Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 303 (Anak jalanan)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 246


(Anak jalanan)


...•...


...•...


Revan tengah mengantar Tania pulang ke rumahnya setelah selesai makan siang bersama dengan kedua orangtuanya tadi, Revan tampak senang lantaran Tania sudah berhasil membuat mama serta papanya senang dan selalu tersenyum ketika bertemu dengan gadis cantik tersebut. Terlebih tadi Tania juga sudah mulai bisa mengendalikan dirinya agar tidak canggung lagi ketika berhadapan dengan calon mertuanya seperti sebelumnya.


Kini keduanya masih terjebak kemacetan di lampu merah dengan mobil Revan, Tania tersenyum manis saat Revan menoleh ke arahnya dan mengusap puncak kepalanya. Mereka terlihat romantis dan menyempatkan diri untuk saling berpelukan dengan Tania menaruh kepalanya di bahu sang kekasih selama lampu masih merah, Revan juga terus mengusap wajah gadisnya lalu turun membelai bibir mungil milik Tania yang sangat menggodanya.


"Tania, boleh aku minta ini lagi?" tanya Revan yang menuju pada bibir milik Tania.


Tania hanya manggut-manggut pelan tanda kalau ia membolehkan Revan melakukannya, tentu saja Revan tak mau menyia-nyiakan kesempatan itu dan perlahan mulai memajukan wajahnya ke dekat bibir Tania sembari menahan tengkuk gadisnya itu. Revan sudah bersiap mencium bibir mungil yang mulai menjadi candu baginya itu, bahkan Tania juga sudah memejamkan mata bersiap menerima ciuman dari Revan yang sudah beberapa kali ia lakukan.


TOK TOK TOK...


Namun, tiba-tiba saja ada yang mengetuk kaca mobil Revan dan mengacaukan suasana diantara sepasang kekasih yang sedang ingin bercumbu itu. Sehingga Revan pun gagal melakukan apa yang ingin ia lakukan pada Tania, mereka kini kembali berjauhan dan Tania membuka kaca mobil untuk melihat siapa yang datang mengetuknya barusan.


"Kak, maaf ganggu kak! Tolong beli cemilan di aku dong kak! Ini ada kacang, permen, kuaci, sama tisu juga ada kok kak! Oh ya, mau minuman dingin juga ada!" ucap seorang bocah lelaki kecil menawarkan dagangannya pada Tania.


Tania hanya terdiam mengamati sosok lelaki kecil yang ada di depan matanya itu, ia seperti mengenalinya dan tidak asing saat melihat wajah dari anak lelaki tersebut. Begitupun dengan si bocah yang langsung terdiam saat menatap langsung wajah Tania secara dekat, ia juga merasakan apa yang dirasakan oleh Tania saat ini.

__ADS_1


"Enggak, kita gak mau beli dagangan kamu!" ucap Revan dengan raut kesal karena gagal berciuman.


"Udah sana cepat pergi, ganggu aja!" bentak Revan mengusir anak lelaki itu untuk pergi dari sana karena ia kesal dengannya.


"Iya om," ucap anak itu tampak bersedih.


Tania pun mengambil tindakan untuk menahan anak itu pergi dari sana, karena ia merasa kalau anak itu adalah salah satu anak yang pernah ia kenal ketika masih bersama Jordi di markasnya.


"Eh nak, tunggu tunggu! Kamu salah satu anak yang tinggal di markas bang Jordi kan?" ucap Tania.


Revan yang ada di samping Tania tampak keheranan karena Tania mengenali anak itu, ia tak menyangka kalau gadis cantik dan mewah seperti Tania bisa memiliki kenalan seorang bocah pinggir jalan.


"Eee iya kak, kakak ini kak Tania kan?" ucapnya.


"Iya bener, kamu kenapa jualan beginian sekarang?" tanya Tania terheran-heran.


