Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 242 (Athar sekolah lagi)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 185


(Athar sekolah lagi)


...•...


...•...


Keesokan paginya, Rianti bersama Lionel sudah bersiap untuk mengantar putra mereka yakni Athar ke sekolah barunya.


Lionel memang sengaja menunda semua kerjaan yang harus ia lakukan pagi ini, demi mengantar putranya pergi sekolah bersama sang istri sesuai janjinya kemarin, ya Lionel tak ingin Rianti marah dan menganggapnya ingkar janji lagi.


Mereka berdua pun keluar dari kamar secara bersamaan lalu menuruni tangga menuju ke bawah untuk menemui Athar, mereka tampak mesra dengan tangan yang saling menggandeng dan senyum terukir di wajah mereka.


"Mas, makasih ya kamu udah mau tepati janji. Aku yakin Athar pasti seneng karena dia diantar ke sekolah sama papanya!" ucap Rianti.


"Iya sayang, udah kewajiban buatku kan sebagai suami untuk bikin senang kamu sama Athar." ucap Lionel tersenyum sembari mengusap rambut terurai milik istrinya yang mulus itu.


"Oh ya mas, nanti abis anterin Athar kita ke rumah sakit ya? Ini kan jadwalku untuk kontrol kandungan aku ini," ucap Rianti.


"Oke, nanti aku antar kamu ke rumah sakit. Sekalian aku juga pengen lihat kondisi anak kita di dalam kandungan kamu ini, aku gak sabar mau punya tiga anak!" ucap Lionel sembari mengusap lembut perut Rianti yang mulai membesar.


"Iya mas, aku juga gak sabar. Tapi, sekarang kita juga harus fokus sama Christy yang masih butuh perhatian dan kasih sayang dari kita!" ucap Rianti.


"Ya iya dong, sayang. Aku bakal bagi kasih sayang dari aku ke mereka bertiga, karena mereka semua kan anak-anak aku! Kamu gak perlu khawatir, aku pasti bakal adil kok!" ucap Lionel.


"Iya aku percaya, yaudah sekarang kita temuin Athar yuk!" ucap Rianti.


Lionel mengangguk tersenyum sembari mengusap kepala Rianti dengan lembut, mereka pun lanjut menuruni tangga untuk menemui Athar yang sedang bersama pengasuhnya di meja makan.


Keduanya tampak tersenyum gembira melihat Athar yang juga kelihatan bahagia ketika bersama pengasuhnya yang baru dan juga Christy.


"Syukur ya, ternyata suster Amel bisa cepat akrab sama Athar dan Christy." ucap Lionel sembari melingkarkan tangan di pinggang sang istri.


"Iya mas, aku seneng deh." ucap Rianti.

__ADS_1


"Yuk kita kesana!" ucap Lionel.


Mereka berdua menghampiri Athar dan Christy yang ada di depan sana bersama seorang suster yang menjaga dua anak kecil itu, tampak Athar langsung senyum sumringah saat melihat kedua orangtuanya muncul disana.


"Papa, mama...." teriak Athar penuh semangat.


Athar sampai turun dari kursinya untuk bergerak menghampiri orangtuanya disana, ya ia pun memeluk Lionel serta Rianti bersamaan dengan erat dan mendekap paha mereka.


"Sayang, kamu kan lagi makan. Abisin dulu dong sarapannya, nanti baru kita ke sekolah bareng-bareng sama papa!" ucap Rianti.


"Yang bener, mah? Papa bakal antar aku juga ke sekolah baru aku?" tanya Athar mengangkat kepalanya mendongak ke arah wajah mamanya.


"Iya sayang, makan dulu gih!" jawab Lionel.


"Wah asik! Oke deh pah, aku mau lanjut makan sama suster dulu ya?" ucap Athar tampak gembira sampai mengepalkan tangannya.


"Iya, yaudah sana!" ucap Lionel tersenyum.


Athar pun kembali ke meja makan untuk melanjutkan sarapannya yang masih tersisa sedikit lagi, sedangkan Rianti dan Lionel menghampiri Christy yang juga tengah makan disana bersama Athar serta suster Amel.


