
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 379
(Tetap memasak)
...•...
...•...
Pagi harinya, Tania terbangun dengan perasaan bingung. Ia memegangi kepalanya yang terasa pusing sembari menoleh ke samping, terlihat Revan tengah tertidur pulas disertai suara dengkuran yang terdengar kelas membuat Tania mendengus pelan.
Disaat wanita itu mencoba bangkit, tiba-tiba ia merasa aneh karena kondisi tubuhnya saat ini telanjang bulat tanpa sehelai benangpun, sontak saja ia langsung menutupi kembali tubuhnya dengan selimut tebal dan menoleh ke arah suaminya, ia curiga Revan lah pelakunya.
"Mas bear ini benar-benar deh! Pasti ini semua ulah dia, gak mungkin aku bisa telanjang kayak gini kalo bukan karena dia! Haish, emang yang ada di otaknya cuma begituan aja!" geram Tania.
Lalu, Tania melihat ke sekeliling dan ternyata seluruh pakaiannya berserakan dimana-mana, ia pun geleng-geleng kepala dengan tingkah Revan yang selalu saja tidak dapat menahan gairahnya, walau ia sudah bilang tak bisa melayaninya.
"*Huft, kalau aku turun dan ambil pakaian aku kira-kira mas bear kebangun gak ya?" batin Tania.
"Ah bodoamat deh! Yang penting gue bisa pake baju dan masuk ke kamar mandi, pasti dia juga gak bakal sadar kan lagi asik molor!" batin Tania*.
Akhirnya Tania memutuskan untuk bangkit menyibakkan selimutnya, ia turun dari ranjang dengan kondisi telanjang memungut seluruh pakaian miliknya yang berserakan di lantai karena ulah sang suami.
"Dasar mesum!" umpat Tania dengan suara pelan.
"Siapa yang mesum sayang?" suara itu membuat Tania terkejut dan menganga lebar, ia yang sedang dalam posisi membungkuk itu terdiam seketika tanpa dapat berbuat apa-apa.
"Aduh mampus gue! Kenapa dia bisa bangun sih? Padahal suara gue pelan loh!" batin Tania.
"Sayang, kenapa diam aja? Terus itu posisinya gak mau dirubah? Nanti aku terkam loh dari belakang!" ucap Revan yang sudah terduduk di ranjang.
"Eee hehehe..."
Tania membalikkan badannya dan tersenyum penuh malu saat melihat suaminya disana, ia berusaha sekuat mungkin menutupi bagian intimnya dan tak bisa dibayangkan lagi betapa malunya Tania saat ini.
"Ngapain ditutup? Aku udah berkali-kali lihat tubuh telanjang kamu kok, buka aja!" ujar Revan.
"Ish, kamu tuh kenapa sih mas bear? Otaknya mesum terus dari kemarin gak berhenti-berhenti! Aku kan udah bilang semalam, aku ngantuk gak mau begituan dulu! Kenapa kamu ngeyel sih mas? Pake acara buka baju aku kayak gini, ngapain aja kamu semalam ha?" ujar Tania kesal.
"Aku cuma pengen lihat aja kok sayang, serius gak aku apa-apain juga tubuh kamu semalam! Aku tahu kok kamu capek dan ngantuk, jadi jangan marah ya sayangku!" ucap Revan tersenyum.
"Haish, iya deh aku gak marah kali ini sama kamu mas bear! Tapi, awas aja ya kalo besok-besok kamu masih kayak gini lagi!" ujar Tania.
"Hehe gak akan kok! Lagian besok-besok mah aku juga bisa dapat jatah dari kamu, jadi aku gak perlu buka-buka baju kamu diem-diem kayak semalam! Ya kan sayangku yang cantik?" ucap Revan.
"Hah?" Tania terkejut dan menganga tipis.
Revan terkekeh, kemudian beranjak dari ranjang dan menghampiri istrinya itu.
"Mas, mau ngapain kamu?" tanya Tania panik.
"Gausah takut! Aku pengen ajak kamu mandi bareng pagi ini, cuacanya dingin nih enak buat mandi sambil peluk-peluk tau!" ucap Revan.
"Ish emang ya otak kamu tuh isinya begituan terus, dasar mesum!" cibir Tania.
"Yeh gapapa, yang penting mesumnya sama istri sendiri bukan orang lain! Udah lah sayang, aku tahu kamu juga pengen kan mandi bareng sama aku?" ucap Revan menggoda Tania.