"Iya kak, bang Jordi sekarang ubah bisnisnya. Dia nyuruh kami jualan kayak gini, kak Tania mau beli enggak nih? Beli ya kak, itung-itung bantu mantan adek waktu di markas!" ujarnya nyengir.


"Ohh, iya kak. Ini yang mau kakak beli!" ucapnya menyodorkan barang-barang yang ingin dibeli oleh Tania tadi ke arah gadis itu.


"Ah iya, makasih ya! Ini uangnya, udah kamu minggir gih sana! Udah mau lampu ijo loh itu, nanti kalau kamu ketabrak kan gawat!" ucap Tania.


"Iya kak, tapi ini kebanyakan!" ucapnya.


"Gapapa, ambil aja semua!" ucap Tania.


"Wah, makasih banyak kak!" ujarnya girang.


"Sama-sama," ucap Tania tersenyum.


Setelahnya, anak lelaki itu pun pergi ke pinggir karena lampu lalu lintas sudah berubah menjadi hijau dan para kendaraan disana juga telah mulai melaju kembali.

__ADS_1


Revan yang penasaran akhirnya memutuskan untuk bertanya pada Tania.


"Sayang, kamu kenal anak tadi?" tanya Revan.


"Umm, iya. Dia itu salah satu anak buahnya bang Jordi, ayah angkat aku! Emang kenapa sih? Kamu gak suka ya kalau aku punya kenalan anak jalanan kayak gitu? Kamu ngiranya aku cewek berkelas yang cuma bergaul sama orang-orang kelas atas, iya?" ucap Tania sembari menatap wajah Revan.


"Iya, awalnya aku ngira begitu. Soalnya kamu kan anak pak William Abraham, pengusaha internasional yang terkenal dan kaya raya. Aku heran aja gitu, kok bisa kamu kenal sama anak jalanan?" ucap Revan.


"Ya bisa dong! Aku kan dulu sebelum ketemu papa tuh diasuh sama bang Jordi, nah disitu aku punya banyak kenalan anak jalanan. Aku juga gak nyangka hidup aku sekarang bisa berubah seratus delapan puluh derajat, dari yang tadinya cuma seorang anak jalanan biasa yang dekil dan kumel. Eh sekarang berubah drastis jadi kayak gini," jelas Tania.


"Ohh, aku baru tau. Berarti kamu hebat ya! Kamu bisa kuat hidup di jalanan, kalau aku sih belum tentu bisa kayak kamu begitu! Aku kan dari kecil udah tinggal di tempat yang bagus dan mewah, aku juga bergelimang harta!" ucap Revan.


"Ya itu dia, aku udah kenyang banget dan hafal banget sama kehidupan di jalanan. Makanya sekarang ini aku seneng banget kalau bisa bantu mereka sebisa aku, bukannya malah bentak mereka dan usir mereka cuma karena ganggu kita yang gak jadi ciuman di lampu merah!" cibir Tania.


"Haish, kamu nyindir aku nih? Sayang, aku itu kan cuma kesel aja sama dia! Abisnya dia tuh ngerusak momen romantis kita, kan jadi gagal dah tuh niat aku sama kamu pengen romantis!" ujar Revan.


"Iya iya paham, udah fokus aja nyetirnya! Oh ya, aku mau mampir dulu dong ke rumah bang Jordi sebentar aja! Kamu sekalian ikut aja ya, biar kamu juga bisa tau dimana aku tinggal waktu kecil dulu dan tempatnya tuh kayak apa!" ucap Tania.


"Umm, boleh!" ucap Revan setuju.


"Yaudah,"


Tania pun membuka tutup botol minum yang tadi ia beli dari salah satu anak asuh Jordi, ia meminum itu sendirian tanpa menyisakan untuk Revan.


"Loh sayang, tadi katanya kamu beliin minuman itu buat aku, kok ini sekarang malah kamu minum sendiri sih? Terus buat aku mana sayang?" tanya Revan terheran-heran.


"Ups! Eh iya, aku lupa!" ujar Tania nyengir.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2