Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 349 (Dilamar depan sekolah)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 292


(Dilamar depan sekolah)


...•...


...•...


"Yuk pulang!" ajak Tania.


Velove hanya mengangguk sambil tersenyum. Saat mereka berdua hendak pergi menuju mobil, tiba-tiba Rizky muncul entah darimana dan berhenti tepat di hadapan kedua gadis itu sambil tersenyum.


"Good morning Velove, Tania!" ucap Rizky menyapa kedua wanita di depannya.


Pandangan Rizky terfokus pada sosok Velove yang memang tampak anggun dan cantik, biarpun sudah bukan gadis lagi dan telah memiliki anak.


"Cantik!" puji Rizky tanpa sadar.


"Hah?" Velove kaget saat Rizky mengucapkan itu.


Rizky hanya tersenyum kemudian melangkah maju mendekati gadis itu, ia meraih dua tangan Velove lalu mengecupnya di hadapan Tania. Rizky juga mengambil sesuatu dari balik jaketnya dan itu adalah sebuah kotak cincin, Velove sangat terkejut saat melihat Rizky mengeluarkan cincin dari dalam kotak itu lalu bersimpuh di hadapannya sembari memegang satu telapak tangannya di depan sana.


"Velove, kamu mau kan nikah sama aku? Kali ini aku serius dan gak lagi main-main sayang, aku beneran cinta banget sama kamu! Aku gak bisa melupakan rasa ini walau aku sudah berusaha sekeras mungkin, aku janji akan bikin kamu bahagia!" ucap Rizky.

__ADS_1


Velove sangat syok dan menutupi mulutnya dengan telapak tangan menyaksikan aksi Rizky itu.


"Rizky, lu apa-apaan sih? Jangan begini deh please! Gue malu tau, banyak orang yang lihatin kita! Udah deh jangan begini terus!" ucap Velove grogi.


"Kenapa sayang? Aku beneran tulus loh sama kamu, aku pengen kita berdua menikah!" ucap Rizky.


Tania yang sedari tadi hanya diam, kini berbicara pada Velove dan meminta gadis itu untuk bisa menghargai perasaan Rizky. Tania juga tahu kalau Velove memang memiliki rasa yang sama pada Rizky, hanya saja gadis itu terlalu canggung untuk mengatakan itu karena ia malu berkata demikian.


"Velove, aku tahu kamu gak suka aku ikut campur ke dalam masalah kamu. Tapi, sebaiknya kamu ikuti aja kata hati kamu dan jangan maksa untuk menjauh kalau kamu sebenarnya suka!" bisik Tania.


Velove terhenyak mendengar perkataan Tania, ia sadar kalau memang telah salah selama ini justru menyembunyikan rasa itu dalam-dalam supaya tidak ketahuan oleh Rizky. Padahal apa yang ia lakukan itu amat sangat membuatnya tersiksa, terlebih Rizky sendiri sebenarnya juga sudah menyukai dirinya dan mereka kini saling mencintai.


"Yaudah ya, aku masuk ke mobil dulu? Kamu selesaikan masalah ini sama Rizky, sekali lagi aku ingetin sama kamu! Coba kamu belajar buat ikuti kata hati kamu, supaya kamu gak terus-terusan merasa sakit atau apalah itu! Kasihan juga Rizky, dia rela loh begini demi cintanya ke kamu!" bisik Tania.


Akhirnya Tania pun melangkah pergi masuk ke dalam mobilnya meninggalkan Velove, sedangkan Velove masih terdiam disana memandang wajah Rizky yang juga tetap pada posisinya.


"Gimana Velove? Apa kamu sudah ada keputusan ingin menikah dengan aku?" tanya Rizky penuh harap.


"Eee Rizky, kamu itu emang lelaki yang baik dan tulus! Aku suka banget sama cara kamu yang begini, bikin aku jadi baper! Dan kebetulan, aku emang udah bosan sendiri. Aku mau kok nikah sama kamu Rizky, aku juga cinta sama kamu!" jawab Velove.


