
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 233
(Momen haru)
...•...
...•...
Velove sampai di depan rumah William bersama dengan Rizky yang memaksa ingin mengantarnya, mereka berdua turun dari dalam mobil dengan membawa koper di tangannya. Gadis itu tampak cemberut dan kesal pada sosok Rizky yang masih terus saja mengikutinya, padahal ia sudah berulang kali mengusir pria tersebut dari hidupnya.
Sementara Rizky hanya senyum-senyum saja dan menghampiri Velove sembari memberikan kunci mobil itu kepada sang pemiliknya, Rizky memang sedang menjalani misi pendekatan pada Velove setelah ia mendapat cuti dari pihak atasannya karena kerja bagusnya yang berhasil mengungkap kejahatan dari Cakra si mafia jahat yang meresahkan itu.
"Nih, kunci mobil lu!" ucap Rizky.
Velove mengambil kunci itu dari tangan Rizky tanpa berbicara apapun padanya, ia bahkan tak sama sekali menatap wajah Rizky dan hanya memutar bola matanya malas lalu membuang muka. Velove memang malas sekali harus meladeni sosok pria seperti Rizky itu, yang ia inginkan adalah Rizky pergi jauh dari kehidupannya saat ini.
"Lu ngapain masih disini?" tanya Velove jutek.
"Ya ampun, galak banget sih lu! Gue kan cuma mau temenin lu sampe lu masuk ke dalam rumah ini dengan selamat, jangan marah-marah gitu dong!" ucap Rizky sambil tersenyum.
"Haish, gue gak butuh ditemenin sama lu! Udah sana balik dan jangan deketin gue lagi!" bentak Velove.
__ADS_1
"Ah emangnya lu gapapa kalo aku pergi dari sini? Nanti lu kangen lagi sama gue, secara gue ini kan ngangenin banget orangnya." ujar Rizky.
"Dih najis!" ujar Velove.
"Hahaha, sekarang lu boleh bilang najis. Tapi, lihat aja nanti pasti lu bakal terpesona sama gue dan kejar-kejar cinta gue. Soalnya banyak cewek yang sok jual mahal kayak lu ini, giliran gue tinggal pergi aja baru pada nyesel." ucap Rizky.
"Kepedean banget sih lu! Gue gak akan pernah suka sama lu, apalagi sampe kejar-kejar lu! Paling juga cuma orang gila yang bakal mau lakuin itu ke lu, udah sana pergi yang jauh!" bentak Velove.
"Hah? Lu yakin nih? Sekali lagi gue bilangin ya, gue ini orangnya ngangenin loh!" ucap Rizky.
"Bodoamat! Gue gak perduli apapun omongan lu itu, sekarang pergi atau gue bakal teriak supaya warga dan satpam di rumah Tania juga ngusir lu dari sini! Cepetan ah pergi, gue gak mau kehadiran lu disini ngerusak suasana antara gue dan Tania!" bentak Velove masih saja mengusir Rizky.
"Ohh, yaudah deh iya gue pergi." ucap Rizky.
"Iya sana!" ujar Velove kesal.
Rizky pun memutar tubuhnya dan bersiap melangkah pergi dari sana, namun tiba-tiba terdengar suara gadis kecil berteriak dari dalam rumah Tania yang berlari mendekat ke arah pagar. Rizky yang tadinya hendak pergi, langsung terhenti langkahnya dan menoleh kembali ke belakang untuk memastikan siapa yang berteriak itu.
Ya suara teriakan Rania itu membuat Velove serta Rizky menoleh secara bersamaan, mereka berdua kompak tersenyum bahagia saat melihat sosok Rania disana. Bahkan Velove langsung mendekati Rania dan meninggalkan kopernya begitu saja disana bersama Rizky, ia sudah tidak sabar ingin memeluk anak kandungnya tersebut.
"Rania....!!" ucap Velove.
