
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 217
(Aku mau)
...•...
...•...
Reno masih terheran-heran pada Lyota yang justru hanya diam disaat ia sudah menuruti kemauan gadis itu untuk tetap disana sebentar, Reno pun memajukan wajahnya lalu menyentuh hidung Lyota dengan jarinya bermaksud agar gadis itu mau berbicara dan mengatakan apa sebenarnya yang ingin dia bicarakan padanya.
"Sayang! Kamu tuh mau bicara apa sih? Kok kayak ragu gitu? Udah sayang, kamu bicara aja gausah takut! Saya gak akan marah kok sama kamu, apapun yang kamu ingin bicarakan!" ucap Reno.
Lyota pun melirik sekilas wajah Reno dan kembali menunduk, ia terus menyatukan kedua jarinya sembari menggigit bibir bawahnya. Lyota agak ragu untuk mengatakan kalau ia kesal dan tak mau Reno berbicara lagi seperti tadi pada ibunya, entah mengapa Lyota takut membuat Reno kesal lalu malah berbalik memarahinya.
Sementara Reno hanya bisa pasrah menunggu sembari mengusap wajahnya dan menggerak-gerakkan kakinya ke jalan menanti gadis di hadapannya itu untuk segera berbicara, mungkin sudah sekitar lima belas menit ia menunggu disana.
"Eee Reno, gue mau bicara... tapi, lu jangan marah ya!" ucap Lyota gugup.
"Ya ampun, iya sayang! Buat apa sih saya marah sama kamu, ha? Udah kamu bicara aja gausah takut kalau sama saya mah!" ucap Reno gregetan sendiri pada sikap Lyota.
"Eee iya, jadi gue gak mau aja lu bicara lagi kayak tadi ke ibu. Kan gue juga belum kasih jawaban ke lu, harusnya lu jangan bilang gitu dong ke ibu! Gue takut ibu jadi berharap nantinya, kan gue juga yang repot dan ngerasa bersalah!" ucap Lyota.
Reno tersenyum lalu meraih tangan Lyota dan menarik tubuh gadis itu ke dalam dekapannya.
"Hey!" Reno menarik dagu gadisnya sehingga ia dapat menatap jelas kedua kelopak mata yang indah milik gadisnya tersebut.
"Ren, jangan marah! Gue kan—"
"Ssshhh! Siapa yang marah? Justru sekarang saya mau tekankan ke kamu, kalau saya gak akan bicara begitu lagi sama ibu!" potong Reno sembari menempelkan telunjuknya pada bibir Lyota.
"Beneran?" tanya Lyota tak percaya.
"Iya sayang, yang penting kamu bahagia dan enggak marah lagi sama saya karena saya udah bicara begitu ke ibu kamu tadi." jawab Reno.
__ADS_1
"Bagus deh, gue lega sekarang." ucap Lyota tersenyum. "Yaudah, lu boleh pulang kok sekarang! Lepasin tangan gue juga, jangan dibawa balik!" sambungnya sambil nyengir.
Cupp...
Lagi-lagi Reno mendaratkan kecupan pada bibir mungil gadisnya, Reno juga mengusap lembut wajah Lyota sampai membelai rambutnya. Gadis itu hanya bisa memejamkan mata sembari menggigit bibir bawahnya lagi dan lagi.
"Saya pulang dulu, ya? Tapi, jangan sedih! Besok saya langsung datang lagi kok kesini!" ucap Reno.
"Iya, gue gak sedih kok." ucap Lyota.
"Yaudah, good night cantik! See you tomorrow!" ucap Reno sambil tersenyum dan perlahan melepas tubuh Lyota dari dekapannya lalu melangkah mundur.
"Iya, night too..." ucap Lyota.
Reno pun melambaikan tangan sembari memutar tubuhnya, ia berjalan menuju mobilnya dan langsung masuk ke kursi kemudi. Sedangkan Lyota tetap berdiri disana sambil senyum-senyum, ia menunggu sampai Reno benar-benar pergi dari rumahnya.
"Dadah Lyota sayang...!!" ucap Reno membuka kaca mobilnya lalu kembali melambai ke arah Lyota.
"Iya, dadah!" ucap Lyota pelan dan juga melambaikan tangan ke arah Reno.
Setelahnya, Reno pun memacu mobilnya dengan perlahan dan mulai meninggalkan rumah Lyota. Gadis itu tampak tersenyum sambil terus memandangi mobil Reno yang perlahan menjauh, sampai tiba-tiba saja pikirannya meminta ia untuk mengejar Reno dan berbicara lagi padanya.
