Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 73 (Hutang Jordi)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 19


(Hutang Jordi)


...•...


...•...


Keesokan harinya, Tania datang ke markas copet Jordi untuk menemui Fajar yang memang selalu berada disana mengawasi para copet.


"Ada apa lu mau ketemu gue Tania? Oh ya gimana kondisi bang Jordi sekarang, dia baik-baik aja kan?" tanya Fajar saat telah mendekati Tania.


"Alhamdulillah bang Jordi udah sadar dan dokter bilang kondisinya semakin membaik, gue dateng kesini mau tanya sama lu apa penyebab bang Jordi sampai bisa terluka seperti itu? Gue yakin lu pasti tau kan karena lu selalu ada disini...!!" ujar Tania.


"Iya lu bener Tan, gue emang tau kenapa bang Jordi sampai jadi seperti itu... waktu itu gue sama Tama dan juga anak-anak copet lainnya ada disini, kita saksiin semuanya secara langsung di depan mata kita Tan! Jujur gua kasihan banget sama bang Jordi saat itu, dan gue merasa bersalah karena gak bisa tolongin dia Tania...!!" ucap Fajar sedikit menitikkan air mata sambil mengusap matanya itu.


"Lu cerita semuanya sejelas-jelasnya sama gue, siapa yang udah lakuin ini ke bang Jordi? Ada masalah apa sebenarnya yang menimpa bang Jordi sampai dia harus dipukulin dan masuk rumah sakit kayak gini?" ujar Tania menatap serius ke arah Fajar.


"Sorry Tania, gue kayaknya gak bisa cerita sama lu soal ini! Gue takut bang Jordi nanti ngamuk dan malah hajar gue kalo tau gue yang udah cerita semuanya ke lu...." ucap Fajar.


"Kalo lu gak mau cerita ke gue, justru lu juga bakal gue hajar saat ini juga! Udah gapapa lu cerita aja semuanya ke gue jangan ada yang ditutup-tutupi, gue mau tau apa yang terjadi sebenarnya..!!" ujar Tania memaksa Fajar untuk bicara.


"Iya iya Tan, gua bakal cerita semuanya ke lu kok! Tapi lu janji ya jangan bilang ke bang Jordi kalau gue yang udah kasih tau lu, gue masih mau kerja disini Tan!" ucap Fajar menunjukkan wajah memelas.

__ADS_1


"Lu tenang aja soal itu, yaudah sekarang cepet jelasin semuanya ke gue! Setelah ini gue mau balik ke rumah sakit bawain perlengkapan bang Jordi, jadi gue gak punya banyak waktu buat basa-basi!" ujar Tania.


"Oke, jadi gini Tan.... dulu setelah lu mutusin buat pergi dari bang Jordi dan tinggal sama keluarga kandung lu di Finland, bang Jordi sangat terpukul Tan dia bahkan terus menerus bersedih dan gak mau keluar rumah! Sampai suatu hari, dia pergi ke sungai Cisadane tempat dia temuin lu... disana dia juga gak sengaja nemuin anak bayi lagi yang kemungkinan di buang sama orang tuanya sama kayak lu dulu, sejak saat itu dia langsung berubah jadi lebih bahagia karena berhasil mendapatkan pengganti lu!" ucap Fajar menjelaskan panjang lebar.


"Nah semakin besar bayi itu, semakin banyak biaya yang dibutuhkan bang Jordi untuk merawat dan membesarkannya supaya bayi itu bisa tumbuh jadi copet yang kuat dan sehat.... bang Jordi bingung harus gimana lagi buat dapetin uang banyak, dia udah suruh semua anak buahnya buat nyopet lebih giat tapi hasilnya masih aja kurang! Malah kebanyakan anak buahnya ditangkap sama polisi dan di penjara, bang Jordi pun makin bingung karena kekurangan personil copetnya! Sedangkan Rania sudah semakin besar dan butuh banyak nutrisi untuk mendukung pertumbuhannya...." sambung Fajar menghela nafas sejenak karena berbicara cukup banyak.


Tania menyadari kalau pria di depannya merasa lelah, ia pun menyuruhnya untuk duduk agar bisa lebih leluasa bercerita.


"Duduk aja biar gak ngos-ngosan gitu!" ucap Tania.


"Iya Tan," ucap Fajar kemudian berjalan menuju kursi tempat biasa Jordi duduk, ya mereka berdua pun duduk disana.


Setelah duduk, Tania kembali meminta Fajar untuk melanjutkan ceritanya karena sudah tidak sabar menantikan kelanjutannya.


"Akhirnya bang Jordi mutusin buat pinjam uang ke teman-teman premannya, satu persatu preman ia datangi untuk meminta pinjaman uang! Tapi sayang, gak ada satupun dari mereka yang bisa kasih uang pinjeman ke bang Jordi karena mereka juga sedang kesulitan uang....!! Tapi, salah satu dari mereka nyaranin bang Jordi buat pinjam uang ke rentenir di dekat sini yang namanya Rudolf atau biasa dipanggil kang Rudolf si rentenir kejam! Mau gak mau karena terdesak, bang Jordi datengin alamat Rudolf yang dikasih sama temannya itu! Ya dia pun pinjam uang ke Rudolf dengan memberi jaminan surat rumah miliknya dan semua anak buah dia," ucap Fajar menyambung ceritanya.


