
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 336
(Tidak jadi)
...•...
...•...
Tania dan Revan tengah menikmati momen berdua di dalam mobil pria tersebut, ya mereka saat ini hendak pergi menuju suatu tempat sekaligus keliling jalan-jalan menikmati hari libur. Revan berencana mengajak Tania ke Jakarta untuk mengunjungi berbagai macam tempat wisata yang ada disana, dan ya Tania pun setuju karena ia juga ingin main kesana.
Sepanjang perjalanan mereka selalu berbincang mengenai pernikahan mereka yang akan segera berlangsung, Revan sudah tidak sabar ingin menikah dengan gadis itu dalam waktu dekat. Tania sendiri hanya senyum-senyum saja ketika mendengar Revan yang sangat ingin menikah, padahal ini masih hari raya lebaran dan tak seharusnya Revan begitu.
"Sayang, pernikahan kita dipercepat aja ya jadi besok? Kayaknya kelamaan deh kalo pertengahan bulan, keburu aku gak kuat sayang! Aku udah pengen banget nikah sama kamu!" ucap Revan.
"Hah? Ya ampun, kamu ini stress apa gimana sih? Yakali pernikahan kita mau dimajuin jadi besok, jangan ngada-ngada deh! Lagian kamu mah bukan udah gak sabar pengen nikah sama aku, tapi pengen malam pertamanya kan?" ujar Tania.
"Hehe, ya itu termasuk salah satu alasan aku juga sayang!" ujar Revan nyengir.
"Dih, dasar kamu! Udah ah, pokoknya pernikahan kita tetap berjalan sesuai rencana dan gak ada perubahan titik!" ucap Tania tegas.
"Huft, yaudah deh iya!" ucap Revan pasrah.
Tania geleng-geleng kepala lalu memalingkan wajah ke arah samping, sedangkan Revan menoleh ke arah gadisnya dan menggerakkan satu tangannya untuk mengusap lembut rambut Tania dari samping.
"Rambut kamu itu loh, halus banget sayang! Aku jadi pengen elus terus, kayaknya kalo dicium juga wangi deh nih! Boleh ya sayang aku cium kamu, kita melipir dulu sebentar ke pinggir?! Aku gak tahan sayang, kamu selalu bikin aku begini!" ujar Revan.
"Van, kamu tuh sebenarnya niat buat ajak aku jalan atau mau bertindak mesum sih?" tegur Tania.
"Loh kok mesum sih? Aku cuma pengen cium kamu sayang, kan gak ada salahnya seorang kekasih cium kekasihnya?!" ucap Revan membela diri.
__ADS_1
"Halah alasan!" cibir Tania.
"Yeh malah begitu, aku jadi makin kepengen buat cium kamu sayang! Udah ya kita berhenti dulu supaya aku bisa cium kamu dengan leluasa, kali ini gak ada penolakan!" ujar Revan.
Tania memejamkan mata sembari menghela nafas karena perkataan Revan itu, sedangkan sang kekasih langsung menghentikan mobilnya ke pinggir jalan dan menatap wajah Tania sambil tersenyum penuh arti kalau ia sedang bergairah.
Tanpa basa-basi, Revan mencengkeram rahang Tania dan memajukan wajahnya.
"Sayang, kamu indah banget sih! Bibir kamu super, bikin aku ketagihan pengen cium terus! Jangan ditolak ya sayang!" ujar Revan.
"Haish...." Tania hanya Bisa pasrah.
Perlahan Revan memajukan wajahnya mendekati bibir Tania sembari membelainya lembut, ya pria itu akhirnya berhasil menempelkan bibirnya pada area yang ia inginkan dan terjadilah perlumatan disana.
Tania memejamkan matanya menikmati apa yang diberikan Revan padanya, ia tak bisa pungkiri kalau ia memang menyukai saat Revan mencium bibirnya seperti itu, bahkan Tania mulai bisa membalas permainan lidah pria tersebut walau belum lancar.
Revan melepas pagutannya, namun ia tetap menahan tengkuk gadis itu dan menatapnya.
"Nikmat sayang! Kalau begini kan aku enak, jadi gak perlu susah-susah nahan lagi pas di jalan sayang!" ucap Revan tersenyum.
