Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 195 (Hilang)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 139


(Hilang)


...•...


...•...


Tania kecil sudah pulang sekolah bersama para teman-temannya juga, namun ternyata di depan sekolah belum ada papanya atau oma serta opa yang biasa menjemput ia pulang dari sekolah.


Ia pun terpaksa menunggu di depan sekolah sembari duduk pada tempat yang sudah tersedia, ia terus celingak-celinguk mencari keberadaan papanya yang juga belum datang hingga saat ini.


"Papa mana, ya?" ujar Tania kecil heran.


Tak lama kemudian, ada seekor kupu-kupu yang terbang melintasi kepalanya membuat Tania merasa gembira dan ingin menangkap kupu-kupu yang bentuknya indah serta warna yang cantik.


"Wah kupu-kupu...!!" ujar Tania kecil.


Gadis kecil itu turun dari tempat duduknya dan berlari mengejar kupu-kupu yang terbang itu, sayangnya tak ada yang melihat kepergian Tania dari sana termasuk security disana yang malah asyik mengobrol bersama petugas lainnya.


Tania terus mengikuti kemana kupu-kupu itu pergi sampai kini ia malah berada di sekolah dasar yang ada tepat di samping sekolahnya, ia loncat-loncat hendak menangkap kupu-kupu tersebut tapi gagal karena hewan itu terbang lebih tinggi.


Bruuukkk...


Karena terus mendongak melihat kupu-kupu itu, Tania tak melihat jalan dan akhirnya tersandung batu sampai ia tersungkur di aspal dengan posisi tengkurap mencium jalanan.


"Awwhhh..." rintih Tania kesakitan sembari memegangi lututnya yang terluka.


"Eh dek, kamu gapapa?"


Satpam yang berjaga di sekolah dasar itu pun bergegas maju mendekati Tania yang terjatuh, ia terlihat cemas melihat gadis kecil itu terluka pada lututnya serta sikunya akibat tersandung.


"Waduh luka lagi, adek ini lagi ngapain disini? Memangnya belum dijemput??" tanya Taufiq.

__ADS_1


"Huuu.. huu.. hiks, hiks!"


Tania kecil malah menangis kesakitan karena lukanya memang cukup parah walau tidak terlalu, namun bagi anak kecil seperti Tania itu saja sudah terasa sangat perih dan menyakitkan.


"Waduh, jangan nangis dong dek! Biar om satpam bawa kamu ke dalam supaya bisa diobatin, yuk!" ucap Taufiq.


Taufiq si satpam pun membawa Tania ke dalam karena benar-benar khawatir dengan kondisi gadis kecil yang tengah menangis tersebut, ya ia langsung meminta pertolongan pada guru-guru di dalam dan kebetulan mereka bertemu Lydia.


"Bu, Bu Lydia...!!" panggil Taufiq.


"Eh, iya? Kenapa pak??" tanya Lydia heran.


"Ini loh Bu, ada anak kecil jatuh di depan gerbang tadi! Tangan sama kakinya luka nih, bisa bantu obatin lukanya??" ujar Taufiq.


"Ohh, ya ampun kasian banget! Yaudah ayo pak kita bawa ke UKS...!!" ucap Lydia.


"Baik, Bu!"


Mereka pun bergegas menuju UKS untuk mengobati luka Tania yang lumayan itu, gadis kecil tersebut masih terus menangis karena lukanya yang cukup parah dan menyakitkan.


Setelah selesai diobati, perlahan Tania mulai berhenti menangis karena lukanya telah ditutup perban serta diberi obat pereda rasa sakit.


"Nah udah selesai deh, gimana udah gak sakit kan?" ucap dokter di UKS itu.


"Syukurlah, oh ya kamu ini namanya siapa sayang? Terus kenapa kamu bisa ada di depan sekolah ini? Memangnya orang tua kamu belum jemput?" tanya Lydia yang duduk di samping Tania.


"Aku Tania anaknya papa Reno, tapi sampe sekarang papaku belum dateng juga!" jawab Tania.


