
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 92
(Lagi marah malah digenjot)
...•...
...•...
Rianti tengah membereskan baju-baju miliknya dan juga suaminya di dalam kamar, ya ia melipat semua baju yang baru diangkat dari jemuran. Tampak wanita itu mengeluarkan air mata sembari mengusap kemeja milik suaminya, ia masih sungguh tak percaya suami tercinta yang dikiranya lelaki baik justru malah selingkuh di belakangnya.
Entah mengapa saat ini Rianti seperti tak berselera lagi melanjutkan hubungannya dengan Lionel, sungguh ia sangat ingin pergi dari rumah itu meninggalkan Lionel dan menempuh hidupnya seorangpun diri. Namun, sayang sekali hal itu tak bisa ia lakukan saat ini karena ada sosok janin yang membutuhkan bantuan papanya di dalam perut.
"Sayang, malang sekali nasib kamu nak! Disaat kamu muncul dalam perut mama, kondisinya malah jadi seperti ini! Harusnya mama bahagia sekali bisa memiliki kamu, tapi untuk saat ini mama malah bersedih karena kamu hadir di tengah-tengah masalah mama dan papa kamu!" batin Rianti sembari mengelus perutnya.
Ya tentu Rianti lebih memikirkan nasib anaknya dibanding dirinya sendiri, ia tak mau egois dengan tetap pergi disaat tengah mengandung seperti ini. Akhirnya Rianti pun terpaksa berdiam diri di sana bersama suaminya yang tukang selingkuh, ia menahan luka di dalam hatinya seorang diri.
Ceklek...
Pintu terbuka dari luar, seorang pria dewasa dengan rambut klimis memasuki kamarnya sembari melempar senyum ke arah wanita yang tengah melipat baju di atas kasur. Pria itu tak lain adalah Lionel sang suami dari Rianti, Lionel sengaja mendatangi istrinya untuk menghibur istrinya itu.
"Sayang, kamu cantik banget sih!" ucap Lionel duduk di samping sang istri sembari membelai rambut wanita itu dengan senyum di wajah.
Rianti hanya diam tak menggubris perkataan Lionel, ia tetap fokus melipat baju-baju disana tanpa sedikitpun menoleh ke arah suaminya. Lionel tampak kesal tapi juga sadar kalau ini semua karena ulahnya sendiri, ia yang tak bisa mengontrol nafsuunya membuat hubungan rumah tangganya dengan Rianti menjadi hancur seperti ini.
"Hey, sayang! Sini dong lihat aku! Gak bagus loh kalau suami lagi bicara, tapi istrinya malah cuek dan gak peduli sama sekali!" ucap Lionel.
__ADS_1
Rianti tetap saja diam tak mau menoleh ke arah suaminya, hatinya tergores luka yang amat menyakitkan membuat ia hampir terbunuh karena kelakuan suaminya yang suka nancap gadis perawan sembarangan.
"Rianti!" bentak Lionel sembari menarik wajah istrinya agar mau menghadap ke arahnya.
Lionel mencengkeram wajah Rianti dengan kasar, ia seperti tersulut emosi karena sang istri bersikap cuek dan acuh padanya.
"Cukup ya, kamu jangan cuekin aku terus kayak gini! Aku gak bisa kalo kamu terus-terusan diemin aku begini, sayangku!" ucap Lionel memohon pada istrinya, saat ini wajah mereka saling berdekatan dengan tangan Lionel yang terus mencengkeram kasar wajah istrinya.
"Mas, aku begini juga karena ulah kamu! Seandainya kamu gak selingkuh, aku pasti sekarang juga gak akan diemin kamu! Justru aku malah semakin perhatian sama kamu dan lagi di fase senang-senangnya karena akan memiliki anak kedua dari kamu, tapi apa? Nyatanya kamu malah selingkuh dan sampai merenggut kesucian wanita itu, kamu pikir perasaan aku itu kayak gimana mas?" ucap Rianti meneteskan air mata, rasa sakit di wajahnya saat ini tak sebanding dengan sakit pada hatinya.
Lionel yang melihat itu menjadi tidak tega, ia melepaskan wajah istrinya sembari termenung dengan perasaan bersalah karena sudah melakukan tindakan konyol pada Shani.
