
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 350
(Dipercepat)
...•...
...•...
Velove tengah bersama Arsen berduaan di taman dekat rumahnya, mereka sedang membahas rencana William yang ingin mempercepat pernikahan mereka menjadi lebih dulu dibanding Tania dan Revan.
Ya Arsen sebenarnya setuju-setuju saja karena itu yang ia inginkan agar bisa cepat menikah dengan Velove, namun tampaknya wanita itu masih berpikir keras karena ia belum siap untuk menikah sekarang ini, apalagi papanya juga masih di penjara.
Arsen sebagai seorang lelaki sekaligus calon imam di keluarganya nanti, pun berusaha membujuk Velove agar mau mengikuti kemauan William sang papa untuk mempercepat pernikahan mereka.
"Hey, cantikku!" ucap Arsen pelan.
Pria itu mendekati wanitanya, lalu membelai lembut wajah serta rambut sang kekasih dan memberi kecupan hangat di ceruk leher Velove.
"Kamu kenapa masih ragu sih? Kamu gak pengen nikah sama aku?" tanya Arsen cemas.
"Hah? Gak gitu kak, aku pengen kok kan aku cinta sama kak Arsen! Tapi, yang jadi permasalahan itu aku belum siap buat nikah sama kak Arsen secepat ini!" jawab Velove menjelaskan.
"Kok belum siap? Apa yang bikin kamu belum siap sayang? Sini cerita sama aku, supaya aku bisa bantu kamu persiapin diri kamu! Mungkin karena kamu gak tahu cara berhubungan dengan suami? Nanti aku ajarin kok cantik!" ucap Arsen tersenyum.
"Haish, bukan itu masalahnya kak! Aku tuh belum siap karena aku rasa aku ini belum pantas jadi istri dari seorang Arsenio!" ucap Velove.
"Ohh, ya ampun kamu kok mikirnya gitu sih? Kata siapa kamu belum pantas, ha? Dengar ya cantik, aku justru pengen banget loh kamu jadi istriku! Kamu juga pantas kok, pantas banget malah!" ujar Arsen.
Arsen langsung memegang dua pundak Velove, lalu menatapnya tajam sembari menaikkan dagunya.
"Jangan ragu lagi sayang!" tegas Arsen.
"Umm, entahlah kak aku masih belum tahu. Mungkin aku butuh waktu buat menimang tentang ini, karena kan awalnya kita udah siap buat nikah akhir bulan kak, jadi kalau dipercepat aku agak-agak belum siap gitu!" ucap Velove gugup.
"Ohh yaudah deh, aku kasih kamu waktu buat pikirin semuanya sampe selesai ya sayang! Aku tunggu kabar baik dari kamu, semoga aja kamu bisa terima kemauan papa dan pernikahan kita bisa terlaksana lebih awal dari rencana kita! Karena aku gak sabar buat nikah sama kamu sayang!" ucap Arsen.
__ADS_1
"Iya kak, maaf ya kalau aku bikin kak Arsen nunggu! Aku cuma pengen pernikahan ini gak asal-asalan kak, karena pernikahan kan sakral!" ucap Velove.
"Tenang aja sayang! Aku akan selalu tunggu kamu, sampai kamu bilang siap!" ucap Arsen tersenyum.
"Makasih kak!" ucap Velove.
Arsen mengusap puncak kepala wanitanya dengan lembut lalu mengecup keningnya.
Cupp!
"I love you, itu alasan kenapa aku pengen cepat-cepat menikah sama kamu dan selalu setia nunggu jawaban dari kamu! Karena aku juga tahu, cuma kamu yang bisa bikin aku bahagia sayang!" ucap Arsen penuh ketulusan.
"Aduh kak, aku jadi malu! Tapi, i love too kak! Aku juga pengen nikah sama kak Arsen kok, cuma soal waktu yang dipercepat itu aku masih agak ragu!" ucap Velove tersenyum.
"Iya, aku udah paham kok!" ucap Arsen.
Velove terus mengukir senyum di wajah, lalu perlahan mulai membenamkan wajahnya pada dada bidang sang kekasih yang terasa nyaman.
