Preman Cantik

Preman Cantik
MASIH BERLANJUT...??


__ADS_3

Di kamar Mommy and Daddy


" Akhirnya Anak Kita menikah dengan Wanita yang Dia cintai.


Aku sangat Bahagia Sayang, Terima Kasih sudah menjadikan Alexa menjadi menantu keluarga Kita " ucap Mom Laura sambil mencium pipi Suaminya.


" Harus ada Imbalannya dong Sayang " ucap Daddy tersenyum licik sambil mencium bibir Istrinya.


" aah sayang" ucap Mommy malu.


" Aku menginginkanMu sekarang Sayang " ucap Daddy sambil mel'**mat bibir Istrinya dan Istrinyapun membalasnya dengan penuh Gairah.


Dan Merekapun bercinta dengan penuh gairah yang membuncah, tidak hanya sekali tapi berkali kali mereka melakukanya.


Malam yang panjang, panjang untuk pasangan Pasutri..


Aah suami mana suami ..


Di tempat lain, steve dan Diana


Steve mengetok kamar Diana.


Diana membuka kamar.


" kamu ! "


Tanpa menjawab Steve menerobos Masuk ke dalam kamar Diana.


Menutup dan mengunci kamar Diana.


Diana kaget.


" kenapa kamu mengun....


Belum beres bicara Steve sudah m******* bibir Diana dengan Rakus.


Diana kaget terdiam mematung, aah .


Lama lama Diana membalasnya dan entah apa yang mereka pikirkan beberapa menit kemudian Mereka sudah berada di atas tempat tidur tanpa memakai baju sehelaipun.


Mereka bergulat bergumul penuh gairah.


Desahan demi desahan keluar dari mulut mereka .


Berburu mencari kenikmatan Dunia.


Akhirnya Mereka mencapai pelepasan bersama.


Steve menghempaskan tubuhnya di samping Diana , Mereka saling berpelukan.


" Besok kita menikah " ucap Steve sambil mengecup kening Diana.


Diana terdiam , masih mencerna omongan Steve.


" Aku tau Kamu masih mencintaiku,


Aku juga tetap mencintaimu dari dulu sampai sekarang dan Selamanya.


Maafkan Aku yang tidak Tegas , tidak bisa mengambil keputusan.


Aku membiarkan Dirimu menungguKu dalam ketidak pastian.


Maafkan Aku Sayang " lirih Steve sambil terus memeluk Diana dengan erat.


Diana hanya terisak dalam pelukan Steve.


Flashback on


27 Tahun yang lalu


" Sayang Aku sangat mencintai Mu ,


Aku ingin kita menikah secepatnya " ucap Steve kepada sang Kekasih.


Diana hanya tersenyum dan memeluk tubuh Kekasihnya.


Steve dan Diana Berpacaran Diam diam tanpa Ada yang mengetahui.


Orang tua mereka tidak merestui hubungan Mereka .


Diana berasal dari keluarga sederhana


Ayahnya seorang guru dan Ibunya seorang penjahit baju.


Sedangkan Steve berasal dari keluarga kaya, Ayahnya seorang pengusaha yang sukses.


Mempunyai beberapa Hotel juga restaurant.


" Kamu harus menikah dengan perempuan yang sederajat dengan kita"


itulah Perkataan Orangtua Steve yang Selalu terngiang ngiang di dalam otaknya..


Steve dan Diana


Mereka sedang berada di taman kota.


Duduk di pinggir danau buatan , di bawah sebuah pohon rindang.


Steve memeluk Diana dari Belakang.

__ADS_1


" Sayang sampai kapan kita akan merahasiakan hubungan kita? " ucap Diana sendu.


" Sebentar lagi sayang, setelah Ayah menyerahkan tanggung jawabnya ke Aku"


ucap Steve sambil mengecup bahu Diana.


" Apakah itu sangat penting" ucap Diana lagi.


" Itu sangat penting sayang, kamu tahukan sepupuku sangat licik.


Dia akan berusaha terus untuk merebut semuanya dari Ayah , tunggulah Sebentar lagi." ucap Steve lagi.


Jeder... jeder


kilat dan geledek menyambar dan hujan pun turun dengan derasnya.


Mereka berlari menuju Mobil.


Masuk mobil dan melajukannya meninggalkan taman.


Steve melajukan Mobilnya menuju Apartementnya, karena itu tempat terdekat dari taman, Dia tidak mau melihat Diana kedinginan terlalu lama.


Apartement Steve


Steve membawa Diana ke Apartement nya


tubuh mereka basah kuyup kehujanan.


" bersihkan tubuh Mu sayang , nanti masuk angin" ucap Steve sambil menuntun Diana masuk ke dalam kamarnya.


Diana menurut saja mengikuti Steve.


"ini bajunya, mandilah dan gantilah baju Mu " ucap Steve.


Diana menerima baju dari Steve dan masuk ke kamar Mandi.


Beberapa menit kemudian Diana keluar dari kamar mandi dengan memakai kaos yg kebesaran dan Celana yg kebesaran.


Giliran Steve masuk ke kamar mandi.


Diana yang merasa Lapar pergi ke dapur dan membuka kulkas, ada beberapa sayuran juga daging sapi di dalam kulkas.


Aku bikin capcay sayuran aja dan mie goreng.


Dianapun menggelung rambutnya ke atas.


Mulai beraksi ,memasak.


d skip saja.


Steve menghampiri Diana dan Memeluknya dari belakang.


" Geli sayang, duduklah di kursi, sebentar lagi selesai " ucap Diana.


Steve berjalan ke kursi makan duduk sambil memperhatikan Diana masak.


