
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 105
(Berbeda dunia)
...•...
...•...
Tania pulang ke rumah dengan perasaan suntuk dan letih, ia melewati begitu saja papanya yang berada di ruang tamu bersama Rania adiknya. Tentu William beserta Rania terkejut melihat Tania yang langsung naik ke kamarnya tanpa menyapa mereka, William sang papa langsung merasa bahwa ada yang tidak beres pada putrinya saat ini.
"Sayang, Rania! Papa mau ke atas dulu ya temuin kakak kamu, soalnya papa khawatir kakak kamu lagi ada masalah atau apalah itu! Nah kamu disini aja ya main dulu sama mbak Sri, Rania mau kan?" ucap William mengusap rambut gadis kecil itu.
"Iya pah, papa bujuk kak Tania ya! Aku gak tenang ngeliat kak Tania sedih kayak tadi, pasti kak Tania butuh hiburan deh pah!" ucap Rania.
"Pinter kamu sayang, yaudah kalo gitu papa mau samperin kak Tania dulu ya! Papa mau hibur dia supaya gak sedih lagi dan bisa nemenin Rania main, gapapa kan sayang?" ucap William.
"Iya gapapa, pah! Kan aku bisa main sama mbak Sri!" jawab Rania tersenyum gemas.
"Bagus, mbak Sri titip anak saya ya!" ucap William berbicara pada pelayan wanita disana, ia meminta pelayan bernama Sri itu untuk bermain bersama Rania sekaligus menjaganya.
"Baik, tuan!" ucap mbak Sri sembari membungkuk sedikit memberi tanda hormat pada tuannya.
William pun mengusap sekilas puncak kepala Rania, barulah ia bangkit dari duduknya dan berjalan menaiki anak tangga menuju kamar Tania yang berada di lantai atas.
Sementara Rania tampak asyik bermain boneka Barbie bersama Mbak Sri, ya William tadi sempat mengajak Rania mampir ke toko mainan dan membelikan gadis kecil itu beberapa mainan baru.
__ADS_1
TOK TOK TOK...
William mengetuk pintu kamar Tania begitu sampai di depan kamar gadis itu, ia berharap putrinya mau keluar membukakan pintu untuknya dan mereka bisa mengobrol di dalam untuk menenangkan hati putrinya yang tampak tengah bersedih.
Lumayan lama William menunggu di luar sembari terus mengetuk pintu dan mengatakan kalau ia ingin berbicara pada Tania, sepertinya Tania sedang tidak ingin diganggu karena sampai saat ini masih belum juga membuka pintu untuk papanya.
Ceklek...
Tiba-tiba pintu kamar itu terbuka ketika William pasrah dan hendak kembali ke bawah bermain bersama Rania, ya ia pun mengurungkan niatnya dan berbalik badan melirik wajah putrinya yang dipenuhi air mata serta mata yang sembab.
William langsung heboh cemas sekaligus khawatir pada kondisi putrinya yang begitu memprihatinkan, ia memegang pipi Tania dengan kedua tangannya sambil menatap mata putrinya dengan tajam.
"Kamu kenapa, sayang?" tanya William cemas.
Tania diam terisak tak menjawab pertanyaan papanya, ia masih sangat sedih dan belum bisa membuka mulutnya untuk berbicara.
Karena rasa cemas dan khawatir yang terlalu dalam pada putrinya, William pun memeluk tubuh Tania membiarkan gadis itu menangis di dalam pelukannya sembari mengusap-usap punggung Tania pelan.
"Kamu tenangin diri kamu ya, papa memang belum tahu apa penyebabnya sampai kamu menangis seperti ini! Tapi, papa harap kamu bisa lebih tenang dan ceritakan semuanya ke papa supaya papa juga bisa bantu kamu!" ucap William.
"Ada apa, Tania? Kenapa kamu bisa sampai sesedih ini? Ayo, ceritakan saja ke papa!" ucap William menatap putrinya penasaran.
"Aku gak mau ketemu sama Reno lagi, pah!" jawab Tania sambil menatap wajah papanya dari samping.
Sontak William terkejut dengan ucapan putrinya, ia akhirnya tahu penyebab Tania sampai menangis begitu ialah Reno alias kliennya.
"Apa yang dilakukan pak Reno ke Tania?" batinnya.
...•••...
Disisi lain, Reno sudah pulang ke rumahnya dan telah mengantar Tania kecil alias putrinya masuk ke dalam kamarnya untuk tidur siang setelah pulang sekolah tadi langsung mampir ke cafe dan belum sempat tidur atau sekedar istirahat.
