
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 69
(Pelampiasan)
...•...
...•...
Kemarahan Rianti sudah semakin memuncak mendengar perkataan Shani barusan, tatapannya membara ke arah sang suami serta wanita di sampingnya itu. Rianti masih berusaha tidak percaya dengan kata-kata Shani, namun kenyataan berkata lain karena memang suaminya telah merenggut kesucian milik gadis tersebut.
Lionel kini memasang wajah sedih dan menyesal di hadapan sang istri, ia berusaha mendekati Rianti dan menggenggam tangannya untuk meminta maaf. Akan tetapi, Rianti dengan cepat menepis tangan Lionel agar tak menyentuh dirinya.
"Sayang, aku mohon dengerin dulu penjelasan dari aku! Semua ini gak seperti apa yang kamu pikirkan, ada alasannya kenapa aku ngelakuin ini! Kamu harus tau itu supaya kamu gak salah paham sama aku, ayo sayang kita bicara secara tenang di ruangan aku!" ucap Lionel membujuk Rianti agar mau berbicara dengannya menyelesaikan masalah ini.
"Gak akan mas, itu gak akan pernah terjadi! Aku udah muak ngeliat muka kamu mas, aku juga gak mau lagi dengar apapun dari kamu! Sekarang terserah kamu aja mas mau kayak gimana, aku udah pasrah dan ikhlas kalau kamu emang pengen sama dia! Kamu udah perkosa dia, itu artinya kamu juga harus tanggung jawab mas!" ucap Rianti tegas.
"Aku masih mau sama kamu, sayang! Hey, Rianti dengarkan aku! Kejadiannya itu diluar keinginan aku sayang, aku juga gak tau apa yang merasuki tubuh aku sampai-sampai aku melakukan perbuatan keji itu pada wanita ini! Tolong maafin aku sayang, aku gak mungkin bisa pisah dari kamu! Bagaimana nasib anak-anak kita nanti kalau mereka tau kita pisah? Kasihan mereka Rianti, mereka masih kecil!" ucap Lionel terus memohon pada istrinya itu.
__ADS_1
"Cukup, mas! Gausah bawa anak-anak dalam masalah ini, kalau kamu emang peduli sama mereka kamu gak akan pernah mungkin ngelakuin hal itu! Apapun alasannya tetap aja kamu membenarkan kelakuan buruk kamu kan? Udah cukup ya mas, aku gak mau denger apa-apa lagi dan sekarang biarin aku pergi dengan tenang!" ucap Rianti.
Rianti sempat menatap wajah Shani yang tengah tersenyum sinis sebelum ia berbalik badan lalu pergi meninggalkan suaminya disana bersama Shani, Lionel berusaha mengejar istrinya itu tapi ditahan oleh Shani dengan mencengkeram tangannya.
"Tunggu, Rianti!" teriak Lionel.
"Jangan, sayang! Kamu disini aja sama aku, biarin istri kamu pergi! Justru bagus kan kalau dia pergi, jadi kita bisa leluasa berduaan..." ucap Shani.
"Puas? Udah puas kamu sekarang, Shani? Kamu udah injek-injek harga diri aku disini, perempuan macam apa sih kamu ha? Sekarang kamu pergi jauh-jauh dari kehidupan aku, jangan pernah lagi kamu datang temui aku apapun itu alasannya! Aku gak peduli apa yang mau kamu lakukan, intinya jangan dekati aku lagi!" ucap Lionel emosi kembali mendorong tubuh Shani hingga terjatuh ke lantai.
"Awh, awhh..." rintih Shani memegangi lengan serta dahinya yang masih terasa sakit.
Lionel tak perduli dengan itu, ia memilih pergi dari sana mengejar istrinya karena bagaimanapun juga ia harus berusaha keras mempertahankan rumah tangganya dengan Rianti.
...•••...
Joshua terus mengusap-usap wajah Olivia di pangkuannya dan sesekali tangannya mencuri-curi kesempatan untuk memegang bagian gunung kembar gadis tersebut, ia sebenarnya ingin sekali mencicipi tubuh Olivia yang saat ini sudah tak berdaya itu. Namun, ia tertahan oleh janjinya yang tidak ingin merusak wanita tercintanya lagi.
