Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 430 (Selingkuh)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


...🔞🔞🔞...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 373


(Selingkuh)


...•...


...•...


Rianti masih menunggu kehadiran Reno di rumahnya, ia berjalan kesana-kemari di depan pintu sembari menggigit jarinya. Sesekali ia menoleh ke arah jam di dinding untuk memastikan sekarang ini sudah memasuki pukul berapa.


Suasana semakin sunyi karena langit juga sudah sangat gelap, bulan tertutup awan dan angin dingin mulai menerpa kulit tubuh Rianti yang hanya mengenakan dress dengan lengan terbuka itu.


Rianti pun menggunakan kedua tangannya untuk menutupi bagian tubuhnya yang kedinginan.


"Duh, Reno mana sih? Kok belum dateng juga? Kalo sampe mas Lio keburu pulang gimana dong?" ujarnya kebingungan.


Ia terus mondar-mandir dengan perasaan gelisah tak menentu, ia khawatir jika Reno datang bersamaan dengan kedatangan suaminya dan malah akan terjadi masalah baru diantara mereka, walau Rianti juga sudah menceritakan semuanya pada Lionel dan suaminya itu dapat mengerti.


"Ayo dong Reno, cepat datang kesini!" gumam Rianti.


Tak lama kemudian, sebuah sinar mobil terlihat dari kejauhan dan mengarah ke depan rumahnya. Ya benar saja mobil itu berhenti tepat di halaman rumah Rianti dan si pengemudi turun dari mobil itu, lalu tersenyum ke arah Rianti.


Rianti yang melihatnya ikut tersenyum, ia berjalan menghampiri pria yang tak lain ialah Reno dan membuka kunci gerbangnya, tentu saja Rianti senang karena akhirnya Reno datang setelah sekian lama ia menunggu pria tersebut.


"Yuk masuk aja! Kita bicara di dalam!" ujar Rianti.


"Oke!" jawab Reno singkat.


Keduanya melangkah masuk dan tak lupa Rianti kembali mengunci pintu pagar, mereka pun duduk di sofa ruang tamu dengan dua gelas minuman yang sudah tersedia disana.


"Ayo minum dulu!" ucap Rianti.


"Makasih Rianti!" ucap Reno.


Reno mengambil satu gelas itu, lalu meminumnya sampai tersisa setengah.


"Aahhh seger!" ujar Reno.


"Jadi, apa yang mau kamu ceritain sama aku?" tanya Rianti heran.


Reno tersenyum tipis dan menaruh gelas itu di meja.


"Kamu kan penasaran soal kenapa aku datang ke rumah kamu ini bareng mamaku, makanya aku kesini ya buat jelasin semuanya ke kamu!" jawab Reno.


"Ya yaudah, jelasin aja!" ujar Rianti.


"Aku udah ceritakan semua masalah kita ke mama dan papa aku, mereka kaget setelah tahu kalau aku menghamili kamu! Itu sebabnya waktu itu mama ajak aku ke rumah kamu, karena mama pengen minta kejelasan dari kamu dan bertemu sama cucunya alias Athar!" jelas Reno.


"Apa? Ngapain sih kamu pake cerita gitu ke orang tua kamu, mas? Kalau misal nanti mereka gak mau Athar dekat-dekat sama kamu lagi gimana? Aku kasihan loh sama Athar!" ujar Rianti cemas.


"Tenang aja! Justru mama papaku pada minta aku buat tanggung jawab sama kamu! Mereka mau aku penuhi tanggung jawab aku sebagai seorang ayah dari Athar, dan sekaligus membiayai kehidupan Athar putra kandungku!" ucap Reno.


"Tapi mas, gimana sama istri kamu? Dia kan lagi hamil, pasti dia syok nanti!" tanya Rianti.


"Istri aku? Dia juga udah tahu kok tentang ini, kamu gak perlu khawatir berlebihan gitu sayang!" jawab Reno sembari mencolek pipi Rianti.


"Mas, apaan sih?!" tegur Rianti.


Reno hanya tersenyum seringai sambil meraih satu tangan Rianti dan menggenggamnya.


"Lyota udah tahu semuanya, dia juga gak marah sama aku! Ya emang sih kita sempat berselisih waktu itu, tapi Alhamdulillah dia langsung bisa terima karena semuanya kan hanya masa lalu aku yang kelam!" ucap Reno.


