Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 183 (Ketemu anak)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 127


(Ketemu anak)


...•...


...•...


Tiba-tiba saja Jordi menarik tangan Jordi menahan pria itu untuk terus berjalan, tentu saja Jordi tampak terheran-heran karena Cakra malah menahannya sehingga Rania pun terus menjauh.


"Bos, kenapa sih? Itu cucu si bos jadi makin jauh, kan capek ngejarnya!" ujar Jordi kesal.


"Tunggu dulu, gue mau bicara sama lu!" ucap Cakra.


"Bicara apa lagi sih, bos? Gue kan udah bilang gadis tadi itu beneran cucu lu, apa masih gak percaya sama omongan gue?" ujar Jordi.


"Gue percaya kok, tapi...." ucap Cakra menggantung.


"Tapi apa, bos?" tanya Jordi heran.


"Kenapa lu panggil dia dengan sebutan Rania?"


Mendengar pertanyaan Cakra malah membuat Jordi terkekeh dan ingin tertawa saat itu juga, sungguh ia tak mengerti mengapa Jordi mempermasalahkan nama panggilan yang diberikannya kepada gadis itu.


"Bos, gue kasih nama anak itu Rania! Emang kenapa sih, ada masalah sama nama Rania??" ujar Jordi sembari menahan tawa.


"Gak ada kok, gue cuma ambigu aja soalnya gue pernah ketemu sama anak yang namanya Rania!" ucap Cakra terlihat keheranan.

__ADS_1


"Ohh, itu paling cuma kebetulan sama aja bos! Yang namanya Rania di kota ini kan bukan cuma satu, bisa aja yang bos temuin itu anak lain!" ucap Jordi.


"Iya juga sih, yaudah sekarang kita lanjut kejar dia! Gue udah gak sabar mau ketemu Rania alias cucu gue yang hilang itu, ayo gausah lama-lama lagi!" ucap Cakra berjalan cepat melewati Jordi.


Jordi pun dibuat terheran-heran dengan tingkah Cakra, ya padahal sebelumnya dialah yang membuat mereka menghentikan langkahnya sehingga Rania pergi menjauh karena tak mendengar suara teriakan dari Jordi. Tapi sekarang malah Cakra memarahi Jordi karena dianggap terlalu lama berjalan, akhirnya Jordi hanya bisa tertawa saja dibuatnya.


Tak lama kemudian, mereka berhasil menyusul Rania yang rupanya tengah duduk sembari makan dengan disuapi oleh seorang pelayan wanita yang ditugaskan menjaga dan mengurusnya memang. Rania tampak gembira terus tertawa saat bersama pengasuhnya itu, walau di dalam hatinya juga masih tersirat keinginan bertemu dengan mamanya.


Jordi & Cakra pun terdiam sejenak menatap gadis kecil yang ada di hadapannya itu sembari tersenyum tipis, terlebih Cakra yang sangat tidak percaya kalau ternyata Rania adalah anaknya padahal sebelumnya ia sudah pernah bertemu dengannya saat ia menculik Rania dari tangan Jordi.


"Ternyata benar, gadis itu Rania yang sama... berarti sebelumnya gue nyulik anak gue sendiri, pantes aja gue ngerasa gak mau kepisah dari dia!" batin Cakra.


Melihat mantan bosnya terdiam dengan air mata mulai mengalir di wajahnya, Jordi pun ikut tersentuh karena ia tahu apa yang dirasakan Cakra saat ini dapat melihat kembali cucunya setelah 8 tahun lebih berpisah dan tak pernah mengetahui kabarnya.


"Bos, kita samperin Rania yuk!" ucap Jordi coba menenangkan Cakra dengan menepuk pundaknya.


Cakra tak menjawab dengan suara, ia hanya mengangguk tanda setuju lalu mulai melangkah ke depan dibantu oleh Jordi supaya langkahnya lebih cepat karena ia tak sabar mempertemukan Rania dengan keluarga kandungnya.


"Raniaaa...."


"Ayah...!!" ucap Rania tampak sumringah.


