Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 84 (Godaan)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 29


(Godaan)


...•...


...•...


Seorang pria tampak panik tengah duduk di depan ruang rawat rumah sakit sambil menopang dagunya menggunakan kedua tangannya.


Sesekali pria itu melihat arloji jam tangannya sambil berdiri karena tidak sabar menunggu dokter keluar dari dalam memberikan informasi mengenai Shani wanita yang dibawanya kesana.


"Aduh kenapa lama banget sih? Kalau sampai Rianti menunggu terlalu lama dan curiga sama saya, bisa gawat semua ini...!!" gumam pria itu.


Tak lama kemudian, pintu ruangan itu terbuka keluarlah seorang dokter dari dalam sana menghampiri pria tersebut.


"Dengan keluarga pasien?" tanya dokter itu.


"Iya benar dok, saya saudaranya!" jawab pria itu.


"Baiklah, sekarang pasien sudah sadar dan luka di keningnya juga hanya luka kecil pak! Kalau bapak ingin menemui pasien, silahkan saja! Saya permisi dulu pak..." ucap dokter itu.


"Terimakasih dok," ucap pria itu kemudian langsung masuk ke dalam menemui Shani.


Saat di dalam, tampak seorang wanita tengah terbaring lalu menoleh ke arah pintu ketika mengetahui ada seseorang yang masuk.


"Sayang, jadi kamu yang bawa aku kesini?" ucap Shani seraya melirik ke arah pria itu.


"Iya, gimana kondisi kamu?" tanya pria itu.


"Aku baik-baik aja kok sayang, cuma tadi sedikit sakit aja sampe kepala aku pusing banget! Lain kali kamu jangan dorong aku begitu dong!" jawab Shani dengan nada manja.


Pria itu memutar bola matanya merasa malas meladeni wanita di depannya itu, tapi bagaimanapun ia harus bertanggung jawab atas perbuatannya yang sudah menyebabkan wanita itu sampai terluka.

__ADS_1


"Baguslah kalo kamu sudah baikan, aku harus pergi dari sini karena aku ada janji sama istri aku! Kamu tenang aja, urusan administrasi udah aku urus jadi kamu tinggal pulang jika sudah dibolehkan oleh dokter..." ucap pria itu.


"Kamu gak mau anterin aku pulang sekalian sayang? Aku masih agak pusing loh, nanti kalau aku kenapa-napa di jalan gimana?" ujar Shani sambil memegang lengan pria itu.


"Maaf Shani, aku tidak bisa melakukan itu! Karena aku sudah terlanjur janji dengan istriku untuk mengantar dia belanja bulanan! Jadi kamu pulang aja sendiri....!!" ucap pria itu juga melepas paksa tangan Shani dari lengannya.


"Kamu kenapa sih lebih pilih istri yang gak jelas asal-usulnya itu daripada aku? Ayolah sayang dia itu bukan wanita yang baik buat kamu, aku yakin dia nikah sama kamu cuma karena harta bukan cinta...!!" ucap Shani coba menjelekkan istri pria itu secara langsung.


"Jangan asal bicara kamu! Aku udah kenal lama sama Rianti dan aku tau dia orangnya seperti apa, justru kamu lah yang bukan wanita baik! Sudah cukup Shani, sekali lagi aku peringatkan kamu untuk tidak ganggu-ganggu aku! Permisi aku harus pergi sekarang...!!" ucap pria itu kemudian berbalik dan hendak pergi.


Namun, lagi-lagi Shani menggenggam tangannya berusaha menahan pria itu agar tidak pergi meninggalkan dirinya.


"Jangan tinggalin aku Lio..!!" ucap Shani memohon pada pria itu untuk tetap disana.


Hati pria bernama Lionel itu mendadak goyah, ia jadi merasa kasihan dengan wanita yang tengah terbaring disana... Lionel menoleh sekilas ke arah Shani dan menatapnya.


"Iya benar Lio, kamu disini aja sama aku! Karena cuma aku yang tulus mencintai kamu! Aku juga rela kok jadi yang kedua...!!" ucap Shani tersenyum menggoda Lionel.


Bukannya berbalik dan menghampiri Shani, Lionel justru menyingkirkan tangan Shani dari lengannya lalu tersenyum sinis ke arah wanita tersebut.


"Jangan harap kamu bisa goda aku Shani! Itu gak akan mempan, karena istri aku punya body yang lebih aduhai dibanding kamu dan dia juga bisa puasin aku setiap saat... jadi kamu gak akan bisa menggantikan peran dia!" ucap Lionel kemudian berjalan keluar dari ruangan itu tanpa menghiraukan panggilan Shani.