Sontak Tania sangat syok saat mengetahui kalau Jordi menjadikan rumah dan anak buahnya sebagai jaminan untuk meminjam uang pada rentenir.


"Setiap terlambat bayar, bunga dari hutang itu semakin bertambah Tan malah sekarang jadi lebih banyak daripada jumlah hutang itu sendiri! Bang Jordi bingung mau pake cara apa lagi buat bayar semua hutang-hutangnya, sudah berulang kali debkolektor datengin dia dan tagih hutangnya! Sampai kemarin mereka datang lagi dan bang Jordi belum bisa bayar tagihan hutangnya bulan ini, akhirnya mereka langsung pukulin bang Jordi! Oh ya semalam mereka juga datang lagi kesini, karena sebelumnya bang Jordi udah janji mau bayar hutangnya malam itu...." ucap Fajar.


"Gue gak diapa-apain kok, karena gue sama anak-anak yang lain berhasil dapetin uang banyak dari hasil nyopet dan serahin ke mereka! Tapi itu cuma cukup buat bayar hutang pokoknya, bunga-bunga yang udah menumpuk masih belum bisa kita bayar Tan.... gue khawatir mereka bakal balik lagi dan langsung ambil Rania, karena dari yang gue denger kemarin mereka minta Rania sebagai tanda lunas dari hutang-hutang bang Jordi!" jelas Fajar.


Lagi-lagi Tania membulatkan matanya terkejut, ia jadi semakin mencemaskan kondisi Rania sekarang setelah mendengar perkataan Fajar.


"Emangnya berapa jumlah bunganya? Terus hutang yang masih harus dibayar semuanya jadi berapa?" tanya Tania penuh kecemasan di wajahnya.


"Jumlahnya sekitar 200 juta Tan...." jawab Fajar.


"Hah...???" ujar Tania menganga kaget setelah mendengar jumlah hutang yang dimiliki Jordi.


__ADS_1



Disisi lain, Reno telah berhasil bangkit dari posisi tidurnya dan duduk dengan posisi sempurna tanpa merasakan sakit seperti sebelumnya.


Hal itu membuat Tania kecil dan kedua orangtuanya bahagia sambil memberikan tepuk tangan pada Reno, begitupun sang dokter yang juga ikut senang karena pasiennya bisa semakin pulih.


"Selamat ya pak, sebentar lagi mungkin bapak akan bisa berjalan seperti biasa... tapi untuk saat ini cukuplah seperti ini dulu sampai kondisinya memungkinkan, jangan terlalu dipaksakan ya pak kalau terasa sakit atau nyeri!" ucap dokter.


"Iya dok, terimakasih sudah membantu mengobati luka di kepala saya! Sekarang saya sudah merasa lebih baik dok, apa saya bisa keluar dari sini dok? Saya bosan terus-terusan disini gak ada kegiatan, apa boleh saya sekedar jalan-jalan di taman?" ujar Reno coba bertanya pada sang dokter.


"Boleh kok pak, tapi harus dengan kursi roda supaya lebih aman dan bapak juga tidak boleh banyak menggerakkan kepala bapak supaya sakitnya tidak kambuh kembali..!!" ucap dokter.


"Iya dok pasti saya hati-hati kok, terimakasih ya saya jadi bisa jalan-jalan lagi sama anak saya! Hey Tania sayang, kamu temenin papah ya jalan-jalan ke taman di rumah sakit ini..." ucap Reno lalu mengalihkan pandangan ke arah Tania kecil dan tersenyum.


"Asikkk akhirnya papah bisa keluar....!!!" ujar Tania kecil berteriak cukup kencang sambil mengangkat kedua tangannya karena sangat bahagia.


"Sebentar ya pak, saya ambilkan dulu kursi roda untuk bapak!" ucap suster disana kemudian berjalan keluar mengambilkan kursi roda.


Sambil menunggu kursi roda datang, Tania kecil menghampiri papahnya dan memeluk tubuh Reno dengan penuh kasih sayang.


"Aku sayang banget sama papah...!!" ucap Tania kecil membenamkan kepalanya di atas paha papahnya.


"Papah juga sayang sekali sama kamu nak, i love you so much...!!!" ucap Reno mengusap-usap kepala anaknya lembut.


"Kalau papah udah bisa jalan, kita ke makam mamah ya pah? Sebentar lagi kan hari ulang tahun mamah, aku pengen kita datang kesana sama-sama...!!" ucap Tania kecil.


"Iya sayang pasti kok!" ucap Reno pelan dengan mata yang berkaca-kaca akibat mengingat kembali tentang istrinya yakni Rosa.


Mendengar ucapan anak kecil itu membuat Anggi & Darma hatinya tersentak, mereka kompak bersedih dan meneteskan air mata disana.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...RAMAIKAN DONG MAACIH🤗🙏...


__ADS_2