
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 146
(Curiga)
...•...
...•...
Tania masih bersama Revan di cafe dan tengah menikmati sepiring makanan sembari mengobrol membahas hubungan mereka, seperti sebelumnya hingga kini Tania masih saja merasa gugup serta tidak berani menatap langsung wajah Revan.
Revan pun hanya bisa terkekeh saja sembari geleng-geleng kepala menyaksikan tingkah Tania yang menggemaskan, semakin lama ia semakin jatuh cinta pada wanita di hadapannya itu apalagi Tania juga menunjukkan gerak-gerik bahwa dia memiliki perasaan yang sama dengannya.
Tliingg....
Tiba-tiba ponsel milik Tania berdering pelan tanda kalau ada pesan masuk ke nomornya, ia pun menghentikan sejenak aktivitas makannya untuk mengecek siapa yang mengirim pesan tersebut dan ternyata terpampang nama Reno disana.
💌Reno : Tania, please! Aku mau kita ketemuan sekarang di taman biasa, ada yang pengen aku bicarakan sama kamu!
Lagi-lagi Tania memilih tak merespon pesan dari Reno tersebut, keputusannya sudah bulat untuk menjadikan Revan sebagai calon suaminya karena menurutnya pilihan papanya adalah yang terbaik dari siapapun itu.
"Siapa yang sms?" tanya Revan penasaran.
"Bukan siapa-siapa, gak penting juga!" jawab Tania gugup sembari melirik sekilas wajah Revan.
"Ohh, yaudah lanjut aja makannya!" ucap Revan.
"Iya..."
Tania hanya mengatakan itu sembari mengangguk lalu mulai kembali melanjutkan memakan makanan di piringnya, ia masih memikirkan juga mengenai perasaan Reno yang sepertinya masih mengharapkan jawaban dari dirinya.
"Apa gue temuin aja ya si Reno? Kasihan juga kalo dia terus-terusan nunggu gue..." batin Tania.
Melihat Tania yang seperti tengah kebingungan, Revan pun penasaran lalu melipat kedua tangan di atas meja sembari menatap Tania dengan serius untuk mencari tahu apakah perkiraannya mengenai sikap Tania adalah benar.
__ADS_1
"Tania?" tegur Revan.
"Ya?"
Sontak Tania terkejut dan reflek menoleh ke arah Revan yang tengah memandangnya, Revan pun tersenyum karena ditatap oleh Tania setelah cukup lama gadis itu terus menunduk tak mau menatap matanya seperti sekarang.
Namun, karena Revan malah tersenyum begitu Tania pun kembali membuang muka memalingkan wajahnya ke arah lain karena merasa malu, sedangkan Revan sendiri cukup kecewa lantaran Tania malah menunduk lagi.
"Ada apa sih, Van?" tanya Tania sambil menunduk.
"Harusnya aku loh yang nanya sama kamu!" ucap Revan.
"Hah? Nanya apa??" ujar Tania terkejut.
"Kamu loh kenapa daritadi diem aja begitu kayak orang yang lagi banyak pikiran? Emangnya kamu mikirin apa sih, Tania?" ucap Revan.
"Eee... bukan apa-apa kok, Van! Oh ya, aku boleh pamit pulang sekarang gak?" ucap Tania.
"Loh kok langsung pulang sih? Jangan dulu dong, masih banyak yang aku mau obrolin sama kamu! Termasuk soal hubungan kita, kan sebentar lagi pertunangan kita mau diadain..." ucap Revan.
"Umm.... kan bisa lain waktu, aku soalnya harus pergi sekarang!" ucap Tania.
"Iya..."
Tania menghabiskan makanan miliknya dengan cepat supaya ia bisa segera pergi dari sana untuk menemui Reno, bagaimanapun juga ia merasa bersalah karena sudah menggantung pria itu dan sampai sekarang belum memberikan jawaban.
Sementara Revan merasa curiga pada sikap Tania yang seperti menutupi sesuatu darinya, ia pun penasaran hendak pergi kemana Tania sampai terburu-buru begitu padahal mereka belum sempat membahas pertunangan mereka.