__ADS_1
"Huft, terserah kamu aja!" ujar Tania.
Tania berbalik dan melangkah lebih dulu ke dalam toilet meninggalkan Revan, namun tentu saja pria itu langsung berlari mengejarnya.
•
•
Disisi lain, Lyota keluar dari kamar ibunya dan menghampiri Reno yang masih tertidur pulas di sofa ruang tamu dengan selimut tebal yang menutupi tubuhnya.
Lyota tersenyum sembari menggelengkan kepala melihat kondisi tubuh suaminya yang sedang tertidur itu, ia berjalan mendekat ke arah Reno dan perlahan membangunkan lelaki itu.
"Mas, bangun mas udah mau siang nih! Kita sarapan bareng yuk!" ucap Lyota perlahan.
"Eemmhh..." Reno hanya melenguh tak menggubris perkataan istrinya, ia masih belum sadar kalau Lyota sudah ada di dekatnya.
"Mas, ayo bangun dong mas!" ujar Lyota.
Lyota terus mencolek tubuh Reno berkali-kali berusaha membangunkan suaminya itu, walau Reno juga masih saja memejamkan mata dan tak perduli dengan sentuhan yang diberikan istrinya biarpun itu sangat mengganggu.
"Mas Reno, kalau kamu gak bangun sekarang nanti malu loh dilihat Tania!" ujar Lyota.
"Mas ih ayo bangun buruan...!!" Lyota mulai tidak sabar karena Reno tak kunjung bangun, wanita itu bahkan melempar bantal ke wajah Reno.
Bugghhh...
"Aduh!" pekik Reno terkejut dan spontan duduk di sofa memegang bantal yang dilempar Lyota tadi.
"Lyota? Kamu ini ganggu aja deh!" bentak Reno.
"Eee ma-maaf mas! Aku gak sengaja, abisnya kamu sih gak bangun-bangun! Kan aku cuma khawatir nanti kelihatan ibu atau kak Reva, terus malah bikin aku malu!" ujar Lyota cemberut.
"Hahaha, duh kamu lucu gemesin banget sih sayang!" ujar Reno tertawa sambil mencubit pipi Lyota berulang kali.
"Iya iya... tapi, ibu sama yang lain udah bangun belum?" tanya Reno.
"Belum, emang kenapa mas?" ucap Lyota heran.
"Gapapa sih, ya kalau belum kan aku bisa ***** dulu sama kamu sayang. Ayo dong, buka ya baju kamu sedikit aja!" ujar Reno nyengir.
"Hah? Enggak ah, gak mau! Ribet nanti kalo ibu kebangun, mas!" tolak Lyota.
"Yaudah iya gak jadi, aku cuma bercanda kok. Tapi nanti malam kalau kita udah pulang, abis kamu sama aku sayang!" ujar Reno tersenyum seringai sembari menggenggam tangan istrinya.
"Ish, iya iya terserah kamu! Udah sana ke kamar mandi, abis itu kita sarapan bareng!" ujar Lyota memukul pelan lengan suaminya.
"Oke sayangku!" ucap Reno tersenyum.
Pria itu berdiri kemudian mengecup kening Lyota dan meminta sang istri ikut berdiri menghadap ke arahnya, Reno menarik dagu Lyota lalu melumatt bibir mungil istrinya itu cukup dalam, Lyota hanya diam membiarkan Reno menikmati bibirnya.
"Ehem ehem..." tiba-tiba muncul suara deheman dari arah belakang yang mengejutkan mereka.
Sepasang suami-istri itu pun terkejut dan reflek melepas pagutan mereka, keduanya menoleh ke belakang dan terlihat lah sosok Reva sang kakak yang sedang berdiri disana.
"Kak Reva?" ucap Lyota kaget.
"Aduh aduh, masih pagi udah pada mesra banget sih! Gue jadi iri deh sama kalian, pengen cepat-cepat punya suami!" ujar Reva.
"Eee enggak kok kak, ini aku cuma bangunin mas Reno doang!" ucap Lyota tersipu.
Melihat wajah istrinya memerah, Reno pun berjalan mendahului Lyota dan berdiri di depan wanita itu untuk menutupi wajah merona sang istri.
"Kalau kamu mau cepat punya suami, dicari atuh Reva!" ujar Reno terkekeh.