Pria itu dengan sangat berani mengecup punggung tangan Rianti.


Cupp!


"Mas Reno!" protes Rianti dan langsung menarik paksa tangannya dari Reno.


"Kenapa sih?" tanya Reno terkekeh.


"Mas, jangan macam-macam ya! Aku ini udah bersuami, dan kamu juga udah punya istri! Apalagi sekarang istri kamu lagi hamil, kamu gak boleh ngelakuin hal seperti tadi!" ujar Rianti.


"Oh gitu, iya deh maaf!" ucap Reno santai.


Reno kembali mengambil gelas di meja dan meminumnya sampai habis.


"Eee Rianti, kamu emang gak mau ya mengulang kejadian yang kita lakukan delapan tahun lalu itu? Bukannya kamu bilang dulu, kalau kamu suka sama permainan aku?" goda Reno.


"Hah? Maksud kamu apa sih, mas?" ujar Rianti.


"Hahaha, bercanda kok! Eh btw, Athar sama yang lain kemana nih? Kok sepi banget rumah kamu?" ujar Reno celingak-celinguk.


"Mereka udah tidur, kamu gak bisa ketemu sama Athar malam ini!" ucap Rianti.

__ADS_1


"Ya gapapa, yang penting aku bisa ketemu sama mamanya! Kamu makin cantik dan montok aja sih Rianti, bikin punyaku tegang dan berontak seakan pengen masukin kamu lagi! Kayaknya dia rindu deh sama kehangatan lubang kamu!" ucap Reno.


"Mas, jangan bicara macam-macam deh!" tegas Rianti emosi.


Reno tersenyum menyeringai ke arah Rianti, lalu beranjak dari sofa dan mendekati wanita itu.


Rianti pun amat ketakutan, ia terus menjauh dan berusaha mencegah Reno melakukan sesuatu yang di luar batasnya.


"Cukup Reno! Jangan macam-macam!" teriak Rianti.


"Kenapa? Aku bakal bikin kamu enak kok Rianti! Kasihan sekali kamu gak dapat kepuasan dari Lionel malam ini, jadi biar aku aja yang gantiin dia ya untuk malam ini!" bujuk Reno.


"Dasar gila! Kamu—"


"Mmppphhh..."


Reno memotong ucapan Rianti dan langsung melumatt bibir wanita itu dengan kasar, ia memegangi dua telapak tangan Rianti sehingga wanita itu tidak bisa melawan.


Dengan cekatan, Reno berhasil mengangkat tubuh Rianti dan membawanya menuju kamar tanpa melepas pagutan mereka.


Ya selanjutnya mereka pun ehem ehem di kamar.


•


•


Disisi lain, Lionel yang sedang kerja lembur merasa tidak tenang memikirkan istrinya. Entah mengapa tiba-tiba ia terpikirkan Rianti yang sedang di rumah bersama anak-anaknya.


"Duh, kok saya jadi kepikiran Rianti ya? Ada apa sih sama dia?" gumam Lionel kebingungan.


Akhirnya Lionel memutuskan untuk menghubungi Rianti, namun nomor istrinya itu tidak bisa dihubungi sehingga membuat ia semakin panik.


Jujur Reno ingin sekali segera pulang ke rumah, akan tetapi kerjaan yang menumpuk membuat ia sulit untuk melakukan itu dan memilih tetap di kantor sampai semuanya beres.


"Huh semoga gak ada apa-apa deh sama Rianti! Mungkin ini cuma perasaan saya aja!" ujarnya.


TOK TOK TOK...


"Masuk!" teriak Lionel.


Ceklek...


Seorang wanita cantik yang tak lain ialah Citra, sekretaris Lionel muncul dengan membawa berkas berikutnya yang harus diamati Lionel.


"Permisi pak, ini berkas selanjutnya!" ucap Citra.


"Terimakasih Citra, taruh saja disitu!" ucap Lionel.


"Baik pak!" ucap Citra menurut.


"Umm, maaf pak! Bapak sedang ada yang dipikirin ya?" tanya Citra pelan.


"Eh eee enggak kok, saya cuma kepikiran istri saya aja di rumah!" jawab Lionel.


"Oh gitu, udah coba ditelpon pak?" tanya Citra.


