
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 13
(Suami pulang)
...•...
...•...
Tania membawa Jordi ke rumah sakit yang dekat dari rumahnya, itu supaya Jordi bisa segera diobati oleh dokter karena Tania sangat khawatir pada kondisi ayah angkatnya itu.
Begitupun dengan Rania yang terus bersedih mencemaskan kondisi ayahnya saat itu, bahkan Rania juga sampai memeluk terus tubuh Jordi yang sekarang berada di brankar tergeletak lemah menahan rasa sakitnya.
"Ayah yang kuat ya yah, Rania gak mau ayah kenapa-napa...!!" ucap Rania sambil meneteskan air mata dan membantu mendorong brankar tersebut.
Jordi hanya tersenyum lalu batuk-batuk kembali, memang saat ini kondisinya cukup buruk akibat pukulan yang diberikan debkolektor tadi.
Jordi menggenggam tangan Rania dan mengelusnya lembut untuk menenangkan hati gadis kecil itu yang sedari tadi terus menangis, tentu sebagai ayah ia tak mau melihat anaknya menangisi dirinya.
Jordi pun dibawa ke ruang rawat untuk diobati luka-lukanya dan juga dicek apakah ada luka di bagian dalam tubuhnya.
"Maaf ya sebaiknya kalian berdua tunggu disini, biar kami yang mengobati pasien.." ucap salah satu perawat meminta Tania & Rania menunggu di luar lalu segera menutup pintu ruangan itu.
Tania serta Rania pun menurut dan menunggu disana sambil duduk, tampak keduanya sangat mencemaskan keadaan Jordi yang tengah mengalami perawatan di dalam.
Namun, tentunya sebagai orang dewasa Tania mencoba menenangkan Rania untuk tidak terlalu mencemaskan ayahnya.
"Rania, udah jangan nangis lagi ya! Kita sama sama berdoa aja buat kesembuhan ayah kamu! Kakak yakin kok pasti dokter bisa sembuhin ayah kamu!" ucap Tania menghapus air mata yang membasahi pipi gadis kecil itu dengan tangannya.
"Hiks hiks... tapi aku khawatir kak sama ayah, tadi aja ayah kelihatan nahan sakit banget! Aku takut kalau ayah bakal ninggalin aku kak, karena aku gak punya siapa-siapa lagi disini selain dia..!!" ucap Rania yang masih terisak karena memikirkan ayahnya.
__ADS_1
Sontak Tania langsung memeluk gadis kecil itu untuk membuatnya merasa lebih tenang, sementara Riko datang kesana membawakan air mineral.
"Permisi non, ini saya belikan air mineral di kantin! Silahkan diminum dulu non biar lebih terasa tenang!" ucap Riko menyodorkan botol air mineral itu pada Tania.
"Oh terimakasih ya pak, kamu kalau mau makan dulu silahkan aja gapapa kok! Sekalian ajak Howard sama Eddie kayaknya mereka lapar juga...!!" ucap Tania.
"Baik non, kalo gitu saya permisi dulu..." ucap Riko sedikit membungkukkan badannya lalu berjalan pergi meninggalkan nona nya disana bersama Rania.
Tania pun membuka tutup botol tersebut lalu memberikannya pada Rania...
"Rania, ini kamu minum dulu ya sayang! Kakak yakin pasti kamu haus kan, nih minum supaya kamu juga lebih tenang..!!" ucap Tania kemudian diangguki oleh Rania, akhirnya Rania mengambil botol air tersebut.
Tania pun tersenyum lalu juga membuka tutup botol miliknya dan mulai meminum air mineral itu sedikit demi sedikit.
Tak lama kemudian, tiba-tiba saja ia merasa ingin buang air kecil mungkin karena habis minum air dingin pemberian Riko tadi.
"Eee Rania, kakak mau ke toilet dulu ya mau pipis! Kamu tunggu disini dulu ya sayang, gapapa kan?" ucap Tania sambil berusaha menahan dulu keinginannya dengan melipat kedua kakinya.
"Iya gapapa kak, yaudah buruan gih kakak ke toilet kayaknya kakak udah kebelet banget...!!" ucap Rania yang tertawa saat Tania menahan rasa kebeletnya.
"Ahaha kamu tau aja sayang, yaudah ya kakak tinggal dulu sebentar kamu jangan kemana-mana oke!" ujar Tania menginginkan Rania untuk tetap disana, lalu ia pun langsung pergi menuju toilet karena sudah tak tahan lagi.