Reno kini sendiri di kamarnya, lagi-lagi ia kembali memikirkan Tania yang menolak untuk berbicara dengannya dan seketika semangatnya untuk mendekati gadis itu sirna kembali.
__ADS_1
Reno terduduk di pinggir ranjangnya dengan mata lemas dan tubuh yang juga tampak lemah karena terus kepikiran Tania, sampai akhirnya ia menoleh ke arah bingkai foto mendiang istrinya yang terpajang tepat di samping tubuhnya yakni di atas meja.
Reno pun tersenyum kemudian mengambil bingkai foto tersebut lalu menatapnya, ia mengelus tepat di bagian wajah Rosa yang sangat ia rindukan sembari menitikkan air mata kerinduan.
"Hai, Rosa! Maaf karena sepertinya aku gagal untuk memenuhi permintaan terakhir kamu sebelum pergi, aku gak yakin Tania mau jadi pengganti kamu di hidup aku dan juga Tania kecil! Mungkin emang seharusnya aku gak memikirkan itu, bagaimanapun juga tidak ada yang bisa menggantikan wanita seperti kamu di kehidupan aku Rosa!" ucap Reno.
Cupp...
Saking rindunya pada Rosa, pria itu sampai mengecup bingkai foto di tangannya dan lalu mengusapnya lembut sebagai pelipur lara karena hari-harinya jadi sepi sejak kepergian Rosa. Ia ingin sekali Rosa kembali berada disisinya seperti dulu ketika mereka masih bersama, namun itu semua hanyalah sebuah khayalan semata.
"Mas, Reno...."
Tiba-tiba saja ada suara lembut seorang wanita yang menyebut namanya dari samping, sontak Reno terkejut karena suara tersebut tak asing di telinganya. Ia pun menoleh ke samping memastikan siapa yang memanggilnya, matanya terbelalak melihat sosok Rosa berdiri disana sambil tersenyum ke arahnya dan mengenakan pakaian serba putih.
"Rosa?" ujar Reno masih syok, ia berdiri dan menaruh bingkai foto Rosa di atas ranjang lalu menghampiri sosok istrinya disana.
Rosa terus tersenyum memandang wajah tampan suaminya, pria itu juga membalas senyuman sang istri karena ia sangat merindukan wanita itu. Reno coba mengangkat kedua tangannya ke dekat tubuh istrinya, akan tetapi ia tak bisa menyentuh tubuh Rosa saat ini dan tangannya malah menembus begitu saja tubuh Rosa.
"Apa ini? Kenapa tanganku tidak bisa menyentuh kamu, Rosa?" ujar Reno bertanya-tanya kebingungan.
"Sekarang dunia kita sudah berbeda, mas! Tentu saja kamu gak bisa sentuh aku lagi seperti dulu, sebaiknya kamu segera dekati Tania karena hanya dia saat ini yang pantas untuk bersama kamu mas! Jangan pernah menyerah mengejar cintamu itu, aku tahu kamu masih sangat mencintai Tania maka dari itu kejarlah dia mas!" ucap Rosa.
"Enggak, Tania tidak mungkin mau bersamaku! Aku sudah coba bicara sama dia tadi, tapi nyatanya dia malah pergi gitu aja dan gak mau dengerin aku sebentar! Rosa, aku minta maaf karena gagal memenuhi permintaan terakhir kamu! Sepertinya Tania memang tidak memiliki rasa ke aku, sekali lagi aku minta maaf Rosa!" ucap Reno.
"Kamu salah, mas! Aku tahu betul Tania dan kamu saling mencintai, kamu harus terus berjuang demi mendapatkan hati Tania! Lupakan aku dari hidupmu mas, dengan begitu kamu bisa fokus mengejar Tania!" ucap Rosa.
"Gak mungkin, aku gak bisa lupain kamu Rosa!" ujar Reno sambil geleng-geleng kepala.
"Makasih, mas! Karena kamu sudah pernah membuat hari-hari aku bahagia, sekarang saatnya kamu melupakan aku sepenuhnya dan kejarlah cinta sejati kamu yaitu Tania! Maaf mas, aku harus pergi dan kembali ke dunia ku!" ucap Rosa.
Perlahan tubuh Rosa menghilang dari pandangan Reno, pria itu tampak histeris berteriak memanggil nama istrinya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...