Gadis kecil itu langsung bangkit dari duduknya lalu berlari menghampiri Jordi, ia menabrak pinggang ayah angkatnya kemudian memeluknya erat.


"Aku kangen sama ayah..." ucap Rania.


"Sama sayang, ayah juga kangen sekali sama kamu!" ucap Jordi mengusap lembut rambut Rania.


Sementara Cakra tampak terisak melihat anaknya memeluk Jordi dengan erat, ia sungguh menyesal telah membuang gadis cantik yang tak bersalah itu ke sungai beberapa tahun lalu.


...•••...


Disisi lain, Rizky nampaknya masih mengikuti Cakra hingga sampai ke rumah Tania dan ia pun terheran-heran karena mobil Cakra berhenti disana lalu orang yang diintainya itu memasuki rumah Tania bersama seorang pria lainnya.


Rizky tak mengerti apa yang sebenarnya dilakukan oleh Cakra sampai mendatangi rumah Tania, ia masih berusaha mendengarkan percakapan Cakra melalui alat penyadap yang sudah ia pasang di jas milik pria tersebut.

__ADS_1


"Jadi cucunya Cakra ada di rumah ini? Namanya Rania, itu artinya adik Tania adalah cucunya si Cakra dong? Ah elah ribet amat sih, mau nyelidikin kasus negara malah jadi merembet kemana-mana!" gumam Rizky kesal sendiri.


TIN TIIINNNN....


Suara klakson dari sebuah mobil yang baru datang mengejutkan Rizky, ya itu adalah mobil milik papa Tania yang memang baru sampai ke rumah setelah sebelumnya mereka berkutat di hutan menghadapi si jahat Savana.


"Itu mobil siapa lagi, ya? Apa mungkin kalau di dalam mobil itu ada Tania...??" gumam Rizky keheranan.


Rizky menanti-nanti seseorang turun dari mobil tersebut, namun rupanya mobil itu terus melaju masuk ke dalam pagar rumah sehingga Rizky tidak dapat mengetahui siapakah yang datang itu.


"Kayaknya percuma deh gue terus-terusan ngikutin si Cakra sampe kesini, bukannya dapet bukti tentang kejahatan dia gue malah jadi tahu yang seharusnya gue gak tahu!" gumam Rizky.


Akhirnya Rizky memilih pergi dari sana dan melajukan mobilnya karena merasa sia-sia sudah mengikuti Cakra, ia bahkan mematikan ponselnya sangking frustasinya akibat belum mendapat info apa-apa tentang kejahatan Cakra.




Sementara itu, Tania turun dari mobilnya bersama dengan sang papa lalu bergandengan tangan berjalan menuju pintu depan sambil tersenyum sumringah. William begitu menyayangi putrinya dan tak ingin apapun terjadi padanya, ia sesekali mengecup puncak kepala Tania disaat mereka berjalan.


"Pah, aku boleh minta fotonya anak temen papa itu gak?" tanya Tania mendongak menatap wajah papanya.


"Ohh boleh, nanti biar papa minta sama temen papa ya soalnya papa gak punya fotonya!" jawab William.


"Oke, pah! Oh ya, soal permintaan aku waktu itu yang pengen kak Arsen dibebasin gimana pah? Papa gak mungkin lupa dong..." ujar Tania.


"Eee... iya papa gak lupa kok, tapi untuk sekarang papa belum bisa lakuin itu sayang!" ucap William.


"Loh kenapa sih, pah? Aku tuh kangen sama kak Arsen, aku pengen dia juga ada disini..." ucap Tania memohon pada papanya dengan wajah memelas.


"Sabar ya, sayang! Papa butuh waktu buat memikirkan itu, gimanapun juga Arsen yang sudah membunuh mama kamu sekaligus istri papa!" ucap William mengingatkan Tania putrinya kalau Arsen yang dirindukannya adalah pembunuh.


Tania pun terdiam sembari memanyunkan bibirnya seperti bebek, ia sedih karena papanya masih belum bisa memaafkan Arsen dan mengikhlaskan kepergian mamanya seperti dirinya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2