Velove pun berjongkok di hadapan Rania dan menatap wajah cantik gadis kecil itu, namun kini mereka masih terhalang sebuah pagar sehingga tak dapat berpelukan dengan leluasa. Ya Velove sangat gembira dapat melihat putrinya kembali, begitupun dengan Rania yang juga terus tersenyum karena ada mamanya disana.
"Mama, bener mama mau tinggal disini sama aku?" tanya Rania sambil tersenyum renyah.
"Iya sayang, mulai sekarang mama akan tinggal disini sama kamu. Kakak Tania sendiri yang minta mama buat tinggal disini!" jawab Velove.
"Yeay asik!!"
__ADS_1
❤️
Tania bersama Revan menyusul ke depan pagar dengan jalan berdampingan, tangan Revan kini terus berada di pinggang gadisnya dan wajahnya juga tak jauh-jauh dari leher Tania. Mereka terharu melihat Rania dan mamanya disana yang tampak sangat senang karena dapat bertemu kembali, Tania juga ikut senang karena bisa menyatukan keduanya.
Namun, Tania sangat heran lantaran para penjaga di rumahnya justru diam saja saat melihat Rania dan mamanya berduaan di depan pagar. Ia pun geleng-geleng kepala karena tak ada satupun yang bergerak untuk membuka pintu pagar tersebut, akhirnya Tania dan Revan menghampiri penjaga disana dengan raut wajah kesalnya.
"Pak Gilang, pak Jackie, pak Baim, semuanya deh yang ada disini." ucap Tania memanggil para penjaga yang ada di pos jaga tersebut.
Sontak mereka semua pun berjalan menghampiri Tania, termasuk juga Riko yang memang sering disana bersama mereka untuk menjaga rumah bos mereka yang besar itu. Mereka tampak heran lantaran wajah Tania terlihat sangat kesal seperti orang yang sedang emosi, akibatnya mereka menunduk saja dengan dua tangan di depan.
"Ada apa ya, non?" tanya Riko heran.
"Kalian ini pada kenapa sih? Males kerja apa gimana? Gak lihat itu ada tamu yang datang? Kasihan loh Rania sampai susah buat meluk mamanya, apa gak ada yang pada niat buat kerja disini? Kalau emang iya, aku bisa bilang ke papa buat pecat kalian semua kok!" ucap Tania tegas.
"Eee kita cuma waspada aja, non. Takutnya kalau dibukain, nanti mbak Velove bakal bawa non Rania pergi dari sini!" ucap Riko.
"Haish, udah sekarang pak Riko bukain tuh gerbangnya dan biarin Velove masuk! Mulai hari ini dia bakal tinggal disini, dan kalian semua juga harus patuh sama dia!" ucap Tania.
"Baik non!" ucap Riko.
Akhirnya Riko pun berlari ke dekat gerbang untuk membuka pintu tersebut sesuai perintah Tania, ia tampak ketakutan dengan raut amarah dari wajah nona nya, karena selama ini Tania jarang sekali marah sampai seperti itu. Sedangkan Tania juga pergi dari sana, namun ia sempat melirik sinis ke arah para penjaganya dan masih merasa kesal.
Setelah pintu pagar terbuka, Velove pun langsung memeluk tubuh putrinya dengan erat dan Rania juga tampak gembira karena dapat berpelukan dengan mamanya disana. Velove terus mencium wajah putrinya dan mengusap punggung Rania serta rambut lurusnya itu dengan lembut di hadapan Riko dan juga Rizky yang masih ada disana.
Sementara Tania dan Revan kini juga telah sampai di dekat pintu pagar, mereka tersenyum menyaksikan momen haru antara Rania dan mama kandungnya disana. Namun, rasa haru itu tiba-tiba teralihkan saat Tania melihat sosok Rizky yang juga berdiri di belakang Velove dan tampak senyum-senyum ketika Tania meliriknya dari jarak agak jauh.
"Tania, biarpun kamu sekarang sudah memiliki Revan dan aku juga sedang berusaha mendapat cinta Velove. Tapi, bagiku kamu tetaplah cinta pertamaku Tania!" gumam Rizky dalam hati.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...