Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 376 (Harus puasa!)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 319


(Harus puasa!)


...•...


...•...


Rania tengah bermain monopoli bersama teman kelasnya di dalam kelas tentu, ya sekumpulan gadis kecil yang cantik-cantik itu tampak asyik mengocok dadu dan bermain disana. Ada total empat orang yang sedang duduk mengitari meja dengan tatapan dingin dan fokus pada bidang permainan monopoli itu, Rania juga tak ingin kalah dari mereka.


Ya saat ini giliran Rania mengocok dadu agar ia bisa menjalankan orang-orangan miliknya, ia mendapat angka tiga yang artinya ia hanya bisa berjalan melewati tiga kotak. Rania pun mulai mengangkat dan memindahkan miliknya itu sesuai angka yang ia dapat, dan kebetulan sekali ia berhenti tepat di kotak hadiah yang mana ia bisa mendapat sejumlah uang.


"Hore aku dapat duit! Hahaha, aku emang paling jago disini dibanding kalian! Lihat aja tuh, kota aku lebih banyak daripada kalian bertiga! Mending kalian pada nyerah aja deh," ujar Rania sombong.


"Ish Rania, kamu sombong banget deh! Ingat kata Bu Wati sama pak Faisal, kita itu gak boleh sombong Rania! Ini kan cuma permainan, emang kamu mau dapet dosa karena sombong pas lagi main sama kita?" ucap teman Rania bernama Arlin.


"Iya Rania, kan belum tentu juga kamu bakal menang kali ini!" sahut yang lain bernama Vika.


"Huh, iya deh iya aku salah aku minta maaf! Tadi aku kebawa suasana aja, hehe! Yaudah, sekarang giliran kamu tuh Vika buat jalan!" ucap Rania nyengir.


"Oke!" ujar Vika.


Disaat mereka sedang asyik bermain monopoli, tiba-tiba Rania tak sengaja melihat sosok Athar kecil berjalan di depan kelasnya sembari membawa bungkus telor gulung di tangannya.


"Loh, itu kan Athar. Dia kok makan sih, emang dia gak puasa ya?" ujar Rania terheran-heran.


Akhirnya Rania memutuskan untuk menghampiri Athar ke luar kelas dan bertanya langsung pada putra dari Rianti itu, ya Rania juga terpaksa meninggalkan permainan monopoli nya yang sudah ingin menang demi menegur Athar.

__ADS_1


"Athar tunggu!" teriak Rania menahan Athar.


Sontak pria kecil itu terkejut dan menghentikan langkahnya, ia menoleh dengan mulut masih mengunyah sambil tersenyum menatap ke arah Rania yang ada di depannya.


"Eh Rania, ada apa?" tanya Athar santai.


"Kamu kok malah makan sih Athar? Emang kamu gak puasa?" ucap Rania bertanya keheranan.


"Umm, puasa itu apa Rania?" Athar tak mengerti.


"Hadeh, biarpun kamu masih kecil tapi kamu harus tetap puasa Athar, kayak aku! Siniin deh makanan kamu itu, kamu gak boleh makan sampe nanti adzan Maghrib Athar!" ucap Rania mengambil paksa bungkus telor gulung dari tangan Athar.


"Kok gitu sih Rania? Kalau kamu mau telur gulung nya, kamu kan bisa minta baik-baik sama aku! Jangan langsung ambil aja dong!" ujar Athar.


"Bukan gitu Athar, aku ini lagi puasa. Harusnya kamu juga puasa dong!" ucap Rania.


"Aku gak ngerti sama yang kamu omongin Rania, puasa itu apa sih? Kenapa juga aku harus puasa?" tanya Athar masih tak mengerti.


"Hadeh Athar, seperti yang tadi aku bilang ke kamu. Puasa itu artinya menahan lapar dan haus dari mulai subuh sampai Maghrib, kamu harus bisa belajar puasa Athar! Supaya pas gede kamu gak kesusahan lagi, udah ya kamu puasa juga sama kayak aku!" ucap Rania tersenyum.


