Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 64 (Debkolektor)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 10


(Debkolektor)


...•...


...•...


Tania mengajak Rania ke pasar untuk membeli peralatan sekolah yang akan dipakai oleh gadis kecil itu nantinya, tampak Rania sangat antusias memilih barang-barang yang ingin ia beli.


Tania pun juga merasa bahagia karena anak kecil itu mau diajak berubah jadi orang yang lebih baik, ia meminta Rania untuk tak sungkan-sungkan memilih barang yang dia inginkan.


"Kak, gue eh maksudnya aku mau tas yang ini aja deh! Soalnya kalo yang itu kemahalan, ya walau aku sukanya sama yang itu sih kak..." ucap Rania mengambil tas bergambar mobil dan menunjuk ke arah tas lainnya yang bergambar Batman.


"Ya ampun Rania, kalo kamu mau yang itu yaudah gapapa kamu ambil aja yang itu! Udah kamu gausah mikirin harganya mahal atau murah, aku pasti beliin kok buat kamu semahal apapun itu!" ucap Tania mengelus kepala gadis kecil itu lalu mengambil tas yang bergambar Batman dan memberikannya pada Rania, sontak gadis itu langsung bahagia dan memeluk Tania.


"Makasih ya kak," ucap Rania.


Setelah melepas pelukannya, Rania menaruh kembali tas bergambar mobil itu di tempatnya dan pergi mencari barang lainnya sambil terus membawa tas bergambar Batman di tangannya.


"Eee Rania, sini tas nya biar aku aja yang bawa ya! Biar kamu juga gak kesusahan milih barang lainnya," ucap Tania merendahkan posisi tubuhnya lalu meminta tas yang saat ini dipegang Rania.


Rania mengangguk dan memberikan tas itu pada Tania tanpa basa-basi, ia juga langsung berlari menuju tempat alat tulis meninggalkan Tania.


"Hey Rania jangan lari dong! Pak Riko, tolong bawa ini ya!" ucap Tania memberikan tas itu pada Riko dan lalu berlari mengejar Rania ke tempat peralatan tulis.


"Wahhh banyak banget pensilnya, bagus-bagus lagi! Ih ada yang nyatu sama penghapus juga lagi! Kalo aku beli yang ini pasti temen-temen di sekolah nanti pada iri deh, wah tempat pensilnya juga bagus-bagus semua..." ujar Rania yang terpukau saat masuk ke tempat alat tulis tersebut karena semua barang yang ada disana bagus-bagus.


Tania pun senyum-senyum saja melihat kelakuan gadis kecil itu yang tampak kebingungan memilih mana yang akan ia beli, Tania juga jadi teringat masa kecilnya dulu saat ia ingin sekali memiliki alat tulis dan bisa menulis nama dirinya sendiri.


"Semoga Rania terus konsisten seperti ini dan gak punya pikiran untuk kembali nyopet, karena gimanapun juga Rania harus jadi anak yang sukses tapi bukan sukses sebagai pencopet..!!" gumam Tania.


...•••...


Disisi lain, tiba-tiba saja markas Jordi didatangi oleh segerombolan pria berbadan besar yang juga kekar kekar itu.

__ADS_1


Mereka langsung menghampiri Jordi yang memang masih ada disana sambil berteriak membentak pria yang sudah agak tua itu.


"Jordi...!!!" teriak salah seorang dari mereka sambil menggebrak meja dan juga menendang kursi yang ada disana.


Sontak Jordi terkejut dan langsung bangkit menemui orang-orang yang kesetanan itu, ekspresi ketakutan kini muncul di wajahnya saat mengetahui bahwa yang datang adalah debkolektor alias sang penagih hutang yang kejam itu.


"Mana uang setorannya Jordi? Ini sudah 2 Minggu dan lu belum bayar tagihan bulan ini..!! Apa lu mau main-main sama kita ha??!!" ujarnya sambil menarik kerah baju Jordi dan mengangkat sedikit tubuhnya.


"Sa-sa-sa sabar bang sabar! Sa-saya pasti akan bayar tagihannya kok bang, tapi tolong kasih saya waktu lagi buat bayar itu bang karena saat ini saya lagi gak pegang uang sama sekali bang..!! Semua copet yang saya tugaskan mayoritas kena apes dan gak dapet dompet satupun bang, jadi saya gak bisa bayar hutang ke abang sekarang!" ucap Jordi gugup ketakutan.


"Halah banyak alasan lu! Pokoknya gua gak mau tau, bayar sekarang atau gua ratain tempat ini!" teriaknya sambil meninju perut Jordi dengan kencang.


Jordi pun tersungkur di tanah sambil memegangi perutnya yang kesakitan itu, bahkan saat ini seluruh isi perut Jordi ingin keluar.


Pria itu kembali menarik kerah Jordi dan memukul perutnya sekali lagi sampai Jordi benar-benar tidak bisa bangkit lagi.


Semua anak buahnya alias copet copet yang ia pekerjakan hanya bisa melihat bosnya dipukuli oleh pria yang tak dikenal itu.


