
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 203
(Janji Revan)
...•...
...•...
Malam pertunangan antara Revan dan Tania telah usai dan acara tersebut berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan apapun, bahkan mereka juga sudah menentukan tanggal pernikahan mereka yang hanya berselang satu bulan dari hari pertunangan ini.
Sesudah selesai melakukan pertunangan, kini Tania tengah rebahan santai di ranjangnya sembari memandangi cincin yang melingkar di jari manisnya itu, ia membayangkan momen tadi saat Revan memasangkan cincin tersebut disana.
Revan memang sudah pulang beberapa jam yang lalu dari rumahnya, namun gadis itu masih saja belum dapat melupakan momen tadi.
"Revan, kamu benar-benar sweet banget sih tadi. Aku gak nyangka kamu berani bilang begitu ke papa, kayaknya emang kali ini aku gak salah pilih deh buat nikah sama kamu!" gumam Tania.
Ya Tania pun mengingat saat-saat pertunangan dirinya dengan Revan beberapa jam yang lalu.
Flashback
Semua orang bersorak-sorai sembari bertepuk tangan setelah Revan dan Tania selesai memasang cincin di jari mereka masing-masing.
Cupp...
Revan langsung mengecup punggung tangan serta kening Tania setelahnya, membuat semua orang disana semakin bertambah riuh menyaksikan momen romantis tersebut.
"Aku cinta sama kamu!" ucap Revan.
Tania hanya bisa mengangguk pelan sembari tersenyum, ia seperti tak mampu membuka mulutnya karena terlalu gugup saat ini.
William yang ada di dekat mereka berjalan maju mendekati Revan serta Tania.
"Revan, Tania. Selamat ya, sekarang kalian sudah resmi terikat dan saling berhubungan satu sama lain! Dengan begini, kalian tidak boleh lagi berpaling ke lain hati atau mempermainkan ikatan cinta kalian!" ucap William.
"Pastinya, om. Aku juga tidak mungkin berkhianat dari Tania, karena cuma Tania yang bisa membuat aku tergila-gila!" ucap Revan tersenyum.
"Baiklah, kalau begitu apa kamu bersedia mengucap janji setia di hadapan om bahwa kamu tidak akan mengkhianati anak om ini? Dan kamu juga bersedia menerima konsekuensi jika seandainya kamu mempermainkan putri om?" ucap William.
__ADS_1
Revan terdiam sembari menelan saliva nya.
"Pah, ngapain sih pake kayak gitu segala?" tanya Tania yang merasa kalau papanya sudah terlalu berlebihan.
"Gapapa sayang, ini namanya menguji kesetiaan calon suami kamu itu. Kalau dia emang benar-benar sayang dan cinta sama kamu, harusnya dia gak keberatan dong buat bilang begitu?" ucap William
"Iya om, aku gak keberatan kok. Aku bersedia untuk berjanji sama om kalau aku akan selalu setia dan tidak akan pernah mengkhianati Tania, aku pastikan kalau kami bisa saling berkomitmen untuk itu! Dan aku juga bersedia menerima apapun konsekuensinya jikalau nantinya aku melanggar janjiku tadi, karena aku memang benar-benar mencintai Tania bukan hanya sebuah omong kosong saja!" ucap Revan.
Melihat kesungguhan di mata Revan membuat William bangga dan percaya pada perkataan pria tersebut.
Sementara Tania juga tampak tersenyum karena Revan berani mengucapkan janji untuk setia padanya dan tidak akan mengkhianatinya.
Flashback end
Tania pun mematikan lampu di kamarnya lalu mengecup cincin yang sedari tadi ia pandangi dan bersiap untuk tidur.
Tania tidak melepaskan cincin yang baru disematkan pada jarinya itu, ia tak mau membuat Revan kecewa jika tau ia melepas cincin tersebut.
"Aku nantikan kamu di mimpi aku, Revan. Semoga dengan aku bawa cincin ini tidur kita bisa ketemu di mimpi nanti!" gumamnya sambil senyum-senyum sendiri.
Tania langsung menarik selimut lalu menutupi sebagian tubuhnya dengan selimut tebal tersebut.
•
•
Akan tetapi, kemunculan Revan yang secara mendadak di rumahnya membuat Tania tidak jadi meminta pada supirnya untuk mengantarnya ke sekolah karena pasti ia akan berangkat bersama Revan yang sudah berdiri di depan sana.