Wanita itu pun tampak geram dan cemberut setelah Lionel memuji-muji istrinya di depan wanita itu.


Tania melanjutkan perjalanannya dengan mobilnya yang lain, ya karena mobil miliknya tadi harus mendapat penanganan di bengkel sesuai saran dari Reno.


Sebagai anak orang kaya tentunya Tania memang memiliki mobil yang banyak dan tersebar dimana-mana, bahkan supirnya juga ada banyak dan semuanya digaji walau tidak bekerja mengantarkan dirinya.


Hayo siapa yang pengen kerja di tempat Tania, gak kerja tapi tetep digaji...???😂😂


"Pak Riko, tolong arahkan jalannya ya karena pak Rusli kan belum pernah ke tempat ayah angkat aku...!!" ucap Tania meminta Riko untuk menjadi gps untuk supirnya yang kedua.


"Siap non!" ucap Riko lalu mulai mengarahkan jalan pada Rusli selaku supir Tania.


Tania pun memasang earphone di telinganya lalu menyetel musik dengan volume keras, ia terlihat menikmati alunan musik itu sampai menggoyangkan kepalanya ke kanan ke kiri.


TIIINNN... tiba-tiba saja mobil itu berhenti mendadak dan membuat Tania terkejut hampir terpental ke depan jika ia tidak siaga menahan tubuhnya.


"Wah siapa sih mereka, berani banget cegat mobil kita kayak gitu...??!!" ujar Riko saat melihat ada sebuah motor berhenti di depan mobilnya dan tampak sengaja mencegat mereka.


"Aduh mau apa sih mereka? Aku paling gak suka deh kalau diganggu begini, pak Riko tolong turun dan temuin mereka ya!" ucap Tania kemudian menyuruh Riko turun.

__ADS_1


"Baik non!" ucap Riko lalu membuka pintu mobilnya dan turun dengan cepat menghampiri 2 orang pria yang berdiri di motornya.


Tania hanya memperhatikan dari mobil dengan wajah bete karena perjalanannya jadi terhenti lagi akibat cegatan orang-orang aneh itu.


"Mau apa kalian?" tanya Riko menatap tajam ke arah dua pria tersebut.


"Hahaha, kita mau bawa gadis itu..." jawab salah seorang dari pemotor itu sambil menunjuk ke arah mobil Tania.


"Kurang ajar, apa mau kalian dengan nona Tania?" ujar Riko mulai merasa kesal.


"Hahaha, simpel aja kita mau bawa dia ke bos kita dan setelah itu dia bakal jadi anak buah bos kita...!!" jawab pria itu lagi sambil tertawa.


Riko mengepalkan tangannya sudah tidak bisa lagi menahan emosi saat itu, dengan sigap ia menendang motor mereka hingga terjatuh ke aspal dan membuat dua orang itu kaget.


"Wah wah cari masalah lu sama kita? Hajar Dri!"


"Lah kok gua sih Bay? Kenapa gak lu aja?" ujar temannya yang bernama Andri.


"Iya lu dulu baru gua nanti..." ucap Bayu mendorong tubuh Andri ke dekat Riko.


Tanpa basa-basi Riko langsung melayangkan pukulan ke hidung Andri cukup kencang, membuat pria itu langsung ambruk dan hidungnya mengeluarkan banyak darah.


"Aduh... sakit Bay...." rengek Andri yang tergeletak di aspal memegangi hidungnya.


"Ah cemen lu!" ujar Bayu kemudian maju menyerang Riko.


Kemampuan Bayu cukup lumayan untuk bisa menandingi Riko, akan tetapi masih belum cukup untuk bisa mengalahkan pria kekar itu.


Dengan cekatan Riko menarik dan memutar tangan Bayu ke belakang membuatnya kesakitan, Riko juga mencekik leher Bayu dengan tangan satunya.


"Jawab gue, siapa yang suruh kalian?" ujar Riko bertanya pada Bayu dengan paksa.


"Gu-gue..."


Doorrr... suara pistol membuyarkan mereka semua bahkan membuat Riko lengah sehingga Bayu memanfaatkan momen itu untuk melepaskan diri dari Riko dengan menginjak kakinya.


"Hahaha, ayo cabut Dri!" ucap Bayu kemudian membantu Andri bangkit dan mereka pun kabur dengan motor mereka.


"Woi jangan lari kalian...!!" teriak Riko memegangi kakinya yang sakit.


Riko gagal mengejar dua orang itu karena mereka kabur menggunakan sepeda motor, akhirnya ia memilih kembali ke mobil.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2