Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 159 (Hampir saja)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 103


(Hampir saja)


...•...


...•...


Tania sedang dalam perjalanan pulang bersama Riko dengan mobilnya, ia terus melamun membayangkan wajah Reno ketika mereka bertemu di cafe tadi. Jujur Tania tak menyangka kalau mereka bisa bertemu kembali setelah sekian lama, apalagi ternyata Reno adalah klien papanya yang artinya mereka pasti akan terus bertemu setelah ini.


Tania tak tahu harus merasa senang atau sedih saat ini karena dapat bertemu kembali dengan Reno, memang ia masih menyimpan rasa cinta pada pria itu sampai sekarang. Namun, Tania juga sedang berusaha melupakan semua kenangan tentang Reno dari hidupnya karena ia merasa tak pantas untuk bisa bersanding dengan pria seperti Reno.


Riko yang tengah menyetir jadi tidak fokus karena melihat nona nya tampak bersedih melalui kaca spion, ia pun teringat akan kejadian tadi saat ada seorang lelaki yang memaksa Tania untuk berbicara dengannya. Riko pun berpikir kalau saat ini Tania bersedih karena lelaki tersebut, tiba-tiba ia mengepalkan tangannya dan merasa emosi.


Ciitttt...


Saat di tengah perjalanan, Riko menginjak rem secara mendadak sampai membuat ia serta Tania terdorong ke depan. Riko memang sedang tidak fokus karena memikirkan nona nya, hampir saja pria itu menabrak mobil seseorang yang terparkir di pinggir jalan dekat trotoar.


"Pak, ada apa sih? Kalo pak Riko lagi gak fokus, yaudah biar saya aja sini yang nyetir! Bahaya loh itu, kalau kita sampe nabrak dan mobil itu rusak gimana?" ujar Cahaya menegur Riko.


"I-i-iya, maafin saya non!" ucap Riko gugup dan masih terengah-engah.

__ADS_1


Tak lama seorang pria datang mendekati mobil yang terparkir tersebut, rupanya ia adalah pemilik mobil yang hampir saja ditabrak Riko barusan. Pria itu memeriksa kondisi mobilnya, kemudian beralih memandang mobil milik Tania yang juga masih terdiam disana karena Riko syok.


Tania yang melihat sosok pria tersebut tampak mengenalinya dan tak asing dengan pria itu, apalagi ketika pria tersebut memandang ke arahnya membuat ia semakin yakin kalau pria itu memang benar kenalannya.


"Revan...??" gumam Tania menganga begitu melihat wajah pria tersebut yang ternyata ialah Revan, ya Revan merupakan dokter pria yang selalu suka menolong dirinya ketika dibutuhkan.


Riko mendengar walau sekilas nama yang diucapkan Tania, ia pun juga teringat pada sosok di depan mobilnya tersebut karena sering bertemu juga.


Revan terus maju hingga akhirnya mengetuk kaca mobil Tania, ia sepertinya meminta Riko membuka kaca tersebut karena ia ingin berbicara.


Setelah kaca mobilnya dibuka, Revan justru terkejut bukan main karena yang dilihatnya adalah Riko sang pengawal pribadi Tania yang setia. Tentu Revan masih ingat betul dengan wajah pengawal itu, ia yang tadinya hendak marah pada Riko pun tampak berubah menjadi kaget.


"Loh, anda pengawal Tania kan? Kenapa anda sampai hampir menabrak mobil saya, apa anda tidak bisa menyetir dengan baik?" ujar Revan sedikit kesal, ia menegur Riko karena menurutnya pengawal itu seharusnya bisa lebih berhati-hati lagi.


"Iya maaf, pak! Saya tadi sedang tidak konsen makanya hampir menabrak mobil anda, tapi sekarang kan intinya mobil anda tidak kenapa-napa dan saya juga baik-baik saja! Jadi, tidak ada yang perlu kita bahas lagi disini pak karena semua sudah clear dan tak ada masalah juga!" ucap Riko santai.


