
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 117
(Jelaskan, Jos!)
...•...
...•...
"Ada apa ini...??"
Felicia & Olivia langsung menoleh ke asal suara untuk memastikan siapa pemilik suara tersebut, ya rupanya benar itu memang Joshua yang baru keluar dari dalam rumahnya dan hanya mengenakan celana pendek warna hitam garis-garis putih dengan kaos oblong.
Kedua gadis itu terdiam memandang wajah Joshua yang tampak syok melihat calon istrinya sudah bertemu dengan Felicia sang gadis simpanannya, pria itu sungguh panik takut kehilangan Olivia sekaligus dituntut ke jalur hukum oleh Felicia atas segala perbuatannya selama ini pada gadis itu.
"Jos, coba kamu jelasin apa maksud kamu sandra Felicia di rumah ini...!!" ucap Olivia sembari menyeka air matanya yang merembes.
Joshua tak bisa berkata-kata, mulutnya terus mengatup dan pandangannya pun tidak jelas mengarah kemana sangking gugupnya karena ia bingung harus bagaimana menjelaskannya pada Olivia. Apalagi Felicia juga ada disana yang memang sepertinya sudah menjelas semua kepada gadisnya, ia pun maju melangkah ke dekat Olivia untuk bisa berbicara lebih tenang dan nyaman.
Sayangnya Olivia malah menghindar saat Joshua hendak menyentuh tubuhnya, ia merasa terhina bila mau begitu saja disentuh oleh tangan sang lelaki yang kotor dan suka memainkan wanita. Joshua pun tampak sedih sekaligus menyesal karena mendapat perlakuan seperti itu dari gadisnya, ia terus menatap Olivia yang saat ini membuang muka.
"Kenapa diam? Kamu mau jelasin atau enggak?" tanya Olivia masih tetap memalingkan wajahnya.
__ADS_1
"A-aku bakal jelasin kok, tapi kamu jangan marah dulu sama aku sayang!" ucap Joshua memohon pada gadisnya untuk tetap tenang.
Bukannya tenang, Olivia justru semakin bersedih lantaran mengingat penjelasan dari Felicia tadi yang sampai membuatnya bergidik membayangkan apabila dirinya ada di posisi gadis itu. Ia kembali menangis mengeluarkan air mata yang sedari tadi ia tahan agar tak merembes lagi, Joshua pun tampak ikut sedih dan hendak menyeka air mata Olivia tapi gadis itu dengan cepat mengelak.
"Jangan sentuh aku!" ujar Olivia menatap tajam.
Joshua menunduk terdiam membiarkan gadisnya tenang lebih dulu, ia melirik sekilas ke arah Felicia dengan tatapan sinis karena sudah membuat hubungannya dengan Olivia jadi rusak. Ia sungguh tak menyangka Felicia bisa bebas dari kamar yang sudah ia kunci dan akhirnya malah bertemu Olivia, ingin sekali rasanya ia memarahi gadis itu.
Sementara Felicia sendiri tampak tenang dan puas melihat Joshua merasakan balasannya, walau ia belum terlalu senang karena Joshua masih bisa bernafas bebas dan belum mendapat hukuman dari pihak berwajib serta para keluarganya. Tentu Felicia ingin sekali melaporkan Joshua dengan segera dan melihat penderitaan pria itu secara langsung, pria yang sudah mencuri kesucian miliknya.
"Kita masuk dulu, ya? Aku akan jelasin semuanya di dalam sambil duduk dan minum, kalau disini gak enak rasanya sayang!" bujuk Joshua.
"Gak mau, aku gak mau masuk ke dalam! Rumah ini bukan rumah yang pantas dimasuki oleh seorang perempuan, aku gak sudi menginjakkan kaki ke dalam sana!" ujar Olivia tegas.
"Ya, oke! Sekarang kamu maunya kita bicara dimana biar enak, ha?" ujar Joshua coba bertanya.
