Preman Cantik

Preman Cantik
ALEX KUADRAT


__ADS_3

Rumah sakit


Di ruangan Alexis


Setelah nyuapi bubur ke bang Alexis dan ngasih Obat.


" Bolehkah Aku pergi kuliah ?? jam 9 Aku ada kelas " ucap Alex hati hati.


Takut gak di ijinin ya Lex, huhuy..


" Boleh, tapi nanti kamu ke sini lagi, ingat janjimu tadi " ucap Alexis menekankan.


" Oke Boss " ucap Alex tersenyum senang sambil ngedipin matanya sebelah..


" Oh lucunya, emesh banget sih , pengen di makan ya ma babang " gumam Alexis dalam hati, sambil menatap Alex gemes.


" Bye , Aku pergi ya " ucap Alex sambil meninggalkan ruangan Alexis tanpa menunggu jawaban dari Alexis.


Di luar ruangan Rio


Alex ngegedor pintu ruangan Rio.


tok.. tok


tok.. tok


Dion membuka pintu, Alex masuk ke dalam Ruangan.


" Bagaimana keadaan Pak Rio apakah sudah baikan ? cicit Alex


" Tambah pening gue, Ada penampakan di sini, gak bisa istirahat, takut di grepein ma Aluminium poil " ucap Rio sambil ngelirik sinis ke arah Dion.


" Enak banget ye klo ngomong, sakit hati i bang "


"Aluminium juga Manusia Tau bukan penampakan, emangnye i kuntilanak apa di kata penampakan " ucap Dion cemberut, bibirnya di monyongin noh 5 senti ke depan..


" Udah udah, Aku pamit dulu ya Pak Rio, ada kuliah pukul 9 , nyo Di nanti telat, Oya ni konci mobil Pak Rio " ucap Alex sambil nyerahin konci mobil milik Alexis tuh sebenernya mh..


Alex pun narik tangan Dion dan pergi meninggalkan ruangan Rio tanpa menunggu jawaban Rio.


Rio cuma gelengin kpalanya.


Di ruangan Alexis


tok tok


"Masuk"


ceklek seorang Dokter masuk untuk memeriksa Alexis.


" Tidak ada yang parah, tapi lebam lebamnya lumayan serius , harus di rawat intensif beberapa hari ke Depan" ucap Dokter.


" Dok apakah Rumah sakit ini menyediakan Ruangan Presiden suitroo ? " tanya Alexis


" Ada, Apakah mau kami Siapkan ? " ucap Dokter tsb.


" Ya Dok , Saya minta yang double kamarnya, untuk temen saya , biar sekalian satu unit dengan Saya .


" Baik akan, kami Sediakan " ucap Dokter.


" Sus, cepat urus kepindahan Tuan Alexis "


" Baik Dok " cicit suster tsb.


Merekapun meninggalkan Ruangan Alexis


Di ruangan Rio


"Duh , Gue baru inget , Sekarangkan Rapat Dewan Direksi"


Rio berusaha nelpon Alexis tapi gak aktif


Kemudian Rio menelpon Lia .


tut


tut


tut


" *hallo Rio, Ada apa ? " ucap Lia.


" Aku dan Alexis gak ke kantor hari ini , ada urusan, Kamu handel semua urusan di kantor, Oya masalah Rapat Dewan Direksi nanti Kamu siapin aja Ruang Rapatnya dan berkasnya, Sisanya biar Aku yang urus " seru Rio*.


" *Okeh , siap saya kerjakan " ucap Lia bercanda.


" He he serius amat Li, si amat juga slow aja tuh " canda Rio.


" Udah dulu ya, Aku mo nelpon Om Willson dulu, Oya Li jangan Rindu ya ma Aku, Aku bukan Dilan he he" sambil nutup sambungan telpon*.


" Apaan sih si Rio , garing amat " gumam Lia sambil tersenyum gak sadar.


Kembali ke Rio


Rio nelpon Om Willson


tut


tut

__ADS_1


tut


" *Hallo Rio , kemana aja sih Kalian dari Semalem hp kalian gak Aktif , Tante Laura khawatir , mana Alex ? " Seru Om Willson.


" Maaf Om gak ngasih kabar, Alex sedang istirahat Om , hp semalem lowbat , baru Aktif abis d cash Om, Oya Om maaf Hari ini Alex dan Saya tidak bisa pergi ke kantor ada msalah sedikit, tapi Om gak usah khawatir Kami baik baik saja,


Ini Om Hari ini ada rapat Dewan Direksi , anu Om maaf , Bisaakah Om menggatikan Alex Om ? " ujar Rio gugup.


" Apa yang terjadi sama kalian, jujur ngomong sama Om, kalau gak jujur Om gak mau gantiin Alex tuk Rapat !" ancam Om Willson.


" Tapi Om janji gak ngasih Tau Tante ya, Takutnya Tante khawatir " ucap Rio menegaskan.