"Udah, cuma gak bisa! Itu yang bikin saya cemas sekarang!" ucap Lionel.


"Bapak tenang dulu! Mungkin aja Bu Rianti sudah tertidur bersama anak-anak bapak!" ucap Citra.


"Iya sih, kamu benar Citra!" ucap Lionel.


Citra tersenyum manggut-manggut tipis.


"Yasudah pak, kalau gitu saya izin permisi dulu!" ucap Citra.


"Eh tunggu!" cegah Lionel.


"Iya pak, ada yang bisa saya bantu lagi?" tanya Citra.


"Kamu disini saja, temani saya! Sekarang kan sudah mau jam dua belas malam, agak ngeri juga saya sendirian disini!" ucap Lionel nyengir.


"Ah iya juga sih pak, sebenarnya saya takut sendirian di ruangan saya!" ucap Citra.


"Nah, makanya kamu disini aja! Kamu boleh duduk dimanapun suka-suka kamu, yang penting saya ada teman ngobrol!" ucap Lionel.


"Baik pak!" ucap Citra tersenyum.


Citra menuruti kemauan bosnya, lalu duduk di sofa dengan kaki terlipat dan tampak mengamati Lionel dari sana. Sedangkan Lionel sendiri juga terus menatap Citra tanpa berkedip.


"Rianti, semoga kamu gak kenapa-napa sayang!" gumam Lionel dalam hati.


Ya rupanya Lionel masih memikirkan Rianti, namun matanya malah mengarah pada sosok Citra sekretarisnya.


•


•


Kembali lagi ke kamar Rianti, wanita itu masih terus asik bermain kuda-kudaan dengan Reno, keduanya pun tampak menikmati permainan yang sudah lama tidak mereka lakukan itu.


Reno dengan gairahnya terus memompa miliknya di dalam milik Rianti, ia menambah kecepatan saat hendak mendapat pelepasan pertamanya, terlihat Rianti juga akan mendapatkan hal yang sama.


"Aahhh mass akhuu mauuhh sampaihh..." ujar Rianti terengah-engah.

__ADS_1


"Bersama!" ucap Reno.


Tangan Reno meraih dua gundukan kenyal milik Rianti dan meremassnya lembut. Ia menambah tempo kecepatan, hingga membuat Rianti terus mendesahh kenikmatan.


Saat ini posisi Rianti sedang menungging dan Reno berada di belakangnya, menusukkan miliknya cukup dalam ke arah goanya.


"Aakkkhhh...." Rianti mengerang panjang.


Mereka sama-sama mendapat pelepasan, Reno mengeluarkan cairannya di dalam rahim Rianti dan seketika keduanya ambruk karena keletihan, Reno menyingkirkan helaian rambut Rianti yang menutupi area lehernya, lalu menjilati bagian itu.


"Haahh haahhh mass kamu benar-benar nikmat!" racau Rianti tak bisa menahan dirinya.


Reno tersenyum mendengarnya, lalu kembali mengecup leher serta bibir Rianti.


Cupp!


"Makasih sayang! Akhirnya malam ini aku bisa mendapat kepuasan dari kamu lagi, sudah lama aku tidak merasakan ini!" ucap Reno.


"Mas, sebaiknya kamu segera pulang! Aku takut mas Lionel datang dan melihat kamu ada disini, gimana kalau nanti dia memergoki kita berdua sedang telanjang begini?" ujar Rianti panik.


"Tenang sayang, dia gak akan tahu! Kamu gak perlu cemas gitu lah!" ucap Reno.


"Mas, aku mohon cabut milik kamu!" ucap Rianti.


"Oke! Tapi, kamu harus mandi dulu bareng aku!" ucap Reno.


"Hah??"


Tanpa basa-basi, Reno langsung menggendong tubuh Rianti ala bridal style setelah mencabut miliknya dari dalam sana dan membawanya ke dalam kamar mandi, ia mengunci pintu dari dalam dan menurunkan tubuh Rianti di bawah shower.


Reno menyalakan keran shower itu dan seketika kucuran air mulai membasahi tubuh Rianti, ia memeluk Rianti dengan erat dan kembali memagut bibir manisnya itu sembari meremass serta memainkan gundukan milik Rianti.


"Mmhhh mmhhh..." desahh Rianti tertahan karena mulutnya dibungkam oleh Reno.


