Preman Cantik

Preman Cantik
TERUNGKAP


__ADS_3

masih di Rumah sakit


sudah 2 hari Axel di rawat dan belum ada perubahan.


Axel masih anteng dalam tidur panjangnya.


Xandra selalu berada di samping Axel .


urusan perusahaan di tangani David.


Nenek Rania dan Davina pulang karena kondisi Nenek Rania yang sudah Tua.


Celia di rumah sakit menemani Xandra


Dia tak mau pulang, karena sama mencemaskan Axel.


Sementara itu di Apartemen Alexis.


Alexis menyewa sebuah Apartemen dekat rumah sakit supaya gampang Menjenguk Axel.


Paman Steve dan Tante Di sudah sampai di jerman dan di jemput Rio di bandara .


Sekarang Mereka berada di Apartemen Alexis sedang beristirahat.


"Rio bagaimana kontrak kerja sama kita dengan perusahaan ADS ? apakah sudah di tanda tangani ? " tanya Alexis.


" Besok, Aku ke sana , tadi sekertarisnya nelpon berkasnya sudah beres dan siap di tanda tangani" jawab Rio.


"Okeh, kamu pergi wakilkan Aku, Aku mau ke rumah sakit untuk menemui Axel " ucap Alexis.


Keesokan hari nya


Alexis sudah rapi dengan baju casualnya sedangkan Rio sudah berangkat ke kantor.


Paman Steve dan Tante Di mau ikut ke rumah sakit.


Mereka sedang sarapan dulu di restorant dekat Apartemen.


" Benarkah wajah xandra mirip Alexa Lex" tanya Tante Di.


" Iya Tante, tak ada bedanya sama sekali sama percis" jawab Alexis.


"Tadi Paman dapet telpon dari Reno, ternyata selain kita ada sekelompok orang yang sama menyelidiki tentang kecelakaan itu dan menurut informasi waktu terjadi kecelakaan ada orang yang melihat wanita tersangkut di pohon dekat jurang, beberapa saat kemudian ada mobil berhenti dan seseorang membawa wanita itu,


entah di bawa kemana wanita itu katanya.


" Itu pasti Alexa Paman, siapa sekelompok orang itu kira kira Paman ? berniat jahat atau baik" tanya Alexis.


"Sepertinya sekelompok mafia, tapi entah siapa yang menyuruh mereka, masih di selidiki dan satu lagi ternyata robert kehilangan Nyonya Smith dan Anaknya, Mereka berhasil melarikan diri.


" jadi sekarang tugas kita hanya menyelamatkan Serena , Adik sepupu Paman, ibunya Alexa dan itu artinya mertua kamu " ucap Paman Steve.


Ya Alexis mengetahui identitas Alexa dari Paman Steve setelah siuman dari koma.


Paman Steve menceritakan semuanya juga dengan keluarga Robert, kenapa mereka mengincar Alexa .


" he he he iya Paman " jawab Alexis cengengesan.


" Bagaimana dengan Lusiana , apakah masih menghubungi mu ? tanya Paman Steve.


" Masih Paman , Dia tidak mau menunda pertunangan Paman, 2 minggu kedepan akan di langsungkan di hotel milik keluarga Smith, Aku khawatir itu terlaksana dan bunda Serena belom bisa di bebaskan. Aku tidak mau bertunangan dengan Lusiana Paman" ucap Alexis.


"Paman sudah menyusun Rencana untuk itu, selama pesta pertunangan Paman akan mengerahkan pasukan kita menyerang kediaman robert dan membebaskan serena dan kamu dan Anak buah Alexa sebisa mungkin menjaga hotel , jangan biarkan keluarga Robert keluar dari hotel tersebut.


karena pertunangan Mu bertepatan dengan Pengangkatan Aslan sebagai Penerus keluarga Smith. Robert pasti mengerahkan pasukannya berjaga di hotel , sedangkan rumahnya pasti hanya di jaga beberapa orang saja, jadi kita bisa melumpuhkan mereka dengan mudah " ucap Paman menjelaskan panjang kali lebar.


Mereka terus menyusun strategi untuk melumpuhkan Robert dan konco konconya.

__ADS_1


jam 9.00 waktu setempat


" Paman, sekarang kita ke rumah sakit dulu, Aku kangen dengan Alexa ku " ucap Alexis.


" iya Lex , Ayo Sayang kita liat Alexa kita" ajak Paman steve ke sang istri.


" Ayo Sayang, aku juga sudah tak sabar melihat keponakan Ku " jawab Tante Di.


Mereka pun menuju Rumah sakit.


Di Rumah sakit


" Bagaimana perkembangan cucuku sayang, apakah sudah bangun dari tidur panjangnya" tanya Ayah David.


" Belum Ayah, Axel masih anteng dalam mimpinya " ucap Xandra sedih.


Celia di suruh pulang dulu untuk beristirahat, karena berjaga terus menemani Xandra.


Beberapa saat kemudian


Alexis dan Paman Steve juga Tante Di sudah berada di depan Ruangan Axel di rawat.


toks... toks


suara pintu d ketuk


Xandra membukaan pintu


Alexis masuk dengan Tante Di dan Paman Steve dan...


" David "


" Benarkah kamu David" tanya Paman Steve tak percaya dengan penglihatannya.


David juga terkejut kaget melihat Steve, kakak sepupu istrinya.


" Steve, kamu ada di sini? " tanya David.


Xandra hanya bengong tak mengerti apa yang sedang terjadi .


" Dan Anak ini cucu mu sambil menunjuk Axel? apa Alexa menikah lagi ?


