
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 340
(Anggi berubah)
...•...
...•...
Setelah merasa tenang, kini Lyota pun kembali ke dalam rumah bersama suaminya. Ya mereka berjalan bersamaan dengan Reno merangkul pundak wanita itu dari samping, Reno berharap Lyota bisa lebih sabar menghadapi sikap mamanya itu.
Disaat mereka sampai di ruang tamu, terlihat ada Anggi sedang berdiri disana menatap ke arah mereka sambil tersenyum. Yang membuat mereka heran adalah Anggi tampak sembab seperti orang yang habis menangis, tentu saja Reno pun coba bertanya pada mamanya ada apa.
"Mah, mama kenapa? Mama abis nangis ya?" tanya Reno penasaran plus cemas.
Anggi langsung menggunakan tangannya untuk mengusap air mata di pipinya, ia tersenyum kemudian melangkah maju mendekati Reno serta Lyota yang ada di depannya.
"Mama gapapa kok," jawab Anggi.
"Serius mah? Jujur aja kali sama aku, mama lagi ada masalah sama papa atau gimana?! Gak biasanya mama nangis begini," ujar Reno tak percaya.
"Bukan kok, mama cuma sedih aja. Mama ngerasa bersalah sama kalian, harusnya mama itu gak bikin Lyota jadi sedih kayak tadi! Maafin mama ya Reno, Lyota, mama udah banyak salah!" ucap Anggi.
"Mama bicara apa sih? Mama tuh gak ada salah sama aku atau mas Reno, harusnya aku yang minta maaf sama mama karena aku belum bisa jadi menantu yang baik buat mama!" ucap Lyota.
"Enggak sayang, kamu itu udah jadi menantu yang baik kok! Mama yang selama ini selalu tutup mata melihat kebaikan kamu!" ucap Anggi.
Anggi melangkah lebih dekat dan hendak meraih dua tangan Lyota, ia pun menggenggam nya dan menatap wanita itu dari jarak dekat.
"Sayang, boleh mama peluk kamu?" tanya Anggi.
Lyota terkejut mendengarnya, ia melirik ke arah Reno seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar dari mulut Anggi. Pasalnya, Anggi memang tak suka pada Lyota dan lebih sering mencibirnya.
"Ma-mama serius bicara begitu? Mama mau peluk aku?" Lyota gugup tak percaya.
"Iya Lyota sayang, boleh gak mama peluk kamu? Mama pengen minta maaf sama kamu, karena mama udah banyak salah sama kamu!" jelas Anggi.
__ADS_1
Lyota pun terharu mendengar perkataan Anggi, ia maju dan berpelukan dengan mama mertuanya itu. Lyota menangis merasa senang sekali karena akhirnya ia bisa merasakan pelukan dari Anggi yang selama ini tidak suka padanya.
"Maafin mama ya sayang! Mulai sekarang mama akan belajar menghargai kamu!" ucap Anggi.
"Makasih mah, aku juga minta maaf!" ucap Lyota.
Sementara Reno tersenyum senang melihat Anggi yang sudah berubah sikapnya, ia kini merasa tenang dan tak perlu cemas lagi jika meninggalkan Lyota sendirian di rumah.
"Syukurlah! Akhirnya mama bisa akur sama istriku, ini sebuah momen yang aku tunggu-tunggu sejak lama!" batin Reno.
Setelah puas berpelukan, Anggi pun melepas pelukannya dan memegang dua pundak Lyota. Ia menghapus air mata dari wajah istri putranya itu sambil tersenyum.
"Udah sayang, jangan nangis ya!" ucap Anggi.
"Iya mah, aku cuma seneng aja! Karena aku bisa dipeluk sama mama, makasih ya mama udah mau terima aku jadi menantu mama!" ucap Lyota.
"Sama-sama sayang, kamu itu emang anak yang baik! Selama ini kamu selalu bersikap baik dan berusaha menunjukkan ke mama kalau mama itu salah, Reno emang gak salah pilih!" ucap Anggi.
"Iya dong mah, yakali Reno main-main dalam memilih calon istri sekaligus ibu bagi Tania!" ucap Reno tersenyum.
Tak lama kemudian, Darma muncul bersama Tania kecil dari arah samping. Mereka merasa heran melihat Anggi dan Lyota tengah menangis disana, tentu saja Darma pun langsung mengajak Tania untuk menghampiri mereka disana.