" Iya, Cepat kasih tau " teriak Om Willson .


" Semalem , kami jadi korban salah sasaran Om, di keroyok preman , tapi masalahnya semua dah beres Om, kami juga baik baik saja, sekarang Kami d rumah sakit Mutiara Om " ujar Rio.


" Kenapa gak ngomong dari semalem hah, nganggap enteng Semuanya, Gimana keadaan Alex ? " seru Om Willson khawatir


" Baik baik saja Om, gak da yang serius cuma lebam lebam di seluruh tubuh " ucap Rio keceplosan.


" Aapaa ? lebam seluruh tubuh kamu bilang baik baik sajaa " teriak Om Willson.


" Awas ya Rio kalau Alex kenapa napa, kamu yang tanggung Akibatnya " ancam Om Rio horor banget wajahnya..


" Waduh, Ampun Om , nanti deh di ceritain kalau ketemu Om, Biar Alex saja yang menjelaskan Om "


" Ya udah , kamu jaga Anak Om baik baik , Om mau pergi ke kantor " seru Om Willson sambil menutup telpon*.


Di ruangan Alexis


Suster masuk


"Tuan Ruangannya Sudah Siap" cicit suster.


Alexis hanya mengganggukan kepala.


Merekapun memindahkan Alex dan Rio ke ruangan Presiden suitroom.


di skip saja biar cepet.


Di kampus


Skip kuliah


Mereka sedang di kantin.


"Mo pesan Apa Kalian, Aku yang bayar " seru Alex.


"Asyeeekk " ucap Dion dan Sasa .


" Aku Bakso lava minumnya jus soda herbl" ucap Alex ngomong ke pelayan kantin.


"Aku mie ayam minumnya jus nanas" ucap Dion.


Bakso lava



Soda Herbl



Soto



jus sirsak selasih



mie Ayam



jus nanas



Skip makan


Selesai makan


" Aku gak ikut ke rumah sakit ya Lex, tadi mama nelpon, aku di suruh pulang, gapapa kan " cicit Sasa merasa bersalah.


" Aku juga gak bisa nemenin u, Tante Di minta d temenin ke Bandung nnti sore " ucap Dion dengan muka senang soalnya kan gak bakal ketemu ma seterunya.


" Gapapa kali , Lagian kan Aku yang bertanggung jawab atas kejadian semalem ,


Kalian pergi aja, Aku gaspapa kok.


Merekapun berpisah d tempat parkir.


skip di jalan.


Sebelum ke Rumah sakit Alex membeli makanan buat Alexis.


sampe di parkiran rumah sakit..


Alex sudah tahu Ruang Rawat Alexis di pindahkan , Rio nge WA ngasih tau

__ADS_1


Di ruangan Alexis


tok tok


tok tok


" Masuk "


seru perawat yg bertugas d ruangan itu


Alex masuk


mata melongo tak berkedip


ni Rumah sakit pa hotel, mewah bener


ruang tamunya keren.



" Oya sus kamar Pak Alexisnya yang mana ? " cicit Alex.


" mari saya antar" ujar Perawat tersebut.


merekapun menuju kamar Alexis


mantaps kamarnya



outornya haluu


tok tok


tok tok


"Masuk"


suara Alexis dari dalam


Alex pun masuk ke kamar Alexis


" Kamu dah datang Lexa " ujar Alexis


Biar gak ketuker ya neng.


" baru datang" ucasp Alex


" Ni aku bawa kue buat kamu " cicit Alex sambil membuka bungkusan yang berisi kue.



"wah keliatannya enak, suapin dong " ucap Alexis manjah.


Alex hanya menggelengkan kepala.


" bayi bangotan ni mah ceritanya" gumam Alex dalam hati


" oke, aku suapin " cicit Alex sambil ngambil kue d meja.


Dengan telaten Alex nyuapin si babang manja.


Tiba tiba pintu terbuka


"Alex Sayang "


teriak seseorang di pintu kamar Alexis.


Alex kuadrat sontak menengok barengan ke arah Suara.


" Momy"


"Bu Laura "


" kmu kenal ma Momy Aku ? "


Alex mengangguk sambil melihat Alexis.


" Alexa , kamu disini sayang ?


kamu kenal anak Ibu ?


seru Bu Laura sambil mendekati Alex kuadrat.


Alex hanya menganggukan kepalanya.


" Sayangku, kamu kenapa nak ? sampe pada bonyok gtu ? ucap Bu Laura sambil meluk anaknya..


" Gapapa ko Mom, Aku baik baik saja " ucap Alexis cengengesan.


Merekapun ngobrol .


**Episod ni paling panjang katanya, capek juga


maaf kalau kurang berkenan dan banyak typo


Di tunggu saran dan kritiknya


Terima Kasih**

__ADS_1


__ADS_2