
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 38
(Bos besar)
...•...
...•...
Rania dibawa ke sebuah rumah besar yang tak lain adalah rumah milik bos dari segala bos yang menyuruh Gama serta teman-teman premannya untuk menculik Rania.
"Om, aku dimana ini? Kenapa aku kesini om? Aku gak mau kesini, aku maunya ketemu sama ayah sama kakak...." ujar Rania coba berontak.
"Sabar gadis cantik, kita masuk dulu yuk! Di dalam udah ada yang nungguin kamu! Om yakin kamu pasti seneng banget kalo ketemu sama orang itu, yuk kita masuk!" ucap Gama.
"Siapa om? Aku gak mau ketemu siapapun kecuali ayah sama kakak ku! Lepasin aku om, aku mau pulang!" ujar Rania masih tidak mau masuk ke dalam dan coba berontak.
Gama pun tampak emosi pada Rania, akhirnya ia membekap mulut gadis kecil itu dengan telapak tangannya sehingga Rania tidak bisa lagi banyak berbicara.
Mereka masuk ke dekat pagar rumah itu, disana sudah ada beberapa pengawal berbaju hitam yang berdiri berjaga.
"Mau apa kalian?" tanya seorang penjaga bernama Teja.
"Permisi, saya mau bertemu dengan bos! Kami sudah berhasil mendapatkan gadis kecil ini sesuai kemauan si bos, makanya kami datang kesini untuk menyerahkan gadis ini padanya!" jawab Gama menjelaskan maksudnya.
"Baiklah, serahkan gadis itu kepadaku! Biar aku saja yang memberikan dia pada bos!" ucap Teja meminta Rania untuk diberikan padanya.
Gama mengangguk kemudian menyerahkan Rania kepada Teja dengan senang hati, gadis kecil itu terus berteriak dan berusaha melepaskan diri tapi tidak berhasil karena tenaganya belum cukup kuat.
"Kamu cantik sekali, pasti bos akan senang sekali bertemu dengan kamu gadis kecil!" ucap Teja berjongkok di hadapan Rania.
"Aku gak mau om, lepasin aku!" ujar Rania berontak dari pegangan Teja.
Teja hanya tersenyum kemudian kembali berdiri dan terus memegangi tubuh Rania, ia pun meminta Gama serta temannya untuk pergi dari sana karena urusan mereka telah selesai.
__ADS_1
"Kalian boleh pergi, percayakan gadis ini kepadaku! Tenang saja pasti aku akan menyerahkan gadis ini pada si bos!" ucap Teja.
"Baiklah, kami permisi...." ucap Gama kemudian berbalik badan dan kembali mobilnya.
Setelah Gama serta yang lainnya pergi, Teja pun membawa Rania ke dalam rumah secara paksa dengan menggendongnya.
Akhirnya mereka telah sampai di dalam rumah besar itu, terlihat banyak sekali dekorasi emas di dalam sana.
"Om, ini rumah siapa? Kenapa bisa seluas ini?" ujar Rania tampak kagum dengan rumah itu.
"Kamu suka sayang? Ya inilah rumah baru kamu gadis cantik, sebentar lagi kamu akan tinggal disini!" ucap Teja.
"Benarkah om? Aku bakal tinggal disini? Sama ayah sama kakak juga gak??" ujar Rania.
"Eee...." Teja kebingungan harus menjawab apa karena ia tak mungkin mengatakan yang sejujurnya pada gadis kecil itu.
Tak lama kemudian, seorang pria ditemani 2 orang wanita yang menuntunnya berjalan serta beberapa pembantu wanita dibelakangnya.
"Ada apa Teja....??" ucap pria tersebut saat melihat Teja ada di dalam rumahnya.
Sontak Teja langsung menoleh begitupun Rania yang penasaran siapa pria di hadapannya itu, Teja menuntun Rania menghampiri bosnya itu untuk diserahkan kepadanya.
"Permisi bos, ini ada titipan dari Gama dan teman-temannya! Mereka bilang bos sudah menunggu gadis kecil ini, maka dari itu saya kesini membawanya..." ucap Teja menjelaskan keperluannya masuk ke rumah itu.
Rania terdiam saja tak mengerti maksud dari perkataan pria tersebut, ia menoleh ke arah Teja dengan wajah bertanya-tanya.