"Tahan dulu Athar! Cuma sampe Maghrib kok, nanti baru kamu boleh makan lagi. Yaudah, ini telur gulung nya kamu simpan dulu buat buka puasa nanti!" ucap Rania kembali menyerahkan bungkus itu.


"Eee iya deh Rania, aku juga mau belajar puasa. Tapi, kamu mau gak simpenin telur gulung itu buat aku? Soalnya aku suka gak bisa tahan kalau lihat makanan, nanti malah aku makan!" ucap Athar.


"Ohh, boleh deh! Yaudah, aku bawa ya telur gulung punya kamu?" ucap Rania.


"Iya Rania, kalo gitu aku mau balik ke kelas aku dulu. Sampai ketemu lagi nanti Rania!" ucap Athar.


"Bye Athar!" ucap Rania melambaikan tangan.




Singkat cerita, jam pulang sekolah telah tiba dan tentunya Rania serta Athar pun keluar dari kelas mereka masing-masing lalu bertemu kembali di depan gerbang. Keduanya langsung menghampiri Rianti serta Revan yang sudah datang menjemput disana, ya Tania memang meminta Revan untuk menjemput Rania karena ia sedang sibuk saat ini.

__ADS_1


Rania pun tampak kebingungan karena ia tak melihat sosok Tania ataupun Velove disana, ya karena biasanya pasti ada salah satu dari mereka yang datang menjemputnya ke sekolah. Melihat Rania cemberut karena tidak ada mama serta kakaknya yang datang, Revan pun coba menghibur Rania dengan cara berjongkok dan memegang wajahnya.


"Hai Rania sayang! Kamu nyariin mama sama kakak kamu, ya? Maaf banget ya cantik, mama kamu kan lagi sibuk ngurus pernikahan! Terus kak Tania juga lagi ada urusan sama kak Arsen," ucap Revan.


"Gapapa kak, aku cuma sedikit sedih aja karena gak ada mama atau kakak yang jemput aku. Tapi, aku juga senang kok karena kak Revan mau jemput aku disini sekarang! Makasih banyak ya kak Revan, sekarang kita langsung pulang yuk!" ucap Rania.


"Oh Rania mau langsung pulang? Gak mau main kemana dulu gitu sama kakak?" tanya Revan.


"Umm, emang kak Revan mau?" ujar Rania.


"Ya pasti mau dong sayang! Kakak kan emang pengen banget ajak kamu main, yuk kita jalan-jalan ke mall dulu!" ucap Revan tersenyum.


"Wah asyik! Aku mau dong kak, nanti disana aku bisa main game yang seru-seru kan kak?! Aku udah lama gak main ke mall, sejak terakhir kali kak Tania bawa aku kesana!" ucap Rania kegirangan.


"Iya sayang, kamu bebas main apa aja dan beli apa aja yang kamu mau disana!" ucap Revan.


"Yeay asyik, makasih kak Revan!" ucap Rania.


"Sama-sama, sayang!" ucap Revan tersenyum sembari mengusap puncak kepala gadis kecil itu.


Sementara Rianti terlihat kebingungan karena putranya itu terus saja memegangi perutnya seperti orang yang tengah kelaparan, akhirnya Rianti pun coba bertanya langsung pada Athar disana.


"Athar, kamu kenapa sayang? Kok kamu pegangin perut kamu terus sih? Athar lapar atau lagi sakit perut?" tanya Rianti cemas.


"Iya mah, aku lapar!" jawab Athar pelan.


"Hah? Emang Athar gak makan bekal yang udah dibikinin sama mama? Kan mama udah siapin semua sayang, harusnya kamu makan dong pas jam istirahat!" ucap Rianti.


"Gak bisa mah, kata Rania aku harus puasa dan gak boleh makan sekarang!" ucap Athar.


"Hah??" Rianti terkejut bukan main mendengar penjelasan dari putranya, ia reflek menoleh ke arah Rania sambil geleng-geleng kepala.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2