Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 319 (Kejutan?)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 262


(Kejutan?)


...•...


...•...


Revan kini tengah mengantar Tania pulang ke rumahnya setelah mereka menikmati momen berdua di malam hari yang indah itu, ya Revan dan juga Tania masih berada di dalam mobil saat ini. Keduanya itu masih ingin berduaan sejenak sebelum nantinya mereka akan berpisah sesudah Tania masuk ke dalam rumahnya, Revan terus saja menatap wajah Tania sembari mengelusnya lembut.


Tania sendiri juga tampak bahagia sekali di malam hari ini, tentu saja akibat perlakuan manis dari Revan padanya yang mempersiapkan makan malam romantis itu di sebuah taman. Tania merasa seperti ratu setelah Revan memang mempersiapkan semua itu dengan sangat baik, bahkan Tania juga mendapat pelayanan yang istimewa bak ratu di kerajaan yang membuat ia tak bisa melupakan itu.


"Van, kamu malam ini kelihatan lebih tampan deh! Aku aja sampe heran ngeliatnya, beda banget tau sama sebelum-sebelumnya!" ucap Tania.


"Ah bisa aja kamu! Giliran abis dibikin seneng aja muji-muji begitu, tapi pas aku minta cium eh kamu nya malah nolak terus ngatain aku mesum lah ini lah itu lah!" ujar Revan terkekeh.


"Ya wajar dong, kamu kan emang mesum!" ucap Tania sambil tersenyum renyah.


"Iyain, yaudah turun yuk!" ucap Revan.

__ADS_1


"Hooh, kamu bener Van! Yuk kita turun bareng, kamu temuin dulu papa aku di dalam sana, jangan langsung pulang gak sopan!" ucap Tania.


"Iya sayangku, ini aku ajakin kamu turun ya sekalian karena aku mau temuin papa kamu dulu! Lagian aku juga belum mau pulang kok, aku masih mau ciuman sama kamu cantik!" ujar Revan menggoda Tania.


"Hah? Apaan sih ih?!" ujar Tania terkejut.


"Hahaha, becanda cantik! Kamu kok langsung kaget gitu sih? Emang kamu gak seneng kalau ciuman sama aku ha?" ujar Revan terkekeh kecil.


"Ya enggak lah! Kita kan belum resmi jadi suami-istri, jadi kamu harus tahan dulu!" ucap Tania.


"Gak bisa dong sayang, aku ini selalu tergoda setiap kali ketemu sama kamu! Makanya aku pengen banget ciumin kamu terus, apalagi bibir kamu itu emang bikin setiap orang yang ngeliatnya tuh jadi pengen ngelumat gitu!" ujar Revan nyengir.


"Haish, masih aja kamu mesum begitu! Mau sampai kapan Revan, apa kamu gak malu udah sempat kepergok sama papa? Masa masih mau ngajak ciuman bibir aja?" ucap Tania.


"Ya iya dong sayang, papa kamu juga gak marah kan? Malah papa kamu kayaknya seneng ngeliat kita ciumannya hot banget waktu itu, apalagi kamu juga berhasil bikin aku terpesona dengan ******* balasan dari bibir kamu itu! Kapan-kapan kita begitu lagi ya sayang, atau sekarang aja?" ujar Revan.


"Huft, yah gapapa deh ditolak juga! Yang penting aku masih bisa lihat senyuman kamu," ucap Revan.


Revan tersenyum tipis kemudian membelai lembut wajah gadisnya dari jarak dekat, Revan maju lalu mendaratkan kecupan pada bibir mungil Tania sekilas dan mengusapnya. Hal itu membuat Tania reflek memegangi bibirnya dan terus menatap Revan dengan wajah terkejut, Revan pun tertawa melihatnya dan tak berhenti mengecup bibir Tania.