" Aah sebaiknya kita bicarakan di luar, sebenarnya Xandra hilang ingatan,Dia tidak mengingat siapa dirinya " ucap David.


Alexis terkejut ternyata Ayah Xandra adalah David yang selama ini bersembunyi.


Dan sekaligus sangat bahagia ternyata Xandra adalah Alexa.


David dan Steve pamit keluar untuk berbicara .


Tante Di diam menyimak dan duduk di sofa di samping xandra.


" Bolehkah Aku mengajak bicara Axel " ucap Alexis minta ijin ke Xandra.


"Silahkan " ucap xandra


Alexis mendekati Axel yang masih tertidur. Ia duduk di kursi dekat ranjang.


" Nak bangun Sayang ini Daddy , Mommy sudah tidak marah lagi. kamu boleh manggil paman Daddy, kita main sama sama , bukankah Acel berjanji mau main lagi sama Daddy, sekarang Daddy ada disini mau ngajak main Acel, tapi Daddy sedih Acelnya gak mau bangun, kalau Acel gak bangun Daddy mau pergi jauh ninggalin Acel" bisik Alexis di telinga Axel sambil menggenggam tangan axel.


Alel bereaksi mendengar perkataan Alexis, tangannya bergerak perlahan, bibirnya begumam pelan tapi jelas terdengar.


" Daddy.... Daddy.. Aku mau Daddy .." Xandra pun mendengarnya.. Dia sangat senang dan mendekati Axel.


" Sayangnya Mommy kamu Sadar naask, maafkan Mommy,, Daddy sudah datang nak,, Daddy mau ajak main Axel dan Mommy " ucap Xandra terbata bata sambil menangis..


bersimpuh di samping ranjang sambil menciumi tangan anaknya.

__ADS_1


Axel membuka matanya perlahan, Alexis yang melihat itu tentu saja senang dan segera memijit tombol darurat memanggil dokter.


" Sayang , kamu bangun nak , Oh GOD terima kasih" ucap Alexis.


Xandra berdiri dan melihat Axel membuka matanya.


" Oh sayangnya Mommy bangun, terima kasih sayang " ucap Xandra sambil memeluk Axel.


Tante Di ikut menangis terharu.


Dokter dan suster pun datang dengan cepat kemudian memerika keadaan Axel.


" Syukurlah , keadaan anak ibu sehat tidak apa apa, sebuah keajaiban Tuhan, mungkin ikatan darah sangat kuat Tuan , perasaan Ayah dan Anak , Apalagi darah kalian sekarang bersatu" ucap Dokter


" Maksud dokter apa, Saya gak ngerti? Saya bukan Ayah biologis Axel Dok" ucap Alexis.


Xandra hanya terdiam dan menyimak bingung , sama tidak mengerti maksud perkataan Dokter tersebut.


" Loh kok bisa Anda bukan Ayahnya, jelas jelas golongan darah kalian sama jenisnya sama dan setelah di lab hasilnya 99,9% cocok. kalian Ayah dan Anak, Anda jelas Ayah biologisnya.


Alexis terkejut, begitupun Xandra dan Tante Di.


"Jadi.. jadi benar semuanya benar Dok, Saya Ayah biologisnya Axel" tanya Alexis tak percaya.


" ini liat sendiri laporan lab nya" jawab Dokter sambil menyerahkan hasil lab.


Xandra bingung, terus berpikir .


" Aah ko bisa, Alexis Ayah Asli Axel? kenapa Aku tidak mengingatnya" ucap Xandra


kepalanya berdenyut hebat, penglihatannya kabur


" Aah kepalaku kenapa Sakit begini,, aaah sakit banget, Xandra terhuyung dan ambruk , kepalanya terbentur sisi ranjang.


Alexis berada di samping sebelah kanan jadi tidak bisa menolong Xandra.


Alexis panik berhambur memeluk Xandra dan mengangkat tubuh xandra.


Xandra di baringkan di ruangan sebelah di dan Dokter memeriksanya.


" Daddy , Mommy kenapa" tanya Axel.


"Mommy tidak apa apa sayang, tadi Mommy lelah menjaga kamu, sekarang Mommy tidur, Acel istirahat ya"


" iya Daddy, temani aku ya Dadd"


" okeh sayang" ucap Alexis sambil mencium kening Axel.


Sementara Tante Di menjaga Xandra di kamar sebelah.


Dokter sudah beres memeriksanya.


Apakah Nyonya Xandra pernah mengalami kecelakaan sebelumnya ? tanya Dokter.


" iya Dok. Dia hilang ingatan " ucap Tante Di .


Sepertinya Nyonya mengingat sesuatu yang membuatnya hilang kesadaran dan kepalanya menjadi sakit, karena tadi kepalanya terbentur waktu jatuh, semoga dia cepat sadar.


" Bagaimana dengan benturan di kepalanya Dok? apakah berbahaya" tanya Tante Di cemas.


" Belum tahu, kita lihat perkembangannya beberapa jam kedepan, kalau sampe besok belum ada perubahan , harus segera di operasi untuk penanganan lebih lanjut, sekarang Berdoa saja supaya Nyonya Xandra segera siuman" ucap Dokter kemudian meninggalkan ruangan.


" Kenapa semua ini terjadi Ya Tuhan , biarkan Mereka bahagia, Sayang bangun nak ini Tante sayang, kamu sudah bertemu dengan SuamiMu, kamu harus bahagia Sayang, cepat bangun, Suami dan AnakMu menunggu" ucap Tante Di sedih.


*****************//////******************


Bersambung.

__ADS_1


maaf kalau banyak typo dan ceritanya kurang memuaskan


Terima Kasih bagi yang sudah mampir.


__ADS_2