.
"Gue kesini cuma mau refreshing, bukannya mau cari lon kayak kalian... udah sana jauh-jauh dari gue dan jangan pernah datang lagi!" ucap Joshua yang sudah setengah mabuk mengusir para wanita yang coba menggodanya.
Bagaimanapun juga Joshua tidak mau bermain dengan wanita yang tak dicintainya, walaupun sebenarnya ia ingin melakukan itu.
"Sampai kapan gue terus menunggu kepastian dari Olivia? Kenapa gue merasa dia itu gak cinta sama gue, apa mungkin gue harus perkosa dia dulu supaya dia mau terima cinta gue?" gumam Joshua kemudian menenggak lagi segelas minumannya.
Joshua menggelengkan kepalanya menepis pikiran buruk yang terlintas di kepalanya, ia tidak mau merusak wanitanya hanya demi kepuasan kecuali memang wanita itu mau dengan senang hati melakukannya.
Tak lama kemudian, seorang wanita seksi yang sedang mabuk tersungkur di atas meja Joshua karena tak mampu lagi berjalan dengan kondisi yang seperti itu.
"Waduh, heh bangun jangan tidur disini! Gue masih mau minum, lu jangan ganggu gue sana pergi!" ujar Joshua kesal.
Namun, wanita itu tak menjawab perkataan Joshua dan tetap diam disana... Joshua pun bingung lalu coba mengecek wajah wanita itu dengan menyingkirkan rambutnya.
"Lah dia malah udah merem, jangan-jangan pingsan gara-gara mabuk? Ah elah ngerepotin orang aja lu cewek, lagian ngapain sih cewek kayak lu pake mabuk-mabukan segala jam segini lagi??" ujar Joshua.
Akhirnya Joshua bangkit lalu menolong gadis itu, ia melihat ke sekeliling banyak lelaki menatap ke arahnya yang mungkin hendak mengincar wanita tersebut.
Joshua pun membopong tubuh wanita itu dan membawanya keluar tempat itu, ia memasukannya ke dalam mobilnya.
"Huh bahaya juga sih kalo gue tinggalin dia disana tadi, bisa jadi mangsa cowok-cowok mesum disana nantinya..." gumam Joshua menatap ke arah wanita disampingnya.
Joshua memakaikan seat belt di kursi wanita tersebut, setelahnya ia pun bingung harus membawanya kemana.
"Gue bawa dia kemana ya? Ah udah lah ke rumah gua aja, lagian gua juga gak ada niat mau ngapa-ngapain dia..." gumam Joshua.
Joshua pun melajukan mobilnya pergi dari sana membawa wanita tersebut ke rumahnya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1