"Duh, gue kelupaan lagi!" ujarnya.
Ya benar saja, Reno kebetulan memang mendengar dan melirik melalui spion kalau Lyota tengah berlari mengejarnya. Karena penasaran, Reno pun menginjak pedal rem dan berhenti sejenak untuk bertanya kepada gadis itu. Reno membuka pintu mobil, kemudian turun dari mobilnya itu dan menemui Lyota di luar.
Lyota tampak ngos-ngosan begitu sampai di dekat mobil Reno, ia bahkan kesulitan berbicara dan butuh istirahat sejenak sembari mengatur nafasnya.
"Ada apa sih?" tanya Reno bingung.
"Eee gue mau bicara lagi sama lu. Maaf banget, tadi gue lupa!" ucap Lyota.
"Apa?" tanya Reno penasaran.
"Eee.... gu-gue...." ucap Lyota menggantung.
"Kamu apa?"
"Gue mau kok jadi istri lu, gue terima lamaran lu Reno." jawab Lyota dengan nafas yang masih tersengal.
Mendengar itu membuat Reno terkejut bukan main, ia bingung antara harus senang atau apa karena ia tak menyangka jika Lyota akan menjawabnya secepat ini.
__ADS_1
"Ka-kamu serius, sayang?" tanya Reno gugup.
"Enggak, gue bercanda! Ya serius lah! Gue udah pikirin matang-matang daritadi, soalnya menurut gue, lu emang cowok baik kok dan bisa bimbing gue!" jawab Lyota.
Kali ini barulah Reno bisa tersenyum bahagia, ia tak dapat lagi menahan kegembiraan di dalam hatinya saat ini. Tanpa basa-basi, Reno langsung menyergap tubuh Lyota dan mengangkatnya lalu berputar sembari berteriak-teriak bahagia.
"SAYA SAYANG SAMA KAMU, LYOTAAA...."
Lyota yang tubuhnya diangkat dan diajak berputar oleh Reno itu hanya bisa memejamkan mata sembari menutup telinganya, ia benar-benar tak habis pikir dengan reaksi Reno yang berlebihan itu.
Setelahnya, Reno pun menghentikan aksinya itu. Lalu, ia tampak merebahkan Lyota dalam pelukannya dan menyingkirkan rambut yang menghalangi pandangannya dari wajah Lyota.
"Ren, lu bener-bener ya! Gue pusing tau!" ucap Lyota.
"Hey! Mulai sekarang kamu panggil saya, a'a atau kang Reno! Seperti tadi saat di rumah kamu. Kan kamu udah mau jadi istri saya, jadi kamu harus hormat sama saya dan gak boleh ngomong lu-gue lagi ke saya!" ucap Reno.
"Hehe, iya iya maaf! Aku lupa, a Reno." ucap Lyota.
"Ahaha, tapi kayaknya lebih asyik kalau kita pakai panggilan sayang deh. Aku kebetulan udah siapin buat kita berdua, setuju gak?" ucap Reno.
"Umm, emangnya apa?" tanya Lyota.
"Ya itu tadi, kita pake kata sayang setiap mau sebut nama masing-masing. Supaya lebih romantis dan enak didengar, iya gak?" jawab Reno.
"Yaudah, aku ngikut aja." ucap Lyota tersenyum.
"Oke, sayang!" ucap Reno tersenyum.
Mereka pun saling menatap satu sama lain, perlahan Reno juga mulai mendekatkan wajahnya pada bibir sang kekasih yang sebentar lagi akan menikah dengannya. Lyota tampak gugup dan cemas kalau Reno akan menciumnya saat ini, apalagi ia sudah menerima lamaran Reno dan sekarang ia berada dalam pelukan calon suaminya itu.
"Eee Reno sayang, kalau kamu mau ciuman... nanti aja ya nunggu udah halal!" ucap Lyota.
"Siapa juga yang mau cium kamu, sayang? Orang saya cuma mau bersihin keringat kamu kok." ucap Reno sambil tersenyum lalu menyeka keringat di wajah Lyota dengan tangannya.
"Ohh, syukur deh." ucap Lyota.
"Tapi, sekarang baru saya mau cium kamu!" ucap Reno dengan cepat mengangkat tubuh Lyota hingga kembali berdiri tegak.
"Hah?" Lyota terkejut karena tiba-tiba sekarang tubuhnya sudah terhimpit badan mobil dan Reno juga berhasil mengungkungnya.
Ya Reno pun langsung melumatt habis bibir gadisnya disana, ia akhirnya berhasil menuntaskan keinginan yang lama tertahan itu.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...