Joshua terdiam melirik sekilas ke arah Felicia dengan tatapan sinis penuh amarah, ia mengepalkan tangannya seperti hendak meluapkan emosi kepada gadis tersebut karena sudah berani membuat hubungannya dengan Olivia menjadi retak.
...•••...
Disisi lain, Cakra pulang dengan tangan kosong dan tampak letih setelah seharian penuh ia mencari keberadaan anaknya hasil dari hubungan ia dengan Velove beberapa tahun lalu. Kini Cakra duduk beristirahat di sofa menyandarkan tubuhnya serta merentangkan kedua tangannya di atas sandaran sofa, ia sungguh letih terbukti dari nafasnya yang tersengal-sengal dan wajahnya penuh keringat.
Tak lama kemudian, muncul Ratih yang memang selalu senantiasa melayani pria tersebut dalam segala hal termasuk kebutuhan raga juga birahi. Ratih duduk di samping Cakra dengan senyum tersimpul di wajah berusaha menggoda pria itu, jari-jemarinya mengelus bagian dada Cakra perlahan dan mulai membuka satu persatu kancing kemeja yang dikenakan Cakra sambil terus tersenyum.
"Apa putri saya ada di rumah?" tanya Cakra membuka matanya begitu merasakan sentuhan dari Ratih pada area tubuhnya.
"Sepertinya ada bos, soalnya saya belum lihat non Velove turun dari kamarnya!" jawab Ratih.
Wanita itu sudah selesai membuka seluruh kancing kemeja Cakra dan melepaskan kemeja itu dari tubuh Cakra hingga kini pria itu hanya mengenakan kaus dalam berwarna putih, Ratih pun tersenyum manis menatap mata Cakra diikuti senyum balasan dari pria tersebut pada wanita itu.
__ADS_1
"Yasudah, saya mau ke kamar Velove! Tolong kamu bawa kemeja ini ke belakang dan berikan pada bi Yanti, tunggu saya di kamar!" ucap Cakra mengelus wajah mulus milik gadis di sampingnya.
"Siap, tuan!" ucap Ratih pelan.
Cupp...
Cakra mengecup sekilas bibir mungil Ratih sebelum ia bangkit dari duduknya dan berjalan pelan mengenakan tongkatnya menuju anak tangga, ia menaiki tangga satu persatu untuk menemui putrinya di atas sana dan menyampaikan berita yang tak menyenangkan ini yaitu mengenai pencarian anaknya yang dibuang ke sungai.
TOK TOK TOK...
Cakra mengetuk pintu kamar Velove dengan keras sembari memanggil nama putrinya itu, namun masih belum ada jawaban dari dalam atau tanda-tanda kalau Velove akan membukakan pintu untuknya.
"Velove, ini papa sayang buka pintunya dong!" ucap Cakra dengan suara beratnya sembari terus mengetuk pintu di hadapannya.
Ceklek...
Tanpa jawaban atau kata-kata yang keluar, tiba-tiba pintu tersebut malah terbuka dan Velove muncul dari balik pintu itu dengan wajah murung serta kejutekan ala Velove yang memandang wujud papanya dari atas sampai bawah.
"Kenapa, sayang?" tanya Cakra heran. "Kamu mau ngerasain punya papa lagi, ha?" sambungnya.
"Enggak, aku heran aja papa pake kaos tapi bawahannya celana jeans begitu..." ujar Velove.
"Ohh, iya tadi belum sempat lepas celana! Udah yuk kita ke dalam, papa mau bicara sama kamu soal keberadaan anak kita!" ucap Cakra tersenyum, ia langsung melangkah ke dalam sembari merangkul putrinya dan menutup serta mengunci pintu.
Cakra mendudukkan Velove di atas ranjang sambil terus memegang dua pundak gadis itu dan menatapnya sambil tersenyum, Velove hanya diam juga memandang wajah papanya yang tampak sumringah. Ia berharap ada kabar baik tentang anaknya dari sang papa karena terlihat Cakra memang seperti sedang bahagia, padahal sebenarnya tidak.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1