"Kamu seksi sekali ketika sedang tidur seperti ini, Olivia! Rasanya ingin sekali aku mencumbu bibir mungil kamu ini, menyesapnya dan melumatt serta menyusuri rongga mulut kamu! Tapi apa daya aku tidak mungkin melakukan itu pada kamu sebelum kita resmi menikah, andai kamu mau menikah dengan aku Oliv pasti aku tidak perlu kesulitan seperti ini menahan gairah ku..." batin Joshua.
Memang saat ini milik Joshua sudah mulai mengeras seperti hendak masuk ke sebuah lubang wanita, Joshua berusaha keras menahan gairahnya walau sudah sangat memuncak. Ia mengatur nafasnya untuk menghilangkan pikiran negatif dari kepalanya, namun tiba-tiba ia malah teringat pada gadis yang berada di kamar atas yakni Felicia.
"Oh ya, kan ada si Felicia di atas! Gue bisa lampiaskan nafsuu gue ke dia, ya ya benar gue harus samperin dia sekarang mumpung Olivia juga masih tidur pulas!" batin Joshua tersenyum tipis.
Joshua pun secara perlahan mengangkat kepala gadisnya lalu menaruhnya di atas sofa, tampaknya Olivia sangat pulas tertidur hingga tidak sadar jika kepalanya dipindahkan. Joshua langsung pergi menaiki tangga meninggalkan gadis itu sendiri disana, ia sudah tidak bisa menahan nafsuu nya lagi.
__ADS_1
Ceklek...
Tanpa basa-basi Joshua langsung membuka pintu kamar itu, terlihat Felicia tengah duduk di ranjangnya sambil menekuk lututnya. Gadis itu kaget saat pintunya terbuka dan yang datang adalah Joshua, ia menyeka air matanya lalu berdiri menatap pria tersebut dengan tajam.
"Keluarin gue dari sini!" ujar Felicia.
Joshua tak menggubris perkataan Felicia, ia fokus mengunci pintu lalu menaruh kunci itu di atas lemari dan menghampiri Felicia dengan perlahan.
"Nanti, setelah gue nikmatin tubuh lu lagi!" ucap Joshua tersenyum menyeringai.
Wajah Felicia langsung berubah ketakutan, ia berusaha mundur menghindari Joshua. Akan tetapi, Joshua langsung berlari menerkam tubuh Felicia dan menindihnya di atas ranjang. Seperti yang kita ketahui tentunya Joshua langsung melahap bibir gadis itu dan membuka paksa seluruh pakaiannya.
...•••...
Disisi lain, Cakra masih kelimpungan mencari keberadaan putrinya karena sampai sekarang ia tak kunjung menemukannya. Sudah kesana-kemari ia mencarinya bahkan ia telah mengerahkan banyak orang untuk membantunya mencari Velove, namun sampai saat ini tidak ada hasilnya.
"Harus kemana lagi saya mencari kamu, Velove? Sudah hampir seluruh kota saya putari demi kamu, tapi belum juga ada petunjuk mengenai keberadaan kamu anakku! Dimana kamu sekarang?" ucap Cakra cemas.
Seorang wanita yang duduk di sebelahnya langsung berusaha menenangkan mafia itu, ya ialah Ratih wanita sewaan Cakra untuk memuaskan dirinya. Ratih mengelus-elus dada serta lengan Cakra dan menunjukkan sedikit bagian belahan dada miliknya pada pria itu serta mengecup pipi Cakra.
"Sabar, bos! Non Velove pasti bakal ditemukan, gak perlu cemas seperti ini!" ucap Ratih dengan nada manja lalu menarik wajah Cakra ke hadapannya dan langsung ia kecup bibirnya sekilas.
Cupp..
Cakra nampak menikmati itu lalu menahan tengkuk Ratih dan memperdalam ciumannya, lidahnya menari-nari di dalam rongga mulut Ratih dengan sangat lihai dan rakus.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...