"Gue jadi curiga sama Tania, apa gue ikutin aja ya si Tania supaya gue bisa tahu?" batin Revan sembari memandangi wajah Tania.
...•••...
Disisi lain, Reno masih menunggu balasan dari Tania dan ia juga belum pergi dari taman tempat ia mengajak Tania ketemuan karena ia masih berharap gadis itu mau menemuinya walau sebelum ini ia sempat frustasi dan hendak menyerah.
Akan tetapi, nasihat dari mendiang istrinya membuat ia kembali bersemangat untuk mengejar cintanya dan mendapatkan Tania agar ia bisa hidup bahagia kembali seperti dulu disaat ia masih memiliki sosok istri seperti Rosa.
"Tania kenapa sampe sekarang belum bales chat dari gue juga, ya? Gue jadi ragu sama perkataan Rosa, bisa aja kan Tania emang gak cinta sama gue!" gumam Reno sembari menatap layar ponselnya.
Cukup lama Reno menunggu disana sampai orang-orang yang berlalu lalang bosan melihatnya, ia sendiri juga sebenarnya bosan dan ingin pergi namun terhalang oleh janjinya pada Rosa untuk terus berusaha demi mendapatkan cinta sejatinya.
Berkali-kali Reno berdiri lalu duduk kembali karena sangking bosannya ia menunggu disana, mungkin sudah hampir sekitar 1 jam atau lebih juga bisa ia berada disana menunggu yang tak pasti karena hingga kini pun Tania juga belum membalas pesannya.
__ADS_1
Akhirnya Reno yang lelah menunggu memilih untuk pergi saja dari taman itu, ia rasa ini sudah cukup membuktikan kalau Tania memang tidak ada rasa suka padanya dan cintanya hanya bertepuk sebelah tangan tak akan mungkin berbalas.
"Gue pergi aja deh...."
Reno pun bangkit dengan perasaan kecewa karena Tania tidak hadir disana, ia berjalan lemas menuju tempat parkir taman itu untuk mengambil mobilnya lalu pergi dari sana dan kembali pulang ke rumah menemui putrinya disana.
"Reno...!!"
Namun, tiba-tiba saja suara teriakan seorang wanita muncul di gendang telinganya membuat langkah Reno terhenti lalu tubuhnya terhenyak hebat karena ia merasa tak asing dengan suara yang didengarnya saat ini.
Perlahan Reno membalikkan tubuhnya sembari berharap kalau ia tak salah mengira mengenai siapa yang memanggil namanya itu, dan benar saja di hadapannya kini berdiri sosok wanita yang telah lama ia cintai dan nanti-nanti.
"Tania...."
Reno amat sangat gembira melihat Tania berdiri disana memandangnya dengan rambut berantakan akibat terkena hembusan angin, namun itu justru menambah keindahan wajah Tania dan membuat Reno semakin terpukau padanya.
"Akhirnya kamu datang, Tania...." ucap Reno.
Sangking gembiranya Reno sampai langsung mendekap tubuh Tania dengan erat dan menghirup aroma tubuh gadis itu yang sangat ia rindukan, Tania terkejut tak sempat menghindar karena Reno sangat cepat memeluk dirinya.
"Aku seneng banget kamu mau datang, terimakasih Tania!" ucap Reno di dalam pelukan itu.
"Eee.... iya Ren, gue tahu lu seneng! Tapi, tolong lepasin tubuh gue!" ucap Tania.
Akhirnya Reno melepas pelukannya setelah Tania memintanya, ia tak mau Tania marah atau kecewa padanya karena terus memeluk tubuhnya tanpa izin seperti tadi.
"Ma-maaf, aku spontan tadi...." ucap Reno.
"Gapapa, kita langsung aja!" ucap Tania.
"Oke, yuk duduk!"
Reno pun mengajak Tania duduk disana, gadis itu hanya mengangguk lalu menaruh tubuhnya di atas bangku yang tersedia sesuai permintaan Reno.
Di arah lain yang tak jauh dari sana, ada Revan yang sengaja mengikuti Tania untuk memastikan kemana gadis itu pergi karena ia benar-benar penasaran.
"Siapa cowok itu? Kenapa dia peluk Tania?"
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1