Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 391 (Waktunya saling memaafkan)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 334


(Saling memaafkan)


...•...


...•...


Revan bersama mama serta papanya datang ke rumah Tania selaku calon istrinya itu, ya mereka hendak bersilaturahmi dengan keluarga Tania yang sebentar lagi juga akan menjadi keluarga mereka. Revan pun mengajak kedua orangtuanya itu untuk masuk ke dalam, mereka juga membawa beberapa bingkisan untuk Tania dan keluarganya disana.


Kedatangan Revan beserta papa mamanya itu disambut langsung oleh Tania, ya gadis tersebut memang sengaja menunggu di luar agar nantinya bisa menyambut calon mertuanya itu. Tentunya Tania sangat senang karena bisa bertemu dengan Revan dan calon mertuanya, apalagi sudah cukup lama mereka tak bertemu sejak bulan puasa tiba.


"Assalamualaikum, sayang!" ucap Eva sambil tersenyum ke arah Tania.


"Waalaikumsallam, eh akhirnya mama papa udah dateng disini! Aku seneng banget lebaran kali ini bisa ketemu banyak orang baik, termasuk salah duanya itu papa John dan mama Eva!" ucap Tania tersenyum, ia maju lalu mencium tangan mereka.


"Iya sayang, mama sama papa juga senang bisa kenal sama wanita yang baik dan cantik kayak kamu! Apalagi sebentar lagi kamu bakal jadi menantu kita, pasti tambah asyik!" ucap Eva.


"Benar itu!" sahut John.


"Ehem ehem..." Revan berdehem karena merasa dicuekin oleh Tania dan juga kedua orangtuanya yang malah asyik berbincang.


Barulah Tania menoleh ke arah Revan calon suaminya yang ada disana, ia terkekeh melihat ekspresi kesal dari Revan yang tampak kecewa karena dicuekin.


"Eh Revan, maaf ya tadi aku gak lihat! Soalnya kamu ngumpet aja sih disitu," ujar Tania nyengir.


"Ngumpet gimana sih sayang? Aku jelas-jelas daritadi ada disini, masa iya kamu gak lihat tubuh aku yang gede kayak gini? Kamu mah emang sengaja aja pengen bikin aku kesel, calon istri macam apa itu?" cibir Revan.


"Van, kok ngambek sih? Bukan begitu, aku ini kan mau nyambut papa sama mama dulu. Baru deh nanti aku bicara sama kamu, makanya kamu sabar dulu dong Revan!" ucap Tania membujuk kekasihnya.


"Udah sayang, Revan mah gausah digubris! Biarin aja dia ngambek!" ujar Eva.


Eva langsung maju mendekati Tania dan merangkul gadis itu, mereka berniat masuk ke dalam rumah Tania meninggalkan Revan yang masih ngambek.

__ADS_1


"Yuk sayang, mama mau ketemu sama papa kamu!" ucap Eva.


"Iya tuh, kan udah lama juga kita gak ketemu sama papa kamu itu! Mumpung sekarang hari lebaran, harus perbanyak silaturahmi biar makin banyak juga pahala yang didapat!" sahut John.


"Eee yaudah pah, mah, yuk masuk!" ucap Tania.


Akhirnya Tania mengajak calon mertuanya itu masuk ke dalam rumahnya, ya mereka pergi begitu saja meninggalkan Revan disana sendirian.


"Hey, sayang kok kamu gitu sih sama aku? Wah parah sih ini, kamu gak anggap aku sebagai tunangan sekaligus calon istri kamu lagi ya? Sayang, hey!" teriak Revan kesal.


Namun, teriakan Revan itu tak digubris oleh Tania yang asyik mengobrol dengan John dan Eva.


Revan pun merasa kesal, ia langsung melangkah pergi menyusul ketiganya masuk ke dalam rumah Tania dengan perasaan jengkel.


"Sialan emang Tania!" umpatnya dalam hati.


Sementara Tania sendiri merasa tidak enak pada Revan, ia sesekali hendak menoleh ke belakang tetapi ditahan oleh Eva yang menarik kepalanya agar tak melihat Revan.


