Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 100 (Ribut terus)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 45


(Ribut terus)


...•...


...•...


Karena tak tahan lagi, Rizky pun berusaha memindahkan tangan Tania menjauh dari area vital miliknya yang mulai mengeras itu.


Dengan perlahan ia mengangkat tangan Tania agar tidak terbangun, akhirnya ia berhasil memindahkannya tanpa membuat Tania terbangun dan meletakkan tangan itu di atas paha Tania.


"Huh untung dia gak bangun, bener-bener dah nih cewek bikin gue bergairah aja malam-malam begini!" gumam Rizky memandangi wajah Tania.


Ia melihat jam di tangannya sudah menunjukkan pukul 1 dinihari, maka ia pun juga berusaha untuk tidur agar besoknya tidak ngantuk saat membantu Tania lagi.


Namun, sebelum tidur ia menyempatkan diri untuk mengelus wajah Tania dengan jarinya.


"Mimpi indah ya Tania!" gumamnya lalu tersenyum.


Rizky pun menyandarkan kepalanya ke tembok lalu perlahan mulai memejamkan mata, ia sebenarnya merasa pegal karena Tania tidur di pundaknya.... tetapi pria itu tidak perduli dan memilih cepat tidur agar rasa pegalnya tak terasa lagi.


Hari sudah pagi, Tania terbangun dari tidurnya dan mengangkat kepalanya yang bersandar di pundak Rizky sebelumnya.


Ia juga melirik ke pria disebelahnya yang masih tertidur dan menatapnya heran, Tania juga melihat ke sekeliling sambil mengucek-ngucek matanya.


"Kok gue bisa tidur di pundak dia sih? Pasti si Rizky nih yang pindahin kepala gue pas lagi tidur, huh dasar sukanya cari kesempatan dalam kesempitan aja!" gumam Tania malah berprasangka buruk pada Rizky.


Seperti orang pada umumnya ia juga menguap serta merentangkan tangannya, baru setelahnya ia berdiri lalu pergi meninggalkan Rizky sendirian disana.


Rupanya Tania hendak mengecek tawanannya di dalam gudang itu, ia membuka pintunya sedikit lalu mengintip ke dalam.

__ADS_1


"Ternyata dia masih ada disana, syukurlah gue gak boleh kehilangan dia sebelum Rania bisa dikembalikan! Bahkan kalo bisa si mafia itu harus mendapat balasan atas perbuatannya ini! Gue gak terima dia berani culik Rania, awas aja ya!" gumam Tania kemudian menutup kembali pintunya dan berbalik badan.


Namun, alangkah terkejutnya ia ketika melihat Rizky sudah bangun dan ada di belakangnya sambil mengucek-ngucek matanya.


"Lu lagi ngapain?" tanya Rizky dengan nada suara yang masih mengantuk.


"Gue cuma mau ngecek tawanan aja, lu kenapa sih ngagetin gue? Emangnya gak bisa nanyanya dari sana aja??" ujar Tania geram karena kaget tadi, sampai saat ini ia juga masih memegangi dadanya yang deg-degan.


Rizky malah tersenyum melihat Tania kaget dan marah-marah padanya, baginya Tania terlihat lebih menggemaskan saat marah seperti itu dan tidak ada galak-galak nya.


"Dih malah senyum, mending sekarang lu keluar beliin sarapan buat gue! Itung-itung sebagai permintaan maaf lu karena udah ngagetin gue kayak tadi..." ucap Tania.


"Heh cewek galak, lu tuh ngeselin banget ya! Kayaknya mending lu tidur aja deh kayak semalam jadinya gak bawel, daripada lu bangun terus kayak gini!" ujar Rizky.


"Ish lu tuh yang ngeselin! Masih pagi udah bikin gue jantungan aja, dah sana beliin gue sarapan!" ujar Tania mendorong-dorong tubuh Rizky agar mau keluar dari sana.


"Apaan sih? Emang lu siapa nyuruh nyuruh gue begitu? Gua gak mau beliin sarapan buat lu, kalo lu mau kita belinya bareng-bareng aja gimana?" ujar Rizky tersenyum.


"Kalo kita berdua beli sarapan, siapa yang jagain anaknya mafia itu di dalam? Ngada-ngada aja lu ah, udah sana beliin sarapan buat gue!" ucap Tania.