Tania yang mendengar perdebatan antara pengawalnya dengan Revan hendak ikut berbicara karena ia rindu pada sosok pria tersebut yang sudah sering membantunya, rasanya ia ingin sekali menemui Revan dan bicara empat mata dengannya.


...•••...


Disisi lain, Rianti mengantar putranya ke kamar untuk mengganti pakaiannya sekaligus menghindari suaminya di ruang tamu. Rianti memang masih belum bisa menerima kembali suaminya dan memaafkan Lionel, walau ia tetap melayaninya sebagaimana tugas seorang istri pada suami.


"Mah, kenapa malah mama yang ikut kesini? Biasanya kan aku juga ganti baju ditemenin mbak Aliyah, atau aku bisa sendiri kok mah!" ujar Athar.


"Gapapa sayang, mama sekali-kali mau bantu kamu dan lagian mbak Aliyah kan lagi repot ngurus adik kamu!" ucap Rianti mengusap wajah Athar.


"Ohh iya sih mah, yaudah aku mau langsung mandi ya mah! Soalnya badan aku udah lengket banget, kayaknya kalo mandi di siang hari yang panas begini bakalan seger banget deh mah!" ujar Athar.


"Iya, Athar mau mandi sendiri atau mama temenin?" tanya Rianti sembari membuka baju putranya.

__ADS_1


"Mandi sendiri dong mah, aku kan udah gede! Kalau masih dimandiin sama mama, nanti aku malu dong sama dedek Christy!" jawab Athar tersenyum.


"Hahaha, pinter banget sih anak mama ini!" puji Rianti sembari mencubit gemas pipi Athar.


Setelah seluruh pakaian Athar ditanggalkan dan handuk juga telah melilit tubuhnya, Athar pun bergegas menuju kamar mandi. Sedangkan Rianti menunggu di luar sembari menyiapkan pakaian ganti untuk putranya tersebut, ia juga siap-siap jika Athar nantinya membutuhkan sesuatu.


Ceklek...


Tiba-tiba saja ada yang membuka pintu dari luar, Rianti terkejut dan reflek menoleh ke arah pintu yang berada di belakangnya. Rupanya sang suami lah yang datang kesana, seketika wajah Rianti langsung cemberut seperti tak suka melihat suaminya.


"Hey, sayang!" ucap Lionel langsung memeluk tubuh istrinya dari belakang, ia mengecup tengkuk Rianti yang terbuka serta menjilat nya.


"Mas, jangan!" ujar Rianti berusaha berontak melepaskan diri dari cengkeraman suaminya, tetapi usahanya sia-sia karena Lionel malah mempererat pelukannya serta terus mencumbu leher jenjang sang istri hingga membuat Rianti melenguh.


"Kamu semakin hari semakin menggoda aja sayangku, ingin rasanya aku main sama kamu sekarang!" ucap Lionel menggoda istrinya, ia menggigit daun telinga sang istri dengan lembut lalu kembali mengecup tengkuknya.


"Mas, gausah ngada-ngada deh! Cepet sekarang mas keluar dari sini, sebelum Athar ngeliat!" ujar Rianti.


"Iya, aku bakal keluar kok! Asalkan nanti kamu mau nyusul ke kamar dan layani aku, ingat bagaimanapun kamu masih berstatus sebagai istri aku dan harus selalu siap ketika aku meminta jatah ku!" ucap Lionel mengingatkan sang istri.


"Ish iya aku tau, udah sana cepat keluar!!" bentak Rianti sambil meronta-ronta.


Akhirnya Lionel melepaskan tubuh Rianti, ia tersenyum sembari memegang dagu sang istri dan mengecup bibir mungil Rianti sekilas.


"Oke, aku tunggu di kamar ya sayang!" ucap Lionel mendesahh di telinga istrinya sembari merabaa bagian dada Rianti.


Setelahnya, Lionel pun keluar dari kamar putranya tersebut meninggalkan sang istri disana. Ia kembali ke ruang tamu menunggu kehadiran Rianti, tampak ia sudah tidak tahan untuk segera menuntaskan keinginannya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2