
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 290
(Cantik!)
...•...
...•...
Lyota, Julia serta Reva masih terlibat perbincangan di meja makan sembari menikmati sarapan mereka masing-masing. Niko sang adik kecil juga ada disana dan tampak asyik memakan makanannya, ya Niko memang masih kecil dan belum terlalu mengerti apa yang dibicarakan orang dewasa, walau ia sesekali ikut-ikutan berbicara seperti ketiga manusia itu.
Julia sendiri masih merasa tidak enak setelah tahu kalau Lyota diberikan hotel oleh Reno, ia tidak ingin jika nantinya Lyota dianggap sebagai istri yang gila harta oleh orang tua Reno. Apalagi jika mertua Lyota itu mengira kalau Lyota menikah dengan Reno hanya karena hartanya, Julia pun coba berbicara pada putrinya itu untuk membahas mengenai hal tersebut.
"Lyota sayang, kamu beneran mau terima hotel dari Reno itu?" tanya Julia dengan wajah cemas.
"Iya ibu, emang kenapa sih? Apa salah kalau aku terima hadiah dari calon suami aku sendiri?" ucap Lyota tampak keheranan.
"Gak salah Lyota, ibu cuma khawatir aja sama kamu! Karena bisa aja ini nantinya bakal jadi masalah, ibu gak mau loh kalau kamu dianggap sebagai wanita yang matre atau gila harta! Biarpun kita bukan dari keluarga kaya seperti mereka, tapi ibu kan selalu ajarin kebaikan sama kamu Lyota!" jelas Julia.
"Iya sih Bu, awalnya aku juga agak ragu buat terima pemberian Reno ini. Tapi, mau gimana lagi Bu? Reno paksa aku buat terima hadiah itu, katanya itu semua milik dia pribadi tanpa ada campur tangan kedua orangtuanya!" ucap Lyota.
"Tetap aja sayang, mending nanti kamu bicarakan lagi soal ini ke Reno ya!" ucap Julia.
"I-i-iya Bu," ucap Lyota menurut pada ibunya.
"Yah jangan gitu lah bu! Menurut aku gapapa kok kalau Lyota terima hadiah dari Reno, justru itu bagus dan bisa menambah keyakinan kita kalau Reno emang tulus mau nikahin Lyota!" seloroh Reva.
__ADS_1
"Iya Reva, tapi ibu gak mau nantinya terjadi masalah dan Lyota dianggap sebagai wanita yang matre! Sebaiknya kan kita menghindari itu terjadi, daripada terlambat dan malah sudah terlebih dahulu ada masalah kan?!" ucap Julia.
TOK TOK TOK...
Disaat mereka sedang asyik berbincang, tiba-tiba ada suara ketukan pintu dari luar yang membuat mereka kompak menoleh ke arah pintu.
"Assalamualaikum, Lyota!" ucap seseorang dari luar.
Sontak Lyota serta yang lainnya terkejut ketika ada yang datang ke rumah mereka, apalagi dari suaranya Lyota yakin sekali kalau yang datang itu adalah Reno alias calon suaminya.
"Waalaikumsallam, bu aku ke depan dulu ya bukain pintu? Itu kayaknya Reno deh," ucap Lyota.
"Iya sayang, sekalian kamu bilang ke Reno soal tadi yang kita omongin! Ibu gak mau ya ada masalah lagi nantinya diantara kalian!" ucap Julia.
"I-i-iya Bu, aku ngerti kok!" ucap Lyota gugup.
Lyota pun beranjak dari kursinya dan berjalan ke depan pintu untuk menemui Reno, sedangkan Julia serta Reva masih tetap disana lanjut menikmati sarapan pagi mereka bersama Niko.
Lyota membuka pintu dan benar saja yang datang ke rumahnya adalah Reno, ya gadis itu pun tersenyum menyambut kedatangan calon suaminya.
"Waalaikumsallam, Reno. Benar ternyata yang datang itu kamu, aku udah duga dari suara kamu soalnya! Ada apa sih Reno kamu datang pagi-pagi gini ke rumahku?" ucap Lyota bertanya penasaran.