"Rianti benar, seharusnya aku tidak boleh egois dengan meminta Rianti bersikap hangat padaku seperti sebelumnya! Aku harus bisa memaklumi sikap Rianti yang sekarang ini terjadi karena ulahku, aku ini memang bukan suami yang baik!" batin Lionel penuh penyesalan.
Lionel pun bangkit dari duduknya dengan perasaan hancur dan sedih, ia menatap dua telapak tangannya seraya mengingat kejadian kotor yang telah ia lakukan dengan kedua tangannya itu.
Disaat Lionel hendak pergi keluar dari kamar, tiba-tiba saja Rianti menarik tangannya dari belakang sembari memanggil nama suaminya.
"Tunggu, mas!" ucap Rianti berdiri menggenggam tangan sang suami.
"Kamu mau kemana?" tanya Rianti.
"Keluar," jawab Lionel singkat sembari menoleh sedikit ke arah istrinya.
"Tolong mas, pikirkan lagi permintaan aku sebelumnya! Nikahi Shani demi kebaikan kita semua, kamu harus bertanggung jawab mas!" ucap Rianti.
Lionel tersentak mendengarnya, benar saja dugaannya kalau Rianti pasti akan membahas soal pernikahan itu lagi.
"Mas, aku gak mau-"
"Cukup!" bentak Lionel memotong ucapan Rianti sembari menoleh dengan tatapan tajam.
Rianti tampak ketakutan melihat amarah suaminya, ia menunduk serta melepaskan genggamannya dari tangan sang suami.
__ADS_1
Lionel mendekat ke arah istrinya, ia menarik tubuh Rianti ke dalam dekapannya lalu mendorong dagu istrinya agar menatap matanya.
"Jangan paksa aku lagi!" ucap Lionel tegas.
Rianti tak mampu mengatakan apa-apa, jantungnya masih berdegup kencang karena terkejut dengan bentakan suaminya tadi.
Cuppp....
Lionel mencumbu bibir istrinya dengan ganas dan paksaan, ia menahan tengkuk Rianti dengan tangannya sembari memperdalam ciumannya. Lionel perlahan mendorong tubuh sang istri sampai mereka berdua terjatuh di atas kasur, Lionel sudah tak bisa menahan nafsuunya lagi.
Dengan cekatan Lionel merobek baju yang dikenakan istrinya sembari terus mencumbui area leher jenjang Rianti, kedua tangan wanita itu ditaruh di atas kepala dengan dicengkeram erat.
...•••...
Disisi lain, Tania & Rania sudah berganti pakaian dan membawa beberapa perlengkapan berenang untuk Rania seperti contohnya pelampung karena memang gadis kecil itu belum bisa berenang. Tampak Rania sangat amat senang dan gembira begitu melihat kolam renang disana yang luas dan besar, Tania sendiri ikut merasa bahagia melihat adiknya gembira.
"Wah kak, luas banget...." ujar Rania.
"Iya dong, makanya kakak ajak kamu berenang disini supaya lebih puas! Tapi, kalau kamu mau pindah ke kolam yang ada air pancuran sama perosotannya tinggal bilang aja ya!" ucap Tania.
"Iya kak," ucap Rania manggut-manggut.
Mereka berdua ditemani oleh 2 orang pelayan wanita yang ditugaskan William disana, ya walau sebenarnya Tania merasa tak perlu ditemani seperti itu oleh pelayan karena ia bisa menjaga diri.
Setelah memasangkan pelampung pada tubuh adiknya, kini mereka langsung menceburkan diri ke dalam kolam yang tak terlalu dalam itu.
"Gimana sayang, suka gak?" tanya Tania sembari memegangi dua tangan adiknya.
"Suka dong, kak! Airnya seger banget!" jawab Rania penuh kegembiraan di wajahnya.
"Bagus deh kalo kamu suka, sekarang ikutin gerakan kakak ya supaya kamu bisa berenang cepet!" ucap Tania melepas pegangannya.
Rania hanya mengangguk pelan, ia perlahan mulai mengikuti apa yang diajarkan Tania padanya tentang cara-cara berenang yang baik dan cepat.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...