Ya akhirnya pasangan itu kembali saling melumatt bibir satu sama lain di dalam mobil, walau sebelumnya Tania sudah mengatakan kalau ia tidak ingin berciuman dengan Revan. Akan tetapi, godaan dari Revan berhasil membuat Tania tergoda dan mau membalas ciuman Revan dengan cukup panas seperti sebelumnya saat mereka kepergok William.




Saat sudah di dalam rumah, Tania heran karena Rania sama sekali belum terlihat disana dan hanya ada sosok papanya yang sedang duduk sendirian di sofa ruang tamu. Tania serta Revan pun melangkah maju mendekati William lalu mencium tangan pria tersebut secara bergantian, keduanya duduk berdampingan di hadapan William sambil tersenyum.

__ADS_1


Melihat kehadiran putrinya bersama Revan itu, William pun tersenyum senang lalu menyingkirkan sejenak ponsel yang sedari tadi ia pegang ke dalam saku bajunya. William kini duduk tegak menatap Tania serta Revan secara bergantian dengan dua tangan ia taruh di paha, William sangat senang karena putrinya sudah semakin akrab dengan Revan.


"Kalian sudah pulang? Emangnya udah cukup waktu buat kalian berduaan malam ini? Kan ini baru jam sembilan malam, gak mau kemana-mana dulu gitu biar semakin akrab?" tanya William tersenyum.


"Ah papa ini, emang papa gak seneng kalau aku pulang sekarang? Aku cuma takut kemalaman aja pah, tadinya sih Revan masih mau ajak aku pergi dulu main ke tempat lain di luar sana! Tapi, aku gak mau tinggalin papa sendirian terlalu lama! Kan aku gak pengen papa kenapa-napa, makanya aku minta Revan buat pulang sekarang!" ucap Tania.


"Aduh sayang, kamu ini perhatian banget sih sama papa!" ucap William.


"Ya iya dong pah, aku kan anak papa! Udah sewajarnya aku begini sama papa kandung aku, karena papa banyak jasa buat aku!" ucap Tania.


"Makasih ya sayang! Kamu emang benar-benar anak baik, padahal selama ini papa gak pernah ngurus kamu dan bahkan baru beberapa tahun ini kita bertemu dan tinggal bersama! Sebelumnya papa aja gak tahu kehidupan kamu gimana, maafkan papa ya sayang!" ucap William menahan tangisnya.


"Udah lah pah, yang berlalu biarlah berlalu! Jangan diungkit-ungkit lagi kayak gitu, nanti yang ada papa malah sedih lagi! Sekarang kan kita udah ketemu dan bisa tinggal bareng disini, aku seneng banget loh pah!" ucap Tania tersenyum.


Tania langsung menghampiri papanya lalu merangkul sang papa sembari mengusap-usap punggung William disana, Tania juga membenamkan wajahnya pada bahu sang papa sambil terus tersenyum menatap wajah William yang sudah semakin tua itu, Tania tentunya sangat senang karena masih dipertemukan dengan papanya itu.


"Papa juga senang sayang, untuk itu papa sudah berikan kejutan buat kamu malam ini!" ucap William.


Mendengar kata kejutan dari sang papa, membuat Tania terkejut bukan main dan tentunya penasaran ingin tahu apa kejutan yang dimaksud papanya barusan untuk dirinya itu. Tania pun bangkit mengangkat kepalanya lalu menatap wajah sang papa dengan serius, ia bertanya penasaran pada William sambil menggenggam tangan papanya itu.


"Kejutan? Maksud papa kejutan apa? Ini kan bukan hari ulang tahun aku, pah! Aku jadi penasaran deh, kasih tau dong pah apa kejutannya?!" ucap Tania sangat penasaran.


William justru tersenyum tipis sembari mengusap puncak kepala putrinya dan mengecup kening Tania itu dengan lembut, hal itu membuat Tania semakin dihantui rasa penasaran sehingga tak bisa tenang. Ya Tania terus mencecar papanya dengan banyak pertanyaan, sampai sang papa mau mengatakan padanya mengenai kejutan itu.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2