Tania pun tersenyum menghampiri Revan disana sembari menggandeng tangan Rania.
"Hai, selamat pagi sayangku!" ucap Revan menyapa tunangannya itu sambil tersenyum lalu berjalan lebih dekat ke arahnya.
"Pagi juga, Revan!" ucap Tania tersipu malu.
"Kalian pasti pada mau ke sekolah kan?" tanya Revan.
"Iya dong kak, ini kan hari sekolah. Jadi kak Tania mau antar aku ke sekolah kayak biasanya, apa kak Revan juga mau ikut sama kita ke sekolah?" jawab Rania sambil tersenyum renyah.
"Ohh, emangnya Rania mau diantar juga sama kakak Revan yang tampan ini?" ucap Revan.
"Mau banget dong, kak. Aku seneng tau kalo ngeliat kak Revan sama kak Tania berduaan, soalnya kalian lucu banget!" ucap Rania.
"Ahaha, tuh denger Tania! Rania aja bilang kita lucu, berarti emang pada dasarnya kita tuh udah cocok banget kali ya?" ujar Revan menggoda Tania.
"Apaan sih?" Tania tampak malu-malu.
__ADS_1
"Yaudah, kalo gitu kakak mau deh ikut antar Rania ke sekolah. Supaya kakak juga bisa berduaan sama calon istri kakak ini, yang cantiknya gak ada lawan!" ucap Revan masih saja menggoda gadisnya sambil mencolek dagu gadis itu.
"Yeay asik! Ayo kak kita berangkat sekarang aja!" ucap Rania tampak sangat gembira.
Revan tersenyum kemudian meraih tangan Tania dan menggenggamnya dengan kedua tangan miliknya sambil terus memandangi wajah gadis itu.
Tania hanya bisa diam pasrah mengikuti Revan.
Mereka pun jalan menuju mobil Revan yang terparkir di depan sana.
"Tania, kamu di depan ya!" ucap Revan.
"Hah? Enggak ah! Aku mau di belakang aja sama Rania, kasihan kalau Rania sendiri di belakang. Pasti dia bosen nantinya, kamu gapapa lah sendirian di depan kan udah terbiasa!" ucap Tania.
"Yeh ngeledek banget sih kamu! Yaudah iya, kamu boleh deh duduk di belakang sama Rania! Tapi, nanti pulangnya jangan harap aku bakal biarin kamu duduk di belakang lagi!" ucap Revan sembari menunjuk wajah Tania menggunakan telunjuknya.
"Iya iya..." ucap Tania.
"Yuk sayang, kita masuk!" sambungnya sembari membuka pintu mobil bagian belakang, lalu ia pun masuk ke dalam bersama Rania.
Revan tampak sedikit kecewa karena Tania memilih duduk di belakang dibanding bersamanya.
Saat di dalam mobil, Tania tampak asyik berbincang dengan Rania sehingga Revan seperti tidak dianggap kehadirannya oleh mereka berdua.
Ya Revan lebih banyak diam saat ini.
"Rania, nanti kalo Rania udah gede harus hati-hati ya pilih cowoknya! Jangan sampe Rania ketemu sama cowok yang kayak kak Revan deh, soalnya dia itu gak bagus buat kamu!" ucap Tania.
"Loh gak bagus kenapa, kak? Perasaan kak Revan orangnya baik deh," tanya Rania penasaran.
"Iya gak bagus tau, kak Revan itu kebanyakan pedenya dibanding sadar diri! Terus dia juga sering ngeledek kakak, makanya kamu kalo pilih cowok yang agak bagusan dikit ya nanti sayang!" jawab Tania menyindir Revan.
"Oh gitu ya, kak? Terus kenapa kakak milih kak Revan sekarang?" ucap Rania.
"Eee..." Tania akhirnya dibuat bingung sendiri dengan pertanyaan dari Rania.
Sementara Revan hanya bisa terkekeh sambil terus fokus menyetir mobilnya.
"Hahaha, bilang aja karena cinta gitu!" ucap Revan.
"Apaan sih? Gausah ngikut-ngikut deh!" ujar Tania.
Revan pun tertawa puas melihat ekspresi wajah Tania yang tengah cemberut itu, sedangkan Rania tampak kebingungan melihat Revan yang tertawa dan Tania yang cemberut di sampingnya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...