"Kamu nyaman ya sayang?" tanya Arsen.
Velove hanya mengangguk, dan kembali memejamkan mata merasakan kehangatan disana.
"Mama!"
Tiba-tiba saja teriakan dari Rania membuyarkan momen romantis mereka, ya Velove bahkan reflek mengangkat kepalanya akibat teriakan itu karena ia kaget ada putrinya disana.
"Rania?"
...•••...
Disisi lain, Reno dan Lyota sudah sampai di rumah mama papanya. Mereka hendak berpamitan pada kedua orang tua tersebut sebelum berangkat menuju Bali selama beberapa hari ke depan.
Reno pun turun dari mobil bersama Lyota, namun ia memerintahkan supirnya tetap disana karena ia hanya mampir sebentar, ya bahkan barang-barang miliknya juga ditinggal di dalam mobil.
"Sayang, kok rasanya berat banget ya aku mau pergi tinggalin Tania?" tanya Reno heran.
"Eee ya wajar aja sih mas, kamu kan papanya Tania! Terus kamu juga belum pernah kan tinggalin Tania jauh-jauh?" ucap Lyota.
"Iya sih, terus gimana ya?" ujar Reno bingung.
"Kalau kamu mau ajak Tania gapapa kok, kayaknya dia juga bakal senang ikut sama kita ke Bali. Apalagi disana kan banyak tempat wisata tuh, jadi Tania pasti senang banget loh mas!" usul Lyota.
"Gak bisa gitu dong sayang, kalo ajak Tania kita jadi gak bisa berdua-duaan lah! Aku kan ajak kamu ke Bali niatnya mau honeymoon, masa malah ngajak anak juga sih? Lagian Tania itu juga harus sekolah, mana bisa dia ikut?" ujar Reno.
__ADS_1
"Umm, kalo gitu terserah kamu aja mas! Istri kan ngikut kata suami aja," ucap Lyota tersenyum.
Reno tersenyum lalu merangkul istrinya ke dalam dekapan ia sambil terus berjalan, hingga mereka sampai di depan teras rumah sang papa.
Terlihat Tania kecil tengah bermain disana bersama Darma alias kakeknya dan tampak ceria sekali, Reno pun senang saat melihat pemandangan itu.
"Assalamualaikum..." ucap Reno.
Mendengar suara papanya, Tania kecil pun langsung menoleh dan tersenyum renyah saat melihat kehadiran papa serta mamanya disana, ya gadis mungil itu berdiri lalu bergerak menghampiri mereka disana dan memeluknya.
"Papa mama...!!" teriak Tania kecil.
Sementara Darma tetap di tempat tersenyum melihat cucunya tengah berpelukan dengan Reno dan Lyota.
"Halo sayang! Lagi asik main sama opa ya?" ujar Reno.
"Iya pah, papa main juga yuk!" ucap Tania kecil.
"Eee maaf sayang, tapi papa gak bisa main dulu sama Tania sekarang! Papa sama mama kan harus terbang ke Bali sebentar lagi, nah papa kesini tuh mau pamitan sama kamu!" ucap Reno.
"Yah iya ya papa mama kan mau bulan madu, ya? Aku gak bisa deh main sama papa dan mama!" ucap Tania kecil cemberut.
"Gapapa sayang kan ada opa!" ucap Darma.
Reno pun mencium tangan papanya diikuti dengan Lyota di belakangnya.
"Pah, aku sama Lyota pamit ya?" ucap Reno.
"Iya Ren, jaga diri disana! Jangan lupa pulangnya bawain papa oleh-oleh cucu kedua!" ucap Darma nyengir.
"Hahaha, siap pah!" ucap Reno tertawa.
"Iya pah, aku juga mau adik dong!" ucap Tania kecil.
"Hey, kamu mau punya adik? Wah oke deh, Tania tinggal bilang aja mau punya adik berapa! Nanti biar papa sama mama yang bikin!" ucap Reno.
"Ish kamu mas!" tegur Lyota.
"Hahaha...."
Mereka saling tertawa ria disana, lalu tak lama muncul Anggi dari dalam rumah menatap ke arah mereka semua.
"Mama!" ucap Reno tersenyum.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...