__ADS_1
"Iya dong Reno, pasti gue bakal cari kok! Ya tapi susah sih jaman sekarang nyari cowok yang benar-benar sayang sama gue, banyaknya mereka pada mandang fisik dan gak serius! Gimana mau jadi suami coba?" ucap Reva.
"Sabar aja! Gak semua cowok begitu, pasti ada yang benar-benar tulus sama kamu Reva!" ucap Reno tersenyum.
"Benar kak, sabar dulu aja! Nanti kalau udah ketemu sama jodohnya, pasti bakal langsung nikah sama kayak aku dan mas Reno. Gak lama dari kita ketemu, langsung nikah!" ucap Lyota.
"Nah iya tuh, benar banget!" ujar Reno.
"Hahaha iya sih..." Reva ikut tertawa kecil.
•
•
Sementara itu, Arsen menghampiri Velove yang sedang memasak di dapur. Pria itu heran dengan sikap Velove karena wanita itu memang tak bisa diam atau duduk-duduk saja, padahal di rumahnya sudah terdapat banyak sekali pelayan yang bisa menyediakan makanan untuk mereka.
Arsen pun memeluk Velove dari belakang, ia menautkan dagunya di pundak sang istri sembari menghirup aroma tubuh Velove yang cukup membuatnya tergoda.
"Eemmhh wangi banget kamu sayang! Wangi masakan kamu aja kalah sama wangi tubuh kamu, emang luar biasa!" ujar Arsen.
"Mas ih, kamu ngapain sih? Malu tau ada banyak orang disini, mending kamu tunggu aja di meja makan sampai makanannya siap! Jangan begini, nanti yang ada aku gak fokus terus malah kecipratan minyak loh!" ujar Velove merasa risih.
"Hahaha makanya kamu juga nunggu di depan dong, jangan ikutan masak gini! Aku kan bosan kalau gak ada kamu sayang, udah biarin aja mereka yang masak!" ucap Arsen.
"Biarin mas, aku kan pengen masakin buat suami aku yang ganteng ini!" ujar Velove.
"Iya iya aku tahu, kamu tuh emang istri idaman banget sih sayang! Beruntung aku bisa dapat istri model kamu, i love you!" ucap Arsen.
"Love you too mas..." ucap Velove.
Cupp!
Arsen mengecup serta menjilat leher jenjang Velove, membuat wanita itu merem melek merasakan sensasi geli yang diberikan oleh suaminya itu.
"Mas, udah ya kamu ke depan aja! Aku mau lanjut masak ini mas, jangan ganggu dong!" ujar Velove.
"Iya iya cantikku, kamu semangat ya masaknya! Aku emang paling suka sih sama masakan kamu, soalnya rasanya enak banget!" ucap Arsen sembari memainkan rambut sang istri dan mengusap keringat di kening istrinya itu.
"Udah deh, kamu jangan begini terus! Aku jadi gak fokus masaknya tau, sana ah tunggu aja di depan sama papa dan Rania!" ujar Velove.
"Papa, mama!" teriak Rania yang muncul juga di dapur memasak itu.
Sontak Arsen dan Velove terkejut, mereka menoleh ke arah Rania dengan mata melebar. Gadis kecil itu memeluk tubuh mamanya dari belakang, ia mendongak dan tersenyum.
"Mah, aku udah bangun dong!" ucap Rania.
"Iya sayang, kamu emang pintar banget! Terus, suster Cindy mana sayang? Kok kamu malah kesini sih?" ucap Velove bertanya pada putrinya.
"Tadi suster Cindy katanya mau siapin air hangat buat aku mandi, mah. Makanya aku kesini temuin mama sama papa dulu, aku pengen peluk mama soalnya!" jawab Rania.
"Duh, nanti lagi ya cantik peluknya! Mama kan lagi masak buat papa sama kamu!" ujar Velove.
"Yah terus aku sekarang peluk siapa dong?" ujar Rania cemberut.
"Jangan ngambek dong cantik! Kan ada papa, tuh kamu bisa peluk papa kamu! Atau juga kan ada opa di depan, ya sayang ya!" ucap Velove.
"Hooh sayang, sini peluk papa!" ujar Arsen.
"Iya deh," ucap Rania beralih menatap Arsen.
Gadis kecil itu melepas pelukan membiarkan mamanya memasak, lalu berganti memeluk papanya yang ada disana. Arsen tersenyum dan menggendong Rania secara tiba-tiba, membuat Rania merasa gembira.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...