
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 302
(Sahur pertama)
...•...
...•...
Waktu sahur telah tiba, Tania dan seluruh keluarganya juga sudah bersiap untuk melaksanakan sahur dengan berkumpul di meja makan yang telah dipenuhi oleh berbagai jenis makanan lezat. Bahkan Rania gadis kecil yang masih duduk di bangku SD itu juga ikut bersama mereka, ya walau Rania sulit sekali dibangunkan tadi sampai harus berkali-kali.
Tak lupa juga Tania mengajak Jordi alias ayah angkatnya itu sahur di rumahnya, sehingga kini lengkaplah sudah jumlah anggota keluarga Tania di rumah itu. Tinggal Revan saja yang belum ada, karena mereka memang belum sah menikah baik di mata hukum maupun agama, sehingga Revan tak bisa ikut tinggal disana untuk saat ini.
"Nah, udah pada kumpul semua kan ini? Rania, kamu kok bangunnya susah banget sih? Semalam padahal kamu paling semangat buat bangun sahur, kok malah bangun paling akhir?" tanya William.
"Eee aku ngantuk, pah. Soalnya aku kan belum terbiasa bangun jam segini, jadi masih agak susah deh buat bangun pagi!" jawab Rania nyengir.
"Hahaha, gapapa sayang. Yang penting kamu bangun dan bisa sahur sama kita, nanti Rania mau puasa setengah hari aja atau bisa full nih?" ucap Tania yang ada di samping gadis kecil itu.
"Umm, full dong kak!" jawab Rania tanpa ragu.
"Masya Allah! Bagus itu sayang, kakak yakin kamu pasti bisa!" ucap Tania tersenyum.
"Hahaha, kamu memang banyak berubah Rania! Ayah gak nyangka kamu bisa tumbuh jadi gadis yang lebih baik dari sebelumnya, semoga kamu bisa terus begini ya Rania! Lupakan masa kelam kamu, fokus raih kebahagiaan di masa depan!" ujar Jordi.
__ADS_1
"Iya dong ayah, kan ini juga berkat ayah sama semua orang yang ada disini! Aku beruntung banget deh bisa punya keluarga begini, aku seneng ayah!" ucap Rania tersenyum renyah.
Semua yang ada di meja makan pun tersenyum, mereka juga ikut terharu ketika mengingat masa lalu Rania yang begitu mengenaskan, terlebih Velove karena ia tahu sendiri kalau Rania putrinya itu dibuang oleh ayah kandungnya ketika Rania baru saja dilahirkan.
Sementara Arsen yang ada di samping Velove, coba mencuri-curi pandang menatap wajah Velove yang selalu membuatnya terpesona, apalagi gadis itu hanya memakai baju tidur tanpa dalaman yang pastinya membuat mata Arsen tidak bisa fokus ke makanan yang ada di meja.
"Saya harus tahan diri! Velove itu sudah punya calon suami, saya tidak mungkin merebut dia dari si calonnya itu!" gumam Arsen dalam hati.
Melihat kakaknya berkelakuan aneh, Tania pun coba menegur Arsen untuk menyadarkan pria itu dari tatapan mesumnya terhadap Velove.
"Ehem ehem, fokus kali kak! Makanannya kan ada di depan, bukan di samping kak Arsen!" tegur Tania.
"Hah? Kamu apaan sih Tania? Emang kata siapa makanannya ada di samping kakak? Ngaco aja kamu, ini juga kakak mau makan kok!" ucap Arsen tampak gugup karena ia terkejut setelah Tania rupanya tahu apa yang ia pandangi sedari tadi.
Tania pun terkekeh kecil menyaksikan reaksi kakaknya itu, sedangkan Velove masih tak mengerti dan hanya diam saja saat ini.
"Yaudah, ayo semuanya kita makan! Jangan lupa berdoa dulu ya, biar supaya makanan yang kita makan itu berkah! Rania, berdoa dulu ya sayang!" ucap William.