"Puji syukur, ternyata keluargaku masih bisa merasakan kehangatan seperti ini. Aku benar-benar merasa takut akan kehilangan Rianti kala itu, mulai hari ini aku berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama dengan waktu itu!" batin Lionel.




Athar turun bersama mamanya dari dalam mobil dengan bergandengan tangan, sedangkan Lionel menyusul belakangan karena ia harus mengendalikan mobilnya lebih dulu.


"Ini sekolah baru aku mah, pah?" tanya Athar.


"Iya tampan, ini sekolah kamu. Gimana, Athar suka gak sama sekolahnya?" ucap Lionel yang tiba-tiba muncul sembari mengusap puncak kepala Athar.


"Suka banget, pah! Ini sekolahannya bagus banget, aku pasti bakal betah disini!" ucap Athar.


"Wah syukur deh, berarti papa gak salah pilihin sekolah buat kamu! Kalo gitu, sekarang Athar langsung aja ke dalam ketemu sama teman-teman Athar yang baru!" ucap Lionel.


"Mas, emang kita gak temenin sampai ke dalam?" tanya Rianti bingung.


"Boleh sih, sekalian kita antar Athar ketemu sama Bu Lydia yang jadi pengurus kesiswaan di sekolah ini. Kita kan juga belum tau, Athar masuk ke kelas berapa!" jawab Lionel.


"Yaudah, yuk Athar!" ucap Rianti.


Mereka bertiga pun masuk ke dalam sekolah lalu mengantar Athar menuju ruang kesiswaan untuk meminta bantuan tentang kelas yang akan dipakai oleh Athar nantinya.

__ADS_1


"Eh ini pasti murid baru itu kan?" tanya Bu Lydia.


"Iya benar Bu, ini Athar anak saya. Dan kenalkan ini Rianti istri saya ibunya Athar, kami sengaja mengantar Athar ke sekolah di hari pertamanya!" jawab Lionel.


"Salam kenal bu, saya Lydia." ucap Lydia menyodorkan tangan ke arah Rianti.


"Salam kenal juga, saya Rianti." ucap Rianti berjabat tangan dengan Lydia disana.


"Yasudah, sekarang Athar ikut sama ibu yuk! Biar ibu tunjukin kelas baru Athar dan ketemu sama temen-temen baru Athar disana, mau kan?" ucap Lydia membujuk Athar.


"Nah sayang, kamu ikut sama ibu guru ini ya?" ucap Rianti mengusap kepala putranya.


"Iya mah, aku belajar dulu ya?" ucap Athar pamit.


Athar pun mencium tangan mama serta papanya secara bergantian, ia lalu ikut bersama Lydia menuju kelas barunya di depan sana. Sedangkan Lionel dan Rianti kembali ke luar untuk segera pergi ke rumah sakit mengecek kandungan Rianti.


Akan tetapi, saat di luar Rianti bertemu dengan seorang wanita yang tak asing di kepalanya. Rianti seperti pernah bertemu dengan wanita itu sebelumnya, tapi ia tidak terlalu ingat dimana mereka bertemu.


"Tunggu deh, mas! Aku kayaknya pernah ketemu sama cewek disana itu," ucap Rianti.


"Yang mana?" tanya Lionel heran.


"Itu loh yang lagi sama anak kecil dan cowok itu, di depan sana!" jawab Rianti.


"Ohh, cuma mirip doang kali." ujar Lionel.


"Enggak ah! Beneran kok aku pernah ketemu sama dia, kalau gak salah waktu aku masih tinggal disini dan belum nikah sama kamu." ucap Rianti.


"Dia temen kamu?" tanya Lionel.


"Bukan sih, soalnya aku agak-agak lupa ingat gitu sama dia. Tapi, aku yakin banget itu pasti orang yang sama yang aku temuin dulu!" jawab Rianti.


"Yaudah, lupain aja! Yuk ke rumah sakit!" ujar Lionel.


Rianti pun memilih melupakan saja tentang wanita tersebut sesuai perintah suaminya, ia bersama Lionel hendak masuk ke dalam mobil lalu segera pergi menuju rumah sakit.


"Tania...!!!"


Suara teriakan nama itu membuat Rianti menghentikan langkahnya sejenak, ia seketika ingat betul nama tersebut dan wajah sang wanita yang tadi dilihatnya.


"Tania?" gumamnya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2