Lydia agak syok terkejut mendengar nama gadis kecil itu yang memang mirip dengan nama temannya yakni Tania, namun ia bersikap biasa saja karena nama Tania memang banyak pemiliknya.


Akan tetapi, ia mendadak kembali terkejut karena nama papa gadis kecil itu juga mirip dengan nama teman Tania yang sebelumnya menemui Tania di depan sekolah dasar dan mengajaknya bicara.


"Umm... Tania, kamu udah gapapa kan sayang? Atau masih terasa sakit lukanya??" tanya Lydia.


"Udah gak sakit lagi kok, ibu guru!" jawab Tania.


"Bagus deh, kalo gitu Tania mau ikut sama Bu guru gak keluar dari sini?" ujar Lydia.


"Emang kita mau ngapain, Bu guru?" tanya Tania.


"Kita temuin papanya Tania di luar, kan kasihan kalo papanya Tania kebingungan cari-cari Tania nanti!" ucap Lydia tersenyum.

__ADS_1


"Iya juga sih, yaudah deh aku mau ikut sama Bu guru!" ucap Tania.


"Oke, yuk sini ibu bantu buat jalannya!" ucap Lydia langsung menuntun Tania kecil keluar dari UKS menuju gerbang sekolah.




Dilain sisi, Reno baru datang ke sekolah putrinya untuk menjemput Tania kecil pulang. Ia nampak tergesa-gesa sekaligus cemas karena sudah telat beberapa menit, ia berharap kalau Tania putrinya tidak akan marah atau ngambek padanya.


Reno pun segera turun dari mobilnya lalu menghampiri petugas yang berjaga di depan sekolah, ia penasaran karena semua murid sepertinya sudah tidak ada karena disana terlihat lumayan sepi.


"Umm, pak! Ini murid-murid disini udah pada keluar semua?" tanya Reno.


"Ohh... iya benar, pak! Tadi yang terakhir juga sudah dijemput orangtuanya, nah sekarang jadi semuanya udah pada pulang semua!" jawab satpam itu.


"Duh, terus putri saya kemana ya pak?" tanya Reno.


"Maaf pak, putri bapak yang mana ya? Soalnya murid disini kan lumayan banyak, saya gak hafal muka mereka!" ujar satpam itu.


"Oh sebentar pak..."


Reno mengambil ponselnya untuk memperlihatkan foto Tania putrinya kepada satpam tersebut, ia terlihat sangat cemas karena disana sudah tidak ada satupun murid-murid yang belum pulang.


"Ini pak, foto anak saya!" ucap Reno.


Satpam itu sedikit mendekat untuk melihat foto di layar hp Reno, wajahnya menunjukkan bahwa ia seperti tak melihat Tania karena jarinya bergerak garuk-garuk kepala.


"Waduh, kalo ini saya gak lihat tadi pak! Tapi, kayaknya mah udah keluar juga..." ujar satpam itu.


"Bapak yakin? Memangnya bapak sudah cek di dalam sana kalau putri saya gak ada?? Siapa tahu dia masih ada di dalam nungguin saya, pak putri saya itu anak penurut dan dia gak mungkin pergi gitu aja sebelum saya dateng jemput dia!" ujar Reno.


"Tenang dulu, pak! Saya bisa pastikan kalau di dalam sudah kosong dan tidak ada siapa-siapa lagi, mungkin hanya ada petugas bersih-bersih sama para guru yang belum pulang!" ucap satpam itu.


"Eee... boleh saya cek dulu ke dalam, pak? Saya mau pastiin sendiri kalau putri saya memang gak ada di dalem, bapak boleh deh temenin saya kalau takut saya akan berbuat macam-macam!" ujar Reno.


"Baiklah, mari pak...!!"


Akhirnya satpam itu memperbolehkan Reno mengecek ke dalam taman kanak-kanak tersebut, ya Reno tampak sangat cemas sekaligus panik mencari-cari putrinya karena ia tak ingin sesuatu terjadi pada Tania kecil yang merupakan putri semata wayangnya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2