Mereka semua berdoa sebelum mulai melaksanakan sahur pertama di hari ini, barulah semua orang disana mulai menyantap makanan yang sudah disediakan disana. Namun, Arsen terus saja gugup dan jantungnya berdetak tak karuan ketika Velove menoleh ke arahnya menawarkan diri untuk membantu Arsen mengambil makanannya.
"Kak, aku ambilin ya?" ucap Velove tanpa ragu.
Sontak semua disana langsung terdiam tak menyangka menyaksikan kejadian itu.
...•••...
Disisi lain, tak hanya keluarga Tania yang melakukan sahur dengan bersama-sama. Ya tentu saja keluarga kecil Reno juga melakukan hal yang sama, mereka semua telah berkumpul di meja makan bersiap untuk melaksanakan sahur pertama mereka di tahun ini secara bersamaan, ini adalah kesekian kalinya Reno menjalani bulan puasa tanpa kehadiran sosok istri.
Tania kecil juga ikut bersantap sahur disana bersama papanya serta oma dan opanya tentu, ya Tania bertekad untuk bisa menjalani ibadah puasa full sampai Maghrib. Walaupun usia Tania kecil masih terbilang kecil, akan tetapi gadis itu sudah ingin bisa berpuasa seperti orang-orang dewasa dan tidak mau kalah dari Reno alias papanya itu.
"Oma, opa, aku mau ikut sahur ya?" ucap Tania kecil yang baru hadir ditemani pengasuhnya.
__ADS_1
"Aduh cucu oma sayang yang cantik, kamu udah bangun nih sayang? Serius kamu mau ikut sahur sama kita disini?" ucap Anggi tersenyum.
"Iya dong oma, aku juga mau puasa!" ucap Tania.
Gadis kecil itu pun langsung duduk di kursi yang kosong tempat biasa ia duduki dengan dibantu oleh pengasuh cantik bernama Amber, tampak Reno tersenyum senang melihat putrinya yang ingin ikut menjalani ibadah puasa kali ini.
"Wah beneran nih anak papa mau ikut puasa? Emang kamu kuat sayang?" tanya Reno.
"Kuat dong pah! Aku kan udah gede, aku juga mau ngerasain jadi orang yang puasa! Umm, boleh kan pah?" ucap Tania kecil penuh semangat.
"Hahaha, boleh dong sayang!" ujar Reno.
"Iya sayang, justru kami bangga banget sama kamu! Karena kamu masih kecil, tapi udah punya keinginan buat beribadah puasa seperti orang dewasa! Yasudah, ayo Tania dimakan itu!" ucap Darma.
"Oke opa! Tapi, kok mama Lyota gak diajak buat ikut sahur disini sih pah?" tanya Tania kecil bingung.
Sontak Reno hampir tersedak begitu mendengar pertanyaan dari putrinya, ia melirik ke arah Anggi dan terlihat mamanya itu tampak emosi karena dia memang masih belum terlalu suka pada Lyota apalagi kalau cucunya terus berkata seperti itu.
"Eee sayang, mama Lyota itu belum boleh tinggal disini dan makan sahur sama kita! Nanti kalau papa sama mama Lyota udah resmi nikah, baru deh kamu bisa ketemu terus sama mama Lyota disini! Sabar ya sayang, sebentar lagi papa juga bakal nikahin mama Lyota kok!" jawab Reno sambil tersenyum.
"Oh gitu ya, pah? Yah sayang banget dong, berarti bulan puasa kali ini aku gak bisa makan sahur sama mama Lyota dong?" tanya Tania kecil cemberut.
"Kata siapa sayang? Ya pasti bisa dong, kan papa sama mama Lyota sebentar lagi bakal nikah! Kamu tunggu aja sayang, mungkin sekitar satu Minggu lagi dari sekarang!" jawab Reno tersenyum.
"Yang bener pah? Yeay asik!" ujar Tania kecil.
"Iya sayang," ucap Reno sembari mencolek pipi putrinya itu.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1