"Hah? Ka-kamu serius Velove?" tanya Rizky terkejut dan langsung berdiri mendekati Velove.


Gadis itu manggut-manggut tanda iya, dan tentu saja Rizky amat sangat gembira dan tanpa sadar memeluk tubuh Velove sangat erat disana.


...•••...


Disisi lain, Reno masih tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan kalau Lyota ingin mengembalikan hotel pemberian darinya itu. Padahal Reno baru saja memberikan hotel itu pada Lyota kemarin sebagai hadiah pernikahan mereka, akan tetapi gadis itu justru sudah hendak mengembalikan hadiah yang ia berikan, sehingga Reno merasa sedikit kesal.


Lyota pun menunduk sembari menyatukan jarinya karena merasa takut, ia melihat jelas ekspresi marah dari Reno padanya setelah ia berkata mengenai hotel yang diberikan calon suaminya. Memang Lyota tak ada pilihan lain selain menuruti kemauan ibunya itu, karena ia tak mungkin membantah apalagi menolak keinginan ibunya dan bisa menjadi anak durhaka.


"Hah? Kamu seriusan bilang begitu Lyota? Kamu pengen balikin hotel yang baru aku kasih ke kamu kemarin? Emangnya kenapa sih sayang? Kamu gak suka apa gimana?" tanya Reno kaget plus kesal.

__ADS_1


"Bukan gitu Ren, aku cuma nurut sama ibu. Kata ibu, aku gak boleh terima apapun dari kamu termasuk hotel itu! Karena ibu gak mau ada masalah nanti antara aku dan kamu, apalagi mama kamu kan juga rada gak suka sama aku sayang!" jelas Lyota.


"Aku kan udah bilang sama kamu, ini gak ada hubungannya sama mama!" ujar Reno.


"Iya aku tau, tapi kan—"


"Cukup! Pokoknya aku gak mau tau, kamu gak boleh balikin hotel itu ke aku! Nanti biar aku yang bicara sama ibu kamu, udah kamu tenang aja ya sayang! Gak akan ada masalah kok!" potong Reno.


Lyota pun terdiam tak berkutik, ia tidak mau membuat Reno semakin marah padanya. Itulah sebabnya ia memilih diam mengalah saat ini.


"Ngerti kamu?" tanya Reno tegas.


"I-i-iya Ren, aku gak akan balikin hotel kamu kok. Ta-tapi, aku—"


"Hey, kenapa lagi sih?!" ujar Reno.


"Gak kok, gapapa. Yaudah, kita bahas yang lain aja! Kamu mau ajak aku jalan kemana? Kita kayaknya daritadi di sini-sini aja deh, kamu gak punya tujuan ya?" ujar Lyota mengalihkan pembicaraan.


Reno malah tersenyum lalu mendekati Lyota dan menatap gadis itu dari jarak dekat, jantung Lyota langsung berdegup kencang tak karuan saat Reno menyentuh wajah serta bibirnya disana sembari mengusap lembut rambut miliknya.


"Kamu itu lucu banget sih! Besok aja ya langsung kita nikah? Aku udah gak sabar buat nikahin kamu, terus main di ranjang sama kamu!" ucap Reno.


"Eee ka-kamu apaan sih Reno? Aku nanya apa, kamu malah jawab apa!" ujar Lyota heran.


Reno tersenyum manis, kemudian ia mencengkram rahang gadis cantiknya itu dan memajukan wajahnya sehingga mereka hanya berjarak beberapa senti saja. Tentu saja Lyota semakin gugup dan gemetar saat Reno mengusap bibirnya, ia tahu betul apa yang sedang dipikirkan pria itu saat ini.


Cupp!


Benar saja, Reno pun mengecup bibir Lyota sekilas lalu membelainya lembut. Lyota menatap wajah Reno dengan ekspresi gugup, sedangkan pria itu langsung saja melumatt bibir yang menjadi candunya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2