"Dengar kalian semua yang ada disini, cepat serahin uang yang kalian punya atau gue bakal habisin pria ini sampe dia mati..!!" teriaknya.


Sontak Fajar menghampiri pria berbadan besar itu sambil memberikan segepok uang recehan yang telah dikumpulkan.


"I-ini bang uangnya, ma-maaf kalau kurang tapi cuma itu yang kita punya saat ini bang! Tolong jangan hajar bang Jordi lagi bang, kita janji kok bakal bantu bang Jordi buat lunasin hutang-hutangnya..!!" ucap Fajar.


"Heh, segini mah paling cuma seperempat dari total tagihan yang harus si Jordi bayar! Mana cukup uang segini ha??!! Gua gak mau tau, hari ini gua tunggu sampe malam buat kalian semua bayar tagihannya! Kalau enggak gua bakal bawa gadis kecil punya lu itu dan gua jual dia..!!" ancam pria itu pada Jordi.


"Ja-jangan bang, saya janji kok bakal bayar tagihan itu sama bunga-bunganya sekalian bang! Tapi tolong jangan ambil anak saya bang..!!" ucap Jordi memohon-mohon di kaki pria itu sambil masih merasakan sakit di perutnya.


Tanpa belas kasihan pria itu menendang tubuh Jordi hingga kembali terpental, dengan cepat Fajar menolong bosnya itu.


"Baiklah, gue tunggu sampai jam 9 malam! Awas ya kalo lu bohongin gua..!!" ujarnya kemudian pergi dari sana bersama para anak buahnya yang sangat banyak itu dan besar-besar juga.


"Bagaimana caranya gue bisa bayar hutang-hutang itu? Semua uang hasil nyopet udah gue pake buat taruhan judi dan gue kalah, aarrrgghhh...!!!" gumam Jordi yang masih kesakitan itu.


...•••...


Sementara itu, Tania kecil bersama omah nya pergi ke toko peralatan sekolah karena gadis kecil itu diharuskan membeli buku gambar untuk keperluan sekolahnya.


Ya seperti yang kita tahu Tania kecil saat ini memasuki usia 6 tahun dan sudah bersekolah di TK alias taman kota eh maksudnya kanak-kanak.


"Omah, aku mau buku gambar yang gede sama di depannya ada gambar ikan paus ya omah!" ucap Tania kecil.


"Iya sayang, sesuai apa yang kamu mau aja! Yaudah kamu pilih gih buku gambarnya disana, terus kalo udah nanti langsung omah bayar!" ucap Anggi.

__ADS_1


"Makasih ya omah..." ucap Tania kecil memeluk sejenak omah nya dan barulah ia berlari menuju tempat buku gambar.


Setelah sekian lama mencari buku gambar yang ia inginkan, akhirnya Tania kecil berhasil menemukan buku gambar dengan ikan paus di depannya.


Tentu saja ia langsung mengambil buku gambar tersebut, namun tiba-tiba saja anak kecil lainnya juga menyerobot buku gambar itu dari tangan Tania.


"Ih itu tuh punya aku, sini balikin!" ujar Tania kecil.


"Enak aja, aku duluan yang lihat ini tau! Kamu ngalah dong sama yang lebih gede..!!" ujarnya tak mau kalah.


"Ih kata papah aku yang gede itu harus ngalah sama yang kecil, lagian aku duluan yang ambil buku gambar itu kok!" ucap Tania kecil.


"Gak mau pokoknya ini punya aku..!!"


"Ih punya aku!"


"Gak bisa ini punya aku..!!!"


Tania kecil pun berusaha merebut buku gambar itu dari tangan anak yang berusia lebih besar darinya, ia menarik buku gambar tersebut namun malah ia terjatuh karena dorongan dari anak tersebut.


"Awh sakit..." rintih Tania kecil memegangi kakinya.


"Rasain tuh, makanya jangan mau ngerebut punya aku!" ucapnya tanpa rasa bersalah.


Kemudian, Anggi datang karena mendengar suara keributan yang mirip dengan cucunya... ia terkejut saat melihat Tania kecil terduduk di lantai.


"Ya ampun cucu omah, kamu kenapa sayang??" tanya Anggi yang panik.


"Itu omah, dia ngerebut buku gambar punyaku! Padahal aku duluan yang ambil buku gambar itu," jawab Tania kecil sambil menunjuk ke arah anak kecil di depannya.


Sontak Anggi langsung menghampiri anak kecil itu dan berniat memarahinya, bahkan ia juga mengambil paksa buku gambar itu dari tangannya.


"Kamu ini ya kecil-kecil udah jadi anak bandel, siapa sih orang tua kamu ha??!!" ujar Anggi.


Kemudian seorang wanita dewasa datang melindungi anak kecil itu dari tangan nakal Anggi yang hendak memukulnya.


"Maaf Bu, tapi jangan main tangan sama anak kecil!" ucapnya sambil menahan tangan Anggi.


Tania kecil menyeka air matanya, ia membulatkan matanya saat melihat wanita dewasa yang datang itu.


"Tante Tania..." ucapnya seraya bangkit dari duduknya dan berlari menghampiri Tania dewasa.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2