"Iya sayang, aku kangen nih sama kamu! Gimana kalo kita jalan-jalan lagi?" ucap Reno.
"Hah? Perasaan kemarin kita baru ketemu deh, masa kamu udah kangen aja sama aku? Lagian ini kan masih pagi, mau jalan kemana coba?" ujar Lyota.
"Ya kemana aja," jawab Reno singkat.
Lyota pun mengangguk saja mengikuti kemauan calon suaminya itu, namun ia mengajak Reno masuk ke rumahnya sejenak karena ia masih harus lanjut sarapan dan siap-siap dahulu.
...•••...
Disisi lain, Tania serta Velove telah sampai di sekolah tempat Rania akan menempuh pendidikan seperti biasanya. Kedua gadis itu mengantar Rania turun dari mobil sampai ke depan gerbang sekolah, lalu mereka pun berpisah disana karena Rania harus segera masuk ke dalam sebelum bel berbunyi dan Rania tidak diizinkan masuk ke sekolah nantinya.
__ADS_1
Gadis kecil yang rambutnya saat ini dikepang itu tampak senang sekali, karena ia bisa pergi sekolah dengan diantar oleh kedua wanita yang paling ia sayangi saat ini, yaitu mama dan kakaknya. Rania tak menyangka memang kalau kehidupan malangnya di jaman dahulu yang dipenuhi kegelapan, kini berubah menjadi sebuah kebahagiaan yang tak terhingga.
"Mama, kakak. Aku pergi sekolah dulu, ya? Mama sama kakak jangan kangen sama aku! Nanti kan aku pulang lagi ke rumah, terus kita bisa main bareng lagi deh!" ucap Rania sambil tersenyum renyah.
"Hahaha, iya sayang. Tapi, emang gak kebalik nih? Bukannya kamu yang sering kangen sama mama dan kakak?" ucap Velove.
"Iya nih Rania, perasaan kamu deh yang sering bilang kangen sama kakak dan mama. Paling bisa ya kamu balikin fakta kayak gitu, padahal kakak mah biasa aja tuh kalo Rania lagi pergi sekolah! Gak ada pernah kakak kangen sama Rania, mama Rania juga sama begitu juga kan?!" ucap Tania bergurau.
"Iya tuh, Rania kegeeran nih!" ujar Velove.
"Ish, kak Tania sama mama jahat nih! Masa gak kangen sama aku? Padahal aku kan anaknya ngangenin tau, pasti mama sama kakak bohong kan?!" ucap Rania cemberut.
"Ahaha, iya sayang. Kita berdua selalu kangen kok sama kamu, tapi kalau kamu perginya untuk sekolah ya gapapa atuh sayang! Udah gih, Rania masuk dulu ke sekolah sana! Nanti mama sama kakak bakal jemput Rania lagi disini," ucap Velove.
"Iya mah, yaudah aku masuk dulu ya?" ucap Rania pamitan sambil mencium tangan mereka. "Assalamualaikum, dah mama, dah kakak!" sambungnya sembari melambaikan tangan.
"Waalaikumsallam, dadah sayang!" ucap Tania dan Velove bersamaan.
Setelah berpamitan, kini Rania berbalik badan lalu berjalan pergi ke dalam sekolahnya untuk mulai menyambung belajar. Sedangkan Tania serta Velove masih ada disana memandangi punggung Rania yang perlahan mulai menjauh dan tak terlihat lagi wujudnya, mereka pun bersiap untuk kembali pulang ke rumah karena Rania sudah tidak ada disana.
"Yuk pulang!" ajak Tania.
Velove hanya mengangguk sambil tersenyum. Saat mereka berdua hendak pergi menuju mobil, tiba-tiba Rizky muncul entah darimana dan berhenti tepat di hadapan kedua gadis itu sambil tersenyum.
"Good morning Velove, Tania!" ucap Rizky menyapa kedua wanita di depannya.
Pandangan Rizky terfokus pada sosok Velove yang memang tampak anggun dan cantik, biarpun sudah bukan gadis lagi dan telah memiliki anak.
"Cantik!" puji Rizky tanpa sadar.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1