"Ogah, lu aja sana yang beli sendiri sekalian buat gue juga!" ucap Rizky lalu malah duduk kembali di kursi dan merentangkan tangannya sambil menguap.


Tania pun tampak kesal dengan sikap Rizky, ia menghampiri pria itu lalu duduk disampingnya dengan tatapan geram.


"Ish ngaco!" ujar Tania mencubit tangan Rizky yang berada di pundaknya dengan keras, ia tampak geram sekali pada pria itu.


"Awh, awhh..." rintih Rizky kesakitan kemudian melepaskan rangkulannya.


Tania malah tertawa puas melihat Rizky kesakitan memegangi tangannya, gadis itu seperti tak merasa bersalah atas tindakannya.


"Hahaha, rasain tuh sakit kan? Makanya tangan tuh dijaga jangan kegatelan, udah semalem nyuri nyuri kesempatan kepala gue dipindahin ke pundak lu! Dasar cowok gatel!" ucap Tania.


"Eh buset nih cewek ngeselin banget, semalam itu gua kasian sama lu takutnya pala lu sakit tidur nyender di tembok makanya gue pindahin kesini! Eh malah lu nuduh gue yang enggak-enggak, tau gitu gue gak peduli dah!" ujar Rizky sambil memegang pundaknya.


"Halah alasan aja!" ujar Tania.


Rizky pun tampak geram dengan wanita disampingnya, ia sampai mengepalkan tangannya menahan emosi.


"Huh sabar sabar... kalo bukan cewek udah gue smackdown lu!" gumam Rizky menarik nafas panjang.

__ADS_1


...•••...


Disisi lain, Rianti sudah menyiapkan sarapan untuk suami tercintanya di meja makan yang ia masak sendiri khusus untuk Lionel tentunya.


Rianti tampak bahagia menunggu suaminya turun dari kamarnya, ia bersama bi Susi pembantunya itu disana.


"Bi, kira-kira mas Lio suka gak ya sama masakan aku?" tanya Rianti meminta pendapat Susi tentang masakannya.


"Ah pasti suka lah nyah, masakan nyonya kan enak ngalahin chef chef terkenal!" ujar Susi memuji masakan Rianti.


"Ish bibi bisa aja deh mujinya, semoga bener deh mas Lio bakalan suka sama masakan aku! Tapi dia kemana ya kok sampe sekarang belum turun turun sih??" ujar Rianti heran karena suaminya tak kunjung turun ke meja makan.


"Sabar aja nyah, mungkin pak Lio nya masih siap-siap kali di kamar!" ucap Susi coba menenangkan Rianti.


"Iya bi, yaudah bibi kalo mau makan sekalian aja ambil ini!" ucap Rianti menawarkan makanannya pada Susi.


"Nanti aja nyah bibi mah, gak enak dong kalo saya makan duluan...." ucap Susi.


"Ya gapapa lah bi, kalo bibi udah laper mah makan aja!" ucap Rianti.


"Enggak nyah, bibi belum lapar kok!" ucap Susi.


Rianti pun mengangguk-angguk pelan, tak lama kemudian suaminya alias Lionel turun dari atas dan menghampiri sang istri yang berada di meja makan.


Rianti yang melihat itu langsung berdiri menghampiri suaminya, Lionel yang sudah rapih itu kemudian mengecup kening istrinya dan membelai rambut Rianti.


"Sayang, aku langsung berangkat ya! Soalnya ada janji sama klien, gapapa kan?" ucap Lionel.


Sontak wajah Rianti berubah menjadi bete, padahal ia sudah menyiapkan makanan untuk suaminya itu.


"Kenapa sayang? Kok sedih gitu??" tanya Lionel heran karena wajah istrinya mendadak berubah.


"Eee gak kok mas, yaudah kalo emang kamu mau berangkat sekarang ya gapapa!" ucap Rianti menahan kesedihannya.


"Oke makasih ya sayang! Aku pergi dulu, jaga anak-anak dengan baik!" ucap Lionel lalu mengecup lagi kening Rianti cukup lama.


Rianti hanya diam dengan raut wajah kecewa, tapi ia berusaha menutupi itu agar suaminya tidak merasa bersalah.


Setelah Lionel pergi, Rianti pun kembali ke meja makan dengan raut wajah sedih... Susi yang melihat itu ikut merasakan kesedihan yang dialami majikannya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2