"Kamu hampiri dia, karena kamu sekarang miliknya dan kamu harus bersama dia mulai sekarang sampai seterusnya!" ucap Teja.
"Enggak om, aku bukan milik siapa-siapa! Aku cuma mau sama ayah Jordi, aku gak mau ada disini walau semewah apapun rumah ini!" ujar Rania berteriak lalu menggigit tangan Teja yang memegangi tubuhnya.
Teja pun kesakitan dan reflek melepas tangannya dari tubuh Rania, ya Rania pun kabur melarikan diri dari mereka.
"Kurang ajar! Kejar dia jangan sampai lepas!" ucap pria itu memerintahkan Teja serta anak buahnya yang lain untuk mengejar Rania.
Rania berlari sekuat tenaga keluar dari rumah besar itu, akan tetapi ia malah bertemu dengan para penjaga yang ada di depan pintu.
"Eh dek, mau kemana? Hayo pasti kamu mau kabur ya dari sini? Adek manis gak boleh kemana-mana, kamu harus tetap disini! Yuk biar om bawa kamu ke dalam lagi!" ujar salah seorang dari mereka mendekati Rania dan mencoba untuk menangkap gadis itu.
Namun, Rania berhasil menghindar dan menginjak kaki pria tersebut... ia lanjut berlari lewat samping dengan cara melompat ke bawah rumput.
"Woi jangan lari! Ayo kejar dia!" teriak para penjaga itu lalu berlarian mengejar Rania.
__ADS_1
Mereka juga melaporkan pada penjaga yang lainnya melalui HT untuk bisa mencegah Rania keluar melalui pagar rumah itu.
•
•
Sementara itu, seorang pria dengan mobil Lamborghini berhenti di depan pagar rumah besar tersebut dan melihat ke sekeliling.
Pria itu turun dari mobilnya lalu berjalan mendekati gerbang, terlihat disana sangat sepi karena memang para penjaga tengah berusaha menangkap Rania kembali.
Melihat gerbang yang tak dikunci, pria itu pun membukanya lalu masuk ke dalam tanpa rasa takut sedikitpun.
"Pasti orang-orang tadi bawa gadis kecil itu kesini, rumah sebesar ini tak memiliki keamanan yang kuat? Memang banyak sekali orang-orang bodoh di negeri ini...." gumamnya.
Sambil terus melihat ke sekeliling, ia berjalan maju ke depan lalu tak sengaja melihat orang-orang tengah berlarian seperti panik.
"Loh? Ada apa sih??" ujarnya kebingungan.
Karena rasa penasarannya cukup tinggi, ia berjalan terus mendekati mereka lalu bersembunyi di balik pohon yang ada disana.
Tampak Rania akhirnya berhasil tertangkap kembali karena jumlah penjaga itu cukup banyak sedangkan ia adalah gadis kecil.
"Itu kan gadis yang tadi, ternyata benar dia dibawa kesini... tapi untuk apa mereka menculik gadis kecil itu? Padahal rumahnya saja sudah sebesar ini, mau apa lagi ya mereka?" ujar pria itu sambil terus mengamati kejadian tersebut dari sana.
Rania masih berusaha berontak dari genggaman para penjaga itu, tetapi usahanya sia-sia dan mereka langsung membopong tubuh gadis kecil itu serta membawanya menemui bos mereka yang menunggu di depan pintu.
Pria itu pun mengikuti mereka secara perlahan, ia benar-benar penasaran dan ingin tau apa motif penculikan tersebut.
Ya Rania diserahkan kembali kepada bos mereka, tampak Teja juga ada disana dan babak belur akibat pukulan dari bosnya.
"Ratih, cepat bius dia!" ucap si bos memerintahkan salah satu wanita yang berada disampingnya untuk membius Rania.
Rania tampak ketakutan melihat seorang wanita menghampirinya dengan membawa jarum suntik, ia berusaha berontak tapi gagal dan akhirnya tertidur karena suntikan tersebut.
"Bagus, ayo kalian bawa dia ke dalam kamar yang sudah saya siapkan khusus untuknya!" ucap si bos tersebut.
Para penjaga tersebut membawa Rania ke dalam rumahnya, tetapi tidak semua hanya seorang saja yang masuk dan sisanya masih berdiri disana.
Sedangkan si pria tadi tampak menganga serta menggeleng-gelengkan kepalanya seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.
"Tidak mungkin...."
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...