•
•
Setelah selesai menuntaskan hajatnya, Tania pun berniat kembali menemui Rania... namun, tanpa sengaja ia malah berpapasan kembali dengan Tania kecil yang juga masuk ke toilet bersama omahnya.
"Tante Tania..." ucap Tania kecil sambil tersenyum saat melihat ada Tania dewasa disana.
"Eh Tania sayang..." ucap Tania yang kemudian merendahkan posisi tubuhnya lalu memegang pipi gemas gadis kecil itu.
"Tante kesini pasti mau jengukin papah kan? Asikk ternyata tante gak ingkar janji..." ujarnya terlihat gembira karena Tania dewasa datang kesana.
"Jadi papah kamu dirawat disini juga sayang? Wah kebetulan dong, yaudah nanti tante tengokin papah kamu ya!" ucap Tania kembali mencubit pipi gadis kecil yang memang imut itu.
"Sudah sudah Tania, kamu kan katanya pengen pipis kok malah ngobrol sih? Udah nanti aja ngobrolnya ya, sekarang kamu pipis dulu takutnya nanti keluar disini kan repot sayang...!!" ujar Anggi.
__ADS_1
"Iya omah, yaudah ya tante aku mau pipis dulu! Tante tunggu disini aja sampe aku balik! Nanti kita sama sama ketemu papah..." ucap Tania kecil tersenyum.
"Iya sayang," ucap Tania kemudian memberi jalan pada Tania kecil dan Anggi untuk bisa masuk ke dalam toilet itu.
Setelah gadis kecil dan omahnya itu masuk, Tania pun menunggu di luar dengan perasaan bingung, ya ia bingung apakah harus menemui Reno atau tidak.
"Aku harus gimana ya sekarang? Emang sih aku kepengen banget jenguk Reno dan lihat kondisinya, tapi aku takut malah semakin susah buat moveon dari dia nantinya..." gumam Tania.
...•••...
Disisi lain, Rianti baru selesai makan malam bersama keluarga kecilnya itu... ya memang saat suaminya bertugas di luar pulau Rianti hanya tinggal bersama dengan kedua anaknya dan beberapa pembantunya.
Jadi tentu saja Rianti kerap kali merasa kesepian apalagi di waktu tidur karena tak ada suami disampingnya, namun kali ini ia benar-benar bahagia saat seseorang mengetuk pintu rumahnya dan ternyata orang itu ialah suaminya yang telah pulang dari tugasnya di luar pulau.
"Mas Lio..." ucap Rianti terkejut saat melihat suaminya ada di hadapannya lalu langsung tersenyum dan memeluknya begitu saja.
"Aku kangen banget sama kamu mas, akhirnya kamu pulang juga ke rumah ini..!!" ucap Rianti di dalam pelukan suaminya itu.
"Iya sayang, aku juga kangen sama kamu! Gimana kabar kamu dan anak-anak sayang? Gak ada masalah kan selama aku tugas di Sumatera?" ucap Lionel alias suami Rianti menanyakan kabar istrinya itu dan juga anak-anaknya sambil mengelus punggung Rianti dan mengecup keningnya.
"Kita semua baik-baik aja kok mas dan gak ada masalah sama sekali, tapi setiap malam pasti Athar selalu nanyain kabar kamu mas!" ucap Rianti.
"Ahaha aku jadi makin gak sabar buat ketemu mereka, yaudah yuk kita lanjut pelukan di dalam aja jangan disini soalnya dingin!" ujar Lionel.
"Iya mas," ucap Rianti tersenyum lalu melepas pelukannya, ia menautkan tangannya di pinggang Lionel sambil menempelkan kepalanya di bahu suaminya itu.
Begitupun dengan Lionel yang sama juga menaruh tangannya di pinggang ramping istrinya lalu berjalan bersama masuk ke dalam rumah.
Ya tampak Athar langsung berlari bahkan berteriak memanggil ayahnya yang telah kembali, ia juga langsung memeluk Lionel dan dibalas dengan gendongan dari ayahnya itu.
"Wah anak papah udah makin gede aja nih, kangen ya pasti sama papah?" ujar Lionel.
"Hahaha iya dong pah, aku kangen banget sama papah yang tampan ini...!!" ucap Athar.
Mereka pun lanjut berjalan sambil berbicara, sementara Rianti tampak bahagia melihat anak dan suaminya itu sangat akrab.
"Terimakasih mas Lio, kamu udah menerima kehadiran Athar dan bahkan menyayangi dia seperti anak kandung kamu sendiri..." gumam Rianti.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...