"Van, awas ya kalau nanti di tengah jalan kamu minta berhenti lagi buat kayak gini! Aku gak akan mau turutin kemauan kamu, karena nanti kamu malah jadi ngelunjak tau!" ancam Tania.
"Hahaha, tenang aja sayang! Aku gak akan begitu lagi kok, tapi ada syaratnya!" ucap Revan tertawa.
"Hah? Apa?" ujar Tania kebingungan.
"Kita ciuman lagi!" jawab Revan.
Revan dengan secepat kilat langsung kembali melumatt bibir gadisnya, kali ini bahkan lebih rakus dan ganas sehingga Tania kewalahan meladeni permainan kekasihnya itu. Suara decakan bibir mereka pun terdengar, tangan-tangan Revan juga terus merabaa-rabaa bagian tubuh gadisnya.
"Mmppphhh..."
...•••...
Disisi lain, Rianti telah memutuskan untuk berbicara pada Reno mengenai identitas aslinya sebagai ayah kandung dari Athar alias putranya itu. Ya Rianti sudah sangat yakin kalau ia harus melakukan itu, tentunya demi kebahagiaan Athar yang hingga kini terus saja bertanya mengenai ayahnya, Rianti pun tak punya pilihan lain selain berkata jujur kepada putranya itu.
Lionel sang suami juga mendukung saja apa keputusan yang ingin diambil Rianti, karena ia yakin kalau itu adalah yang terbaik dan setiap ibu pasti tahu yang terbaik untuk anaknya. Rianti pun merasa senang lantaran suaminya juga tak masalah jika ia nantinya berbicara pada Athar tentang Reno, walau ia yakin ada sedikit rasa sedih di dalam hati Lionel.
__ADS_1
"Mas, kamu beneran gapapa nih kalau aku cerita tentang Reno ke Athar? Kamu gak akan ngerasa cemburu atau apa kan, kalau nantinya Athar lebih sayang sama Reno?" tanya Rianti.
"Kamu kok nanyanya begitu sih? Yakali aku harus iri sama Reno, gak banget kali sayang! Udah lah, lagian Reno itu kan emang papa kandungnya Athar. Jadi, kalau memang Athar lebih sayang sama Reno ya gak masalah kok sayang!" jawab Lionel.
"Umm, tapi nantinya kasih sayang kamu ke Athar gak akan berkurang kan mas?" tanya Rianti.
Lionel terdiam sejenak mendengar pertanyaan istrinya, entah mengapa ia bingung harus menjawab apa pada Rianti saat ini.
"Ya pasti enggak lah!" jawab Lionel tegas.
"Syukur deh! Kalo gitu sekarang aku udah yakin buat bicara sama Athar tentang ayah kandungnya, aku mau ke depan dulu ya mas temuin Athar? Kamu mau ikut atau enggak?" ucap Rianti.
"Eee aku disini aja," ucap Lionel gugup.
"Oh oke deh, aku ke luar dulu ya mas?" ucap Rianti.
Lionel hanya mengangguk memberi izin pada istrinya untuk pergi ke luar dari kamar.
Rianti pun turun dari ranjangnya, wanita yang mengenakan daster berwarna ungu itu berjalan membuka pintu, lalu ke luar untuk menemui Athar putranya dan membicarakan mengenai ayah kandung Athar yang sebenarnya.
Setelah berkeliling rumah, akhirnya Rianti berhasil menemukan Athar tengah bermain bersama suster pengganti yang bernama Beti. Ya karena suster Amel saat ini tengah mengambil cuti lebaran.
"Athar sayang..." ucap Rianti menyapa putranya sembari berjalan menghampiri pria kecil itu.
"Eh mama?" ucap Athar sumringah.
"Lagi ngapain nak?" tanya Rianti duduk di dekat Athar sambil mengusap puncak kepala putranya itu.
"Aku lagi main sama suster Beti dan dedek Christy, seru loh mah! Yuk sini ikutan! Papa kemana, kok gak ikut sama mama?" ucap Athar.
"Eee papa kamu di kamar, sayang!" ucap Rianti.
Melihat Athar yang sudah lebih ceria dibanding sebelumnya, membuat Rianti menjadi ragu untuk bercerita tentang Reno pada putranya itu. Ia khawatir justru Athar malah akan bersedih nantinya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1