"Udah sayang, biarin aja Revan mah! Dia nanti juga baik sendiri kok, kita mah fokus aja jalan ke dalam temuin papa kamu! Lagian masa cuma masalah kecil aja dibesarin sih? Biarin Revan belajar buat dewasa, gak ambekan begitu!" ucap Eva.


"Eee iya mah, aku cuma gak tega aja dan takut Revan marah sama aku!" ucap Tania.


"Iya Tania, benar itu!" sahut John.


Tania manggut-manggut perlahan, lalu ia tak lagi memikirkan tentang Revan dan fokus melangkah ke depan bersama John serta Eva untuk menemui William yang ada di dalam sana.


...•••...


Disisi lain, Reno dan Lyota telah sampai di rumah Julia selaku ibu dari gadis itu yang juga sudah menjadi mertua Reno. Ya mereka bersama Tania kecil tentunya langsung turun dari mobil membawa bingkisan yang sudah disediakan untuk Julia serta Reva ke dalam rumah itu, Tania kecil tampak riang seperti sudah tak sabar ingin bertemu neneknya.


Lyota pun membantu putrinya itu untuk membawa bingkisan yang telah disiapkan, mereka melangkah secara berdampingan dengan bergandengan tangan dan perlahan maju ke dekat pintu. Terlihat juga pintu rumah masih terbuka karena ini hari lebaran dan Julia bebas menerima tamu yang ingin silaturahmi saling memaafkan atau bahkan numpang makan.


TOK TOK TOK...


Biarpun pintu terbuka, namun Reno tetap mengetuk pintu itu untuk menjaga tata krama dalam bertamu dan tidak asal nyelonong masuk ke dalam begitu saja seperti orang-orang yang lain.


"Assalamualaikum, ibu!" ucap Reno dengan suara yang agak dikeraskan.


"Assalamualaikum..." sahut Lyora.


Reno pun menoleh ke arah istrinya saat Lyota ikut mengucap salam.

__ADS_1


"Kamu mending gausah ngomong deh!" ujar Reno.


"Loh kenapa? Kan biar ibu dengar mas, kalo cuma kamu nanti gak kedengaran ke dalam!" ucap Lyota heran dengan suaminya.


"Iya, abisnya suara kamu itu imut banget! Bikin aku gemes dan jadi pengen terkam kamu!" ujar Reno.


"Hah? Mas ih, ada Tania tau!" tegur Lyota kesal, ia memberi cubitan serta pelototan kepada sang suami yang masih saja mesum itu.


"Awhh sakit lah sayang!" rintih Reno.


"Biarin!" cibir Lyota.


"Hihihi, mama papa lucu!" ujar Tania yang justru tertawa melihat tingkah papa mamanya.


"Iya dong sayang!" ucap Reno tersenyum.


Tak lama kemudian, Reva muncul dan tersenyum begitu melihat adiknya ada di depan pintu bersama Reno dan juga Tania kecil.


"Waalaikumsallam, eh ya ampun Lyota, Reno! Kalian udah datang? Kenapa gak langsung masuk aja sih? Itu ibu lagi sibuk banget di dapur ngurusin makanan, buat nyambut tamu!" ucap Reva.


"Iya kak, kita mau langsung masuk tapi gak enak!" ucap Lyota.


"Yaelah pake gak enak segala! Ini kan juga rumah kamu Lyota, lupa ya gara-gara udah tinggal sama suami kamu?" ujar Reva.


"Hehe..." Lyota nyengir.


"Oh ya, kak Reva. Aku minta maaf ya kalau punya salah sama kak Reva, misal ada perkataan atau sikap aku yang kurang mengenakkan buat kak Reva!" ucap Reno bersalaman dengan Reva.


"Iya Reno, aku maafin kok! Maaf juga ya semisal aku ada salah sama kamu!" ucap Reva tersenyum.


"Kak, aku juga minta maaf ya!" ucap Lyota.


"Tante Reva, aku juga ya? Aku mau minta maaf sekaligus kasih ini buat kak Reva!" ucap Tania kecil dengan nada gemasnya.


"Aduh sayang, gemesin banget sih kamu!" ujar Reva.


Adegan itu ditutup dengan Reva yang mencubit gemas pipi Tania kecil.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2