Beberapa menit kemudian, masak selesai.


Diana pun menyiapkan makanan di atas meja makan .


Mereka makan dengan Lahap.





Sementara di luar hujan masih belum berhenti.


Setelah selesai makan Mereka duduk d Sofa sambil menonton TV.


Mereka berpelukan .


Steve menciumi Wajah Diana.


" Sayang Kamu cantik banget, Aku gak sabar ingin menikahi Mu " .


Steve m******* bibir Diana, mereka memang sedang di mabuk cinta.


Diana membalas L**matan Steve, mereka saling ******* , lidah mereka saling berpagut saling menukar slavina.


Dan lum**tn Steve berpindah ke leher Diana membuat tanda kepemilikan di sana.


Steve menggendong Diana membawanya ke kamar dan menghempaskannya d atas ranjang king size nya


Cumbuan berlanjut , sekarang mereka sudah tidak memakai sehelai benangpun.


Desahan demi desahan keluar dari mulut Diana.


" Aah Sayang Aku gak tahan "


Akhirnya penyatuan dua insan yang sedang di mabuk cintapun terjadi .


Diana menyerahkan mahkotanya yang berharga, setelah mencapai pelepasan bersama, Steve merebahkan tubuhnya di samping Diana sambil memeluk Diana dengan erat.


" Maafkan Aku sudah merenggut kesucian kamu sayang, Maafkan Aku.


Diana hanya diam tak bergeming.


"Kita akan segera menikah secepatnya, Aku janji " sambil menciumi wajah Diana gemes.


Karena kelelahan akhirnya Mereka tertidur dengan pulasnya.

__ADS_1


Seminggu berlalu .


Diana belum bertemu lagi dengan Steve, bahkan Steve pun tidak menghubungi Diana sama sekali.


Diana sangat sedih.


Di kampus pun Mereka tidak bertemu, Steve menghilang bagai di telan bumi, tak ada kabar sama sekali.


Di depan kampus ada sebuah Mobil mewah terparkir di pinggir jalan, dan seorang supir mobil tersebut menyuruh Diana tuk masuk.


" Nona , Nyonya besar ingin bertemu " ucap supir tersebut sambil membukakan pintu mobil mobil.


Diana terkejut.


" Nyonya besar ? Siapa ? Ada perlu apa ?" gumam Diana pelan tapi masih terdengar oleh pak supir.


" Cepat suruh Dia Masuk " sura dari dalam mobil marah.


Diana tidak mau buat Masalah , Diapun masuk ke dalam mobil tsb.


Dan Mobilpun melaju meninggalkan kampus menuju Sebuah Restaurant Mewah .


Beberapa menit kemudian Mereka sampai dan menuju VIP room.


" Duduk " ucap Nyonya tersebut.


Diana pun duduk di Sofa yang ada di ruangan itu.


" Berapa yang kau mau ? supaya meninggalkan anakku ? seru Nyonya besar.


" Apa ? " kaget tak percaya.


" Maksud Nyonya Apa ?" tanya Diana kembali .


beneran gak ngerti.


" Berapa yang kau inginkan..?


Berapa banyak uang yang kau inginkan ?


Untuk meninggalkan Steve anakku."


Ucap Nyonya besar.


Diana terkejut tak percaya dengan apa yang Dia dengar.


Wanita tersebut ternyata ibunya Steve.


"Apakah cinta putra anda bisa di beli dengan Uang Nyonya.


Nyonya salah, Aku mencintai Putra Anda dengan tulus tanpa meliat setstus dan harta


Ki saling mencintai.


Aku mohon Restui Kami Bu.


" Enak saja, sampai kapanpun Aku tidak akan pernah sudi merestui Kalian.


Kamu hanya mencintai harta anaku ku saja kan ?


kamu tinggal pilih pergi menjauhi Steve atau Aku akan menghancurkan semua kluargamu kalau perlu Aku akan menyuruh orang untuk membunuh Kluarga Kamu." ancam Nyonya besar.


" ini cek kosong, tulis berapapun yang kau inginkan , pergilah dari kota ini , kalau perlu dari Negri ini, jauhi Anakku dan jangan Pernah kau bertemu lagi dengan Anakku." ucap Nyonya besar sambil meninggalkan tempat itu.


Diana hanya diam membisu


Dia menjatuhkan tubuhnya ke lantai, menamgis meraung menjerit sambil memukuli dadanya yang sesak.


Tak sanggup rasanya meninggalkan pria yg selama ini Dia cintai.


Tapi apalah Daya, Dia tidak mau kehilangan kedua Orangtuanya.


Diana pun pergi meninggalkan tempat itu dengan penuh luka .


Apakah Semua Orang kaya seperti itu.


Diana pulang ke Rumah .


Orang tuanya sudah duduk di Sofa.


Diana melihat Koper berjejer.


" Bu , Yah ko kopernya ada di sini ?


Siapa yang mau pergi.


" Kita sayang "


" Ayah di pindahkan ngajarnya ke kota Bireun Aceh, terus Tadi ada yang datang kemari, Dia mengancam akan membunuh kita Semua kalau tidak meninggalkan kota ini.


" Dan ini, Dia sudah membelikan tiket nya "


Kami gak ngerti kenapa bisa begini nak.


Tapi demi keselamatan kita, Lebih baik kita pergi, mereka juga mengancam Kluarga Ayah dan kluarga Ibu.


Diana menangis sambil memeluk kedua Orangtuanya. Kenapa Takdir begitu kejam.


Merekapun meninggalkan kota itu dengan perasaan terluka...

__ADS_1


__ADS_2