"Mas cukuph!" ucap Rianti berusaha menghentikan tindakan Reno, tetapi gagal karena tenaganya kalah kuat dibanding pria itu.


Reno tak menggubrisnya dan tetap melanjutkan aksinya, ia beralih pada leher Rianti, mengecupnya kemudian meninggalkan beberapa kiss mark disana.


"Ronde kedua, sayang!" bisik Reno sambil menggigit kecil daun telinga Rianti.


"Eenngghh..."


Rianti melenguh panjang saat jari-jari Reno mulai memasuki area miliknya dan mengocok-ngocok di dalam sana sangat cepat, sampai ia langsung mendapat pelepasan berikutnya dan membasahi jari tengah serta telunjuk Reno.


Ya selanjutnya adegan ehem ehem kembali terjadi diantara mereka di dalam toilet itu.


•


•


Keesokan harinya, Lionel baru pulang ke rumah setelah semalaman menginap di hotel. Ia khawatir mengganggu Rianti dan orang rumah lainnya jika pulang ke rumah tengah malam.


Lionel langsung memasuki kamarnya mengecek sang istri karena semalaman ia memikirkan kondisi Rianti, bahkan Lionel sampai sulit tidur akibat belum mengetahui kondisi istrinya.


Ceklek...


Begitu tiba di dalam kamar, terlihat Rianti masih tertidur pulas di atas ranjang dengan posisi miring dan tertutupi selimut tebal, ia melangkah menghampiri Rianti sambil tersenyum merasa lega karena istrinya baik-baik saja.


Lionel duduk di pinggir ranjang, perlahan menggerakkan tangannya mengusap lembut wajah Rianti yang masih tertidur. Ia mendekatkan wajahnya, kemudian mencium kening sang istri.


Cupp!


"Rianti sayang, syukurlah ternyata kamu baik-baik aja! Aku ngerasa lega sekarang!" batin Lionel.


Setelah puas, Lionel pun beranjak dari ranjang tersebut dan melepas seluruh pakaiannya. Ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, karena tubuhnya sudah sangat lengket.


Sementara Rianti sebenarnya tahu kalau suaminya sudah pulang, ia meneteskan air mata saat mengingat kejadian semalam yang dilakukan dirinya bersama Reno, Rianti merasa telah mengkhianati Lionel dan tak pantas disentuh olehnya lagi.


"Mas, kalau kamu tahu apa yang semalam aku lakukan dengan Reno, pasti kamu gak bakalan cium kening aku lagi!" batin Rianti.


Tak lama, Lionel keluar dari kamar mandi mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya. Ia melihat ke arah Rianti dan tersenyum karena menyangka istrinya itu masih tertidur pulas, padahal Rianti sudah terbangun dari tidurnya sedari tadi saat ia masuk ke dalam kamar mandi.


Lionel mendekati istrinya, ia duduk di samping tubuh sang istri dan perlahan mengusap rambutnya.


"Sayang, bangun yuk udah siang nih! Emang kamu gak mau sarapan bareng aku sama yang lain? Kasihan loh dedek bayi di dalam perut kamu, dia butuh asupan makanan pagi ini!" ucap Lionel.


Rianti merasa nyaman saat diusap seperti itu oleh Lionel, ia tersenyum lalu membuka matanya mengarah ke sang suami di dekatnya.


"Mas? Kamu udah pulang?" ujar Rianti pura-pura.


"Iya sayang, daritadi malah. Aku lihat kamu masih tidur, makanya aku mandi dulu!" ucap Lionel.


"Ya ampun mas, harusnya kamu bangunin aku dong! Supaya aku bisa bantu kamu bersih-bersih, kan gak enak kalau suami pulang eh aku malah enak-enakan tidur!" ucap Rianti cemberut.


"Gapapa sayang, mending sekarang kamu bangun terus siapin baju ganti aku! Mau jadi istri yang baik kan?" ucap Lionel.


"Iya mas,"


Rianti mengangguk tersenyum, kemudian bangkit dari ranjangnya dan mengambilkan baju ganti untuk Lionel, sedangkan pria itu hanya duduk di tempatnya mengamati bagian tubuh istrinya.


Awalnya semua tampak baik-baik saja, sampai Lionel menyadari ada yang tidak beres disana.


"Loh, leher Rianti kenapa itu?" gumamnya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2