"Mah, Reno, Lyota, ada apa ini?" tanya Darma penasaran.
"Papa, ini loh mama akhirnya bisa terima Lyota jadi menantu di keluarga ini!" jawab Reno.
"Iya pah, mama baru sadar sekarang kalau Lyota itu emang wanita yang baik dan dia cocok sama Reno putra kita!" ucap Anggi tersenyum.
"Wah syukurlah! Selamat ya Lyota, akhirnya kamu bisa ambil hati mama kamu!" ujar Darma.
Momen itu pun ditutup dengan Tania kecil yang menghampiri Lyota serta Anggi, lalu mereka berpelukan disana.
...•••...
Disisi lain, Tania kembali ke rumah bersama Riko setelah mengantar Jordi pergi ke bandara. Ya gadis itu tampak sedih mengingat Jordi adalah ayah angkatnya yang sudah sangat dekat dengannya, bahkan dari ia masih bayi.
Tania turun dari mobil dengan perasaan lesu, ia berjalan sangat lamban karena sambil membayangkan momen-momen kebersamaan ia dulu bersama Jordi dari mulai kecil sampai sudah sebesar ini.
"Bang, jujur gue gak rela dan gak bisa harus pisah jauh dari lu! Biar gimanapun, lu itu yang udah rawat gue dan jasa lu ke gue itu banyak banget! Bahkan saat gue delapan tahun di Finland, gue selalu kepikiran sama lu, bang!" gumam Tania dalam hati.
Tiba-tiba saja, seseorang menepuk pundaknya dari belakang dan membuat Tania terkejut bukan main.
"Tania!"
__ADS_1
Sontak Tania reflek berbalik dan hendak memukul orang tersebut, akan tetapi ia mengurungkan niat setelah melihat Revan lah yang ada disana.
"Eh eh, kamu kok mau pukul aku sih Tania?" ujar Revan ketakutan.
"Haish, ternyata kamu! Lain kali jangan ngagetin aku begitulah, Van! Aku pikir kan kamu orang lain, lagian biasanya juga gak gitu tuh! Kamu mau ngapain datang kesini?" ucap Tania bete.
"Yaelah galak amat sih! Aku kesini ya mau temuin calon istri aku lah, kan aku harus tau kamu lagi ngapain sekarang?!" ucap Revan nyengir.
"Ohh, yakin cuma itu?" tanya Tania.
"Iya dong sayang, sekalian aku juga mau berduaan sama kamu! Mesra-mesraan gitu!" ujar Revan.
"Hilih udah aku duga!" cibir Tania.
"Hehehe, kamu kan juga suka sayang mesra-mesraan sama aku! Yaudah, aku anterin kamu ke dalam rumah ya? Aku juga pengen ketemu sama papa kamu!" ucap Revan.
"Iya, ayo!" ucap Tania singkat.
Revan pun maju dan merangkul Tania, mereka berjalan berdampingan menuju ke dalam rumah.
"Oh ya, ngomong-ngomong kamu abis darimana? Tadi aku lihat kamu baru turun dari mobil, ada urusan apa?" tanya Revan penasaran.
"Kepo banget sih!" ujar Tania.
"Dih gitu, kamu gak mau ngasih tau aku nih?" ujar Revan.
"Eee kasih tau gak ya...??" goda Tania.
"Yaelah kasih tau aja napa!" ujar Revan kesal.
"Hahaha, iya iya aku kasih tau! Tadi tuh aku abis anterin bang Jordi ke bandara," ucap Tania.
"Loh, bang Jordi mau kemana?" tanya Revan.
"Kalimantan, katanya mau nyusul saudaranya yang lagi di penjara. Aku udah berusaha tahan dia, tapi dia tetap kekeuh pengen kesana! Yaudah deh, apa boleh buat?" jawab Tania.
"Ohh, yang sabar ya Tania! Walaupun bang Jordi pergi, kan masih ada aku disini yang bakal sayangin kamu! Terus ada juga papa kamu sama kakak kamu, jadi jangan sedih ya cantik!" ucap Revan.
"Iya, aku gak sedih kok!" ucap Tania tersenyum.
"Nah gitu dong!" ucap Revan mencolek dagu Tania.
Revan pun mempererat pelukannya, membuat Tania sedikit sulit bergerak bahkan tak bisa bernafas.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...